You are on page 1of 8

Gambaran tingkat pengetahuan bidan tentang anc Eva Hanifah, Karmila Putriana, Ravanno Faniza Harahap

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN BIDAN TENTANG ANC DI


PUSKESMAS CIWIDEY KABUPATEN BANDUNG
TAHUN 2014
Eva Hanifah1, Karmila Putriana2, Ravanno Fanizza Harahap3
Fajar Awalia Y4, Yuniar Sri Maulani5
1,2,3
Mahasiswa P3D Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung
4,5
Bagian Ilmu Public Health Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Bandung
ABSTRAK
Indonesia masih belum mampu mengatasi tingginya angka kematian bayi
(AKB).Pencapaian derajat kesehatan merupakan tanggungjawab semuansektor. Untuk
mendukung upaya tersebut, di puskesmas ciwidey diadakan suatu penelitian untuk
mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan bidan tentang pelayanan antenatal care.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode obeservasional
melalui pendekatancross sectional. Data yang digunakan adalah data primer yang di
ambil dari form kuisioner dengan sasaran 8 orang dengan responden penelitian adalah
bidan di puskesmas Ciwidey.Lokasi penelitian yaitu diPuskesmas Ciwideydan
pengambilan data dilakukan pada tanggal 10 November 2014 .

Kata Kunci:

Korespondensi :Eva Hanifah


Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung
Jalan Hariang Banga No2, Bandung, Email :Hanifaheva15@gmail.com
2,3 ,4,5
Co-author

ABSTRACT
Indonesia infant mortality (IMR) still have a high rate. Achievement of global health status is the
responsibility of all sectors .To support these efforts at, primary health centers of Ciwidey was performed
a research to know the knowledge of midwife about antenatal care.
This study is a analytic-obeservasional research method through cross-sectional approach .
The data used is primary data taken from a questionnaire form from 8 respondence of midwife in Ciwidey
Primary Health Center. The research was done in Ciwidey Primary Health Center on 10th Novemver
2014.

Key word:

Gambaran tingkat pengetahuan bidan tentang anc Eva Hanifah, Karmila Putriana, Ravanno Faniza Harahap

PENDAHULUAN
Pemikiran modern mengenai pembangunan telah menempatkan manusia sebagai
subjek atau pusat dari proses pembangunan. Tujuan utama dari pembangunan adalah
menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi penduduknya untuk menikmati
umur panjang, sehat dan menjalankan kehidupan produktif.
Indonesia masih juga belum mampu mengatasi tingginya angka kematian bayi
(AKB) 34 per 1.000 kelahiran hidup. "Itu berarti setiap tahun ada 13.778 kematian ibu
atau setiap dua jam ada dua ibu hamil, bersalin, nifas yang meninggal karena berbagai
penyebab, Menurut Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen
Kesehatan Prof dr Azrul Azwar MPH. Angka kematian bayi baru lahir (neonatal)
penurunannya lambat, yaitu 28,2 per 1.000 menjadi 20 per 1.000 kelahiran hidup.
Angka kematian bayi di kabupaten bandung sebanyak 169 jiwa, menurut data dari dinas
kesehatan kabupaten bandung, sedangkan angka kematian bayi di wilayah kerja
puskesmas ciwidey sampai bulan juni sebanyak 6 jiwa.
Penduduk sebagai determinan pembangunan harus mendapatkan perhatian
tinggi.Pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat.Pencapaian derajat kesehatan yang optimal bukan hanya menjadi
tanggup jawab sektor lainnya yang terkait seperti sektor pendidikan, ekonomi, sosial,
dan pemerintah juga memiliki peranan penting.Upaya

pembangunan di bidang

kesehatan tercermin dalam program kesehatan melalui upaya promotif, preventif,


kuratif maupun rehabilitatif. Untuk mendukung upaya tersebut diperlukan ketersediaan
data untuk mengenai penduduk sebagai sasaran program pembangunan kesehatan.
Penduduk sasaran program pembangunan kesehatan sangatlah bervariasi, sesuai
dengan karakteristik kelompok umur tertentu.Beberapa upaya kesehatan memiliki
sasaran salah satunya adalah ibu hamil dan neonatus/ bayi.Kegiatan puskesmas ciwidey
dalam diadakan suatu penelitian untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan
bidan tentang pelayanan antenatal care di wilayah kerja puskesmas tahun 2014.

Gambaran tingkat pengetahuan bidan tentang anc Eva Hanifah, Karmila Putriana, Ravanno Faniza Harahap

BAHAN DAN METODE


Penelitianinimenggunakanmetodepenelitiandeskriptifkarenadalampelaksanaanny
ameliputi

data,

analisisdaninterpretasitentangartidan

data

yang

diperoleh.Penelitianinidisusunsebagaipenelitianinduktifyaknimencaridanmengumpulkan
data

yang

unsurbentuk,

adadilapangandengantujuanuntukmengetahuifaktor-faktor,
dansuatusifatdarifenomenadimasyarakat.

unsur-

Metodepengumpulan

merupakansalahsatuaspek

data
yang

berperandalamkelancarandankeberhasilandalamsuatupenelitian.Dalampenelitianinimeto
depengumpulan data yang digunakanadalahmenggunakan kuesioner

Penelitianinimenggunakankuesioer,
daftarpertanyaannyadibuatsecaraberstrukturdenganbentukpertanyaanpilihanbenardansal
ah.Metodeinidigunakanuntukmemperoleh data tentangtingkatpengetahuankoresponden.
Populasi yang penulis gunakan sebagai objek penelitian adalah petugas KIA dan KB
serta

bidan

desa

yang

berada

dibawah

pengawasan

UPTD

Ciwidey.

Sampel yang akandiambiladalahempatorangbidandesa yang bekerjadidalam UPTD


Ciwideydanempatorangbidandesa yang beradadidesa.

Skalapengukuranvariabledalampenelitianinimasingmasingdibuatdenganmenggunakanpilihanjawabanbenaratausalah,

yang

kemudianjawabandarisetiaprespondenakandibandingkandengankuncijawaban.

Gambaran tingkat pengetahuan bidan tentang anc Eva Hanifah, Karmila Putriana, Ravanno Faniza Harahap

HASIL

Dari penelitian yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 November 2014 dengan
jumlah subjek sebanyak 6 orang
Tabel 1. Rincian Jumlah Subjek Penelitian
No.
1.
2.

Bidan tetap Puskesmas


Bidan desa
JUMLAH

Total Jumlah Subjek Penelitian


5
3
8

berdasarkan analisa data yang didapatkan dari data primer Puskesmas Ciwidey,
hasil pengambilan data dari kuesioner yang telah dibuat dan di bagikan kepada bidan di
Puskesmas Ciwidey adalah sebagai berikut:
Analisis Univariat
Tabel 2.Gambaran tingkat pengetahuan bidan tentang ANC

No.
1.
2.

Angkatan
Bidan tetap Puskesmas
Bidan desa

Gambaran tingkat pengetahuan bidan tentang


ANC
Baik
n
2
0

%
33,3
0

n
2
2

Cukup
%
33,3
33,3

n
0
0

Kurang
%
0
0

Berdasarkan Tabel 2 di atas secara umum tingkat pengetahuan bidan tentang


ANCberada dalam kategori baik sebesar 2 orang (33,3%) meskipun masih ada yang
memiliki tingkat pengetahuan bidan tentang ANCdalam kategori cukup sebanyak 4
orang di bidan Puskesmas 2 orang dan di bidan tetap Puskesmas sebanyak 2 orang
(33,3%)
Teori pengetahuan yang dikemukakan oleh Notoatmodjo menyebutkan bahwa faktor
penentu dari pengetahuan seseorang salah satunya adalah pendidikan.

Tingkat

pendidikan seseorang akan membantu orang tersebut untuk lebih mudah menangkap
dan memahami sesuatu informasi. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka tingkat
pemahamannya juga meningkat.

PEMBAHASAN

Gambaran tingkat pengetahuan bidan tentang anc Eva Hanifah, Karmila Putriana, Ravanno Faniza Harahap

Salah satu indikator derajat kesehatan di Indonesia ialah data dari Angka
kematian ibu, dan Angka kematian bayi, dan angka kesakitan. Mortalitas atau kematian
merupakan salah satu diantara tiga komponen proses demografi yang berpengaruh
terhadap struktur penduduk selain fertilitas dan migrasi. Tinggi rendahnya tingkat
mortalitas di suatu daerah tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan penduduk, tetapi
juga bisa dijadikan sebagai barometer dari tinggi rendahnya tingkat kesehatan di daerah
tersebut.Kasus kematian terutama dalam jumlah banyak berkaitan dengan masalah
sosial, ekonomi, adat istiadat maupun masalah kesehatan lingkungan.Indikator kematian
berguna untuk memonitor kinerja pemerintah pusat maupun lokal dalam peningkatan
kesejahteraan masyarakat (Budi Utomo, 1985).

Angka kematian Bayi di Indonesia dan Jawa barat khususnya masih tinggi,
hingga di sector terkecil seperti Puskesmas, data yang di dapatkan di Puskesmas
Ciwidey Angka Kematian Bayi adalah 6 orang hingga periode September 2014.Tinggi
rendahnya angka maternal mortality dapat dipakai mengukur taraf program kesehatan di
suatu negara khususnya program kesehatan ibu dan anak (Sukarni, 1994). Semakin
rendah angka kematian ibu di suatu negara

Wiknjosastro (2005) menyatakan bahwa untuk dapat memahami kematian


perinatal maka ada definisi-definisi yang lazim dipakai seperti kelahiran hidup,
kematian janin, kelahiran mati, kematian perinatal dini dan kematian perinatal.
Kelahiran hidup (live birth) adalah keluarnya hasil konsepsi secara sempurna dari
ibunya tanpa memandang lamanya kehamilan dan sesudah terpisah dari ibunya bernafas
atau menunjukkan tanda-tanda kehidupan seperti denyutan tali pusat atau pergerakan
otot,

tidak

peduli

apakah

tali

pusat

telah

dipotong

atau

belum.

Kematian perinatal dini (early neonatal death) ialah kematian bayi dalam 7 hari pertama
kehidupannya.

Banyak faktor yang dikaitkan dengan kematian bayi.Secara garis besar, dari sisi
penyebabnya, kematian bayi ada dua macam yaitu endogen dan eksogen.Kematian bayi
endogen atau yang umum disebut dengan kematian neonatal; adalah kematian bayi yang
terjadi pada bulan pertama setelah dilahirkan, dan umumnya disebabkan oleh faktor-

Gambaran tingkat pengetahuan bidan tentang anc Eva Hanifah, Karmila Putriana, Ravanno Faniza Harahap

faktor yang dibawa anak sejak lahir, yang diperoleh dari orang tuanya pada saat
konsepsi atau didapat selama kehamilan. Kematian bayi endogen faktor yang di bawan
anak sejak lahir saat proses kehamilan.
Faktor faktornya yaitu

Umur, Paritas, Jarak Antar Kelahiran, Riwayat

Kesehatan Ibu, Pendidikan Ibu, kondisi Kehamilan, Riwayat Kehamilan dan


Pengawasan terhadap Kehamilan Beresiko Tinggi, sejalan dengan upaya KIA-KB yang
salah satu tujuannya ialah menurunkan angka kematian bayi dengan program program
yang dilakukan untuk mencegah AKB yaitu kondisi Kehamilan yang diperiksakan oleh
bidan kunjungan 1 dan kunjungan 4, Pengawasan terhadap Kehamilan Beresiko Tinggi,
dan juga persalinan oleh tenaga kesehatan
Dari semua cakupan kerja pada tahun 2014 Puskesmas sudah memenuhi target
hingga bulan September namun terdapat angka vital yaitu Peningkatan AKB yang
dipengaruhi oleh Sumber daya Manusia baik eksternal yaitu ibu hamil dan Internal yaitu
Bidan bidan Puskesmas, dilihat dari SDM eksternal dapat dipengaruhi oleh Tingkat
pengetahuan dan tingkat kepatuhan, dan juga dilihat dari segi SDM internal yaitu
Tingkat pengetahuan dan kualitas dari Pemeriksaa ANC. Selain dari SDM juga
dipengaruhi dari metode yang diartikan sebagai cara penyampaian terhadap Masyarakat
melalui penyuluhan dan konseling, yang bisa dipengaruhi oleh daya serap masayarakat
ketika Penyuluhan.
Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas manusia yaitu
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dalam perhitungannya menempatkan
pengetahuan (pendidikan) sebagai salah satu dimensi dari tiga dimensi kehidupan yang
sangat mendasar.Dimensi pengetahuan (pendidikan) merupakan dimensi yang
mempunyai kontribusi terbesar terhadap IPM. Dimensi ini terdiri dari rata-rata lamanya
bersekolah dan melek huruf yang menurut Badan Pusat Statistik, BPS (2007)

Pada penelitian ini variable yang diteliti adalah pengetahuan dari bidan tentang
ANC dan kualitas dari ANC dari 6 responden bidan yang terdapat di Puskesmas
Ciwidey, diteliti menggunakan kuesioner dan menggunakan metode descriptive dan
didapatkan hasilnya bidan yang berpengetahuan baik sebanyak kategori baik sebesar 2

Gambaran tingkat pengetahuan bidan tentang anc Eva Hanifah, Karmila Putriana, Ravanno Faniza Harahap

orang (33,3%),masih ada yang memiliki tingkat pengetahuan bidan tentang ANC dalam
kategori cukup sebanyak 4 orang di bidan Puskesmas 2 orang dan di bidan tetap
Puskesmas sebanyak 2 orang (33,3%) dan tidak adanya bidan yag berpengetahuan
kurang.
Dari hasil analisa tingkat pengetahuan bidan di Puskesmas baik dan cukup, tidak
ada yag kurang, dari hasil yang didapatkan selain SDM internal yang berpengaruh
terdapat adanya SDM eksternal yang dapat di pengaruhi tingkat pengetahuan ibu dan
juga tingkat kepatuhanya. Dan juga dapat dipengaruhi oleh metode yang digunakan oleh
Puskesmas Ciwidey
KESIMPULAN
AKB adalah data vital, baik di Indonesia, Jawa barat, Kabupaten dan juga
daerah atau cakupan yang lebih kecil seperti Puskesmas, karena AKB adalah salah satu
Indikator sehat Indonesia. Kematian bayi dapat dihindari dari faktor resiko saat
kehamilan yang sebenarnya bisa dicegah saat kehamilan di salah satu upaya Puskesmas
Dari data Puskesmas Ciwidey angka kematian bayi masih tinggi, dari segi
manajemen Puskesmas selain SDM internal yang berpengaruh terdapat adanya SDM
eksternal yang dapat di pengaruhi tingkat pengetahuan ibu dan juga tingkat
kepatuhanya. Dan juga dapat dipengaruhi oleh metode yang digunakan oleh Puskesmas
Ciwidey. Dari hasil Penelitia pada salah satu variable tersebut data gambaran tingkat
pengetahuan bidan di Puskesmas baik dan rerata tingkat pengetahuannya cukup, tidak
ada yang kurang, memungkinkam variable lain yang juga berpengaruh sangat penting
seperti tingkat pengetahuan ibu hamil dan juga tingkat kepatuhan ibu hamil atapun dari
segi metode atau cara penyampaian materi kesehatan.

SARAN
Dalam upaya memperbaiki masalah yang ada pada program upaya pengobatan
sebaiknya dilakukan:
a. mengupayakan program K1, K4, LINAKES, deteksi risti masyarakat,
penanganan komplikasi kebidanan berjalan dengan kualitas baik

Gambaran tingkat pengetahuan bidan tentang anc Eva Hanifah, Karmila Putriana, Ravanno Faniza Harahap

b. Mengadakan penelitian lebih lanjut tentang tingkat pengetahuan dan


tingkat kepatuhan jika tingkat pengetahuan kurang maka ibu hamil akan
diberikan penyuluhan tentang resiko tinggi kehamilan. Memperbaiki
kepatuhan pasien yang sebelumnya diidentifikasi terlebih dahulu apakah
cara penyampaian penyuluhan yang kurang baik,

pasiennya kurang

menyerap informasi, apakah tersangkut dana, tingkat pengetahuan,


tingkat pendidikan.
c. Meningkatkan dan optimalisasi manajemen Puskesmas

UCAPAN TERIMA KASIH


Peneliti mengucapkan terima kasih kepada institusi, pembimbing, dosen serta
staf Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung, institusi serta staf UPTD
Puskesmas Ciwidey, serta seluruh pihak yang membantu terlaksananya penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA
1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2014. Angka kematian
bayihttp://www.depkes.go.id
2. Laporan kerja tahunan puskesmas ciwidey, 2014. Angka kematian
bayi.Bandung.