You are on page 1of 18

Home

About
ADM PERPAJAKAN
PENGEMBANGAN ORGANISASI
SISTEM ADM KEUANGAN

Artikel aldi
Just another WordPress.com site
Stay updated via RSS

search this site

Recent Posts
o
o
o
o
o

my blog 1
o
o
o
o

79
75
Kebijakan Sosial dan Analisis Kebijakan Sosial
PENGEMBANGAN ALTERNATIVE KEBIJAKAN
Makalah Tentang Status Kepegawaian
About
ADM PERPAJAKAN
PENGEMBANGAN ORGANISASI
SISTEM ADM KEUANGAN

My Kalender
March 2011
M T W T F S S
Feb
Apr
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31

Archives

Klik tertinggi
o

flickr.com/photos/parisma

Flickr Photos

More Photos

Blog Stats
o

69,498 hits

Hukum Administrasi Negara


Posted: 25 March 2011 in Uncategorized

Pengantar Ilmu Administrasi Negara


Bag 1
Pengertian Administrasi
Administrasi adalah sebuah istilah yang bersifat generik, yang mencakup semua bidang
kehidupan. Karena itu, banyak sekali definisi mengenai administrasi. Sekalipun demikian,
ada tiga unsur pokok dari administrasi. Tiga unsur ini pula yang merupakan pembeda
apakah sesuatu kegiatan merupakan kegiatan administrasi atau tidak. Dari definisi
administrasi yang ada, kita dapat mengelompokkan administrasi dalam pengertian proses,

tata usaha dan pemerintahan atau adminsitrasi negara. Sebagai ilmu, administrasi
mempunyai berbagai cabang, yang salah satu di antaranya adalah administrasi negara.
Administrasi negara juga mempunyai banyak sekali definisi, yang secara umum dapat
dibagi dalam dua kategori. Pertama, definisi yang melihat administrasi negara hanya
dalam lingkungan lembaga eksekutif saja. Dan kedua, definisi yang melihat cakupan
administrasi negara meliputi semua cabang pemerintahan dan hal-hal yang berkaitan
dengan publik.
Terdapat hubungan interaktif antara administrasi negara dengan lingkungan sosialnya. Di
antara berbagai unsur lingkungan sosial, unsur budaya merupakan unsur yang paling
banyak mempengaruhi penampilan (performance) administrasi negara.
Sejarah Pertumbuhan Administrasi Negara
Dari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa terdapat tali sejarah yang merakit
perkembangan administrasi negara. Apa yang dicapai dan diberikan oleh administrasi
negara sekarang, tidak lepas dari upaya-upaya yang tidak kenal lelah yang telah dilakukan
oleh para peletak dasar dan pembentuk administrasi yang dahulu. Administrasi modern
penuh dengan usaha untuk lebih menekan jabatan publik agar mempersembahkan segala
kegiatannya untuk mewujudkan kemak-muran dan melayani kepentingan umum. Karena
itu, administrasi negara tidak dipandang sebagai administrasi of the public, tetapi
sebaliknya adalah administrasi for the public.
Ide ini sebenarnya bukanlah baru. Orientasi semacam ini telah dicanangkan dengan jelas
dalam ajaran Confusius dan dalam Pidato Pemakaman Pericles, bahkan dalam
kehidupan bangsa Mesir kuno. Bukti bukti sejarah dengan jelas membuktikan upayaupaya yang sistematis, yang dikobarkan oleh tokoh-tokoh seperti Cicero dan Casiodorus.
Selama abad ke-16 18 tonggak kemapanan admi-nistrasi negara Jerman dan Austria
telah dipancangkan oleh kaum Kameralis yang memandang administrasi sebagai
teknologi. Administrasi negara juga memperoleh perhatian penting di Amerika, terutama
setelah negara ini merdeka.
Apa yang dikemukakan oleh Cicero dalam De Officiis misalnya, dapat ditemukan dalam
kode etik publik dari kerajaan-kerajaan lama. Hal yang umum muncul di antara mereka
adalah adanya harapan agar administrasi negara melakukan kegiatan demi kepentingan
umum dan selalu mengembangkan kemakmuran rakyat. Dengan kata lain, administrasi
negara tidak seharusnya mengeruk kantong kantornya (korupsi) demi kepentingan dirinya
sendiri.
Pendekatan Administrasi Negara Modern
Perkembangan evolusioner administrasi negara diuraikan melalui pendekatan tradisional,
pendekatan perilaku, pendekatan pembuatan keputusan (desisional) dan pendekatan
ekologis. Secara khusus, pendekatan tradisional mengungkapkan tentang pengaruh ilmu

politik, sebagai induk administrasi negara, pendekatan rasional dalam administrasi dan
pengaruh Gerakan Manajemen Ilmiah terhadap perkembangan administrasi negara.
Di antara empat pendekatan yang diajukan, tidak ada satu pun pendekatan yang lebih
unggul daripada pendekatan-pendekatan yang lain, karena setiap pendekatan berjaya
pada sesuatu masa, di samping kesadaran bahwa setiap pendekatan mempunyai kelebihan
dan kekurangan.
Karena administrasi mengandung berbagai macam disiplin, sehingga cara pendekatan dan
metodologi dalam administrasi juga beraneka ragam, maka administrasi negara
merupakan bidang kajian yang dinamis. Selanjutnya sukar untuk secara khusus
menerapkan satu-satunya pendekatan terbaik terhadap aspek administrasi tertentu.
Kiranya lebih bermanfaat untuk mempergunakan keempat cara pendekatan tersebut
sesuai dengan aksentuasi dari sesuatu gejala yang diamati.
Pengaruh politik terhadap administrasi negara selalu besar, tidak peduli kapan pun
masanya. Hal ini disebabkan oleh adanya gejala di semua negara yang menunjukkan
bahwa setiap pemerintah disusun di atas tiga cabang pemerintahan (legislatif, eksekutif,
dan yudikatif). Hubungan terus menerus administrasi dengan politik mencerminkan
keberlanjutan hubungan antara lembaga eksekutif dengan lembaga legislatif, sebagaimana
dicerminkan dalam dua tahap pemerintahan, yakni tahap politik dan tahap administrasi.
Jika tahap pertama merupakan tahap perumusan kebijakan, maka tahap kedua
merupakan tahap implementasi kebijakan yang telah ditetapkan dalam tahap pertama.
PENTINGNYA STUDI ADMINISTRASI NEGARA
Kekhususan Administrasi Negara
Administrasi negara mempunyai banyak definisi yang berbeda satu sama lain, sesuai
dengan cakupan dan pusat perhatian. Sekalipun demikian, jika administrasi negara
dibandingkan dengan organisasi sosial yang lain, maka segera terungkap bahwa
administrasi negara mempunyai hal-hal yang bersifat khusus yang tidak dimiliki oleh
organisasi-organisasi lainnya. Caiden (1982) menunjukkan tujuh kekhususan administrasi
negara, yaitu
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kehadiran administrasi negara tidak bisa dihindari.


Administrasi negara mengharapkan kepatuhan.
Administrasi negara mempunyai prioritas.
Administrasi negara mempunyai kekecualian.
Manajemen puncak administrasi negara adalah politik.
Penampilan administrasi negara sulit diukur.
Lebih banyak harapan yang diletakkan pada administrasi negara.

Identifikasi Administrasi Negara

1. Identifikasi terhadap administrasi negara, menurut pandapat Gerald E.


Caiden,dapat ditempuh melalui lima cara berikut:
a. Identifikasi administrasi pemerintahan.
b. Identifikasi organisasi publik.
c. Identifikasi orientasi sikap administrasi.
d. Identifikasi proses yang bersifat khusus.
e. Identifikasi aspek publik.
2. Administrasi negara tidak bisa diidentifikasikan hanya atas dasar salah satu dari ke
empat indikator berikut : administrasi pemerintahan, organisasi publik, sikap
administrasi dan proses yang bersifat khusus.
3. Lima identifikasi mengandung unsur yang bersifat umum, yakni : administrasi
negara menunjukkan aktivitas komunal yang diorganisasikan secara publik, dalam
arahan politik, dan beroperasi berdasarkan kaidah-kaidah publik.

Peranan Administrasi Negara


Pentingnya studi administrasi Negara dikaitkan dengan kenyataan bahwa kehidupan
menjadi tak bermakna, kecuali dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat public. Segala hal
yang berkenaan dengan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang bersifat public telah
dicakup dalam pengertian administrasi Negara, khususnya dalam mengkaji kebijaksanaan
publik.
Dalam proses pembangunan sebagai konsekuensi dari pandangan bahwa administrasi
Negara merupakan motor penggerak pembangunan, maka administrasi Negara membantu
untuk meningkatkan kemampuan administrasi. Artinya, di samping memberikan
ketrampilan dalam bidang prosedur, teknik, dan mekanik, studi administrasi akan
memberikan bekal ilmiah mengenai bagaimana mengorganisasikan segala energi social
dan melakukan evaluasi terhadap kegiatan. Dengan demikian, determinasi kebijaksanaan
public, baik dalam tahapan formulasi, implementasi, evaluasi, amupun terminasi, selalu
dikaitkan dengan aspek produktifitas, kepraktisan, kearifan, ekonomi dan apresiasi
terhadap system nilai yang berlaku.
Peranan administrasi Negara makin dibutuhkan dalam alam globalisasi yang amat
menekankan prinsip persainagn bebas. Secara politis, peranan administrasi Negara adalah
memelihara stabilitas Negara, baik dalam pengertian keutuhan wilayah maupun keutuhan
politik. Secara ekonomi, peranan administrasi Negara adalah menjamin adanya
kemampuan ekonomi nasional untuk menghadapi dan mengatasi persaingan global
Krisis Identitas
Krisis identitas yang dialami administrasi negara, menurut Henry (1995:21), berkisar pada
persoalan bagaimana administrasi negara memandang dirinya sendiri dalam waktu-waktu
silam. Secara rinci krisis identitas dimaksud menunjukkan bahwa:

1. Krisis identitas yang dihadapi administrasi negara bertumpu pada tiadanya


kesepakatan tentang administrasi negara sebagai ilmu ataukah bukan.
2. Sesuatu pengetahuan dapat dipandang sebagai ilmu apabila memenuhi dua ukuran
berikut:
a. mempunyai paradigma teoritis;
b. mempunyai teori-inti.
3. Nicholas Henry menunjukkan adanya lima paradigma administrasi negara, yang
terdiri dari
a. Dikhotomi politik-administrasi (1900-1927);
b. Prinsip-prinsip adiministrasi (1927-1937);
c. Administrasi negara sebagai ilmu politik (1950-sampai sekarang);
d. Administrasi negara sebagai ilmu administrasi (1956-1970);
e. Administrasi negara sebagai administrasi negara (1970-sampai sekarang)
4. Administrasi negara dapat dipandang sebagas studi multidisipliner yang bersifat
eklektis karena banyak konsep yang dipinjam dari ilmu-ilmu lain.

HUBUNGAN ADMINISTRASI NEGARA DENGAN ILMU-ILMU YANG LAIN


Hubungan Administrasi Negara dengan Ilmu-ilmu Lain
1. Administrasi negara, sebagai salah satu cabang dari ilmu sosial, kehidupannya
berlangsung dalam suatu lingkungan sosial tertentu, sehingga perwujudan
aktivitasnya senantiasa berhubungan erat dengan berbagai cabang ilmu sosial,
khususnya dengan ilmu sejarah, antropologi budaya, ilmu ekonomi, administrasi
niaga, ilmu jiwa, sosiologi dan ilmu politik.
2. Perspektif administrasi negara akan lebih gampang diungkapkan dengan
mempergunakan analisis sejarah dan antropologi budaya. Penggunaan analisis
antropologi budaya akan melengkapi analisis sejarah.
3. Ilmu ekonomi menyumbangkan analisis biaya dan manfaat, sedang administrasi
niaga menyumbangkan konsep PPBS dan makna Gerakan Manajemen Ilmiah
kepada administrasi negara. Sementara ilmu jiwa membantu untuk memahami
individu dalam situasi administrasi.
4. Sosiologi telah memberikan pambahasan yang mendalam mengenai birokrasi dan
kooptasi, yang merupakan hal-hal yang amat menonjol dalam studi administrasi
Negara

Hubungan Administrasi Negara dengan Ilmu Politik


1. Hubungan antara administrasi negara dan ilmu politik telah berjalan lama, karena
secara praktis tidak ada batas yang tegas antara politik dan administrasi.
2. Orientasi politik dalam studi administrasi negara meletakkan administrasi negara
sebagai satu elemen dalam proses pemerintahan. Administrasi negara dipandang
sebagai satu aspek dari proses politik dan sebagai bagian dari sistem pemerintahan.

3. Munculnya dikhotomi politik-administrasi sebenarnya merupakan gerakan koreksi


terhadap buruknya karakter pemerintah.
4. Dalam perkembangannya, orientasi politik dalam studi administrasi negara di
kombinasikan dengan orientasi manajerial yang dikenal dengan orientasi politikmanajerial, dan orientasi sosio-psikologis yang dikenal dengan orientasi politiksosio-psikologis
Masalah Focus dan Locus dari Administrasi Negara
1. Menurut Nicholas Henry, administrasi negara mengenal lima paradigma berikut:
Paradigma 1 : Dikhotomi politik-administrasi (1900-1926).
Paradigma 2 : Prinsip prinsip administrasi negara (1927-1937).
Paradigma 3 : Administrasi negara sebagai ilmu politik (1950-1970)
Paradigma 4 : Administrasi Negara sebagai ilmu administrasi (1956-1970).
Paradigma 5 : Administrasi negara sebagai administrasi negara (1970 sampai
sekarang).
2. Lima paradigma tersebut bersifat tumpang tindih atau overlaping. Di mana
locus (tempat = letak) dan focus (yang diperhatikan) administrasi negara saling
berganti .
3. Paradigma 1 lebih mementingkan locus, paradigma 2 menonjolkan focus,
paradigma 3 kembali lebih mementingkan locus, sedang paradigma 4
mementingkan focus, dan paradigma 5 berusaha untuk mengaitkan antara
focus dan locus dari administrasi negara.

Masalah Focus dan Locus dari Administrasi Negara


1. Menurut pendapat Maurice Spiers pendekatan-pendekatan dalam administrasi
negara adalah pendekatan matematik, sumber daya manusia dan sumber daya
umum. Sedang menurut Robert Presthus adalah pendekatan institusional,
struktural, perilaku, dan pasca perilaku. Bagi Thomas J. Davy pendekatan yang
dimaksud terdiri dari manajerial, psikologis, politis, dan sosiologis.
2. Pendekatan proses administrasi memandang administrasi sebagai satu proses kerja
yang dipergunakan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Pendekatan ini juga
seringkali disebut dengan pendekatan operasional.
3. Pendekatan empiris hendak melakukan generalisasi atas kasus-kasus yang telah
terjadi secara sukses. Pendekatan ini seringkali disebut juga sebagai pendekatan
pengalaman.
4. Pendekatan perilaku manusia memandang bahwa pencapaian tujuan-tujuan
organisasi tergantung pada penerapan prinsip-prinsip psikologis. Pendekatan ini
telah menampilkan aspek manusia sebagai elemen utama administrasi.
5. Pendekatan sistem sosial memandang administrasi sebagai satu sistem sosial.
Kesadaran akan berbagai keterbatasan organisasi dapat menumbuhkan semangat
kerjasama di antara anggota-anggota organisasi.
6. Pendekatan matematik memandang model-model matematik dapat diterapkan
pada administrasi, dengan tujuan untuk melakukan peramalan.

7. Pendekatan teori keputusan memandang pembuatan keputusan sebagai fungsi


utama administrasi. Semula pendekatan ini hanya membahas dan melakukan
evaluasi terhadap alternatif-alternatif dalam memilih tindakan yang akan diambil,
tetapi kemudian pendekatan ini juga mengkaji semua aktivitas organisasi.

ORGANISASI ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN


Organisasi
1. Ada dua pengertian yang seringkali dipergunakan untuk maksud yang sama, yakni
pengertian organisasi dan pengertian institusi. Keduanya sebenarnya berbeda,
Organisasi lebih menunjukkan ikatan-ikatan struktural, sedang institusi lebih
menampilkan ikatan-ikatan normatif sosial.
2. Bertitik tolak dari kesadaran akan arti pentingnya organisasi dalam kehidupan
sosial, berkembang berbagai macam teori organisasi. Teori-teori organisasi ini
dapat dibagi dalam tiga kelompok teori berikut: model tertutup, model terbuka,
dan model sintesis.
3. Bentuk organisasi yang paling banyak dijumpai adalah organisasi lini dan staf.
Dalam organisasi yang demikian, anggota organisasi terbagi dua: yang berkaitan
dengan implementasi organisasi disebut unit lini, dan mereka yang mempunyai
aktivitas untuk memberikan nasihat kepada pimpinan disebut unit staf.
4. Koordinasi dapat dipandang sebagai konsekuensi dari adanya pembagian tugas
atau spesialisasi. Koordinasi merupakan kegiatan yang dimaksudkan untuk
menyatupadukan semua aktivitas organisasi menuju titik yang sama. Sedangkan
fungsi pengawasan dilakukan untuk membuat kegiatan yang dilakukan satuan
kerja atau unit-unit organisasi berjalan sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan. Dengan demikian dapat dicegah kegiatan-kegiatan yang menyimpang
dari rencana.
Dasar-dasar Manajemen
Perkembangan teori manajemen, menurut pendapat Leonard J. Kazmier, dapat dibagi
dalam empat periode yakni:
1.
2.
3.
4.

Gerakan manajemen ilmiah


Prinsip-prinsip umum manajemen
Pengaruh dari ilmu perilaku
Pendekatan sistem dan kuantitatif.

Fungsi-Fungsi P.O.S.D.Co.R.B. dalam Administrasi Negara


1. Yang mengembangkan tujuh prinsip POSDCoRB adalah Luther H. Gullick.
POSDCoRB adalah akronim dari planning, organizing, staffing, directing,

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

coordinating, reporting, budgeting. Menurut Gullick ketujuh aktivitas inilah yang


pada umumnya dijalankan oleh manajer pada semua organisasi.
Perencanaan adalah kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan penyusunan garisgaris besar yang memuat sesuatu yang harus dikerjakan, dan metode-metode untuk
melaksanakannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Henry Fayol telah
menunjukkan adanya 8 kriteria bagi suatu rencana yang baik. Dalam
pemerintahan, dikenal tiga macam perencanaan, yakni: perencanaan jangka
panjang, menengah, dan pendek.
Yang dimaksudkan dengan pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas yang
berkaitan dengan penyusunan struktur yang dirancang untuk membantu
pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Pengorganisasian sebenarnya
merupakan proses mengorganisasikan orang-orang untuk melaksanakan tugas
pokoknya. Karena itu, dalam administrasi negara masalah organisasi dan
personalia merupakan dua faktor utama.
Yang dimaksudkan dengan penyediaan staf adalah.pengarahan dan latihan
sekelompok orang yang mengerjakan sesuatu tugas, dan memelihara kondisi kerja
yang menyenangkan. Dalam upaya mengembangkan staff metode yang dapat
dipergunakan, antara lain: latihan jabatan, penugasan khusus, simulasi, permainan
peranan, satuan tugas penelitian, pengembangan diri dan seterusnya. Sementara itu
ada tiga tipe program pengembangan staf yang terdiri dari: presupervisory
programs, middle management programs dan executive development
programs.
Yang dimaksudkan dengan pengarahan adalah pembuatan keputusan-keputusan
dan menyatukan mereka dalam aturan yang bersifat khusus dan umum. Fungsi
pengarahan melibatkan pembimbingan dan supervisi terhadap usaha-usaha
bawahan dalam rangka pencapalan sasaran-sasaran organisasi. Dalam kaitannya
dengan fungal ini, ilmu-ilmu perilaku telah memberikan sumbangan besar dalam
bidang-bidang motivasi dan komunikasi.
Yang dimaksudkan dengan pengkoordinasian adalah kegiatan-kegiatan untuk
mempertalikan berbagai bagian-bagian pekerjaan dalam sesuatu organisasi.
Mengenai koordinasi ada beda pandang antara beberapa sarjana. Di satu pihak ada
yang memandangnya sebagai fungsi manajemen. Sedang pihak yang lain,
menganggapnya sebagai tujuan manajemen. Dalam pandangan yang kedua,
keberhasilan koordinasi sepenuhnya tergantung pada keberhasilan atau efektivitas
dart fungsi-fungsi perercanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan.
Dengan pelaporan dimaksudkan sebagai fungsi yang berkaitan dengan pemberian
informasi kepada manajer, sehingga yang bersangkutan dapat mengikuti
perkembangan dan kemajuan kerja. Jalur pelaporan dapat bersifat vertikal, tetapi
dapat juga bersifat horizontal. Pentingnya pelaporan terlihat dalam kaitannya
dengan konsep sistem informasi manajemen, yang merupakan hal penting dalam
pembuatan keputusan oleh manajer.
Penganggaran adalah fungsi yang berkenaan dengan pengendalian organisasi
melalui perencanaan fiskal dan akutansi. Sesuatu anggaran, baik APBN maupun
APBD, menunjukkan dua hal: pertama sebagai satu pernyataan fiskal dan kedua
sebagai suatu mekanisme. Allen Schick mengungkapkan adanya tiga tujuan
anggaran: pengawasan, manajemen, dan perencanaan. Sedangkan fungsi anggaran

berdasarkan perjalankan historisnya terdiri dari empat macam yaitu: fungsi


kontrol, fungsi manajemen, fungsi perencanaan, dan fungsi evaluasi.
BIROKRASI
Pengertian Birokrasi
1. Birokrasi harus dicerna sebagai satu fenomena sosiologis. Dan birokrasi sebaiknya
dipandang sebagai buah dari proses rasionalisasi.
2. Konotasi atau anggapan negatif terhadap birokrasi sebenarnya tidak
mencerminkan birokrasi dalam sosoknya yang utuh. Birokrasi adalah salah satu
bentuk dari organisasi, yang diangkat atas dasar alasan keunggulan teknis, di mana
organisasi tersebut memerlukan koordinasi yang ketat, karena melibatkan begitu
banyak orang dengan keahlian-keahlian yang sangat bercorak ragam.
3. Ada tiga kecenderungan dalam merumuskan atau mendefinisikan birokrasi, yakni:
pendekatan struktural, pendekatan behavioral (perilaku) dan pende-katan
pencapaian tujuan.
Tipe Ideal Birokrasi dari Max Weber
1. Apa yang telah dikerjakan oleh Max Weber adalah melakukan konseptualisasi
sejarah dan menyajikan teori-teori umum dalam bidang sosiologi. Di antaranya
yang paling menonjol adalah teorinya mengenai birokrasi.
2. Cacat-cacat yang seringkali diungkapkan sebenarnya lebih tepat dicerna sebagai
disfungsi birokrasi. Dan lebih jauh lagi, birokrasi itu sendiri merupakan kebutuhan
pokok peradaban modern. Masyarakat modern membutuhkan satu bentuk
organisasi birokratik. Pembahasan mengenai birokrasi mempunyai kemiripan
dengan apa yang diamati oleh teori organisasi klasik.
3. Dalam membahas mengenai otorita. Weber mengajukan 3 tipe idealnya yang terdiri
dari: otorita tradisional, kharismatik dan legal rasional. Otorita tradisional
mendasarkan diri pada pola pengawasan di mana legimitasi diletakkan pada
loyalitas bawahan kepada atasan. Sedang otorita kharismatik menunjukkan
legimitasi yang didasarkan atas sifat-sifat pribadi yang luar biasa. Adapun otorita
legal rasional kepatuhan bawahan di dasarkan atas legalitas formal dan dalam
yurisdiksi resmi.
4. Kelemahan dari teori Weber terletak pada keengganan untuk mengakui adanya
konflik di antara otorita yang disusun secara hirarkis dan sulit menghubungkan
proses birokratisasi dengan modernisasi yang berlangsung di negara-negara sedang
berkembang.
5. Tipologi yang diajukan oleh Weber, selanjutnya dikembangkan oleh para sarjana
lain, seperti oleh Fritz Morztein Marx, Eugene Litwak dan Textor dan Banks.
Karakteristik Birokrasi

1. Menurut Dennis H. Wrong ciri struktural utama dari birokrasi adalah: pembagian
tugas, hirarki otorita, peraturan dan ketentuan yang terperinci dan hubungan
impersonal di antara para pekerja.
2. Karakteristik birokrasi menurut Max Weber terdiri dari: terdapat prinsip dan
yurisdiksi yang resmi, terdapat prinsip hirarki dan tingkat otorita, manajemen
berdasarkan dokumen-dokumen tertulis, terdapat spesialisasi, ada tuntutan
terhadap kapasitas kerja yang penuh dan berlakunya aturan-aturan umum
mengenal manajemen.
3. Ada dua pandangan dalam merumuskan birokrasi. Pertama, memandang birokrasi
sebagai alat atau mekanisme. Kedua, memandang birokrasi sebagai instrumen
kekusaan.
4. Ada tujuh hal penting yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan organisasi
birokratik.

Pentingnya Birokrasi
1. Teori yang lama memandang birokrasi sebagai instrumen politik. Tetapi dalam
perkembangan selanjutnya, teori tersebut ditolak, dengan menyatakan pentingnya
peranan birokrasi dalam seluruh tahapan atau proses kebijakan publik.
2. Menurut Robert Presthus, pentingnya birokrasi diungkapkan dalam peranan-nya
sebagai delegated legislation, initiating policy daninternal drive for power,
security and loyalty.
3. Dalam membahas birokrasi ada tiga pertanyaan pokok yang harus diperhati-kan,
(1) bagaimana para birokrat dipilih, (2) apakah peranan birokrat dalam
pembuatan keputusan, dan (3) bagaimana para birokrat diperintah. Dalam
hubungannya dengan pertanyaan kedua, hal pertama yang perlu disadari adalah
ada perbedaan antara proses pembuatan keputusan yang aktual dengan yang
formal. Dalam kenyataan birokrat merupakan bagian dari para pembuat
keputusan.
4. Pentingnya peranan birokrasi amat menonjol dalam negara-negara sedang
berkembang di mana mereka semuanya telah memberikan prioritas kegia-tannya
pada penyelenggaraan pembangunan nasional. Di negara-negara ini
Kelemahan dan Problema dalam Birokrasi
1. Kelemahan-kelemahan birokrasi terletak dalam hal:
a. penetapan standar efisiensi yang dapat dilaksanakan secara fungsional
b. terlalu menekankan aspek-aspek rasionalitas, impersonalitas dan hirarki
c. kecenderungan birokrat untuk menyelewengkan tujuan-tujuan organisasi
d. berlakunya pita merah dalam kehidupan organisasi
2. Kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam birokrasi sebenarnya tidak berarti
bahwa birokrasi adalah satu bentuk organisasi yang negatif, tetapi seperti
dikemukakan oleh K. Merton lebih merupakan bureaucratic dysfunction dengan
ciri utamanya trained incapacity.

3. Usaha-untuk memperbaiki penampilan birokrasi diajukan dalam bentuk teori


birokrasi sistem perwakilan. Asumsi yang dipergunaksn adalah bahwa birokrat di
pengaruhi oleh pandangan nilai-nilai kelompok sosial dari mana ia berasal. Pada
gilirannya aktivitas administrasi diorientasikan pada kepen-tingan kelompok
sosialnya. Sementara itu, kontrol internal tidak dapat dijalankan. Sehingga dengan
birokrasi sistem perwakilan diharapkan dapat diterapkan mekanisme kantrol
internal. Teori birokrasi sistem perwakilan secara konseptual amat merangsang,
tetapi tidak mungkin untuk diterapkan. Karena teori ini tidak realistik, tidak jelas
kriteria keperwakilan, emosional dan mengabaikan peranan pendidikan.

Pengantar Ilmu Administrasi Negera


Bag 2
Studi Perilaku dan Sumber Daya
1. Pandangan filosofi mengenai administrasi negara dapat dikelompokkan menjadi
dua bagian: pandangan makro dan pandangan mikro.
2. Etika administrasi dibahas dalam hubunganya dengan masalah tujuan dan cara
yang diperlakukan dalam lingkungan birokrasi. Etika administrasi dimak-sudkan
untuk mendorong agar birokrat menampilkan perilaku yang benar dan berguna.
3. Studi perilaku administrasi berguna:
a. menunjukkan apa yang harus dilakukan pada satu situasi tertentu;
b. memberikan deskripsi lingkungan di mana organisasi bergerak;
c. memberikan kerangka konseptual untuk memecahkan masalah-masalah
organisasi
4. Perhatian pada elemen manusia ditujukan untuk menemukan keseimbangan antara
kebutuhan organisasi dan individu. Kecenderungan baru yang terdapat dalam
administrasi kepegawaian adalah dorongan menumbuhkan partisipasi para pekerja
dalam proses pembuatan keputusan.
5. Administrasi keuangan pada tingkat nasional dipandang sebagai issue politik dan
sosial. Administrasi keuangan merupakan alat paling penting dalam kehidupan
negara. Karena kemampuannya untuk berfungsi sebagai alat koordinasi.

Studi Perbandingan dan Pengembangan


1. Administrasi Pemerintah Daerah berusaha menganalisis pemerintah daerah
sebagai fenomena ad inistrasi, sebagai satu bagian penting dalam kehidupan
kenegaraan, di mana sistem administrasi pemerintah daerah amat dipengaruhi oleh
faktor-faktor situasional faktor-faktor lingkungan.
2. Perbandingan Administrasi Negara sebagai pendatang baru dalam dunia akademik
kelahirannya didorong untuk mencapai dua tujuan sekaligus, yakni: untuk
memberikan bobot ilmiah bagi administrasi negara, dan untuk membuat agar
semua program bantuan teknis berhasil.

3. Kegiatan-kegiatan dalam rangka studi Organisasi dan Metode meliput tiga hal
berikut: penyelidikan organisasi, penyempurnaan metode, dan penelaahan tata
ruang.
4. Usaha pengembangan/pelembagaan organisasi adalah suatu usaha untuk
memperbaiki efektivitas dan kesehatan organisasi dengan menggunakan ilmu dan
pengetahuan perilaku. Pengembangan/pelembagaan organisasi dipandang sebagai
analisis segi kemanusiaan dalam seluruh kehidupan organisasi.
5. Perkembangan masyarakat yang semakin kompleks mendorong tumbuhnya studi
administrasi terhadap bidang-bidang khusus. Tujuannya adalah untuk lebih
meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi.

MASALAH TEORI ADMINISTRASI NEGARA


Pengertian Teori Administrasi Negara
1. Yang dimaksudkan dengan teori administrasi negara adalah serangkaian usaha
untuk melakukan konseptualisasi mengenai apakah yang dimaksudkan dengan
administrasi negara, bagaimana caranya memperbaiki hal-hal yang dikerjakan oleh
administrasi negara, bagaimana menentukan apa yang harus dikerjakan oleh
administrator publik, mengapa orang berperilaku tertentu dalam suatu situasi
administrasi, dan dengan cara apakah aparatur pemerintah disusun dan
dikoordinasi untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
2. Salah satu alasan utama mengapa orang mempersoalkan status keilmuan
administrasi negara, adalah karena administrasi negara tidak mempunyai intiteoritis. Banyak teori dalam administrasi negara, tetapi tidak ada teori dari
administrasi negara.
3. Para praktisi menggunakan teori administrasi dalam kerangka untuk memberikan
rasionale (alasan) dari kegiatan praktis mereka dan untuk membenarkan praktek
administrasinya.
4. Administrasi negara baru saja, secara sistematik, mengembangkan teori-teorinya.
Arti pentingnya teori administrasi negara terlihat dari kegunaannya untuk
meramalkan dan menerangkan gejala administrasi.

Jenis-jenis Teori Administrasi Negara


1. Ada berbagai macam teori administrasi negara yang dikemukakan oleh para ahli.
Misalnya yang diajukan oleh:
a) William L Morrow, yang menyebutkan teori administrasi negara terdiri dari:
1. teori deskriptif
2. teori preskriptif
3. teori normatif
4. teori asumtif
5. teori instrumental

b) Stephen P. Robbins, yang mengajukan lima teori administrasi, sebagai berikut:


6. teori hubungan manusia
7. teori pengambilan keputusan
8. teori perilaku
9. teori sistem
10. teori kontingensi

c) Stephen K. Bailey, mengajukan empat teori administrasi negara, sebagai berikut:


11. teori deskriptif
12. teori normatif
13. teori asumtif
14. teori instrumental
2. Empat kategori teori administrasi negara yang dikemukakan oleh Bailey, diangkat
dari upaya-upaya yang telah dilakukan untuk memperbaiki proses pemerintahan.
Setiap kategori teori tersebut mempunyai pusat perhatian yang berbeda satu sama
lain. Teori deskriptif berkaitan dengan soal apa dan mengapa; teori normatif
berkenaan dengan soal apa yang seharusnya dan apa yang baik; teori asumtif
berhubungan dengan soal pre-kondisi dan kemungkinan-kemungkinan;
sedangkan teori instrumental berkenaan dengan soal bagaimanadan kapan.

Mazhab-mazhab Teori Administrasi Negara


1. Menurut C.L. Sharma ada enam mazhab teori administrasi negara, yakni: mazhab
proses administrasi, empirik, perilaku manusia, sistem sosial, matematika, dan teori
keputusan.
2. Gerald Caiden mengemukakan delapan mazhab teori administrasi negara, yang
terdiri dari: mazhab proses administrasi, empirik, perilaku manusia, analisis
birokratik, sistem sosial, pembuatan keputusan, matematika, dan integrasi.
3. Kedelapan mazhab teori administrasi negara seperti yang dikemukakan oleh
Caiden, sebenarnya dapat dikelompokkan lagi dalam dua mazhab: mazhab reduksi
proses administrasi dan mazhab sistem holistik administrasi. Tetapi
pengelompokan ini juga tidak memuaskan, yang pada gilirannya melahirkan
mazhab integrasi.
4. Para pendukung mazhab integrasi (integrationis) bermaksud untuk
mengintegrasikan semua teori administrasi negara. Ada dua strategi yang mereka
tempuh. Pertama dengan melakukan konsolidasi teori-teori administrasi, dan
kedua dengan meleburkan semua administrasi negara menjadi satu teori yang
tertinggi.

KEBIJAKSANAAN PUBLIK DAN AKUNTABILITAS ADMINISTRASI

Dasar-dasar Kebijaksanaan Publik


1. Studi kebijaksanaan publik merupakan dimensi baru dalam administrasi negara,
yang harus tumbuh dengan cepat.
2. Pada umumnya kebijaksanaan publik dimaksudkan sebagai apa yang dilakukan
dan apa yang tidak dilakukan oleh pemerintah. Ada tiga faktor yang mengeratkan
hubungan kebijaksanaan publik dengan institusi pemerintah:
a. Pemerintah yang memberikan legitimasi pada kebijaksanaan publik
b. Kebijaksanaan publik mengandung aspek yang bersifat universal
c. Pemerintah merupakan satu-satunya lembaga yang dapat melakukan pemaksaan
kepada masyarakat.
3. Dasar pembentukan kebijaksanaan publik adalah kepentingan publik. Tetapi, tidak
mudah untuk merumuskan apa dan manakah suatu kepentingan yang benar-benar
bersifat publik. Karena itu, dikatakan bahwa kepentingan publik adalah
kepentingan-kepentingan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Atas dasar
pandangan demikian, kebijaksanaan publik tidak hanya dibuat oleh pemerintah
saja, tetapi dapat juga dibuat oleh organisasi-organisasi lain.
4. Model-model analisis yang dipergunakan untuk menganalisis kebijaksanaan publik
menurut Thomas R. Dye adalah model:
a. Sistem
b. Massa Elit
c. Kelompok
d. Rasional
e. Inkremental
f. Institusional.
Sedang menurut Robert Presthus pendekatan-pendekatan dalam analisis
kebijaksanaan publik terdiri dari:
a. Kebijaksanaan sebagai Proses Hasil
b. Studi Kasus
c. Strategi Inkremental Terpisah
d. Kebijaksanaan sebagai, variabel Independen.
Proses Kebijaksanaan Publik
1. Tahap yang ada dalam proses kebijaksanaan publik, menurut Anderson terdiri
dari: formasi masalah, formulasi kebijaksanaan, adopsi kebijaksanaan,
implementasi kebijaksanaan, dan evaluasi kebijaksanaan; menurut Jones proses
kebijaksanaan publik terdiri dari: persepsi, definisi, agregasi, organisasi, evaluasi,
dan terminasi kebijaksanaan; menurut Brewer tahap-tahap dalam proses
kebijaksanaan publik adalah: estimasi, seleksi, implementasi, evaluasi dan
terminasi kebijaksanaan; menurut Mc Nichols proses kebijaksanaan publik terdiri
dari: tahap formulasi, tahap implementasi, tahap organisasi, tahap interpretasi, dan
tahap reformulasi. Modul ini memandang proses kebijaksanaan publik terdiri dari
empat tahap berikut: formulasi kebijaksanaan, implementasi kebijaksanaan,
evaluasi kebijaksanaan, dan terminasi kebijaksanaan.

2. Formulasi kebijaksanaan membahas cara masalah publik memperoleh perhatian


dari pembuat kebijaksanaan, cara perumusan usul kebijaksanaan, dan cara
memilih salah satu usul kebijaksanaan di antara alternatif-alternatif. Formulasi
kebijaksanaan sangat erat hubungannya dengan konsep kepentingan publik.
3. Implementasi kebijaksanaan menunjuk pada pelaksanaan kebijaksanaan publik
secara etektif. Kesulitan yang timbul dalam tahap ini adalah sukarnya menentukan
hasil kebijaksanaan, karena adanya dampak yang tidak teran-tisipasi sebelumnya.
4. Evaluasi kebijaksanaan dimaksudkan untuk mengukur efektifitas dan dampak
kebijaksanaan. Alat yang dapat dipergunakan antara lain performance
budgeting, program budgeting dan PPBS. Untuk melaksanakan evaluasi
kebijaksanaan diperlukan standar pengukuran yang baku. Tetapi dalam
kenyataannya indikator-indikator yang dipergunakan tidak sepenuhnya mampu
menerangkan kualitas penampilan program.
5. Terminasi kebijaksanaan menunjuk proses penyelesaian satu kebijaksanaan. Hal
ini timbul, jika tujuan kebijaksanaan sudah tiada. Ada pelbagai hambatan dalam
melakukan terminasi kebijaksanaan. Cara-cara untuk mengatasi hambatan ini
adalah kebijaksanaan memberikan rangsangan, dan melakukan identifikasi
terhadap titik rawan yang mengalami terminasi.

Akuntabilitas Administrasi
1. Ada dua istilah yang seringkali digunakan saling berganti dalam studi administrasi
negara, yakni: pertanggungan jawab dan akuntabilitas. Sebenarnya, keduanya
dapat dibedakan. Akuntabilitas menunjuk locus hierarkis dan legal dari tanggung
jawab. Sedang tanggung jawab mempunyai konotasi personal, moral, dan tidak
perlu dihubungkan dengan peranan, status, dan kekuasaan yang bersifat formal.
2. Akuntabiiitas administrasi merupakan hal pokok dalam pikiran-pikiran negara
demokratik modern. Ia mengesankan sebagai suatu dasar moral bagi pejabat
publik dalam melakukan kegiatannya.
3. Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk menilai apakah sistem
administrasi berjalan secara bertanggung jawab. Pendekatan pertama memusatkan
perhatiannya pada keseluruhan sistem; sedangkan pendekatan kedua berfokus
pada pertanggungan jawab individual.
4. Sarana yang dapat dipergunakan untuk menjamin administrasi yang bertang-gung
jawab adalah: sarana legal/institusional, moral dan politik.

SISTEM ADMINISTRASI NEGARA INDONESIA

Pemikiran Sistem
1. Teori sistem merupakan kerangka konseptual atau satu cara pendekatan yang
dipergunakan untuk menganalisis lingkungan atau gejala yang bersifat kompleks
dan dinamis.

2. Pendekatan sistem, pertama melihat sesuatu secara keseluruhan. Baru kemudian


mengamati bagian-bagiannya (sub-subsistem); di mana bagian-bagian (subsubsistem) itu saling melakukan interaksi dan interrelasi.
3. Karakteristik sistem menurut Schoderbek terdiri dari: interrelasi, interdependensi,
holisme, sasaran, masukan dan keluaran, transformasi, entropi, regulasi, hierarki,
diferensiasi, dan ekuifinaliti. Sedang sarjana lain, menunjukkan bahwa
karakteristik sistem terdiri dari masukan, proses, keluaran dan umpan balik.
4. Yang dimaksud dengan sistem administrasi negara adalah struktur untuk
mengalokasikan barang dan jasa dalam satu pemerintahan. Karakteristik sistem
administrasi negara terdiri dari masukan, proses/konversi, keluaran, dan umpan
balik.
5. Studi ekologi dalam administrasi negara dimaksudkan untuk memperoleh
gambaran mengenai administrasi negara yang sesuai dengan lingkungan
penerimanya. Studi ekologi harus diterjemahkan sebagai satu cara pandang untuk
mendekati hubungan sistem administrasi dengan faktor-faktor non-administrasi.

Sistem Administrasi Negara Indonesia


1. Sistem administrasi negara Indonesia haruslah diterjemahkan sebagai bagian
integral dari sistem nasional.
2. Landasan, tujuan, dan asas sistem administrasi negara adalah sama dengan
landasan, tujuan, dan asas sistem nasional, yang tertera dalam Pancasila, UndangUndang Dasar 1945, dan Garis-Garis Besar Haluan Negara.
3. Penyempurnaan dan perbaikan terhadap sistem administrasi negara diarahkan
untuk memperkuat kapasitas administrasi. Kegiatan ini merupakan satu proses
rasionalisasi terhadap sistem administrasi, agar dapat memenuhi fungsinya sebagai
instrumen pembangunan dan sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah
ditentukan.
4. Selama Orde Baru telah dilakukan usaha-usaha yang konsisten untuk memperbaiki
sistem administrasi negara.

Rate this:
Related
ADMINISTRASI PERUSAHAAN PUBLIK
Makalah Tentang Status KepegawaianWith 2 comments
KEBIJAKAN PUBLIK TENTANG OTONOMI DAERAH

Leave a Reply

Doa Untuk Orang tua


Perencanaan Pembangunan Partisipatif

MP3
http://assets.mixpod.com/swf/mp3/mffmpodmin.swf?myid=80914448&path=2011/05/01
Music Playlist at MixPod.com

Blog at WordPress.com. | The Greyzed Theme.


Follow

Follow Artikel aldi


Get every new post delivered to your Inbox.
Powered by WordPress.com