You are on page 1of 27

PROPOSAL

INTENSIF RAIH HKI

Judul Kegiatan Yang Diusulkan :


MESIN PEMISAH TANGKAI DAN DAUN TEH

Jenis HKI
Tahun
Inventor Utama

: Paten
: 2014
: Ir. Agus Sutejo, MSi

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN BIOSISTEM


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Kampus IPB Darmaga, Bogor, P.O. Box 220, Bogor 16002
email: tmb_ipb@ipb.ac.id Telp/Fax: (0251) 8623026
25 Oktober 2014

LEMBAR PENGESAHAN
Judul kegiatan yang diusulkan
Jenis HKI
Tahun

: Mesin Pemisah Tangkai dan Daun Teh


: Paten
: 2014

Keterangan Lembaga/Instansi Pengusul


Nama Pengusul/Inventor Utama
Nama Lembaga/Institusi
Unit Organisasi

: Ir. Agus Sutejo, MSi


: Institut Pertanian Bogor
: Departemen Teknik Mesin dan Biosistem

Alamat

Telepon/HP/Faksimil/e-mail

: (0251) 8623026 / tmb_ipb@ipb.ac.id

Kampus IPB Darmaga, Bogor, P.O. Box 220,


Bogor 16002

Jangka Waktu Kegiatan : 6 (enam) bulan


No.

Uraian

Uraian Jumlah (Rp)

Bahan Habis Pakai

1.719.000

Perjalanan

5.096.000

Lain-Lain

3.185.000

Jumlah biaya yang diusulkan

10.000.000
Setuju diusulkan:

Pengusul/Inventor Utama,

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian,

Ir. Agus Sutejo, MSi


NIP. 19650808 199002 1 001

Dr. Ir. Sam Herodian, MS


NIP. 19620529 198703 1 002

Direktur Riset dan Kajian Strategis


Institut Pertanian Bogor

Prof. Dr. Ir. Iskandar Z. Siregar, M.For.Sc


NIP. 19660320 199002 1 001
Proposal Teknis

MESIN PEMISAH TANGKAI DAN DAUN TEH


1. Pendahuluan
Di Indonesia, teh merupakan komoditas unggulan perkebunan nasional. Menurut
FAO (2014) Pada tahun 2011, Indonesia berada pada posisi kedelapan sebagai produsen
teh di dunia, dengan market share produksi sebesar 3,24 persen. Selain itu Indonesia
juga merupakan eksportir teh terbesar kesembilan dunia dengan market share sebesar
2,40 persen. Namun Selama sepuluh tahun terakhir, kinerja agribisnis teh Indonesia
menurun. Hal ini ditunjukkan oleh penurunan luas areal perkebunan teh sebesar 2,02
persen per tahun, diikuti oleh penurunan produksi sebesar 2,49 persen (BPS, 2014).
Salah satu faktor yang dapat meningkatkan daya saing komoditas teh Indonesia
adalah teknologi. Dalam kondisi pasar global yang makin kompetitif maka teknologi
memainkan peran yang sangat penting untuk memenangkan kompetisi nasional.
Teknologi akan meningkatkan keunggulan bersaing melalui perannya dalam
menentukan posisi biaya atau diferensiasi produk (Porter, 1994). Untuk itu penilaian
kondisi komponen-komponen teknologi di industri teh dan strategi peningkatannya
merupakan aspek yang sangat relevan untuk dikaji dalam rangka mengembalikan
kinerja ekspor teh Indonesia.
Kemampuan penguasaan teknologi sangat dipengaruhi oleh kondisi komponen
teknologi yang dimilikinya yaitu berupa technoware, humanware, infoware, dan
orgaware. kondisi technoware di industri teh Indonesia berada pada kondisi
kecanggihan yang medium, karena alat dan mesin yang digunakan di seluruh perusahaan
masih berupa mesin bermotor yang dikendalikan secara manual, belum menggunakan
kontrol otomatis. Demikian pula penggunaan conveyor baru diterapkan di 37,5%
perusahaan contoh, selebihnya (62,5%) masih menggunakan cara manual. Dengan
demikian, untuk mencapai kemampuan penguasaan teknologi pada level medium (M) di
industri pengolahan teh, salah satu alternatif yang dapat ditempuh adalah meningkatkan
kondisi technoware sehingga mencapai kondisi hight (H) yang dicirikan oleh
penggunaan conveyor untuk menghubungkan mesin-mesin pengolahan, mesin yang
terintegrasi, mesin-mesin yang bekerja sesuai dengan kapasitasnya, telah dilakukan
adaptasi dan penyempurnaan sehingga lebih efisien, dan dilengkapi alat kontrol proses
secara otomatis (Suprihatini, 2004).

Mutu teh jadi sangat dipengaruhi oleh potensi mutu nya sendiri, serta teknik dan
teknologi pengolahannya. Berdasarkan grade mutunya, teh di Indonesia terbagi menjadi
tiga kelas, yaitu first grade (umumnya disalurkan untuk pasar ekspor), second grade
(umumnya disalurkan untuk pasar domestik) dan off grade (umumnya disalurkan untuk
pasar tradisional domestik). (PPTK, 2007). Sehingga perbaikan mutu menjadi salah
satu critical success factor dalam upaya penyelamatan agribisnis teh nasional. Gumbira
Said et al. (2001) mengemukakan bahwa jika perusahaan kurang memiliki kemampuan
inovasi proses dan produk, maka paling tidak harus memiliki kemampuan untuk
melaksanakan perubahan yang bertahap (incremental) terhadap teknologi yang ada saat
ini sesuai dengan permintaan konsumen. Pada saat proses pemetikan terdapat banyak
tangkai pada daun teh yang ikut dipetik oleh pemanen. Salah satu kelemahan pada
proses pengolahan teh saat ini yaitu tercampurnya tangkai dan daun teh sehingga
menurunkan mutu produk akhir teh. Hal ini karena produk utama hasil olahan teh yang
bermutu tinggi berasal dari daun teh, sedangkan tangkai

lebih berfungsi kepada

pengotor. Salah satu solusi yang harus dilakukan yaitu melakukan desain mesin pemisah
tangkai dan daun teh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas
dan efisiensi produksi, serta meningkatkan mutu dan nilai jual produk.

2. Ruang Lingkup dan Rencana Kegiatan


a) Kepentingan Perolehan HKI
Hasil penelitian ini sangat bermanfaat khususnya untuk industri pengolahan teh
berupa paket inovasi teknologi produksi dan rancangan mekanisme mesin proses
pemisahan tangkai dan daun teh yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi
produksi, mengurangi biaya produksi serta meningkatkan mutu dan nilai jual produk.
Hasil temuan teknologi ini akan dapat digunakan untuk peremajaan mesin industri
pengolahan teh yang sudah mulai usang.
Perolahan HKI menjadi penting untuk menghindari plagiat dan duplikasi tanpa
ijin mengingat temuan teknologi akan menbantu dan digunakan secara komersial
oleh industri pengolahan teh.
b) Rencana Pemasaran
Saat ini prototipe mesin telah diproduksi dan dipesan oleh PTPN VIII
selanjutnya akan diproduksi secara masal untuk mengantikan mesin proses
pengolahan teh milik PTPN VIII. Tidak menutup kemungkinan industri pengolahan
teh lainnya.
Penelitian dan pengembangan mesin ini terus dilakukan untuk mendapatkan
pertanggungjawaban secara ilmiah terhadap fenomena yang terjadi. Untuk 3 (tga)
tahun kedepan target dari hasil penelitian adalah 1 (satu) draf paten, 2 (dua) publikasi
internasional dan 2 (dua) publikasi pada jurnal nasional terakriditasi.
Tahapan kegiatan penelitian menuju komersialisasi secara umum dapat dilihat
pada Tabel 1.

Tabel 1. Tahapan kegiatan penelitian menuju komersialisasi


No

Kegiatan

Hasil Kegitan

Analisis hasil petikan


(analisis petik dan
analisi pucuk)

Sifat fisik tangkai dan


daun teh

Sifat kimia tangkai dan mengetahui karakteristik yang berpengaruh


daun teh
terhadap desain mekanisme pemisah tangkai
dan daun teh
Perancangan
mengetahui optimasi hembusan udara yang
mekanisme pemisahan digunakan untuk memisahkan tangkai dan
tangkai dan daun teh
daun teh
Desain dan
Gambar Teknik dan perencanaan produksi
manufakturing mesin
masal mesin pemisah tangkai dan daun teh
pemisah tangkai dan
daun teh
Analsis kelayakan dan analisis ekonomi mesin dan strategi pola
strategi pemasaran
pemasaran

mengetahui kesehatan tanaman di kebun,


jenis petikan yang dilakukan serta untuk
mengetahui yang akan diolah sudah
memenuhi syarat atau belum sehingga dapat
diperkirakan hasil dari olahan teh tersebut.
mendapatkan desain optimal pada proses
pemisahan meliputi ; pengaruh bentuk dan
ukuran potongan dari tangkai dan daun teh
terhadap hebusan udara, luas permukaan
spesifik, dan penentuan titik optimum
effisiensi pemisahan tangkai dan daun teh

c) Keberlanjutan
Terlampir surat pernyataan untuk keberlanjutan kegiatan penelitian :

Surat Pernyataan Kesanggupan Membiayai Pemeliharaan

Surat Pernyataan Keaslian Invensi HKI


Surat Pernyataan Kesanggupan Membiayai Jangka Panjang

Luaran
Kegiatan
Jurnal
nasional
/internasional

Jurnal
nasional
/internasional

Jurnal
nasional
/internasional
Jurnal
nasional
/internasional
Jurnal
nasional
/internasional
Sertifikat
Paten

3. Biodata Inventor
Daftar Riwayat Hidup (Ketua Peneliti)
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap
2 Jabatan Fungsional
3 Jabatan Struktural
4 NIP
5 NIDN
Tempat dan Tanggal
6
Lahir

:
:
:
:
:

Ir. Agus Sutejo, MSi


Asisten Ahli
Staf Pengajar
19650808 199002 1 001
0008086507

Nganjuk, 08 Agustus 1965

Kampung Cibeureum RT 02/02 Ds. Neglasari,


Kec. Dramaga, Bogor 16680
8 Nomor Telepon/ Faks/HP : 0251-8620957/ 081288169315
Departemen Teknik Mesin Dan Biosistem
9 Alamat Kantor
:
FATETA IPB PO BOX 220, Bogor 16002
10 Nomor Telepon/ Faks
: 0251-8623026
11 Alamat Email
: dtm_cyber@yahoo.com
D3 60 Orang
Lulusan yang telah
12
S1 60 Orang
dihasilkan
S2 1 Orang
1 Pengelolaan Peralatan Industri Pangan (D3)
Mata Kuliah yang
2 Pengenalan Sistem Kendali Otomatik (D3)
13
3 Perbengkelan (S1)
Diampu
4 Kekuatan Bahan (S1)
7

Alamat Rumah

B. Riwayat Pendidikan
Nama Perguruan
Tinggi
Bidang Ilmu
Tahun Masuk - Lulus
Judul Skripsi/ Tesis/
Disertasi
Nama Pembimbing/
Promotor

S1
Institut Pertanian
Bogor,Indonesia
Teknik Pertanian
1984 - 1989
Rancang Bangun Pemanen Padi
Mekanis

S2
Institut Pertanian
Bogor,Indonesia
Teknik Pertanian
1992 - 1997
Rekayasa Alat Sortasi Jeruk
Berdasarkan Warna

Ir. Kusen Morgan, MSi

Dr. Sutrisno, MAgr

C. Pengalaman Penelitian dan Pengapdian Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir


Kapasitas/
Tahun
Nama Mesin/ Alat
Lokasi
Mitra Kerjasama
Jumlah

2009
2009

Alat Pengolahan Kelapa


Terpadu
Mesin Pengolahan
Biodiesel dan Bioetanol

2010

Line Produksi Juice Jambu

700 Butir
Gorontalo CV. Sari Jati - Gorontalo
Kelapa/Jam
200 Ltr/
CV. Andiny Jaya Lestari
Bogor
hari
Bogor
Depok

PKPU Depok

2010

Pelatihan Peralatan
Pemanen Buah dan Kompor
Sekam

Bogor

Badan Pemberdayaan
Masyarakat dan Keluarga
Berencana Kota Bogor

2014

Mesin Pengolahan Biji Pala

Manado,
Sulut

PT. Gunung Intan Pratama

Mesin Pemarut Sagu

Teluk
Bintuni

Dinas Pertanian
Kabupaten Teluk Bintuni,
Papua Barat

2014

300 kg/jam

D. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah dalam Jurnal 5 Tahun Terakhir


No
1

Tahun/Nomor
/ Tahun
Desain dan Kinerja Unit Perlakukan Uap Panas Vol 23, No 1
(VHT) Untuk Desenfestasi Lalat Buat Pada Pasca (2009) ; 39 Panen Mangga
45
Vol 26, No 2
Rancang bangun mesin pengupas kulit ari kacang
(2014) ; 107 tanah tipe engkol
104
Judul Artikel Ilmiah

Nama Jurnal
Jurnal
Keteknikan
Pertanian
Jurnal
Keteknikan
Pertanian

E. Pengalaman Perolehan HKI dalam 5 10 Tahun Terakhir


No

Judul Paten

Nomor Paten

Tanggal Sertifikat

Jenis Paten

Alat Pemanen Manggis

ID S0001082

11 Mei 2011

Alat Pemanen Mangga

ID S 0001081

2013

Paten Sederhana
Paten Sederhana

Alat Pemanen Rambutan

ID S001083

11 Mei 2011

Paten Sederhana

Alat Pencetak Media


ID P0025732
20 Mei 2010
Paten
tanam (substrat) Jamur
Mesin Pengelompokan
5
ID P0025390
22 Maret 2010
Paten
Buah Berdasarkan Ukuran
F. Penghargaan Yang Pernah Diraih Dalam 10 Tahun Terakhir
Institusi Pemberi
No
Jenis Penghargaan
Tahun
Penghargaan
Menteri Negara Riset
Genteng Ringan dari Limbah Kayu Dan
1
dan Teknologi Republik
2011
Plastik (103 Inovasi Paling Prospektif 2010)
Indonesia
4

2
3
4
5
6

Suplemen Beras : Membuat Nasi Menjadi


Pulen, Bergizi dan Wangi (102 Inovasi Paling
Prospektif 2010)
Mesin Pengelompokan Buah Berdasarkan
Ukuran (Telah Memperoleh Sertifikat Paten)
Alat Pencetak Media tanam (substrat) Jamur
(Telah Memperoleh Sertifikat Paten)
Contestant in The Indonesian Robot Contest
And Intelegent Robot Contest
Tenaga Ahli dalam Penyusunan Food Tech
Produk Pangan Spesifik Daerah

Menteri Negara Riset


dan Teknologi Republik
Indonesia

2010

Rektor IPB

2010

Rektor IPB

2010

Dekan Fakultas Teknik


UI

2006

Badan POM

2005

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima risikonya. Demikian
biodata ini saya buat dengan sebenarnya.
Bogor, 25 Oktober 2014
Pengusul,

Ir. Agus Sutejo, MSi

Daftar Riwayat Hidup (Anggota Peneliti)


A. Identitas Diri
1

Nama Lengkap

Ahmad Thoriq, S.TP., MSi

Jabatan Fungsional

Asisten Ahli

Jabatan Struktural

Staf Pengajar

NIP

19821105 201404 1001

Tempat dan Tanggal Lahir

Baradatu, 05 November 1082

Alamat Rumah

Puri Cendikia 2 Blok C No. 22 Desa Cileles


Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang 45363

Nomor Telepon/ Faks/HP

Alamat Kantor

081298328599
Departemen Teknik dan Manajemen Industri Pertanian
Fakultas Teknologi Industri Pertanian
Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 40600

10 Nomor Telepon/ Faks

(022) 7798844 /(022) 7795780

11 Alamat Email

thoriq.unpad@gmail.com

Etika Profesi dan Kepemimpinan

Seminar Teknik Pertanian

Mengambar Teknik

13 Mata Kuliah yang Diampu

B. Riwayat Pendidikan
Formal
Nama Perguruan Tinggi
Bidang Ilmu
Tahun Masuk - Lulus

S1
IPB,
Indonesia
Teknik Pertanian
2001 - 2005

S2
IPB,
Indonesia
Teknik Mesin Pertanian
2010 - 2013

Judul Skripsi/ Tesis/


Disertasi

Rancang Bangun Pemisah pada Pengembangan Sistem Deteksi


Mesin Pemanen Udang
Kematangan TBS Kelapa Sawit

Nama Pembimbing/
Promotor

Dr. Ir. Sam Herodian, MS


Ir. Mad Yamin, MT

Dr. Ir. Sam Herodian, MS/ Ir.


Agus Sutejo, MSi

Non Formal
Tahun
2013

2005

Program Pelatihan
Pelatihan Teknis Pendampingan Bagi
Tenaga Pendamping KUKM Kabupaten/
Kota Se-Jawa Barat
CAD For Machinery Design and Simulation

Pelaksana
Dinas KUKM Jawa Barat

ITS Design Centre,


Surabaya

C. Pengalaman Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir

No
1

5
6

Judul Penelitian/Pengabdian
Masyarakat
Rehabilitasi hutan tanaman
produksi seluas 500 Ha di
Kab. Boalemo Prop. Gorontalo
Teknologi Produksi dan
komersialisasi minyak kelapa
di Kab. Gorontalo Utara
Survei investigasi dan desain
perluasan sawah di Ds.
Pagelaran, Kec. Malingping,
Kab. Lebak, Prop. Banten
Rekayasa teknologi
otomatisasi penanganan panen
dan pascapanen tandan buah
sawit
Perancangan alat deteksi
kematangan TBS kelapa sawit
Rancangan Alat dan Sistem
Penghitung TBS

Tahun

Sumber Dana

Keterangan

2007
-2009

Kementerian
Kehutanan RI

Pengelola
Kegiatan

2009

Pemda
Gorontalo Utara

Pengelola
Kegiatan

2011

Kementerian
Pertanian

Tenaga Ahli
Konstruksi
Lahan

2012

Riset Unggulan
Strategis
Perguruan
Tinggi
PT. Astra Agro
Lestari, Tbk
PT. Astra Agro
Lestari, Tbk

Asisten Peneliti

2012
2014

Asisten Peneliti
Asisten Peneliti

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima risikonya. Demikian
biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam
pengajuan Penelitian Dosen Muda.
Bogor, 25 Oktober 2014
Pengusul,
ttd
Ahmad Thoriq, S.TP., MSi

Proposal
Biaya Insentif RAIH HKI (Khusus Paten)
1. Biaya persiapan dan penyusunan dokumen permohonan paten
No

Rincian

Lembur penyusunan
dokumen
Makan lembur penyusunan
dokumen
Kerta A4

Tinta printer

Fotocopy

ATK

1
2

Jumlah Jumlah
(Org)
(Jam)

Harga Satuan
(Rp)

Harga Total
(Rp)

10

17,000

340,000

27,000

270,000

2 rim

50,000

100,000

2 catrige

250,000

500,000

200

40,000

469,000

469,000

200 lembar
1 paket

Jumlah belanja bahan (Rp)

1,719,000

2. Biaya Aplikasi
No
1
2

Rincian
Permohonan paten
Tambahan biaya setiap klaim

Percepatan pengumuman segera


setelah 6 bulan
Jumlah biaya aplikasi (Rp)
3

Jumlah
(kali)

Harga Satuan
(Rp)

Harga Total (Rp)

575,000

575,000

40,000

160,000

200,000

200,000
935,000

3. Biaya Penilaian Substansi


No

Rincian

Jumlah
(kali)

Harga Satuan
(Rp)

Harga Total (Rp)

Permohonan paten

2,000,000

2,000,000

Biaya penerbitan sertifikat

250,000

250,000

Jumlah biaya penilaian subtansi (Rp)

2,250,000

4. Biaya Transportasi untuk pengurusan dan penyempurnaan aplikasi


No

Rincian

Jumlah
(Org)

Jumlah
(kali)

Harga Satuan
(Rp)

Harga Total
(Rp)

Uang harian

430,000

3,440,000

Uang Transport

180,000

1,440,000

Uang Makan

27,000

216,000

Jumlah belanja perjalanan Bogor - Jakarta Golongan III (Rp)


Total Kebutuhan Biaya = Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah)

5,096,000

Lampiran
Draft Paten
Penelusuran Paten

Potensi Komersialisasi
Salah satu kelemahan pada proses pengolahan teh saat ini yaitu tercampurnya
tangkai dan daun teh sehingga menurunkan mutu produk akhir teh. Hal ini karena
produk utama hasil olahan teh yang bermutu tinggi berasal dari daun teh, sedangkan
tangkai lebih berfungsi kepada pengotor yang menurunkan mutu teh. Salah satu solusi
yang harus dilakukan yaitu melakukan desain mesin pemisah tangkai dan daun teh.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi,
serta meningkatkan mutu dan nilai jual produk.
Saat ini prototipe mesin telah diproduksi dan dipesan oleh PTPN VIII selanjutnya
akan diproduksi secara masal untuk mengantikan mesin proses pengolahan teh milik
PTPN VIII. Tidak menutup kemungkinan industri pengolahan teh lainnya.

Rancangan Dokumen Usulan Paten (Deskripsi Paten)


a. Judul Penemuan : Mesin Pemisah Tangkai dan Daun Teh
b. Bidang Teknik Temuan
Temuan berupa mesin yang bisa memisahkan tangkai dan daun teh yang telah
dipotong pada ukuran tertentu secara mekanis menggunakan hembusan udara yang
terkontrol.
c. Latar Belakang Penemuan
Di Indonesia, teh merupakan komoditas unggulan perkebunan nasional.
Menurut FAO (2014) Pada tahun 2011, Indonesia berada pada posisi kedelapan
sebagai produsen teh di dunia, dengan market share produksi sebesar 3,24 persen.
Selain itu Indonesia juga merupakan eksportir teh terbesar kesembilan dunia dengan
market share sebesar 2,40 persen. Namun Selama sepuluh tahun terakhir, kinerja
agribisnis teh Indonesia menurun. Hal ini ditunjukkan oleh penurunan luas areal
perkebunan teh sebesar 2,02 persen per tahun, diikuti oleh penurunan produksi
sebesar 2,49 persen (BPS, 2014).
Salah satu faktor yang dapat meningkatkan daya saing komoditas teh Indonesia
adalah teknologi. Kemampuan penguasaan teknologi sangat dipengaruhi oleh kondisi
komponen teknologi yang dimilikinya yaitu berupa technoware, humanware,
infoware, dan orgaware. kondisi technoware di industri teh Indonesia berada pada
kondisi kecanggihan yang medium, karena alat dan mesin yang digunakan di seluruh
perusahaan masih berupa mesin bermotor yang dikendalikan secara manual, belum
menggunakan kontrol otomatis. Demikian pula penggunaan conveyor baru
diterapkan di 37,5% perusahaan contoh, selebihnya (62,5%) masih menggunakan
cara manual. Dengan demikian, untuk mencapai kemampuan penguasaan teknologi
pada level medium (M) di industri pengolahan teh, salah satu alternatif yang dapat
ditempuh adalah meningkatkan kondisi technoware sehingga mencapai kondisi hight
(H) yang dicirikan oleh penggunaan conveyor untuk menghubungkan mesin-mesin
pengolahan, mesin yang terintegrasi, mesin-mesin yang bekerja sesuai dengan

kapasitasnya, telah dilakukan adaptasi dan penyempurnaan sehingga lebih efisien,


dan dilengkapi alat kontrol proses secara otomatis (Suprihatini, 2004).
Mutu teh jadi sangat dipengaruhi oleh potensi mutu nya sendiri, serta teknik
dan teknologi pengolahannya. Berdasarkan grade mutunya, teh di Indonesia terbagi
menjadi tiga kelas, yaitu first grade (umumnya disalurkan untuk pasar ekspor),
second grade (umumnya disalurkan untuk pasar domestik) dan off grade (umumnya
disalurkan untuk pasar tradisional domestik). (PPTK, 2007). Sehingga perbaikan
mutu menjadi salah satu critical success factor dalam upaya penyelamatan agribisnis
teh nasional. Gumbira Said et al. (2001) mengemukakan bahwa jika perusahaan
kurang memiliki kemampuan inovasi proses dan produk, maka paling tidak harus
memiliki kemampuan untuk melaksanakan perubahan yang bertahap (incremental)
terhadap teknologi yang ada saat ini sesuai dengan permintaan konsumen.
Pada saat ini proses pemetikan teh di Indonesia dilakukan secara manual, hasil
petikan

teh masih banyak terdapat tangkai. Padahal teh dengan mutu tinggi

dihasilkan dari

daun teh, sedangkan tangkai pada proses pengolahan teh lebih

banyak berfungsi sebagai pengotor yang akan mengurangi mutu produk akhir teh.
Untuk itu diperlukan mesin yang dapat memisahkan tangkai dan daun teh dimana
produk akhir akan terpisah antara daun teh dan tangkai daun teh.
d. Ringkasan Penemuan
Temuan berupa mesin mesin pemisah tangkai dan

daun teh seperti pada

Gambar 1 yang mempunyai bagian pemasukan dengan kemiringan tertentu, pisau


pemotong berbentuk lingkaran, luaran tangkai dan daun teh terpotong, blower, dan
bak penampung tangkai dan serta bak penampung daun teh. Tangkai dan daun teh
yang masuk ke dalam bagian pemasukan akan dipotong oleh pisau pemotong dan
keluar melalui lubang pengeluaran kemudian dengan udara yang dihembuskan oleh
blower, tangkai dan daun teh akan terpisah dan akan masuk ke bagian penampungan.
Keuntungan dari pemisahan tangkai dan daun teh adalah meningkatnya mutu
dari produk akhir teh. Mutu daun teh lebih tinggi dari pada mutu tangkai sehingga
dapat meningkatkan nilai jual produk. Temuan ini dapat di aplikasikan ke selruh
industri pengolahan teh baik dalam maupun luar negeri.

e. Uraian Gambar
Gambar 1. merupakan gambar prespektif dari Mesin pemisah tangkai dan daun
teh, yang terdiri dari : (1) masukan tangkai dan daun teh, (2) motor penggerak, (3)
transmisi belt dan pulley, (4) transmisi gear dan gear, (5) pisau pemotong tangkai dan
daun teh, (6) luaran tangkai dan daun teh terpotong, (7) rangka mesin, (8) blower,
(9) penampung tangkai, (10) penampung tangkai dan daun, (11) penampung daun
besar, (12) penampung daun kecil.
f. Uraian Lengkap Penemuan
Temuan ini berupa mesin pemisah tangkai dan daun teh terdiri dari hopper
dengan kemiringan tertentu sebagai bagian pemasukan, dua pisau pemotong yang
memotong tangkai dan daun teh pada ukuran tertentu, motor penggerak, sistem
transmisi bellt dan pulley serta sistem transmisi gear dan gear, bagian pengeluaran
tangkai dan daun teh terpotong, blower, dan bagian penampungan tangkai serta
bagian penampungan daun.
Sistem Transmisi
Motor pengerak akan menggerakkan poros pisau pemotong dan gear pada
putaran searah jarum jam melalui transmisi belt dan pulley sehingga gear yang
terpasang pada poros pisau yang lain akan menggerakkan pisau pemotong
berlawanan jarum jam.
Mekanisme Pemotongan Tangkai Dan Daun Teh
Terdapat dua poros sebagai dudukan pisau pemotong, masing - masing poros
terdapat 19 pisau pemotong berbentuk lingkaran dan terdapat empat lubang pada
bagian sisi yang tajam. Jarak antar pisau pada poros yaitu 0,5 mm. Satu pisau
pemotong berputar searah jarum jam dan yang lain berlawanan jarum jam sehingga
tangkai dan daun yang masuk ke bagian pisau pemotong akan terjepit dan terpotong.

Mekanisme Pemisahan Tangkai Dan Daun Teh


Udara yang dihembuskan blower dengan kecepatan tertentu yang terletak tepat
dibawah bagian pisau pemotong akan meniup tangkai dan daun teh yang telah
terpotong dan keluar melalui lubang pengeluaran sehingga tangkai dan daun teh akan
terpisah berdarakan berat spesifik dan tertampung pada bagian penampungan.
g. Klaim
-

Mesin pemisah tangkai dan daun teh terdiri dari hopper dengan kemiringan
tertentu sebagai bagian pemasukan, dua pisau pemotong yang memotong tangkai
dan daun teh pada ukuran tertentu, motor penggerak, sistem transmisi bellt dan
pulley serta sistem transmisi gear dan gear, bagian pengeluaran tangkai dan daun
teh terpotong, blower, dan bagian penampungan tangkai serta bagian
penampungan daun.

Motor pengerak pada klaim 1 akan menggerakkan poros pisau pemotong dan
gear pada putaran searah jarum jam melalui transmisi belt dan pulley sehingga
gear yang terpasang pada poros pisau yang lain akan menggerakkan pisau
pemotong berlawanan jarum jam.

Bagian penampung pada kalim 1 terdiri dari empat bagian yaitu penampung
tangkai yang berdekatan dengan blower, penampung tangkai dan daun,
penampung daun besar dan penampung daun kecil. Bagian penampung ini dapat
diatur posisi dan ketinggiannya.

Mekanisme pemisahan dari pada mesin pemisah tangkai dan daun teh adalah
melalui hembusan udara yang dihembuskan oleh blower dengan kecepatan
tertentu dan akan memisahkan tangkai dan daun teh berdasarkan berat spesifik.

h. Abstraksi
Mutu teh jadi sangat dipengaruhi oleh potensi mutu nya sendiri, serta teknik
dan teknologi pengolahannya. Sehingga perbaikan mutu menjadi salah satu critical
success factor dalam upaya penyelamatan agribisnis teh nasional. Pada saat ini
proses pemetikan teh di Indonesia dilakukan secara manual, hasil petikan teh masih
banyak terdapat tangkai. Padahal teh dengan mutu tinggi dihasilkan dari daun teh,
sedangkan tangkai pada proses pengolahan teh lebih banyak berfungsi sebagai

pengotor yang akan mengurangi mutu produk akhir teh. Untuk itu diperlukan mesin
yang dapat memisahkan tangkai dan daun teh dimana produk akhir akan terpisah
antara daun teh dan tangkai daun teh. Temuan berupa mesin mesin pemisah tangkai
dan daun teh yang mempunyai bagian pemasukan dengan kemiringan tertentu, pisau
pemotong berbentuk lingkaran, luaran tangkai dan daun teh terpotong, blower, dan
bak penampung tangkai dan serta bak penampung daun teh. Tangkai dan daun teh
yang masuk ke dalam bagian pemasukan akan dipotong oleh pisau pemotong dan
keluar melalui lubang pengeluaran kemudian dengan udara yang dihembuskan oleh
blower, tangkai dan daun teh akan terpisah dan akan masuk ke bagian penampungan.

5
1
2
4

5
Detail pisau pemotong
dan sistem transmisi

3
6
7

8
9
1
0
1
1
1
2

Gambar 1. Mesin pemisah tangkai dan daun teh

Surat Pernyataan
Kesanggupan Membiayai Pemeliharaan
Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama
: Ir. Agus Sutejo, MSi
Jabatan
: Asisten Ahli
Instansi
: Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian
Institut Pertanian Bogor
Alamat Instansi : Kampus IPB Darmaga, Bogor, P.O. Box 220, Bogor 16002
email: tmb_ipb@ipb.ac.id Telp/Fax: (0251) 8623026
Menyatakan dengan sesungguhnya kesediaan untuk membiayai pemeliharaan HKI yang
berjudul Mesin Pemisah Tangkai dan Daun Teh dengan inventor Ir. Agus Sutejo,
MSi yang diusulkan pada Insentif HKI Kementerian Riset dan Teknologi
Bogor, 25 Oktober 2014
Yang menyatakan,

Ir. Agus Sutejo, MSi


NIP. 19650808 199002 1 001

Surat Pernyataan
Keaslian Invensi HKI
Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama
: Ir. Agus Sutejo, MSi
Jabatan
: Asisten Ahli
Instansi
: Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian
Institut Pertanian Bogor
Alamat Instansi : Kampus IPB Darmaga, Bogor, P.O. Box 220, Bogor 16002
email: tmb_ipb@ipb.ac.id Telp/Fax: (0251) 8623026
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa invensi HKI yang berjudul Mesin Pemisah
Tangkai dan Daun Teh dengan inventor Ir. Agus Sutejo, MSi yang diusulkan pada
Insentif HKI Kementerian Riset dan Teknologi adalah asli.
Bogor, 25 Oktober 2014
Yang menyatakan,

Ir. Agus Sutejo, MSi


NIP. 19650808 199002 1 001

Surat Pernyataan
Kesanggupan Membiayai Jangka Panjang
Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama
: Ir. Agus Sutejo, MSi
Jabatan
: Asisten Ahli
Instansi
: Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian
Institut Pertanian Bogor
Alamat Instansi : Kampus IPB Darmaga, Bogor, P.O. Box 220, Bogor 16002
email: tmb_ipb@ipb.ac.id Telp/Fax: (0251) 8623026
Menyatakan dengan sesungguhnya kesediaan untuk membiayai Sentra HKI dalam
jangka panjang yang diusulkan pada Insentif HKI Kementerian Riset dan Teknologi

Bogor, 25 Oktober 2014


Yang menyatakan,

Ir. Agus Sutejo, MSi


NIP. 19650808 199002 1 001