You are on page 1of 5

Diagnosis pada kasus ini ditegakkan berdasarkan anamnesis, gejala klinik, dan

pemeriksaan fisik yang dilakukan.


Dari anamnesis didapatkan sejak kurang lebih 4 hari yang lalu, pasien mengeluh terdapat
benjolan berisi nanah di kedua kaki bagian bawah, pergelangan tangan kiri bagian luar dan di
daerah kemaluan. Mulanyanya benjolan tersebut berwarna merah, setelah 2 hari benjolan
tersebut berisi nanah, keluhan ini disertai rasa gatal terutama malam hari,

mengakibatkan

penderita sering menggaruk benjolan tersebut sehingga pecah dan mengeluarkan nanah, nanah
tersebut akan kering dan menjadi keropeng. Pasien mengaku mempunyai kebiasaan
menggunakan selimut saling bergantian dengan anggota keluarga yang lain. Keluhan serupa
dialami oleh anggota keluarga yang lainnya yaitu ayah penderita.
Pasien dapat didiagnosis menderita penyakit skabies, dimana hal ini sesuai dengan teori
yang ada bahwa dengan ditemukannya 2 dari tanda 4 tanda kardinal skabies maka diagnosis
klinis dapat ditegakkan.1 Diagnosis ditegakkan jika ditemukan 2 dari 4 tanda kardinal yakni :
1. Pruritus nokturna (gatal pada malam hari ) karena akitivitas tungau lebih tinggi pada
malam hari
2. Ditemukan pada sekelompok manusia, misalnya mengenai seluruh keluarga, sebagian
tetangga yang berdekatan
3. Ditemukannya kanalikulus pada tempat predileksi yang berwarna putih atau keabuabuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm, pada ujung
terowongan ditemukan papul dan vesikel.
4. Menemukan tungau. Merupakan hal yang paling diagnostik.
Dimana tanda kardinal yang ditemukan adalah pruritus nokturna dan adanya orang di
sekitar pasien yang mengalami keluhan yang sama.
Dari status dermatologinya kita dapatkan bahwa pada regio1/3 distal cruris dextra et
sinistra, regio 1/3 antebrachii anterior sinistra, regio gland penis, terdapat pustule multiple bulat
dengan diameter 0,5-1,5 cm diskret dan sebagian dilapisi krusta berwarna coklat kehitaman. Hal
ini sesuai untuk diagnosis skabies, dimana di dalam teori dikatakan bahwa predileksi terjadinya
pada daerah dengan stratum korneum yang tipis, yaitu: sela-sela jari tangan, pergelangan tangan
bagian volar, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan, areola mammae (wanita), umbilikus,
bokong, genitalia ekstema (pria), dan perut bagian bawah. Pada bayi dapat menyerang telapak
tangan dan telapak kaki. Sedangkan efloresensi lesi pada skabies adalah ditemukannya papul,

vesikel, urtika dan lain-lain. Dengan garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta dan infeksi
sekunder.
Hal yang dapat dilakukan lagi untuk menegakkan diagnosis yaitu melakukan
pemeriksaan penunjang. Untuk menegakkan diagnosis scabies dibutuhkan pemeriksaan kerokan
kulit dengan KOH. Papul yang baru dibentuk dan utuh ditetesi dengan KOH, kemudian dikerok
dengan scalpel steril. Hasil kerokan diletakkan di gelas obyek dan ditutup dengan lensa mantap,
lalu diperiksa di bawah mikroskop. Dinyatakan positif (+) jika ditemukan Sarcoptes scabiei
dewasa, larva, telur atau skibala dalam kerokan.1 Pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan
kerokan kulit dengan KOH karena alat-alat tersebut tidak ada.

Tabel 4.1. Diagnosis Banding


Kasus

Skabies

Prurigo Herba

Pedikulosis
korporis

Anamnesis

Mengeluh

gatal, Mengeluh

terutama

gatal, Mengeluh

pada terutama pada malam gigitan

malam hari.

hari.

serupa Menyerang manusia bentol

dialami

oleh secara berkelompok, gatal


keluarga misalnya

yang lainnya yaitu keluarga


ayah penderita.
Pasien

timbul gigitan tuma untuk

dengan
dan

rasa menghisap darah.

digaruk. Penularan

dapat

sebuah Penyakit kulit kronik terjadi

melalui

terkena dimulai

melekat

infeksi.

mengaku Penularan

gatal

serangga pada kulit akibat

kemudian

Keluhan

anggota

didahului Mengeluh

sejak

atau anak.
secara

bayi pakaian,

pada rambut dada


melalui

kontak

mempunyai

kontak tidak langsung

langsung,

kebiasaan

misalnya

melalui

pengembala jarang

menggunakan

perlengkapan

tidur,

mandi dan jarang

selimut

saling pakaian atau handuk.

mengganti pakaian.

bergantian dengan
anggota

keluarga

yang lain.
Predileksi

Di

kedua

bagian

kaki Tempat predileksinya Tempat predileksi di Daerah kulit yang


bawah, biasanya merupakan ekstremitas

bagian terutama

terkena

pergelangan

tempat

dengan ekstensor

tangan kiri bagian stratum

komeum simetris,dapat meluas paling

luar dan di daerah yang tipis, yaitu: sela- ke


kemaluan.

sela

dan adalah bagian yang

jari

bokong

terkena

dan pakaian

dalam

tangan, perut,muka dapat pula (leher, badan, dan

pergelangan

tangan terkena.

Biasanya paha ).

bagian

volar,

siku bagian distal lengan

bagian

luar,

lipat dan

tungkai

lebih

ketiak bagian depan, parah daripada bagian


areola

mammae proksimal.

(wanita),

Tungkai

umbilikus, lebih parah daripada

bokong,

genitalia lengan.

ekstema (pria), dan


perut bagian bawah. Prurigo mitis ,hanya
Pada

bayi

menyerang

dapat terbatas di ekstremitas


telapak bagian ekstensor dan

tangan dan telapak sembuh


kaki.

sebelum

akil balik.
Prurigo feroks (agria),
lokasi lesi lebih luas
dan berlanjut hingga
dewasa.

Efloresensi

Papul

eritema, Kelainan kulit mula- Sering dimulai pada Gigitan

pustule

multiple mula berupa papul, anak berusia diatas 1 menyebabkan titik-

bulat

dengan vesikel,

diameter

0,5-1,5 lain-lain.

cm

diskret

sebagian
krusta

Dengan khas adalah adanya yang

dan garukan dapat timbul papul-papul

dilapisi erosi,
berwarna krusta

coklat kehitaman.
.

urtika dan tahun. Kelainan yang titik

ekskoriasi, tidak
dan

sekunder.

miliar khas.

kutu

pendarahan
kecil

dan

Ekskoriasi

berwarna, yang menyebar luas

infeksi berbentuk kubah, lebih dapat

terlihat

mudah diraba daripada sebagai akibat dari


dilihat.
menimbulkan

Garukan rasa

gatal

erosi, perbuatan

dan

ekskoriasi,

krusta, menggaruk

yang

hiperpigmentasi

intensif, khususnya

dan likenifikasi.

pada badan serta

Jika telah
tampak
sakit

kronik, leher. Diantara lesi


kulit

lebih

kecoklatan
berlikenifikasi.

yang sekunder

yang

gelap ditimbulkan
dan terdapat

guratan

linier garukan yang


paralel dan ekzema
dengan

derajat

ringan. Pada kasus


yang

menahun,

kulit

pasien

menjadi

kebal,

kering dan bersisik


dengan

daerah-

daerah

yang

berpigmen

serta

berwarna gelap.

Pada kasus ini dipikirkan diagnosis banding yaitu prurigo hebra yaitu penyakit kulit
kronis dimulai sejak bayi atau anak, sering terdapat pada anak dengan tingkat social ekonomi
dan hygiene rendah. Penyebab pasti belum diketahui, diduga sebagai penyakit herediter, akibat
kepekaan kulit terhadap gigitan serangga. Tanda khasnya adalah adanya papul-papul miliar tidak
berwarna, berbentuk kubah, sangat gatal. Tempat predileksinya di ekstremitas bagian ekstensor
dan simetris. Diagnosis ini dapat disingkirkan karena pasien baru mengalami keluhan 4 hari yang
lalu dan tidak peka tehadap gigitan nyamuk.
Sedangkan pada pedikulosis korporis kelainan kulit yang biasanya menyerang orang
dewasa dengan higien yang buruk, misalnya pengembala, karena disebabkan mereka jarang
mandi atau jarang mengganti dan mencuci pakaian. Tanda khasnya berupa titik-titik pendarahan
yang kecil dan khas disertai bekas garukan yang menyeluruh pada tubuh pasien. Diagnosis ini

dapat disingkirkan karena pasien bukan pengembala dan tidak ditemukan bekas garukan pada
seluruh tubuh.
Penatalaksanaan pada kasus scabies dapat dilakukan baik dengan non-medikamentosa
dan medikamentosa. Penatalaksanaan non medikamentosa yaitu dengan memberikan eduksai
seperti rajin melakukan pengobatan dan seluruh keluarga harus diobati, menjaga kebersihan
pasien dan keluarga, seluruh pakaian di rumah dicuci dengan menggunakan air hangat, kasur,
bantal, dan benda-benda lain yang tidak bisa dicuci dapat dijemur, kontrol seminggu lagi untuk
melihat hasil terapi dan perkembangan penyakit .
Pada pasien ini penatalaksanaan yang dilakukan adalah dengan memberikan obat secara
topikal dan sistemik. Obat topikal yang diberikan adalah Permetrin 5 % krim dioleskan ke
seluruh tubuh pada malam hari selama 8-10 jam, dioleskan sebelum tidur kemudian dicuci
keesokan harinya, dioleskan satu kali dalam seminggu.. Bila belum terdapat perbaikan diulangi
setelah 1 minggu pengobatan. Krim permetrin 5% diberikan pada malam hari karena aktivitas
tungau lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas yaitu pada malam hari. Pengobatan
topical dengan permetrin 5% untuk mengembalikan kulit yang sakit dan jaringan sekitarnya ke
dalam keadaan fisiologis dan stabil dengan cepat.
Obat sistemik yang diberikan yaitu antipruritus, yang dapat diberikan adalah cetirizine
dengan dosis 10 mg 1x/hari. Sifat cetirizine itu menjadi efektif baik dalam pengobatan pruritus
(gatal) dan sebagai agen anti-inflamasi membuatnya cocok untuk pengobatan dari pruritus yang
terkait dengan lesi. Cetirizine adalah obat antialergi generasi terbaru dengan bahan aktif
CetirizineDihidroklorida terbukti lebih nyaman dan menguntungkan karena tak menimbulkan
efek mengantuk sehingga tak mengganggu aktivitas pasien. Cetirizine merupakan antihistamin
generasi kedua. Cetirizine relatif aman diberikan dalam jangka panjang, mengingat obat
antihistamin diberikan jika diperlukan saja. Memiliki efek metabolisme di hepar lebih minimal.
Merupakan golongan non sedative dimana tidak menembus blood brain barrier.
Prognosis dari skabies yang diderita pasien pada umumnya baik bila diobati dengan benar
dan juga menghindari faktor pencetus dan predisposisi, demikian juga sebaliknya. Selain itu
perlu juga dilakukan pengobatan kepada keluarga pasien yang mengalami keluhan yang sama.