You are on page 1of 2

Syahrini Alami Kasus Wanprestasi

30 Maret 201115:20

Syahrini tersangkut masalah. Biduanita cantik asal Bogor itu digugat sebesar Rp 400 juta oleh
Blue Eyes Cafe, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang restoran dan karaoke.

Kasus baru bagi Syahrini ini bermula dari kontrak kerja yang telah diteken oleh mantan tandem
Anang Hermansyah itu. Syahrini untuk menjadi bintang tamu di acara ulang tahun Blue Eyes
Cafe yang sedianya digelar di Bali, pada 27 Januari 2011.

Henry Pangaribuan dari kubu Blue Eyes Cafe mengklaim, pihaknya sudah membayar Rp 100
juta rupiah kepada Syahrini, dengan rincian Rp 60 juta untuk honor menyanyi dan Rp 40 juta
untuk akomodasi.

Namun hanya sehari jelang pentas, atau tepatnya pada 16 Januari 2011 sekitar pukul 10:00,
pelantun tembang daur ulang Aku Tak Biasa itu menghubungi pihak Blue Eyes Cafe. Kubu
Syahrini menyatakan tak bisa tampil.

"Tiba di hari `H`, Syahrini tidak bisa tampil dengan alasan orangtuanya sakit," ujar Henry,
ditemui wartawan di kantornya, kawasan Radiodalam, Jakarta, Selasa (29/3) sore.

Atas pembatalan dari pihak Syahrini, Blue Eyes Cafe meminta uang Rp 100 juta yang telah
dibayarkan, untuk dikembalikan. Namun pihak Syahrini menolak, dengan alasan pembatalan
tersebut karena force majeure (suatu keadaan yang terjadi di luar kekuasaan manusia --Red.).

"Kami sudah somasi kepada yang bersangkutan, tapi jawaban dari somasi tersebut, Syahrini
dalam keadaan force majeure. Padahal kita ketahui, force majeure itu untuk masalah kebanjiran
atau bencana alam. Tapi ini (orangtua sakit) sifatnya pribadi," jelas Henry.

Kasus yang dialami oleh Syahrini termasuk dalam kasus wanprestasi dengan kondisi dimana
seorang telah lalai untuk memenuhi kewajiban yang diharuskan oleh Undang-Undang. Blue
Eyes merasa dirugikan atas tindakan Syahrini yang tidak melakukan kontrak kerja tersebut.

Mereka harus mencari penyanyi pengganti yang menimbulkan penambahan biaya yang tidak
sedikit. Penyanyi yang menggantikan Syahrini yaitu, Titi DJ dan Sarah Azhari biayanya sebesar
Rp 212.321.800. Maka dari pada itu Syahrini dituntut membayar Rp 2,2 milyar lebih.
"Kami sudah somasi kepada yang bersangkutan, tapi jawaban dari somasi tersebut, Syahrini
dalam keadaan force majeure. Padahal kita ketahui, force majeure itu untuk masalah kebanjiran
atau bencana alam. Tapi ini (orangtua sakit) sifatnya pribadi," jelas Henry.

Gugatan kepada Syahrini sudah didaftarkan pihak Blue Eyes Cafe ke Pengadilan Negeri Bogor
sejak 21 Maret 2011. Menurut rencana, pada 6 April 2011 sidang perdana perkara ini digelar.
(IRA)