You are on page 1of 2

STASIUN PENGAMATAN IV

Lokasi pengamtan II terletak di daerah Dengok Seleman


Deskripsi geomorfologi:
Pada lokasi pengamatan II ini merupakan daerah kontak antara.formasi Sentolo dan
formasi andesit tua. Karena ini merupakan tempat pertemuan stratigrafi (daerah kontak) antara
formasi Sentolo dan formasi andesit maka terdapat dua jenis litologi yang berbeda.
Lokasi pengamatan 1
Pada lokasi pengamatan 1 merupakan formasi Andesit tua. Pada formasi andesit tua ini
terdapat batuan breksi andesit berukuran pasir sampai bongkah. Kemiringan lereng lokasi
pengamatan III adalah 100, sehingga bisa dikategorikan curam sedang (moderately steep).
Pada daerah ini terdapat batu breksi andesit yang berwarna abu-abu kecoklatan dan
lapuk. Tekstur batuan tersebut adalah klastik yang terdiri dari fragmen yang berukuran kerikil (2
4 mm) sampai bongkah (>256 mm) sedangkan matriks yang berukuran pasir (1/16 2 mm)
hingga lempung (<1/256) dan struktur batuan tersebut adalah bergradasi.
Lokasi pengamatan 2
LP 2 terletak disebalah selatan dari formasi Andesit tua yaitu merupakan Formasi Sentolo
berumur Meiosen Bawah Pleiosen, dengan ketebalan 250 meter, terdapat singkapan lapisan
batuan sedimen klastik yang terdiri dari 10 lapisan. Memiliki dip 20o dan strike N 195o E.
Lapisan tersebut:
1. Pasir karbonatan yang terletak paling bawah
2. Lempung dengan fragmen andesit
3. Pasir karbonatan
4. Lempung dengan fragmen andesit
5. Pasir karbonatan
6. Lempung karbonatan
7. Lempung dengan fragmen andesit
8. Pasir karbonatan
9. Lempun
10. Paling atas berupa tanah (soil)

Singkapan batuan sedimen ini dicirikan oleh adanya perlapisan. Singkapan ini memenuhi
hukum superposisi yaitu posisi lapisan batuan semakin ke atas maka umurnya semakin muda.
Batu pasir karbonatan terdiri dari mineral-mineral berukuran pasir yang berwarna putih kusam
dan mineral-mineral yang mengandung karbonat. Batu lempung karbonatan (napal) berwarna
coklat, tekstur klastik, struktur laminasi, terdiri dari mineral mineral karbonatan berukuran
lempung.
Di atas singkapan batuan sedimen yaitu bagian yang telah mengalami pelapukan telah ditumbuhi
oleh vegetasi berupa rumput. Dari segi bencana geologi, bencana yang mungkin dapat terjadi
adalah longsor karena pada daerah ini terjadi gerakan massa yang berlansung lambat yaitu
rayapan (creeping) dibuktikan dengan tiang listrik dan pohon yang miring dan singkapan batuan
tidak kompak dan telah mengalami pelapukan
Geologi lingkungan
Di Daerah ini pada umumnya digunakan oleh penduduk setempat sebagai areal
perladangan dibuktikan dengan adanya ladang ketela di LP 2. Hal ini didukung oleh tersedianya
tanah yang subur karena proses pelapukan yang aktif. Vegetasi terdiri dari rumput, semak, pohon
yang tumbuh alami dan tumbuhan ketela hasil budidaya. Ditinjau dari bencana geologi maka
bencana yang mungkin dapat terjadi adalah pergerakan massa. Karena kemiringan lereng Yang
cukup curam. Gerakan massa berjalan lambat dan dibuktikan dengan adanya tiang tiang listrik
yang miring.
Bencana geologi yang mungkin terjadi di daerah ini adalah terjadinya longsor, karena
adanya gerakan massa. Karena selain faktor kemiringan lereng, daerah ini juga memiliki bidang
pelican, sehingga mudah terjadi sliding ataupun slumping.