You are on page 1of 15

Makalah Kriminalistik

LAPORAN STUDI KLINIK DI LABORATORIUM FORENSIK CABANG


SEMARANG

Disusun untuk memenuhi Kompetensi Dasar 3 mata kuliah Kriminalistik


Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta
Oleh :
1. Bintang Ayu Soraya

(E0011058)

2. Immaculata Anindya K

(E0011161)

3. Indah Yuliantini

(E0011162)

4. Merry Paulina Happy

(E0011194)

5. Muhammad Mukhtarija

(E0011205)

6. Murti Ayu Hapsari

(E0011209)

7. Nurlaila Yukamujrisa

(E0011236)

8. Septina Ayu Handayani

(E0011194)

9. Septina Fadia Putri

(E0011288)

10. Triyani

(E0011319)

Fakultas Hukum
Universitas Sebelas Maret
2014

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Kehidupan manusia dibatasi oleh adanya hukum. Menurut Peter Mahmud
Marzuki, hukum dalam bahasa inggris law mempunyai dua pengertian. Pertama,
adalah serangkaian pedoman untuk mencapai keadilan. Dan yang kedua adalah
seperangkat aturan tingkah laku untuk mengatur ketertiban masyarakat Indonesia
merupakan negara hukum. Hal ini tertuang dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang
Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam sebuah negara hukum, Indonesia
tentunya memiliki tatanan hukum tersendiri yang dibuat secara khusus. Salah satu
tatanan hukum di Indonesia adalah Hukum Pidana. Hukum pidana merupakan
norma atau aturan hukum yang di dalamnya terdapat sanksi berupa pidana. Salah
satu hal yang dipelajari dalam hukum pidana adalah mengenai kriminalistik.
Kriminalistik merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari teknik dan taktik
kejahatan

dan

penyidikan

terhadap

penjahat

dengan

menggunakan

ilmu

pengetahuan. Dari kriminalistik kita dapat mengetahui bagaimanakah suatu


kejahatan itu berlangsung dilihat dari caranya, dampaknya, motifnya, dan lain
sebagainya, melalui suatu penyidikan terhadap penjahat beserta bekas-bekas
kejahatannya, sehingga kita mengetahui atas kebenaran suatu kejahatan tersebut.
Ilmu kriminalistik sangat berhubungan dengan penyidikan tempat kejadian perkara
suatu kejahatan dan barang bukti atau barang-barang yang berhubungan dengan
terjadinya suatu kejahatan, entah itu merupakan barang yang digunakan atau barang
yang secara tidak langsung berada di dalam suatu kejahatan. Penyidikan tersebut
merupakan faktor utama dalam ilmu kriminalistik. Tujuan utama penyidikan adalah
mengumpulkan sebanyak-banyaknya keterangan, hal ihwal,data dan fakta mengenai
terjadinya suatu kejahatan. Penyidikan terbagi atas dua yaitu bekas psikis dan bekas
fisik. Bekas psikis berasal dari ingatan manusia, baik tersangka maupun saksi-saksi,
dengan kata lain merupakan keterangan tersangka atau keterangan saksi. Sedangkan

bekas fisik berupa benda-benda yang kongkrit seperti sidik jari, tetesan darah,
proyektil, luka di tubuh, dan lain sebagainya. Bekas fisik mempunyai peranan besar
dalam terungkapnya suatu kejahatan. Maka dari itu mempelajari penyidikan untuk
bekas fisik ini sangatlah penting. Tentunya mempelajari penyidikan untuk bekas
fisik ini tidak hanya cukup dengan mempelajari teori-teori maupun tulisan-tulisan
yang berkaitan dengan hal itu, namun kita harus mengetahui praktiknya dan
bagaimana penerapan sesungguhnya dalam pengungkapan suatu kejahatan melalui
bekas fisik yang ada.
Di Indonesia sendiri lembaga yang menangani secara khusus bekas-bekas fisik
suatu kejahatan berada di laboratorium forensik yang tersebar di beberapa wilayah,
salah satunya adalah Laboratotium Forensik Akademi Kepolisian Semarang. Mereka
mempunyai tugas untuk mengungkap kebenaran suatu barang bukti atau bekas fisik
suatu kejahatan. Laboratorium forensik ini sendiri juga membuka kesempatan bagi
masyarakat untuk mempelajari pengungkapan bekas fisik suatu kejahatan melalui
fasilitas-fasilitas kunjungan yang disediakan. Dari hal inilah penting adanya orangorang yang mempelajari kriminalistik untuk datang dan melihat secara nyata
penerapan pengungkapan bekas fisik suatu kejahatan. Dari laboratorium forensik
akan didapat berbagai ilmu yang sangat berguna tentang pengungkapan bekas fisik
suatu kejahatan.
B. Rumusan masalah
1. Apakah tugas dan fungsi dari Laboratorium Forensik Cabang Semarang?
2. Apa saja bidang-bidang yang terdapat di Laboratorium Forensik Cabang
Semarang?
3. Bagaimana

peran

Laboratorium

penyalahgunaan narkoba?

Forensik

dalam

penyelesaian

kasus

BAB II
PEMBAHASAN

Laboratorium Forensik Cabang Semarang dibentuk pada tanggal 9 Desember


1982. Laboratorium ini melayani wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta dan juga
sebagai pengajar bagi taruna-taruna Akademi Kepolisian. Dalam pelaksanaan tugas
pokok, fungsi dan peran Labfor Polri selama ini antara lain didasarkan kepada :
a) UU No. 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana
b) UU No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI.
c) Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1173 / Menkes / SK / X / 1998 tentang
Penunjukan Laboratorium pemeriksa Narkoba dan Psikotropika.
d) Surat Edaran Jaksa Agung RI No. 5 / KRI / 2589 perihal penunjukan Labkrim
Polri untuk pemeriksa tulisan.
e) Surat Ketua Mahkamah Agung RI No. 808 / XII / 1983 perihal penunjukan
Labkrim Polri sebagai pemeriksa barang bukti kasus kasus pidana umum.
f) Surat edaran Jaksa Agung RI No. SE / 003/SA/2/1984 tentang keterangan ahli
mengenai tanda tangan dan tulisan sebagai alat bukti.
g) Peraturan Kapolri nomor 21 tahun 2010 tentang susunan organisasi dan tata
kerja satker Mabes Polri.
h) Peraturan Kapolri nomor 10 tahun 2009 tentang tata cara permintaan bantuan
kepada Labfor Polri.
Sesuai dengan Keputusan KaPolri No : Kep/22/ VI/2004tanggal 30 Juni 2004
tentang perubahan atas Keputusan kaPolri No. Pol.:KEP/30/VI/2003 tanggal 30 Juni
2003 tentang Organisasi dan TataKerja Satuan-satuan Organisasi pada Tingkat Markas
Besar KepolisianNegara Republik IndonesiaLaboratoriumForensik mempunyai tugas
membina dan melaksanakan kriminalistik/forensik sebagai ilmu dan penerapannya
untuk mendukung pelaksanaan tugas Polri.

Keberadaan Laboratorium Forensik adalah untuk menanggulangi kejahatan


yang memanfaatkan ilmupengetahuan dan teknologi yang hanya dapatditanggulangi
dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologipula. Proses penyidikan
kejahatan dengan menggunakan teknologi yanglazim disebut penyidikan secara ilmiah
atau dimana peran dan fungsi tersebut sebagiandiemban oleh Laboratorium Forensik
Dalam menjalankan tugasnya Laboratorium Forensik memberikan pelayanan
bagi Aparat Penegak Hukum dan masyarakat umum. Pelayanan bagi masyarakat umum
harus melalui laporan kepada kepolisian terdekat kemudian diteruskan kepada
pemeriksaaan di laboratorium forensik. Adapun bidang-bidang yang terdapat di
laboratorium forensik cabang Semarang adalah sebagai berikut:
a) Bidang Dokumen dan Uang Palsu Forensik
Bertugas menyelenggarakan pemeriksaan barang bukti dokumen yaitu
tulisan tangan, tulisan ketik, dan tanda tangan dan uang palsu (uang kertas RI,
uang kertas asing, dan uang logam) dan produk cetak (produk cetak
konvensional, produk cetak digital, dan cakram optik) serta memberikan
pelayanan umum forensik kriminalistik.
Kejahatan perbankan rawan terjadi terhadap pemalsuan dokumen
tersebut. Biasanya dilakukan pada pembubuhan tanda tangan dan dapat diperiksa
keasliannya, melalui bagaimana tanda tangan tersebut dituliskan, garis-garis
tegas, atau kebiasaan tanda tangan apabila dibandingkan dengan yang lainnya
dan melalui tanda-tanda lainnya.
Adapun alat yang digunakan untuk memeriksa keaslian uang apakah asli
atau tidak adalah dengan menggunakan alat yang memancarkan sinar ultraviolet,
dimana apabila dilihat dibawah sinar ultraviolet uang palsu tidak akan
memendarkan cahaya sedangkan uang asli akan memendarkan cahaya.
Fitur fitur yang ditambahkan dalam uang rupiah merupakan tanda
tanda khusus yang dimaksudkan untuk mencegah pemalsuan, sebagai berikut:
a.

Tanda Air (Watermark) dan Electrotype

Tanda air atau watermark merupakan gambar yang tertanam dalam


uang kertas yang dapat terlihat jika diterawangkan ke cahaya
b.

Benang Pengaman (Security Thread)


Berupa pita yang melintang dari bagian atas uang hingga bagian
bawah uang kertas. Pita ini bisa satu warna atau beberapa warna dan
dapat dibuat memendar atau tidak memendar jika diletakkan di
bawah lampu atau sinar ultraviolet.

c.

Cetak Intaglio
Adalah teknik cetak yang membuat hasil cetakan yang terasa kasar
apabila diraba.

d.

Gambar Saling Isi (Rectoverso)


Pencetakan suatu ragam bentuk yang menghasilkan cetakan pada
bagian muka dan belakang beradu tepat dan saling mengisi jika
diterawangkan ke arah cahaya.

e.

Tinta Berubah Warna (Optical Variable Ink)


Hasil cetak mengkilap (glittering) yang berubah-ubah warnanya bila
dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

f.

Tulisan Mikro (Micro Text)


Tulisan berukuran sangat kecil yang hanya dapat dibaca dengan
menggunakan kaca pembesar.

g.

Tinta Tidak Tampak (Invisible Ink)


Hasil cetak tidak kasat mata yang akan memendar di bawah sinar
ultraviolet.

h.

Gambar Tersembunyi (Latent Image)


Teknik cetak dimana terdapat tulisan tersembunyi yang dapat dilihat
dari sudut pandang tertentu. Alat deteksi uang palsu sangat penting
digunakan. Terlebih jika detektor uang palsu tersebut memiliki
banyak fitur pendukung.

b) Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik


Bertugas menyelenggarakan pemeriksaan teknis kriminalistik terhadap
barang bukti senjata api (senjata api, peluru dan selongsong peluru), bahan
peledak (bahan peledak, komponen-komponen bom, dan bom pasca ledakan
(post blast) dan metalurgi (bukti nomor seri, kerusakan logam).
Pemeriksaan yang dilakukan pada peluru, anak peluru dan selongsong
peluru

yang ditemukan di TKP kemudian diperiksa pada sebuah alat yang

memperlihatkan kecocokan-kecocokan dengan senjata yang digunakan dengan


demikian dapat diketahui kepemilikan senjata tersebut milik siapa dan dapat
dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Tindak kejahatan dengan menggunakan bahan peledak dapat diperiksa
melalui :
a. tanah dan debu yang diambil dari pusat ledakan (Crater);
b.

serpihan (fragmentasi) dari kontainer atau wadah bom yang dapat


terbuat dari logam, kertas, maupun plastik;

c. serpihan (fragmentasi) dari rangkaian elektronik beserta sumber


listiknya (baterai);
d. serpihan (fragmentasi) dari detonator atau alat pemicu bom lainnya;
e. bahan isian (shrapnell) yang ditambahkan untuk menambah efek
ledakan seperti : paku, baut, gotri dan sebagainya; dan
f. pengumpil, pen, serta fragmentasi dari granat.
c) Bidang Fisika dan Komputer Forensik
Bertugas pemeriksaan laboratoris kriminalistik barang bukti uji
kebohongan (lie detector), jejak, radioaktif, konstruksi bangunan, peralatan
teknik, kebakaran/pembakaran, dan komputer (suara dan gambar (audio/video),
komputer & telepon genggam (computer &mobile phones), dan kejahatan
jaringan internet/intranet (cyber network).

Kecanggihan alat-alat tersebut salah satunya alat yang digunakan untuk


memeriksa telepon seluler atau handphone dengan me-recovery data-data yang
sudah terhapus, baik pesan singkat, suara dan gambar agar dapat ditampilkan
kembali dan dapat diperiksa untuk kemudian membantu dalam proses
pemeriksaan.
Adapun hal ini sering dilakukan dalam tindak pidana penipuan bermodus
jual-beli online yang mana biasanya setelah pihak pembeli mentransfer sejumlah
uang barang tidak dikirimkan, dengan kecanggihan alat ini dapat diketahui
pelaku kejahatan tersebut berdasarkan percakapan yang berlangsung baik
melalui telepon, pesan singkat maupun media lainnya seperti BBM
(BlackberryMessenger).
d) Bidang Narkotika, Psikotropika dan obat berbahaya forensik
Bertugas menyelenggarakan pelayanan pemeriksaan barang bukti
narkotika (narkotika bahan alam, bahan sintesa & semi sintesa, dan cairan
tubuh), psikotropika (bahan & sediaan psikotropika, laboratorium illegal
(clandestine labs) bahan psikotropika) dan obat (bahan kimia obat berbahaya,
bahan kimia adiktif, dan prekursor).
Alat yang terdapat pada labfor semarang berupa alat yang digunakan
untuk memeriksa urin, dimana apabila kandungan urin tersebut positif
mengandung bahan aktif

akan menunjukan grafik-grafik yang akan

membedakan apakah pemilik urin tersebut telah lama menjadi pemakai atau
belum. Karena grafik pada alat tersebut menunjukan kadar seorang pemakain
narkotika yang telah lama mengkonsumsi maupun yang belum.
Apabila dalam keadaan tertangkap tangan sedang mengkonsumsi
narkotika, maka dalam pemeriksaan urin tersebut tidak boleh langsung dilakukan
test urin. Jeda waktu pemakaian dengan pemeriksaan test urin dilakukan agar
apabila sebelumnya tersangka memang mengkonsumsi narkotika tersebut akan
terdeteksi karena telah menyebar kedalam tubuh, apabila pemeriksaan langsung

dilakukan tanpa jeda saat operasi tangkap tangan dikhawatirkan test urin akan
sia-sia.

Peranan

Laboratorium

Forensik

Dalam

Penyelesaian

Kasus

Penyalahgunaan Narkotika
1. Tata Cara Permintaan Pemeriksaan Laboratorium Forensik
Tata cara atau langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mendapatkan
pemeriksaan dari Laboratorium Forensik secara khususnya dalam kasus
penyalahgunaan narkotika adalah sebagai berikut:
a. Surat Permintaan Pemeriksaan
Adapun yang maksud dari pada surat permintaan ini ditujukankepada
Kepala Laboratorium Forensik dengan maksud untukmendapatkan
pemeriksaan secara laboratoris dari pihak LaboratoriumForensik dengan
menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan secaratertulis. Permintaan
pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik barang buktidapat dipenuhi
berdasarkan permintaan tertulis dari:
1) Penyidik Polri;
2) PPNS;
3) Kejaksaan;
4) Pengadilan;
5) TNI; atau
6) Instansi lain yang sesuai dengan lingkup kewenangannya.

b. Laporan Polisi
Laporan polisi adalah laporan yangmenyangkut keadaan atau
peristiwa tindak pidana yang terjadisehubungan dengan pengambilanpengambilan barang bukti tersebut.Dalam laporan ini menggambarkan
keadaan atau situasi pada saatpengambilan barang bukti, misalnya tempat
dimana tersangka dan barangbukti pertama kali ditemukan yang di sebut
TKP pertama.
Kadang-kadanglokasi ini tidak berdiri sendiri, dalam kasus seperti ini
selain TKP masihterdapat lokasi-lokasi lain dimana barang-barang bukti
lainnya dapatditemukan seperti tempat penyimpanan barang(narkoba) yang
jumlahnyabanyak, alat-alat yang digunakan dalam melakukan tindak
pidana,dantempat lain yang perlu dan kadang sering memberi banyak
informasi yangdapat membantu dalam proses pencarian barang bukti.
c. Berita Acara Penyitaan Barang Bukti
Jika barang bukti berada dalam jumlah yang cukup besar, makauntuk
pemeriksaan laboratoris cukup mengambil beberapa bagian sajayang
digunakan sebagai sampel yang dianggap dapat mewakili dari keseluruhan
barang

bukti

untuk

dilakukan

pemeriksaan

secara

laboratories.

Penyisihanbarang bukti tersebut dilakukan dalam bentuk berita acara


penyisihanbarang bukti.
d. Berita Acara Pembungkusan dan Penyegelan Barang Bukti
Berita acara pembungkusan ini dilakukan setelah ada barang bukti,di
mana

berita

acara

pembungkusan

ini

berisi

tentang

keterangan

yangmenerangkan tentang segala tindakan yang dilakukan oleh petugas


dilapangan.

Dalam

rangka

pembungkusan

barang

bukti,

pembungkusandilakukan dengan maksud pengamanan dalam proses


pemeeriksaanselanjutnya. Barang bukti yang sudah dibungkus selanjutnya
dilakukanpenyegelan atas barang bukti tersebut, hal ini dilaakukan untuk

10

menjaga kemurnian dan keamanan barang bukti yang akan dikirim ke


Laboratorium Forensik guna untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Pemeriksaan Laboratorium Forensik Untuk Kasus Narkotika


Sebelum melangkah ketahap pencarian barang bukti ada baiknya bila kita
mengenal tanaman yang tergolong dalam kelompok narkotika yaitu :
a. Ganja
b. Coca/kokain
c. Tanaman Papaver Somniferum atau biasa disebut Candu.
Ganja (Marihuana, Cannabis Indical) merupakan tanaman yangtumbuh, baik
di dataran rendah maupun di datarantinggi. Tanaman ini dapat tumbuh mencapai
ketinggian 2 meter, bilatanaman ini diremas dengan jari-jaru maka akan tercuim bau
yang khasdan menyegarkan. Coca/kokain adalah zat yang adiktif yangsering disalah
gunakan dan merupakan zat yang berbahaya.kokain merupakan alkaloid yang
didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon Coca.
Papaver Somniferum, jenis tanaman ini yang digunakan adalahgetahnya
yang didapat dari buah yang hendak masak, getah yang keluarberwarna putih dan
dinamai Lates. Getah ini dibiarkan kering padapermukaan buah sehingga
berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolahakan menjadi suatu adonan yang
menyerupai aspal lunak,inilah yangdinamakan candu mentah atau candu kasar.
Candu mentah mengandungbanyak zat-zak aktif yang sering disalahgunakan. Candu
masak berwarna coklat tua cara pemakaiannya adalah dengan cara dihisap.
A. Pencarian Barang Bukti
Pencarian barang bukti dari jenis ganja yaitu melihat dari bentuknya, seperti
dalam bentuk tangkai, daun, bunga, dan buah yang dikemas dalam plastik kecil atau
kemasan besar. Ganja sering juga dalam berbentuk rokok yang dicampur dengan
tembakau, dalam bentuk yang telah dihaluskan. Selanjutnya dari jenis Coca yang
diperdagangkan adalah daun yang sudah dikeringkan yang sudah diolahuntuk

11

diambil sarinya. Sedangkan untuk jenis Papaver Somniferum dalam peredaran


perdagangannya berbentuk Candu yang terdiri dari candu mentah dan candu masak.
B. Pengumpulan/Pengambilan Barang Bukti
Bilamana barang bukti berupa tanaman maka yang diambil sebagaibarang bukti
tanaman itu adalah akar, batang, tangkai,daun, dan buah.Selanjutnya barang bukti
dikeringkan dahulu agar dalam pengirimannya tidakmengalami pembusukan atau
rusak. Apabila barang bukti terlalu panjang dapat dipotong menjadi dua atau
tigabagian, kemudian disimpan dalam map atau dijepit dengan kertaskemudian
dimasukkan ke dalam karton, kemudian dilakukanpembungkusan.
Hal ini berlaku untuk semua barang bukti yang berupatanaman.Bila barang
bukti berupa bentuk narkotika yang bersal dari tanamanmaka diambil sekitar sekitar
50 Gram, namun bila jumlahnya cukup besar maka diambil permukaan atas, bagian
tengan, dan bagian bawah.Selanjutnya ditempatkan kedalam wadah yaang bersih
dan diusahakanmemakai kantong plastik yang baru. Untuk setiap bagian yang
diambilditempatkan kedalam wadah yang terpisah dan diberi label
C. Pengamanan/Pembungkusan Barang Bukti
Untuk pengamanannya, maka dari kumpulan barang bukti itu ditempatkan
dalam satu wadah yang cukup kuat yang tidak mudah rusak. Setelah dimasukkan
dalam wadahyang baik kemudian dibungkus pula dengan baik dan diikat dengan
taliyang cukup kuat dimana pada setiap tali pengikatnya diberi segel.

12

D. Pengiriman Barang Bukti


Dalam pengiriman barang bukti ini selain permohonan bantuan
pemeriksaan Laboratoris yang berisi pengiriman barang bukti dandilampirkan
pula :
1. Laporan polisi
2. Bila barang bukti merupakan perwakilan (mewakili dari jumlahyang lebih
besar) maka dicantumkan pula berupa jumlahkeseluruhannya dalam berita
acara pengambilan/pengumpulanbarang bukti.
3. Berita acara penyegelan barang bukti dan berita acarapembungkusan barang
bukti.
4. Surat permohonan pemeriksaan Laboratoris yang jelas

13

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
LaboratoriumForensik
kriminalistik/forensik
pelaksanaan

tugas

mempunyai

sebagai

ilmu

tugas
dan

Polri.Keberadaan

membina

penerapannya

Laboratorium

dan

melaksanakan

untuk

Forensik

mendukung

adalah

untuk

menanggulangi kejahatan yang memanfaatkan ilmupengetahuan dan teknologi


yang hanya dapatditanggulangi dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan
teknologipula.
Bidang-bidang yang terdapat dalam Laboratorium Forensik Cabang Semarang
adalah:
1. Bidang Dokumen dan Uang Palsu Forensik
2. Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik
3. Bidang Fisika dan Komputer Forensik
4. Bidang Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya Forensik
Peranan Laboratorium Forensik dalam penyelesaian kasus penyalahgunaan
narkoba terdiri dari beberapa tahapan atau melalui beberapa tata cara, diantaranya
adalah:
1. Tata Cara Permintaan Pemeriksaan Laboratorium Forensik, rediri dari:
a. Surat Permintaan Pemeriksaan
b. Laporan Polisi
c. Berita Acara Penyitaan Barang Bukti
d. Berita Acara Pembungkusan dan Penyegelan Barang Bukti
2. Pemeriksaan Laboratorium Forensik Untuk Kasus Narkotika, terdiri dari:
e. Pencarian Barang Bukti
f. Pengumpulan/Pengambilan Barang Bukti
g. Pengamanan/Pembungkusan Barang Bukti
h. Pengiriman Barang Bukti

14

B. Saran
Sebagai lembaga yang memiliki tugas untuk mengungkap kebenaran suatu
barang bukti atau bekas fisik suatu kejahatan, Laboratorium Forensik harus
menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik dan mempertahakan prestasi
dalam pengungkapan kasus kejahatan. Melihat dari beratnya tugas yang diemban
Labfor, ketersediaan peralatan canggih dan teknologi modern sangat dibutuhkan.
Dengan demikian pemerintah diharapkan untuk mengusahakan penyediaan peralatan
Labfor yang masih kurang atau dibutuhkan Labfor dalam menjalankan tugasnya
yang belum ada atau belum dimiliki Labfor, dengan harapan agar dalam
pengungkapan suatu kejahatan dengan alat bukti dapat dilakukan dengan maksimal
oleh Labfor dan penegakan hukum dapat dilaksanakan dengan baik.

15