You are on page 1of 14

MAKALAH

KOMUNIKASI UMUM
MENGENALI SIAPA PENERIMA PESAN

DI SUSUN
OLEH:
KELOMPOK III
KELAS

:A

NAMA

: NUR HIDAYAH
SITI RAMLAH

PROGRAM STUDY KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR
MAKASSAR
2014

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah-Nya dan kesempatan sehingga kami dapat
menyelesaikan Makalah Mengenali Siapa Penerima Pesan dalam waktu yang
telah disediakan.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan. Dengan segala kerendahan hati kami menerima kritik dan saran
yang membangun untuk kesempurnaan makalah yang akan datang.
Akhirnya kami mengharapkan agar tulisan ini dapat memberikan manfaat
bagi kami khususnya dan para pembaca umumnya.

Makassar, Desember 2014

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang..

B.

Perumusan Masalah

C.

Tujuan .,.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian komunikasi...
B. Fungsi komunikasi...............................................................................
C. Tujuan komunikasi..............................
D. Mengenali siapa penerima pesan..
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan...
B. Saran.................
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Komunikasi merupakan aktifitas manusia yang sangat penting.
Bukan hanya dalam kehidupan organisasi, namun dalam kehidupan
manusia secara umum. Komunikasi merupakan hal yang esensial dalam
kehidupan kita. Kita semua berinteraksi dengan sesama dengan cara
melakukan komunikasi. Komunikasi dapat dilakukan dengan cara yang
sederhana sampai yang kompleks, dan teknologi kini telah merubah cara
manusia berkomunikasi secara drastis.
Komunikasi tidak terbatas pada kata-kata yang terucap belaka,
melainkan bentuk dari apa saja interaksi, senyuman, anggukan kepala yang
membenarkan hati, sikap badan, ungkapan minat, sikap dan perasaan yang
sama. Diterimanya pengertian yang sama adalah merupakan kunci dalam
komunikasi. Tanpa penerimaan sesuatu dengan pengertian yang sama,
maka yang terjadi adalah dialog antara orang satu.

B. Rumusan masalah
Adapun masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut yaitu:
a. Apa yang dimaksud dengan komunikasi?
b. Bagaimana mengenali siapa penerima pesan?
c. Bagaimana mengetahui interaksi komunikasi terhadap komunikan
d. Mengetahui strategi komunikasi yang efektif .
e. Jelaskan prinsip- prinsip komunikasi efektif!

C. Tujuan dan Manfaat


1. Untuk mengenali siapa penerima pesan?
2.

Mengetahui untuk interaksi komunikasi terhadap komunikan

3. Untuk mengetahui strategi komunikasi yang efektif


4. Jelaskan prinsip- prinsip komunikasi efektif.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Komunikasi
Komunikasi secara umum dapat diartikan sebagai interaksi sosial
melalui simbol dan sistem penyampain pesan dari satu pihak kepada pihak
lain agar terjadi pengertian bersama.
Definisi Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi
(pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya,
definisi komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat
dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang
dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan
dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu,
misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara
seperti ini disebut definisi komunikasi nonverbal.
B. Fungsi Komunikasi
1. Mencapai pengertian satu sama lain
2. Membina kepercayaan
3. Mengkoordinir tindakan
4. Merencanakan strategi
5. Melakukan pembagian pekerjaan
6. Berbagi rasa
C. Tujuan Komunikasi
Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara
spesifik sebagai berikut:
1. Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
2. Mempengaruhi perilaku seseorang

3. Mengungkapkan perasaan
4. Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
5. Berhubungan dengan orang lain
6. Menyelesaian sebuah masalah
7. Mencapai sebuah tujuan
8. Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
9. Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain

D. Mengenali Siapa Penerima Pesan


Untuk mengetahui siapa penerima pesan:

1. Proses Komunikasi
a. Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk
disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami
oleh

orang

yang

menerima

pesan

sesuai

dengan

yang

dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan


atau diekspresikan oleh pengirimpesan. Pesan dapat verbal atau
non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan
jelas.
b. Simbol/ isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol
sehingga pesannya dapatdipahami oleh orang lain. Biasanya
seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata,
gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka
lainnya).

c. Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio
surat kabar, papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan
media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan,
jumlah penerima pesan, situasi dsb.
d. Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan
dari sipengirim

meskipun dalam bentuk code/isyarat

tanpa

mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim.


e. Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan
dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal.
Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak
pesannya terhadap sipenerima pesan. Balikan dapat disampaikan
oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan.
f. Gangguan
Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat
komunikasi sehingga penerima salah menafsirkan pesan yang
diterimanya.

Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar


manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif
komunikasi.

2. Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :


a. Penginterprestasian
Hal yang diinterpretasikan adalah motif komunikasi, terjadi
dalam diri komunikator. Artinya, proses komunikasi tahap
pertama bermula sejak motif komunikasi muncul hingga akal
budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa yang ia
pikir dan rasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses

penerjemahan motif komunikasi ke dalam pesan disebut


interpreting.
b. Penyandian
Tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang
bersifat abstrak berhasil diwujudkan oleh akal budi manusia ke
dalam lambang komunikasi. Tahap ini disebut encoding, akal
budi manusia berfungsi sebagai encorder, alat penyandi:
merubah pesan abstrak menjadi konkret.
c. Pengiriman
Proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan
komunikasi, mengirim lambang komunikasi dengan peralatan
jasmaniah yang disebut transmitter, alat pengirim pesan.
d. Perjalanan
Tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan,
sejak pesan dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan.
e. Penerimaan
Tahapan

ini

ditandai

dengan

diterimanya

lambang

komunikasi melalui peralatan jasmaniah komunikan.


f. Penyandian Balik
Tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang
komunikasi diterima melalui peralatan yang berfungsi sebagai
receiver hingga akal budinya berhasil menguraikannya
(decoding).
g. Penginter pretasian
Tahap ini terjadi pada komunikan, sejak lambang
komunikasi berhasil diurai kan dalam bentuk pesan.

3. Perspektif proses komunikasi


Proses komunikasi dapat dilihat dari beberapa perspektif:

a. Perspektif Psikologis
Perspektif ini merupakan tahapan komunikator pada proses
encoding, kemudian hasil encoding ditransmisikan kepada
komunikan sehingga terjadi komunikasi interpersonal.
b. Perspektif Mekanis
Perspektif ini merupakan tahapan disaat komunikator
mentransfer pesan dengan bahasa verbal/non verbal.
Komunikasi ini dibedakan :
Proses Komunikasi Primer
Proses komunikasi primer adalah penyampaian pikiran
oleh komunikator kepada komunikan menggunakan
lambang sebagai media.
Proses Komunikasi Sekunder
Merupakan penyampaian pesan dengan menggunakan
alat setelah memakai lambang sebagai media pertama.
Proses Komunikasi Linier
Penyampaian pesan dari komunikator kepada
komunikan sebagai titik terminal.
Proses Komunikasi Sirkular
Terjadinya feedback atau umpan balik dari komunikan
ke komunikator
4. Strategi Komunikasi yang efektif
Berdasarkan tiga unsur penentu efektivitas komunikasi, maka
strategi komunikasi disusun berdasarkan keempat unsur tersebut.
Menurut Pace,dkk (1979) ada tiga tujuan utama strategi komunikasi
yang ingin dicapai, yaitu :

a. memastikan bahwa penerima pesan memahami isi pesan yang


diterimanya
b. memantapkan penerimaan pesan dalam diri penerima sasaran
c. memotivasi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan implikasi
pesan

Prinsip-prinsip strategi komunikasi terdiri dari beberapa kegiatan sbb:


a. Merumuskan tujuan
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam merancang
kegiatan komunikasi adalah mengidentifikasi masalah, data dan
fakta. Langkah ini menghasilkan rumusan tujuan kegiatan yang
memuat informasi ;

b.

Siapa sasaran komunikasi

Perubahan perilaku yang diharapkan terjadi

Kualitas perubahan

Lokasi perubahan

Menetapkan dan mengenal target sasaran


Target sasaran dalam proses komunikasi adalah penerima
pesan, dengan mengetahui target sasaran dapat disusun strategi
komunikasi yang hendak dilakukan terkait dengan isi pesan,
penentuan metode komunikasi dan pemilihan saluran pesan yang
sesuai dengan isi pesan.
Pengenalan target sasaran akan tergantung pada tujuan
komunikasi yang hendak dicapai, apakah sekedar membuat target
mengetahui tentang sesuatu

yang akan disampaikan atau

dimaksudkan agar target melakukan tindakan tertentu sesuai pesan


yang disampaikan padanya. Modul Konsep Dasar Komunikasi,
Informasi dan Edukasi 4 Setelah target sasaran atau penerima
komunikasi ditetapkan maka sumber komunikasi perlu mengetahui
target sasaran dalam hal :

Ciri-ciri personal seperti umur, jenis kelamin, tingkat


pendidikan, jumlah keluarga

Mengenal sistem sosial budaya penerima pesan, meliputi


bahasa yang digunakan, persepsi mereka tentang sesuatu
yang

dikomunikasikan,sikap

perubahan,ketergantungannya

mereka

terhadap

terhadap

tokoh-2

panutan,sistem pengambilan keputusan dalam keluarga,dll

Cara dan kebiasaan target berkomunikasi, lebih banyak


menggunakan media atau komunikasi tatap muka /
langsung.

Minat penerima terhadap perubahan

Status penerima, mandiri atau kelompok

Tingkat pengetahuan penerima terhadap isi pesan.

5. Komunikan / Receiver / Penerima


Komunikan adalah patner atau rekan dari komunikator dalam
komunikasi. Ia berperan sebagai penerima berita. Dalam komunikasi,
peran

pengirim

dan

penerima

selalu

bergantian

sepanjang

pembicaraan. penerima mungkin mendengarkan pembicara atau


menuliskan teks atau menginterpretasikan pesan dengan berbagai cara.
Tanggun jawab seorang komunikan adalah: berkonsentrasi pada
pesan untuk mengeri dengan baik dan benar akan pesan yang diterima;
memberikan follow up pada komunikator untuk memastikan
komunikator bahwa pesan telah diterima dan dimengerti;
Dengan diterimanya umpan balik dari pihak komukan, maka terjadi
komunikasi dua arah atau two way traffic atau two way flow of
communication. apabila antara komunikator dengan komunikan
mempunyai pengalaman yang sama, maka komunikasi dapat beralan
lancar.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Definisi Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi
(pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya,
definisi komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat
dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang
dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan
dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu,
misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara
seperti ini disebut definisi komunikasi nonverbal.
Untuk mengetahui siapa penerima pesan dilakukan berbagai cara
dengan menggunakan proses komunikasi, Tahapan proses komunikasi,
prespektif proses komunikasi, Strategi Komunikasi yang efektif, dan
Komunikan / Receiver / Penerima

B. Saran
Saya berharap kritik dan sarannya yang bersifat membangun demi
kelengkapan makalah yang kami susun

DAFTAR PUSTAKA

Cruden dan Sherman, dalam bukunya, 1976, Personel Management


R. Wayne Pace dan Don F. Faules. 2006. Komunikasi Organisasi; strategi
meningkatkan kinerja perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Stoner, James A.F., 1996, Manajemen, Erlangga, Jakarta
Applbaum, Ronald L, 1974, Strategies for Persuasive Communication, Charles E.
Merril Publishing Company, Columbus, Ohio.
http://mengerjakantugas.blogspot.com/2012/06/proses-komunikasipengirim-pesan.html
http://setiadarmawan.blogspot.com/2013/07/hakikat-manusia-sebagaipelaku.html
https://www.academia.edu/5342453/Proses_Komunikasi