You are on page 1of 4

Dunia Yang Tidak Ada Nilainya

Dunia Yang Mempesona


Inilah pesona dunia, dimana banyak orang siap menghamba untuk mendapatkannya.
Pesona pantai yang indah hingga gunung yang sejuk, pesona kereta yang nyaman
hingga kapal pesiar yang mewah, pesona rumah yang besar hingga pusat-pusat
hiburan keluarga yang bertebaran, pesona layanan kelas satu di restoran mewah
hingga menikmati perjalanan kelas satu ke kota-kota indah di dunia ini, pesona
memiliki banyak anak hingga pesona dihormati banyak orang, pesona memiliki uang
banyak yang siap memiliki apapun yang kita ingini, pesona wanita cantik hingga
pesona makanan dan minuman lezat, halal maupun haram, dan masih ada berjuta-juta
jenis lagi berbagai pesona dunia lainnya yang siap menghibur para pecinta pesona
dunia.
Untuk mendapatkan pesona dunia tersebut manusia menghabiskan demikian banyak
waktu bekerja keras menumpuk harta untuk mengejar kebahagiaan duniawi. Pencinta
dunia bahkan tidak atau sedikit saja menyisakan waktunya untuk amal akhirat di selasela kesibukan kerjanya atau di waktu luangnya dan dikala ia sehat. Mereka bahkan
melupakan sholat atau minimal menunda sholat untuk urusan dunia yang lebih jelas
terlihat di depan mata mereka. Sebagian bahkan siap korupsi, merampok, mencuri,
menganiaya, menipu, memperkosa, membodohi orang lain untuk mendapatkan tiket
membeli pesona dunia.
Disisi lain, sebagian manusia meluangkan demikian banyak waktunya untuk
menikmati pesona dunia, bahkan tanpa mau bekerja dengan keras apalagi beribadah
kepada Pemilik Dunia ini. Merekalah para pemilik harta berlebih yang
menggunakannya untuk bersantai dan menikmati fasilitas dunia, termasuk para
pemilik waktu yang menggunakannya untuk bermalas-malas di rumahnya yang
nyaman, berjudi atau menikmati narkoba, termasuk juga para pemilik kekuasaan yang
menggunakan kelebihannya untuk mendengar kekaguman orang lain pada dirinya
atau memamerkan pengaruhnya atau fisiknya yang indah.
Dunia Yang Menipu dan Melalaikan
1. Kehidupan dunia adalah kehidupan yang rendah dan sementara.
Allah mengilustrasikannya seperti air hujan yang menyuburkan tumbuhan sampai
jangka waktu tertentu dan akhirnya tumbuhan itu menjadi kering. Allah berfirman,
''Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air hujan yang
Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanamtanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga
apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai pula perhiasannya, dan
pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah
kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan ia laksana
tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin.
Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada orang-orang
yang berpikir.'' (QS 10: 24).
2. Kehidupan dunia hanyalah permainan, melalaikan dan kesenangan yang menipu.

Firman Allah SWT : ''Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah
permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah antara kamu
serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanamtanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan
kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang
keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak
lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS, Al-Hadid : 20)
Firman Allah SWT : Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada
apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis
emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah
kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
(QS, Ali Imran : 14).
Firman Allah SWT : Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu
masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat
perbuatanmu itu),dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah
begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benarbenar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan
melihatnya dengan 'ainulyaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu
tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (QS, At-Takatsur: 15).
Firman Allah SWT : Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka
sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali
janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS,
Fathir : 5)
3. Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sesungguhnya, kehidupan yang kekal.
Firman Allah SWT : Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan
main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau
mereka mengetahui. (QS, Al-Ankabut : 64)
Firman Allah SWT : "Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri dan
dia ingat akan Tuhannya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang yang ingkar) memilih
dunia, padahal akhirat itu jauh lebih baik dan lebih kekal". (QS, Al A'laa :14-17)
Dunia Yang Tidak Ada Nilainya
Para pecinta dunia hanya berpikir bahwa adalah tak mungkin Tuhan menciptakan
dunia yang sangat sempurna, luas dan lengkap ini kalau tidak untuk dinikmati.
Bahkan mereka berpikir tak mungkin Tuhan akan menghancurkan dunia ciptaan-Nya
sendiri yang demikian menakjubkan ini melalui suatu bencana kiamat. Pencinta dunia
hanya takjub kepada dunia yang luar biasa ini dan tidak pada akhirat karena mereka
tidak tahu gambaran mengenai akhirat.
Rasulullah SAW telah menggambarkan betapa kecilnya nilai dunia ini dibanding
akhirat dalam beberapa hadits sbb :

1. Nilai dunia tidak ada artinya dibanding dengan nilai akhirat.


Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya
ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia (dari AlMustaurid ibn Syaddad r.a, Hadits Riwayat Muslim). Inilah penggambaran luar biasa
yang menunjukkan betapa tak ada nilainya dunia ini dibanding keluarbiasaan alam
akhirat.
2. Nilai dunia lebih hina bagi Allah dibanding dari nilai bangkai seekor kambing cacat
dalam pandangan manusia.
Jabir bin Abdullah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berjalan melewati pasar
sementara orang-orang berjalan di kanan kiri beliau. Beliau melewati seekor anak
kambing yang telinganya kecil dan sudah menjadi bangkai. Beliau lalu
mengangkatnya dan memegang telinganya, seraya bersabda : Siapa diantara kalian
yang mau membeli ini dengan satu dirham (saja)?. Mereka menjawab, Kami tidak
mau membelinya dengan apapun. Apa yang kami bisa perbuat dengannya?
Kemudian beliau SAW bertanya, Apakah kamu suka ia menjadi milikmu?. Mereka
menjawab, Demi Allah, seandainya ia hidup ia adalah aib (cacat), ia bertelinga kecil,
apalagi setelah ia menjadi bangkai?. Maka beliau SAW bersabda, Demi Allah,
dunia ini lebih hina bagi Allah daripada bangkai ini dalam pandangan kalian. (HR
Muslim). Ibarat anak kambing yang cacat dan telah jadi bangkai pula, maka tak
seorangpun yang mau memilikinya bahkan memandangnya apalagi menyimpannya;
demikianlah Rasulullah SAW menggambarkan bagaimana Allah SWT menilai dunia
ini yang diibaratkan lebih rendah dan hina dari bangkai kambing.
3. Dunia tidak ada nilainya di sisi Allah, bahkan seberat sayap nyamuk sekalipun..
Sahal Ibn Saad as-Saidi ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :
Seandainya dunia itu ada nilainya disisi Allah bahkan seberat sayap nyamuk
sekalipun, tentu Dia tidak akan sudi memberi minum pada orang kafir meskipun
seteguk air. (HR Tirmidzi, shahih). Hadits ini juga memberi makna bahwa rezeki dan
kebahagiaan dunia juga diberikan Allah pada orang kafir maupun fasik, bahkan sering
diberikan lebih banyak dibanding yang Ia berikan kepada orang-orang yang sholeh,
ini karena nilai dunia yang sangat tidak ada artinya dibanding akhirat.
Dunia Adalah Ladang Akhirat
Setiap muslim harus mempertimbangkan kepentingan akhirat dalam setiap
aktivitasnya. Allah berfirman, ''Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu
adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedangkan apa yang di sisi Allah
adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka, apakah kamu tidak memahaminya? Maka,
apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia
memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup
duniawi, kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam
neraka)?'' (QS 28: 60-61).
Rasulullah SAW bersabda: Dunia ini adalah ladang untuk bercocok tanam (tempat
melakukan amal ibadah dan amal kebajikan) yang hasilnya dipanen kelak di negeri

akhirat.
Jangan terlena dengan dunia ini, jangan buang-buang waktu, manfaatkan setiap detik
hidup kita yang masih tersisa di dunia ini untuk :
1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqarrub) dengan memperbanyak dzikir dan
amal ibadah lainnya.
2. Mengerjakan berbagai amal sholeh dan kebaikan walaupun sekedar memberikan
sebutir kurma kepada orang lain
3. Membekali diri dengan takwa
4. Menggunakan kenikmatan yang diberikan Allah SWT (harta, waktu luang,
kesehatan) untuk taat kepada-Nya.
5. Mensyukuri nikmat Allah SWT dengan menggunakan nikmat tersebut untuk
semakin lebih taat kepada-Nya. Menggunakan nikmat harta, nikmat waktu, nikmat
sehat untuk digunakan sebagai sarana dan fasilitas untuk beribadah lebih banyak lagi
kepada-Nya.
Semoga kita tidak termasuk umat yang digambarkan Allah SWT seperti dalam
firman-Nya : Hingga ketika datang kematian menjemput salah seorang dari mereka,
ia pun berkata: Wahai Rabbku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku bisa
mengerjakan amal shalih yang dulunya aku tinggalkan. (Al-Mukminun: 99-100)
Atau firman Allah SWT : Sebelum datang kematian menjemput salah seorang dari
kalian, hingga ia berkata: Wahai Rabbku, seandainya Engkau menangguhkan
kematianku sampai waktu yang dekat sehingga aku dapat bersedekah dan aku
termasuk orang-orang yang shalih. Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan
kematian seseorang apabila telah datang waktunya. Dan Allah Maha Mengetahui apa
yang kalian kerjakan. (Al-Munafiqun: 10-11)

Read more: http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/10/dunia-yang-tidak-adanilainya.html#ixzz3GgsryuaE