You are on page 1of 3

HORDEOLUM

Hordeolum merupakan peradangan supuratif kelenjar kelopak mata, yang


biasanya disebabkan oleh infeksi staphylococcus pada kelenjar sebasea kelopak,
sembuh sendiri dan dapat diberi kompres hangat.
Dikenal bentuk hordeolum internum dan eksternum. Hordeolum eksternum
merupakan infeksi pada kelenjar Zeiss atau Moll yang akan menunjukkan penonjolan
terutama ke daerah kulit kelopak, dan nanah dapat keluar dari kelopak mata.
Hordeoulum internum merupakan infeksi kelenjar Meibom yang terletak dalam tarsus
yang akan memberikan penonjolan terutama ke daerah konjungtiva tarsal, dan
biasanya berukuran lebih besar daripada hordeolum eksternum.
Adanya pseudoptosis atau ptosis terjadi akibat bertambah beratnya kelopak
sehingga sukar diangkat. Pada pasien dengan hordeolum kelenjar preaurikel biasanya
turut membesar, sehingga hordeolum ini membentuk abses dan pecah dengan
sendirinya. Untuk mempercepat peradangan kelenjar dapat diberikan kompres air
hangat 3 kali sehari selama 10 menit.
Gejala lengkap hordeolum:
-

Bengkak pada kelopak mata atas atau bawah

Rasa sakit

Merah

Lunak

Keropeng pada tepi kelopak

Rasa panas

Gatal

Rasa silau

Mata berair

Berkedip tidak enak

Rasa kelilipan

Penglihatan terganggu

Pengangkatan bulu mata dapat memberikan jalan untuk drainase nanah.


Diberi antibiotic local terutama bila berbakat untuk rekuren atau terjadinya
pembesaran kelenjar preaurikel.
Antibiotic sistemik yang diberikan ciprofloksaxim 250-500 mg atau
amoksisilin 3 kali sehari. Bila terdapat infeksi staphylococcus di bagian tubuh
sebaiknya diobati bersama-sama.
Pada nanah yang tidak dapat keluar dilakukan insisi yang terlebih dahulu
diberikan anastesi topical tetes mata dengan patokain. Dilakukan anstesi filtrasi
dengan prokain atau lidokain di daerah hordeolum dan dilakukan insisi sebagai
berikut:
-

Hordeolum internum dibuat insisi pada daerah fluktuasi pus, tegak lurus
dengan margo palpebral

Hordeolum eksternum dibuat insisi sejajar dengan margo palpebral

Setelah dilakukan insisi dilakukan ekskohlesi atau kuretase seluruh isi


jaringan meradang di dalam kantongnya dan kemudian diberi salep antibiotic.

TRAUMA TUMPUL KONJUNGTIVA


Dapat diakibtakan benda keras atau benda yang tidak keras. Pada trauma
tumpul konjungtiva dapat terjadi edema konjungtiva dan hematoma subkonjungtiva.
Pada edema konjungtiva, bila kelopak terpajan ke dunia luar dan konjungtiva
secara langsung kena angina tanpa mengedip, maka keadaan ini dapat mengakibatkan
edema pada konjungtiva. Kemotik konjungtiva yang berat dapat mengakibatkan
palpebral tidak menutup sehingga bertambah rangsangan terhadap konjungtiva. Dapat
diberikan dekongestan untuk mencegah pembendungan cairan di dalam selaput lender
konjungtiva. Pada kemototik konjungtiva berat dapat dilakukan insisi sehingga cairan
konjungtiva kemotik dapat keluar.