You are on page 1of 10

A. Dampak penggunaan zat adiktif dan psikotropika.

1.

Mengurangi kemampuan darah dalam menyimpan oksigen karena zat ini mengandung racun
yang berbahaya.

2.

Mengakibatkan kanker.

3.

Menyebabkan kesulitan dalam bernapas.

4.

Penurunan daya ingat.

5.

kerusakan hati/kanker hati.

6.

menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation).

7.

Menimbulkan semangat.

8.

Merasa waktu berjalan lambat.

9.

Pusing,kehilangan keseimbangan tubuh/ mabuk.

10. Timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung.


11.

Menimbulkan euphoria.

12.

Mual,muntah,sulit buang air besar.

13.

Kebingungan (konfusi).

14.

Berkeringat.

15.

Pingsan dan jantung berdebar-debar.

16. Gelisah dan berubah suasana hati.


17.

Denyut nadi melambat.

18. Tekana darah menurun.


19. Otot-otot menjadi lemah.
20.

Pupil mengecil dan gangguan penglihatan.

21.

Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri.

22.

Banyak bicara.

23. Gangguan kebiasaan tidur..


24. Gigi rapuh,gusi menyusut karena kekurangan kalsium.
25. Tekanan darah meningkat.

1. Zat Adiktif
Zat adiktif adalah istilah untuk zat-zat yang pemakaiannya dapat
menimbulkan ketergantungan fisik yang kuat dan ketergantungan
psikologis yang panjang (drug dependence). Kelompok zat adiktif
adalah narkotika (zat atau obat yang berasal dari tanaman) atau bukan
tanaman, baik sintetik maupun semisintetik, yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, mengurangi sampai
menghilangkan rasa sakit, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Zat Adiktif merupakan zat atau bahan kimia yang bisa membanjiri sel
saraf di otak khususnya Reward Circuitatau jalur kesenangan dengan
dopamine, yaitu zat kimia yang mengatur sifat senang, perhatian,
kesadaran dan fungsi lainnya.
Sebagai kunci untuk hidup, otak sudah diatur untuk memastikan orang
mengulangi kegiatan yang menyenangkan. Dorongan yang berlebih dari
sensasi yang menyenangkan, mengajarkan otak untuk mengulang
kegiatan yang mengarah kepada pendambaan yang sering diluar control
dan seiring waktu gambaran dari ketagihan oleh otak dimunculkan
dalam bentuk fisik berupa penilaan, mempelajarinya, ingatan dan
perasaan dari hati.
Zat Adiktif dapat mempengarui otak dalam berbagai cara :
Stimulant ( membuat orang merasa lebih energik).
Depressant (Membawa rasa relaksasi ).
Hallucinogens ( Mengubah cara seseorang mengalami pengalaman
secara nyata).
Zat Adiktif bisa legal atau illegal, nah yang tergolong legal :
Caffeine, contohnya : kopi, teh, soda, dan minuman untuk olahraga,
dan kopi yang memiliki kira-kira 2 kali lebih banyak kafein diantara
lainnya, nah jika berlebih maka akan menyebabkan kesulitan tidur,
peningkatan denyut jantung, sakit kepala , gelisah dan mual.

2. ZAT NARKOBA
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan
tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat
menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009).
Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang
dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang termasuk jenis
narkotika adalah:

Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing,


jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja,
dan damar ganja.
Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta
campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan
tersebut di atas.

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan
narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada
susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental
dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Terdapat empat golongan
psikotropika menurut undang-undang tersebut, namun setelah
diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka
psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan
narkotika. Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika
hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai UndangUndang No. 5/1997. Zat yang termasuk psikotropika antara lain:

Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax,


Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital,
Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic
Diethylamide) dan sebagainya.

Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi


sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina
atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat, seperti:

Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan


pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama
dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat
anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan
sebagainya.
Hingga kini penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa
dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan
mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung
jawab. Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua, organisasi masyarakat,
dan pemerintah khawatir.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan , namun masih
sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan
remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun
banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba Hingga saat
ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba
pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk
mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan
Narkoba.

3. Psikotropika
Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau
obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang
berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan
saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas
mental dan perilaku.
Psikotropika terdiri dari 4 golongan :
1. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk
tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta
mempunyai
potensi
kuat
mengakibatkan
sindroma
ketergantungan. Contoh : Ekstasi. Zat psikotropika golongan I
terdiri dari 26 macam

2. Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan


dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu
pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan
sindroma ketergantungan. Contoh : Amphetamine. Zat
psikotropika golongan II terdiri dari 14 macam.
3. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan
banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu
pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan
sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital. . Zat
psikotropika golongan III terdiri dari 9 macam.
4. Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan
sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu
pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan
sindroma ketergantungan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam ( BK,
DUM ). . Zat psikotropika golongan IV terdiri dari 60 macam.
Jenis-jenis psikotropika:
1.

Psikotropika yang tidak digunakan untuk tujuan pengobatan


dengan potensi ketergantungan yang sangat kuat. Contoh :
LSD,MDMA, dan mascalin.

2.

Psikotropika yang berkhasiat tetapi dapat menimbulkan


ketergantungan seperti Amfetamin.

3.

Psikotropika

dari

kelompok

hipnotik

sedative,

seperti

Barbiturat. Efek ketergantungan sedang.


4.

Psikotropika yang efek ketergantungannya ringan,seperti


Diazepam,Nitrazepam.

B.PENCEGAHAN DAMPAK NEGATIF ZAT ADIKTIF-PSIKOTROPIKA


BAGI GENERASI MUDA
penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan yang
kompleks, yang tidak mudahpenanganannya. Banyak korban
penyalahgunaan narkoba disebabkanoleh keluarga yang kurang
harmonis, oleh karena itu pengobatan danrehabilitasi korban narkoba
harus ditekankan pada pembinaankeluarganya. Banyak dijumpai kasus
apabila terdapat anggota keluargamenjadi korban narkoba, justru
dikucilkan dari keluarga. Hal ini tidak akandapat menyembuhkan, tetapi
sebaliknya. Dalam hal semacam inihendaknya keluarga menarik
simpatinya dan memberikan pengertianbahwa penggunaan narkoba
akan berakibat buruk pada pemakainya. Bilaakan dilakukan
penyembuhan ke rumah sakit atau pusat rehabilitasi,anggota
keluarganya harus memberikan pengertian kepada korban,sehingga
korban secara sadar memerlukan pengobatan dan rehabilitasi.Hal ini
penting agar setelah sembuh korban tidak terjerumus lagi
padapenyalahgunaan narkoba. Apabila korban adalah siswa sekolah,
makapihak sekolah (kepala sekolah dan guru) harus bertindak
bijaksana. Pihaksekolah hendaknya tidak serta merta mengeluarkan
siswanya yangterlibat narkoba. Hendaknya diteliti dahulu penyebabnya,
kenapa siswaterlibat narkoba dan segera memberikan informasi serta
berkonsultasidengan pihak keluarga, sehingga ditemukan jalan
pemecahan yangbijaksana. Korban narkoba harus diperlakukan sebagai
orang sakit yangharus mendapatkan pertolongan dan bukan penjahat
yang harusmendapat hukuman berat.

C. Dampak negative bagi kesehatan


Banyak sekali peredaran zat-zat aditif di kalangan masyarakat
sehingga menyebabkan munculnya kontroversi akan bahayanya
bagi kesehatan tubuh kita. Untuk itu perlu adanya pengawasan
intesif bagi pemerintah dan masyarakat guna mengurangi terjadinya
penyalahgunaan zat aditif yang dilakukan oleh agen-agen yang tidak
manusiawi. Saya akan mencoba share postingan yang saya ambil
dari suatu referensi buku sekolah.
Nama zat pengawet dan Penyakit yang ditimbulkan
1.
Formalin :
Kanker paru-paru, gangguan pada alat pencernaan, penyakit jantung
dan merusak sistem saraf.
2.
Boraks :
Mual, muntah, diare, penyakit kulit, kerusakan ginjal, serta
gangguan pada otak dan hati.
3. Natamysin :
Mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan kulit.
4. Kalium Asetat :
Kerusakan fungsi ginjal.
5. Nitrit dan Nitrat :
Keracunan, mempengaruhi kemampuan sel darah membawa
oksigen ke berbagai organ tubuh, sulit bernapas, sakit kepala,
anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.
6. Kalsium Benzoate :
Memicu terjadinya serangan asma.
7. Sulfur Dioksida :
Perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik,
kanker dan alergi.
8. Kalsium dan Natrium propionate :
Penggunaaan melebihi angka maksimum tersebut bisa
menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.

9.

Natrium metasulfat :
Alergi pada kulit

1.

Nama Zat Pewarna dan Penyakit yang ditimbulkan :


Rhodamin B (pewarna tekstil)
Kanker dan menimbulkan keracunan pada paru-paru, tenggorokan,
hidung, dan usus
Tartazine
Meningkatkan kemungkinan hyperaktif pada masa kanak-kanak.
Sunset Yellow
Menyebabkan kerusakan kromosom
Ponceau 4R
Anemia dan kepekatan pada hemoglobin.
Carmoisine (merah)
Menyebabkan kanker hati dan menimbulkan alergi.
Quinoline Yellow
Hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kelenjar tiroid
Nama Zat Pemanis dan Penyakit yang ditimbulkan
Siklamat :
Kanker (Karsinogenik)
Sakarin :
Infeksi dan Kanker kandung kemih
Aspartan :
Gangguan saraf dan tumor otak
Semua pemanis buatan :
Mutagenik

2.
3.
4.
5.
6.

1.
2.
3.
4.

A. Dampak Tidak Langsung Narkoba Yang Disalah gunakan


1. Akan banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan
perawatan kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat
beracun.
2. Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik. Selain
itu biasanya tukang candu narkoba akan bersikap anti sosial.
3. Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang
memakai zat terlarang.
4. Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari
sekolah atau perguruan tinggi alias DO / drop out.
5. Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya pecandu
narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal.
6. Dosa akan terus bertambah karena lupa akan kewajiban Tuhan serta
menjalani kehidupan yang dilarang oleh ajaran agamanya.
7. Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita / penjara yang sangat
menyiksa lahir batin.
Biasanya setelah seorang pecandu sembuh dan sudah sadar dari mimpimimpinya maka ia baru akan menyesali semua perbuatannya yang
bodoh dan banyak waktu serta kesempatan yang hilang tanpa
disadarinya. Terlebih jika sadarnya ketika berada di penjara. Segala cacimaki dan kutukan akan dilontarkan kepada benda haram tersebut, namun
semua telah terlambat dan berakhir tanpa bisa berbuat apa-apa.

TUGAS IPA

NAMA ANGGOTA:
ANISSA MUZALIFAH
NUR HALIMAH ANGGRAENI

SMP N 1 NANGGULAN
KULONPROGO