You are on page 1of 9

TUGAS AKUSTIK

Teknik Akustik Pada Bidang Kedokteran


Ultrasonografi

Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akustik


Dosen Pengampu: Danar S W, S.T., M.Eng

Disusun oleh:
Nur Umi Latifah
K2511034

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


PENDIDIKAN TEKNIK KEJURUAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan segala rahmat dan hidayahnya. Atas berkat dan rahmat-Nya penulis
dapat menyelesaikan tugas artikel akustik dengan judul Teknik Akustik Pada
Bidang Kedokteran Ultrasonografi.
Mata kuliah Akustik adalah salah satu mata kuliah (MK) pilihan yang
ditempuh bagi setiap mahasiswa khususnya di Program Pendidikan Teknik Mesin,
Jurusan Pendidikan Teknik Kejuruan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Terima kasih penulis ucapkan kepada:
1.

Dosen pembimbing Mata Kuliah Teknik Pendingin Danar S W, S.T., M.Eng


yang telah memberikan bimbingan selama mata kuliah ini berlangsung.

2.

Teman teman Program Studi Pendidikan Teknik Mesin angkatan 2011.

3.

Pihak pihak lain yang membantu proses pembuatan makalah inI.


Semoga segala jenis bantuan dan jasa yang telah diberikan selama

penyusunan tugas ini mendapatkan imbalan dari Allah SWT sesuai dengan
amalannya masing-masing. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan tugas ini
masih jauh dari kata sempurna, untuk kritik dan saran penyusun harapkan untuk
dapat melakukan perbaikan-perbaikan pada penyusuntugas berikutnya.
Penulis berharap artikel ini dapat bermanfaat, khususnya bagi Program
Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Pendidikan Teknik dan Kejuruan, serta bagi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta
pada umumnya.

Surakarta, Desember 2014

Penyusun

Article
Teknik Akustik Pada Bidang Kedokteran
Ultrasonografi

1.

Pendahuluan
Gelombang merupakan gejala alam atau gejala fisika yang dapat
ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Secara sederhana kita dapat
mendefinisikan gelombang sebagai usikan yang merambat. Gelombang
memiliki banyak manfaat sehingga tak heran gelombang pun banyak
diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan, seperi: kedokteran, militer,
teknologi, dan lain-lain. Dalam dunia kedokteran gelombang dimanfaatkan
untuk banyak hal, salah satunya untuk mendeteksi penyakit di dalam tubuh
manusia, yang dikenal dengan Ultrasonografi.
Dalam dunia kedokteran, gelombang dimanfaatkan untuk banyak hal,
salah satunya untuk mendeteksi penyakit di dalam tubuh manusia, yang
dikenal dengan Ultrasonografi. Ultrasonografi merupakan pemeriksaan
bagian dalam tubuh manusia dengan gelombang ultrasonik, yang dinamakan
USG. Ultrasonografi merupakan aplikasi gelombang bunyi dalam bidang
kedokteran. Pemeriksaan dengan menggunakan Ultrasonografi memanfaatkan
sifat gelombang yaitu (refleksi) bisa dipantulkan. Sekalipun gelombang telah
dimanfaatkan dalam dunia kedokteran khususnya dalam bidang diagnosa,
namun belum semua orang tahu tentang jenis gelombang apa yang digunakan
yang digunakan dan prinsip kerja gelombang pada USG. Oleh karena itu,
pada kesempatan ini penulis mencoba menyajikan materi yang berkaitan
dengan hal tersebut.

2.

Ultrasonografi
Ultrasonografi merupakan salah satu imaging diagnostic (pemeriksaan
diagnostik) untuk pemeriksaan alat-alat tubuh, dimanan pemeriksaan dapat
mempelajari bentuk, ukuran anatomis, gerakan, serta hubungan dengan
jaringan sekitarnya (Boer, 2005). Ultrasonografi menggunakan gelombang

suara berfrekuensi tinggi 1-10 MHz yang dihasilkan oleh kristal piezoelektrik pada transduser (Patel, 2007).

3.

Ultrasonik
Ultrasonik pertama kali digunakan sesudah Perang Dunia I, dalam
bentuk radar atau teknik sonar (sound navigation and ranging) oleh Langevin
tahun 1918 untuk mengetahui adanya ranjau-ranjau atau adanya kapal selam.
Namun seiring berkembangnya zaman dan teknologi, ultrasonik sekarang
juga digunakan di bidang kesehatan dan disebut ultrasonography (USG).
Ultrasonik dalam bidang kesehatan bertujuan untuk pemeriksaan organ-organ
tubuh yg dapat diketahui bentuk, ukuran anatomis, gerakan, serta
hubungannya dengan jaringan lain disekitarnya.
Ultrasonik adalah gelombang suara (elektromagnetik) dengan frekuensi
lebih tinggi dari pada kemampuan pendengaran telinga manusia, sehingga
kita tidak bisa mendengarnya sama sekali. Suara yang dapat didengar
manusia mempunyai frekuensi antara 20 Hz20.000 Hz. Gelombang
ultrasonik ini dapat dihasilkan oleh getaran mekanik pada kwarsa yang diberi
tegangan listrik bolak-balik dengan frekuensi ultrasonik.
Sifat dasar ultrasonik yakni, sangat lambat bila melalui media yang
bersifat gas, dan sangat cepat bila melalui media padat, semakin padat suatu
media maka semakin cepat kecepatan suaranya, dan apabila melalui suatu
media maka akan terjadi atenuasi.

4.

Peralatan Yang Digunakan


a. Transduser
Transduser adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian
tubuh yang akan diperiksa, seperti dinding perut atau dinding poros usus
besar pada pemeriksaan prostat. Di dalam transduser terdapat kristal yang
digunakan untuk menangkap pantulan gelombang yang disalurkan oleh
transduser. Gelombang yang diterima masih dalam bentuk gelombang
akusitik (gelombang pantulan) sehingga fungsi kristal disini adalah untuk
mengubah gelombang tersebut menjadi gelombang elektronik yang dapat

dibaca oleh computer, sehingga dapat diterjemahkan dalam bentuk


gambar.

Gambar 1. Transduser

b. Monitor yang digunakan dalam USG


Monitor berfungsi untuk memantau gambar yang telah diubah oleh
mesin USG dari gelombang menjadi gambar yang dapat dilihat pada layar.

Gambar 2. Monitor USG

c. Mesin USG
Mesin USG merupakan bagian dari USG dimana fungsinya untuk
mengolah data yang diterima dalam bentuk gelombang menjadi sebuah
gambar. Mesin USG adalah CPUnya USG sehingga di dalamnya terdapat
komponen-komponen yang sama seperti pada CPU pada PC dengan cara
USG merubah gelombang menjadi gambar.

5.

Cara Kerja USG


Dalam pemeriksaan USG ini menggunakan frekuensi 1- 10 MHz ( 110 juta Hz). Gelombang suara frekuensi tingi tersebut dihasilkan dari kristalkristal yang terdapat dalam suatu alat yang disebut transducer. Perubahan
bentuk akibat gaya mekanis pada kristal, akan menimbulkan tegangan listrik.
Fenomena

ini

disebut

efek

Piezo-electric,

yang

merupakan

dasar

perkembangan USG selanjutnya. Bentuk kristal juga akan berubah bila


dipengaruhi oleh medan listrik. Sesuai dengan polaritas medan listrik yang
melaluinya, kristal akan mengembang dan mengkerut, maka akan dihasilkan
gelombang suara frekuensi tingi. Transducer bekerja sebagai pemancar dan
sekaligus penerima gelombang suara. Pulsa listrik yang dihasilkan oleh
generator diubah menjadi energi akustik oleh transducer, yang dipancarkan
dengan arah tertentu pada bagian tubuh yang akan dipelajari. Sebagian akan
dipantulkan dan sebagian lagi akan merambat terus menembus jaringan yang
akan menimbulkan bermacam-macam echo sesuai dengan jaringan yang
dilaluinya.
Pantulan echo yang berasal dari jaringan-jaringan tersebut akan
membentur transducer, dan kemudian diubah menjadi pulsa listrik lalu
diperkuat dan selanjutnya diperlihatkan dalam bentuk cahaya pada layar
oscilloscope. Dengan demikian bila transducer digerakkan seolah-olah
melakukan irisan-irisan pada bagian tubuh yang dinginkan, dan gambaran
irisan-irisan tersebut akan dapat dilihat pada layar monitor. Dimana gambar
ini diperoleh dari hasil interaksi antara molekul sel tubuh dan sinyal yang
dipancarkan oleh frekuensi radio. Data yang didapat kemudian diolah
komputer gambar yang kemudian dicetak dalam bentuk foto.
Masing-masing jaringan tubuh mempunyai impedance accoustic
tertentu. Dimana akustik impedansi adalah kemampuan untuk melewatkan
gelombang yang melaluinya. Semakin keras maka Impedansi akustiknya
semakin besar pula. Dalam jaringan yang heterogen akan ditimbulkan
bermacam-macam echo, jaringan tersebut dikatakan echogenic. Sedang
jaringan yang homogen hanya sedikit atau sama sekali tidak ada echo, disebut

anecho atau echofree Suatu rongga berisi cairan bersifat anechoic, misalnya :
kista, asites, pembuluh darah besar, pericardial dan pleural efusion.

6.

Proses Pengambilan Gambar


Prinsip

kerjanya

menggunakan

gelombang

ultrasonik

yang

dibangkitkan oleh kristal yang diberikan gelombang listrik. Gelombang


ultrasonik adalah gelombang suara yang melampaui batas pendengaran
manusia yaitu diatas 20 kHz atau 20.000 Hz atau 20.000 getaran perdetik.
Kristal-nya bisa terbuat dari berbagai macam, salah satunya adalah Quartz.
Sifat kristal semacam ini, akan memberikan getaran jika diberikan gelombang
listrik. Alat ultrasonik sendiri ada berbagai tipe. Ada Tipe Scan A, B dan C.
Yang biasa untuk mendeteksi crack pada baja adalah tipe A. Prinsip kerjanya
mudah sekali. Tinggal menggunakan sensor ultrasonik untuk mengirimkan
gelombang ultrasonik dan menangkapnya kembali.
Tipe B yaitu pada layar monitor (screen) echo nampak sebagai suatu
titik dan garis terang dan gelapnya bergantung pada intensitas echo yang
dipantulkan dengan sistem ini maka diperoleh gambaran dalam dua dimensi
berupa penampang irisan tubuh. Yang tipe C dapat menampilkan Citra 3
dimensi dengan cara menangkap pantulan-pantulan yang berbeda dari tebal
tipisnya benda dalam suatu cairan. Karena ada berbagai macam gelombang
ultrasonik yang dipantulkan dalam waktu yang berbeda, gelombanggelombang ini lalu diterjemahkan oleh prosesor untuk dirubah menjadi
gambar.
Sensor yang digunakan pada alat ultrasonografi yakni sensor
pizoelektrik, yang diletakkan pada komponen receiver yang menerima
pantulan (refleksi) pola energi akustik yang dinyatakan dalam frekuensi.
Sensor ini akan mengubah pergeseran frekuensi gelombang suara 1 3 MHz
yang dipancarkan melalui transmitter pada jaringan tubuh dan kemudian
gelombang tersebut dipantulkan (di-refleksikan) oleh jaringan dan akan
diterima oleh receiver dan selanjutnya diteruskan ke prosessor.
Sensor pizoelektrik terdiri dari bagian seperti housing, clip-type
spring, crystal, dan seismic mass. Prinsipnya yakni ketika frekuensi energi

akustik yang dipantulkan diterapkan, maka clip-type spring yang terhubung


dengan seismic mass akan menekan kristal, karena energi akustik tersebut
disertai oleh gaya luar sehingga kristal akan mengalami ekspansi dan
kontraksi pada frekuensi tersebut. Ekspansi dan kontraksi tersebut
mengakibatkan lapisan tipis antara kristal dengan housing akan bergetar.
Getaran dari kristal tersebut akan menghasilkan sinyal berupa tegangan yang
nantinya akan diteruskan ke prosessor. Jadi USG menampilkan citra dari
suara yang ditangkap. Jadi mungkin untuk saat ini hasil dari USG belum
termasuk dalam karya fotografi. Berbeda dengan Scanner dan kamera lubang
jarum yang masih melukis dengan cahaya.

7.

Kelemahan Ultrasonografi:
1. Dapat ditahan oleh kertas tipis.
2. Antara tranducer (probe) dengan kulit tidak dapat kontak dengan baik
(interface) sehingga bias terjadi artefak sehingga perlu diberi jelly sebagai
penghantar ultrasonik.
3. Bila ada celah dan ada udara, gelombang suara akan dihamburkan.

8.

Kelebihan Ultrasonografi:
1. Pasien dapat diperiksa langsung tanpa persiapan dan memberi hasil yang
cepat.
2. Bersifat non invasive sehingga dapat dilakukan pula pada anak-anak.
3. Aman untuk pasien dan operator, karena tidak tergantung pada radiasi
ionisasi.
4. Member informasi dengan batas struktur organ sehingga member
gambaran anatomis lebih besar dari informasi fungsi organ.
5. Semua organ kecuali yang mengandung udara dapat ditentukan bentuk,
ukuran, posisi, dan ruang interpasial.
6. Dapat membedakan jenis jaringan dengan melihat perbedaan interaksi
dengan gelombang suara.
7. Dapat mendeteksi struktur yang bergerak seperti pulsasi fetal.

9.

Kesimpulan
USG adalah salah satu imaging diagnostic yang memanfaatkan hasil
pantulan (echo) dari gelombang ultrasonik apabila ditrasmisikan pada tissue
atau organ tertentu. Echo dari gelombang tersebut kemudian dideteksi
dengan transduser, yang mengubah gelombang akustik ke sinyal elektronik
untuk dioleh

dan direkonstruksi menjadi suatu citra. Perkembangan

tranduser ultrasonik dengan kemampuan resolusi yang baik, diikuti dengan


makin majunya teknologi komputer

digital serta perangkat lunak

pendukungnya, membuat pengolahan citra secara digital dimungkinkan


dalam USG, bahkan untuk membuat rekonstruksi bentuk janin bayi dalam 3
dimensi dan 4 dimensi sudah mulai dikenal.
Daftar Pustaka
Agus Sukandi, Budi Santoso. 2013. Aplikasi Instrumentasi Ultrasonik Pada
Pengujian Sifat Mekanik Logam. Jakarta: Politeknik Negeri.
Apri Lyanda, Budhi Antariksa , Elisna Syahruddin. Ultrasonografi Toraks.
Jakarta: Departemmen Pulmonologi dan Ilmi Kedokteran Respirasi.
Dianika Rohman Aprilia. 2010. Korelasi Antara Kejadian Leukosituria Dan
Volume Prostat Penderita Pembesaran Prostat Jinak Pada Pemeriksaan
Ultrasonografi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Muhammad Andhito Sarianto. 2010. Laporan Penelitian Akustik. Bandung:
Institut Teknologi Bandung.
Rista D. Soetikno. 2007. Imaging Pada Ikterus Obstruksi. Bandung: Bagian UPF
Radiologi Fakultas Kedokteran.