You are on page 1of 18

Formulir 5 : Program Studi Hortikultura Jenjang Diploma

Tiga

PROGRAM STUDI DIPLOMA 3. HORTIKULTURA UNIVERSITAS


SYIAH KUALA
I. PENDAHULUAN
1.1. ASPEK KEMANFAATAN DAN KEUNGGULAN
Aspek
Kualitatif

1. Visi, Misi dan Tujuan Penyelenggaraan Program


Studi D-3 Hortikultura
A. Visi
Menjadi program pendidikan vokasional hortikultura
yang
inovatif,
mandiri
dan
terkemuka
dalam
kewirausahaan yang berbasis etikadan profesionaldi
tingkat regional pada tahun 2025.
B. Misi
1. Menghasilkansumberdaya
manusia
yangmampu
mengelola potensi sumberdaya hortikultura unggulan;
2. Menghasilkan wirausaha yang mampu mengelola
usaha agribisnis hortikultura dengan terampil,
mandiri, berkualitas dan professional;
3. Mengembangkan komoditas unggulan yang mengacu
pada pangsa pasar, nilai ekonomi, sebaran wilayah
produksi dan kesesuaian agroekologi;
4. Membangun peningkatan mutu produk dan nilai
tambah yang memiliki daya saing tinggi untuk
meningkatkan pendapat pelaku usaha hortikultura;
5. Mengembangkan jejaring kerjasama dengan lembaga
atau
perusahaan
yang terkait dalam usaha
peningkatan kompetensi lulusan.
C. Tujuan
Menghasilkan lulusan yang beriman, berakhlak mulia,
menjunjung tinggi nilainilai moral dan etika, serta
memiliki kemampuan untuk mengelola wirausaha
hortikultura yang peduli dan aktif dalam memecahkan
masalah
dan
meningkatkan
kesejahteraan
masyarakatserta memiliki daya saing tinggi.

2.Manfaat Program Studi D3 Hortikultura yang


diusulkan terhadap bidang ilmu di tingkat
nasional dan internasional
Manfaat Program D3 Hortikultura bagi masyarakat

adalah akan melahirkan penggerak, pelaksana dan


pelaku usaha yang profesional dalam berwirausaha
hortikultura sehingga mampu menjadi inovator lini
pertama dalam memanfaatkan dan menerapkan
IPTEKS pertanian. Sehingga sektor hortikultura
berdampak positif kepada peningkatan kesejahteraan
masyarakat tani khususnya dan masyarakat Aceh pada
umumnya, serta berkontribusi pada tingkat nasional.
Program vokasional hortikultura mampu berkontribusi
dalam
swasembada
pangan,
meningkatkan
pendapatan petani, meningkatkan skala usaha kecil,
memanfaatkan teknologi secara penuh, berkualitas
dan memiliki harga
yang dapat bersaing dengan
produk luar, menjamin mutu sehingga dapat
meningkatkan kontribusinya terhadap pendapatan
nasional serta devisa negara melalui ekspor produk
produk pertanian melalui revitalisasi pertanian.
3.Profil lulusan Program Studi yang dibutuhkan
oleh masyarakat maupun untuk kebutuhan
pengembangan keilmuan. Profesi, Bidang
pekerjaan, atau bidang keilmuan dan keahlian
yang dapat diisi oleh lulusan
A. Kompetensi Lulusan
1. Memiliki kemampuan menjadi entrepreneur yang
menciptakan dan mengelola usaha hortikultura
secara mandiri dan professional;
2. Memiliki kompetensi dalam budidaya, produksi
tanaman dan pengelolaan pasca panen produk
hortikultura dalam meningkatkan nilai tambah,
pemasaran
serta
mengembangkan
usaha
agrowisata;
3.

Memiliki kemampuan menjadi manajer umum


maupun fungsional dalam kelembagaan pertanian.

B. Lapangan Pekerjaan
1. Sebagai enterpreneur hortikultura;
2. Sebagai manajer pada usaha-usaha agribisnis;
3. Sebagai staf di kelembagaan pertanian dan instansi
yang terkait (lembaga keuangan, pemerintah, dll.)

1.2 ASPEK SPESIFIKASI


Aspek
1.Posisi Program Studi yang diusulkan terhadap
Kualita
bidang ilmu di tingkat nasional dan internasional
tif
Bidang ilmu atau bidang kajian yang menjadi pokok dari

Program Studi D3 Hortikultura adalah teknologi budidaya dan


pengelolaan
tanaman
hortikultura
yang
berwawasan
kewirausahaan untuk mendukung pertanian berdaya saing
tinggi secara berkelanjutan. Bidang kajian ini sangat
dibutuhkan dalampengembangan bidang pertanian baik pada
tingkat daerah, nasional maupun global terutama untuk
menghasilkan
wirausaha
hortikultura
yang
mampu
memecahkan
persoalan
yangberhubungan
dengan
pengembangan pertanian secara berkelanjutan pada masa
yang akan datang.
Komoditas hortikultura di Indonesia memiliki prospek
pengembangan yang sangat baik karena memiliki nilai
ekonomi yang tinggi serta potensi pasar yang terbuka lebar,
baik di dalam negeri maupun di luar negeri.Di samping itu,
budi daya tanaman hortikultura tropis dan subtropis sangat
memungkinkan untuk dikembangkan di Indonesia karena
tersedianya keragaman agroklimat dan karakteristik lahan
serta sebaran wilayah yang luas.
Penguasaan bidang ilmu D3 Hortikultura merupakan suatu
keharusan bagi setiap bangsa terutama untuk menjamin
kesejahteraan masyarakatnya melalui pemenuhan akan
ketahanan dan keamanan pangan (food security and food
safety) yang berorientasi kepada keamananlingkungan.
Kebutuhan akan keberadaan ilmu ini telah disadari sejak
berkembangnya ilmu pengetahuan itu sendiri sepanjang
sejarah, bahkan akhirakhir ini keberadaan ilmu ini dirasakan
menjadi lebih menantang terutama bagi negaranegara
berkembang yang letaknya pada daerah tropis seperti
Indonesia karena terjadinya perubahan iklim global (climate
changes),
persaingan
antara
energi
dan
makanan,
perdagangan bebas, dampak lingkungan dan berbagai faktor
global dan nasional lainnya yang dapat mempengaruhi
ketersediaan dan keamanan pangan dan hortikultura.
Dalam rangka meningkatkan produksi hortikultura, Direktorat
Jenderal Hortikultura telah menerapkan empat strategi umum
untuk dilaksanakan yaitu optimalisasi sumber daya manusia,
peningkatan daya saing produk, regulasi dan koordinasi, serta
distribusi dan informasi. Oleh karena itu bidang ilmu D3
Hortikultura
diharapkan
mampu
menjawab
kebijakan
pemerintah, dan sangatlah tepat apabila Universitas Syiah
Kuala yang berada propinsi Aceh dan sumber utama dari
pendapatan masyarakatnya berada pada sektor pertanian
mengembangkan kemampuannya dalam bidang Hortikultura.
Penguasaan di bidang Hortikultura diharapkandapat berperan
serta dalam berbagai bidang pembangunan. Lulusan yang
akan dihasilkan oleh oleh program D3 Hortikultura diharapkan
mampu melakukan pengembangan kawasan dan sentra
produksi hortikultura, peningkatan produksi melalui komoditas

unggulan di wilayahnya masing-masing, serta dapat


melakukan pertumbuhan sentra baru dalam agribisnis
hortikultura.
Keahlian dalam bidang hortikultura ini dapat pula mendukung
pembangunan melalui bantuan secara tidak langsung kepada
pemerintah daerah, dinasdinas dan instansi terkait seperti
Bappeda,Bappedalda, Dinas Pekerjaan Umum, dan dinas
Pertanian itu sendiri. Kebutuhan lulusanprogram D3
Hortikultura
diperkirakan
cukup
besar,
terutama
untukmemenuhi kebutuhan swasembada pangan yang terus
meningkat dewasa ini.
Beberapa faktor yang menyebabkan prodi ini dapat
memegang peranan penting baikditingkat regional dan
nasional adalah:
Pertama, sebagian besarsumberdaya lahan di tingkat lokal
(Aceh), nasional, dan global tidak dimanfaatkan olehpetani
secara tepat dan baik seperti lahan persawahan, perkebunan
dan hortikultura.
Kedua, diperkirakan lebih dari 10 persen lahan untuk
pertanian di Indonesia telahdigunakan untuk pembangunan
fisik, seperti pembangunan perumahan, pabrik danjalan,
sehingga penangan produk hortikultura intensif akan
memegang peranan yang sangat penting di masa
mendatang;
Ketiga, nilai tambah produk hortikultura lebih tinggi
dibandingkan tanaman pangan atau perkebunan persatuan
lahan selain sector ini merupakan sector padat karya.
Untuk menjawabpermasalahan di atas, maka ketersediaan
sumber daya hortikultura trampil menjadi sangat penting.
2.Hubungan Program Studi yang diusulkan dengan
Program Studi lain pada institusi pengusul
Program Studi D3 Hortikultura merupakan program studi yang
kurikulumnya mengikut kurikulum pada pendidikan strata satu
(S1) di Fakultas Pertanian Unsyiah, walaupun penekanannya
lebih utama kepada praktikum di lapangan dengan konsep
wirausahaan dalam hortikultura. Kurikulum pada Program
studi D3 Hortikultura kajiannya pada kewirausahaan dari
komoditi sayuran, buah-buahan, tanaman hias, obat dan
rempah serta agribisnis dalam agrowisata. Pada Program
Studi ini terdapat topik khusus yang akan diberikan setiap
semesternya, sehingga siswa terampil dan cakap dalam
budidaya dan pemasaran produk hortikultura.
Di Unsyiah, dewasa ini terdapat 14 (empat belas) program
studi Diploma yang tidak satupun memiliki bidang kajian yang
sama dengan Program Studi D3 Hortikultura, oleh karenanya
kurikulum pada Program Studi Diploma 3 tidak akan

terjadinya tumpang tindih dengan kurikulum pada program


studi D3 lainnya dalam lingkungan Unsyiah.
Di Fakultas Pertanian Unsyiah, terdapat 2 (dua) program studi
D3 yaitu Program Studi Diploma Manajemen Agribisnis dan
Program
Studi
Diploma
Budidaya
Peternakan
yang
kurikulumnya lebih menekankan pada agribisnis dan
peternakan, sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih
dengan kurikulum pada program studi Ini hingga 60%.
3. Keunggulan dan karakteristik Program Studi yang
akan dimiliki
Ketersediaan sumber daya manusia dalam pengembangan
Program Studi D3 Hortikultura sudah cukup memadai.
Program Studi D3 Hortikultura adalah pendidikan dasar dalam
ilmu pertanian, dimana lulusannya diharapkan terampil, siap
dan mampu berwirausahaan di wilayahnya masing-masing
dan menjadi penggerak dalam kegiatan agribisnis hortikultura
dan rela menjadi petani dan rela hidup serta tinggal di
pedesaan.
Kurikulum D3 Hortikultura di lakukan dengan dengan porsi 30
persen kuliah dan 70 persen praktik. Kegiatan diprioritaskan
dengan praktik lapang mahasiswa mulai tahun pertama
hingga tahun ketiga melalui topik khusus. Seorang siswa
harus terampil pada usahatani produk hortikultura mulai dari
perencanaan, pemeliharaan dan pemasaran, serta dapat
menghasilkan keuntunganpada 3 jenis produk hortikultura
yaitu sayuran, buah, dan tanaman hias yang dihimpun dalam
mata kuliah topik khusus 1, 2 dan 3. Kelulusan ditentukan
sejauh mana profit usaha dihasilkan oleh siswa.
Khusus untuk tugas akhir, merupakan tugas individu dari
mahasiswa yang meliputi penyusunan rencana bisnis dan
strategi pelaksanaannya di minat masing-masing, serta
mendapat rekomendasi dari lembaga/institusi keuangan.
Kurikulum Program Studi D3 Hortikultura berhubungan
dengan Program S1 Agrotekonologi (nilai akreditasi A dari
BANPT) dan Agribisnis (nilai akreditasi B dari BANPT) pada
Fakultas Pertanian Unsyiah. Program S1 Agroteknologi
merupakan penyatuan program studi agronomi, ilmu tanah,
dan program studi hama/penyakit tanaman. Dalam
operasionalnya Program Studi D3 Hortikultura akan didukung
oleh staf pegajar Program studi Agroteknologi, Agribisnis,
Teknologi Hasil Pertanian dan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian
Unsyiah.Dengan
sumberdaya
tenaga
pengajar
yang
berkualifikasi S2 dan S3 dalam bidang ilmu pertanian dari
berbagai perguruan tinggi baik di dalam negeri maupun luar
negeri, diharapkan Program Studi D3 Hortikultura yang

diusulkan akan
tersendiri.

memiliki

keunggulan

dan

karakteristik

Pendirian Prodi D3 Hortikultura bersama dengan Prodi D3


Agronomi dan Prodi D3 Teknologi dan Manajemen Produksi
Ternak merupakan kerjasama antara Unsyiah dan Pemda Aceh
dalam usaha untuk menghasilkan tenaga-tenaga trampil
dalam bidang pertanian yang memiliki jiwa kewirausahaan.
Untuk itu program ini mendapatkan dukungan finansial
khususnya beasiswa pada siswa-siswa terpilih dari 23
kabupaten kota di Aceh. Dalam operasionalnya pemenuhan
sarana dan prasarana pendidikan menggunakan ases pemda
Aceh yaitu Ex-STPP Saree.
Keunikan program ini adalah seluruh siswa akan mengikuti
perkuliahan dalam sistem boarding (pemondokan), dengan
dana pemondokan akan ditanggung dari beasiswa Pemda
Aceh.
Dengan demikian, lulusan program studi ini mempunyai
kemampuan
(1) mengembangkan teknik budidaya dan pengelolaan lahan
secara baik serta berwawasan lingkungan,
(2)
mengembangkan
kewirausahaan
dalam
bidang
hortikultura
(3) mengembangkan jaringan kerja, kawasan dan sentra
produksi hortikultura, yang berasal dari sumber daya manusia
yang bermental dan bermoral serta mampu memanfaatkan
teknologi bagi pembangunan pertanian secara berkelanjutan,
sehingga diharapkan akan segera dapat memenuhi
kebutuhan prioritas pembangunan daerah, regional, dan
nasional dalam bidang pembangunan pertanian.
Aspek
Kuantit
atif

Posisi Program D3 Hortikultura cukup penting dan prospektif.


Saat ini belum ada program studi yang sama dengan
program studi ini di Aceh, baik di Unsyiah maupun di PT/PTS
lain di Aceh. Dosen yang akan menjadi tenaga pengajar pada
Program D3 Hortikultura berjumlah 49 orang, terdiri atas 7
orang dosen yang ditetapkan sebagai dosen tetap pada prodi
ini dan 42 orang dosen Fakultas Pertanian lainya yang
mempunyai kualifikasi sesuai dengan prodi ini dan dapat
membantu kelancaran proses belajar mengajar pada Program
D3 Hortikultura sebagai berikut.
Daftar Dosen Tetap Program D3 Hortikultura terdiri dari 7
orang dosen, sebagai berikut :
N
Nama
Keahlian
Alumni
o
1. Dr. Ir. Elly Kesumawati, Hortikultura
Kyoto
M. Agric.Sc.
University
Jepang
2. Marai
Rahmawati, Hortikultura
Goettingen

SP,.M.Sc
3.

Dr. Rita
M.Si

Hayati,

SP.,

4.
6.
7.

Ir.Erita Hayati,MP
Ir. Mardhiah Hayati, MS
Ir. Fuadi Harun, MS

Ilmu Pangan
Agronomi
Hortikultura
Hortikultura

university,
Germany
Universiti
Kebangsaan
Malaysia
Unsyiah
IPB Bogor
UGM,
Yogyakarta

Dosen Pendukung Program D3 Hortikultura terdiri dari 42


orang dosen yang meliputi bidang ilmu MKDU, Agronomi,
Tanah, Hama Penyakit Tanaman dan Agribisnis.

2. KURIKULUM
2.1. Road Map Keilmuwan dan Keahlian
1. Bidang ilmu atau bidang kajian yang menjadi
Aspek
pokok dari Program D3 dan konstelasinya
Kualitatif
terhadap bidang ilmu lainnya.
Bidang ilmu atau bidang kajian yang menjadi pokok dari
Program D3 hortikultura adalah teknologi pengelolaan
hortikultura dan agribisnis sehingga melahirkan
penggerak, pelaksana dan pelaku usaha yang
profesional dalam berwirausaha hortikultura sehingga
mampu menjadi inovator dalam memanfaatkan dan
menerapkan IPTEKS pertanian, dan pada akhirnya sektor
hortikultura
akan
berdampak
positif
kepada
peningkatan kesejahteraan masyarakat tani khususnya
dan
masyarakat
Aceh
pada
umumnya,
serta
berkontribusi pada tingkat nasional. Penekanan bIdang
ilmu pada D3 Hortikultura mampu berkontribusi dalam
swasembada pangan, meningkatkan pendapatan petani,
meningkatkan skala usaha kecil, memanfaatkan
teknologi secara penuh, berkualitas dan memiliki harga
yang dapat bersaing dengan produk luar, menjamin
mutu sehingga dapat meningkatkan kontribusinya
terhadap pendapatan nasional serta devisa negara
melalui ekspor produkproduk pertanian melalui
revitalisasi pertanian. Untuk itu diperlukan sumberdaya
manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi yang mampu menghasilkan wirausaha
hortikultura yang peduli dan aktif dalam memecahkan
masalah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
serta memiliki daya saing tinggi.
Program D3 Hortikultura diperlukan untuk menghasilkan

entrepreneur yang menciptakan dan mengelola usaha


hortikultura secara mandiri dan professional, dalam
budidaya, produksi tanaman dan pengelolaan pasca
panen dalam meningkatkan nilai tambah, memasarkan
serta mampu menjadi manajer dalam kelembagaan
pertanian.
Bidang ilmu yang menjadi konsentrasi program D3
Hortikultura berkonstelasi dengan bidang ilmu agribisnis
dan pertanian lainnya seperti, ilmu benih, biologi,
agronomi, hortikultura, biokimia, sumberdaya lahan,
perlindungan tanaman, panen dan pascapanen, teknik
pertanian, pengolahan hasil pertanian, pemasaran,
agribisnis, pengeloaan manajemen mutu produk,
kewirausahaan.
2. Perkembangan bidang ilmu atau bidang kajian
saat ini dan 10 tahun kedepan
Bidang ilmu hortikultura yang berbasis pada produksi
buah, sayur, tanaman hias, obat dan rempah akan
sangat
berkembang
sesuai
dengan
tantangan
pembangunan pertanian serta untuk memperbarui dan
meningkatkan kualitas sumberdaya alam khususnya
dibidang
pertanian
secara
umum
dan
bidang
hortikultura secara khusus. Peningkatan produksi dan
produktivitas,
peningkatan
daya
saing
produk,
peningkatan ketahanan dan keamanan pangan,
pengelolaan hortikultura yang berorientasi pada
lingkungan sehingga mampu berswasembada pangan
dan energi, mampu menghasilkan wirausaha-wirausaha,
mampu menyerap tenaga kerja dan menghasilkan
devisa dari ekspor komoditi hortikultura.
Saat ini pengelolaan lansekap dan agrowisata memiliki
potensi
yang
cukup
menjanjikan
sebagai
pengembangan dari suatu wilayah. Arsitektur lansekap
merupakan suatu penataan lingkungan hidup sehingga
dapat memenuhi tuntutan jasmani dan rohani makhluk
hidup didalamnya. Hal ini melibatkan semua aspek
antara manusia dengan lansekapnya dalam tata guna
lahan. Bidang ilmu arsitektur lansekap dan agrowisata
ini akan membuat suatu paduan fungsional dan estetika
dari unsur-unsur manusia, bangunan dan situs sehingga
mampu meningkatkan potensi pariwisata suatu daerah.
Selain itu pelaksanaan otonomi daerah yaitu pembagian
kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah
mewajibkan tersedianya sumberdaya manusia yang
handal di daerah yang mampu mengatasi permasalahan
pertanian spesifik daerahnya masing-masing.

Kurangnya tenaga teknis yang terampil pada bidang


pertanian
membuka peluang dibukanya program
vokasional di bidang agribisnis hortikultura. Sebelumnya
kajian ilmu pertanian dirasakan terlalu spesifik, bersifat
monodisplin dan lebih berorientasi pada teori. Oleh
karena itu, untuk menumbuhkan wirausaha mandiri
yang terampil serta menguasai aspek dari hulu sampai
hilir dalam agribisnis hortikultura maka program D3
Hortikultura sangat dibutuhkan. Program D3 Hortikultura
akan mengintegrasikan pengelolaan hortikultura dan
agribisnisnya khususnya buah, sayur dan tanaman hias
dan rempah, arsitektur lansekap dan agrowisata.
Dengan penekanan tersebut perkembangan ilmu atau
bidang kajian ini akan tetap berkembang dinamis dan
sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat.
3. Kemanfaatan terhadap perkembangan bangsa
khususnya mengait dalam mengelola sumber
daya
bangsa
dan
peningkatan
nation
competitiveness.
Pengembangan program D3 Hortikultura adalah sebagai
upaya untuk melahirkan penggerak, pelaksana dan
pelaku usaha yang profesional dalam berwirausaha
hortikultura sehingga mampu menjadi inovator dalam
memanfaatkan dan menerapkan IPTEKS pertanian.
Sehingga sektor hortikultura berdampak positif kepada
peningkatan kesejahteraan masyarakat tani khususnya
dan
masyarakat
Aceh
pada
umumnya,
serta
berkontribusi pada tingkat nasional. Selain itu juga
untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia
dan pengelolaan sumberdaya alam sebagai agrowisata
sehingga meningkatkan daya saing bangsa dalam
menghadapi sistem perdagangan bebas, dan era
globalisasi.
Data
kuantitatif

Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang


handal terebut, maka sangat diperlukan berdirinya
pendidikan diploma dengan kurikulum khusus di wilayah
Aceh, di lokasi yang sesuai seperti Saree, Aceh Besar.
Kawasan Saree merupakan kawasan yang ideal untuk
pengembangan hortikultura selain didukung oleh
ketersediaan lahan yang mencukupi dan lokasi yang
sangat strategis juga didukung oleh kesesuaian lahan
dan iklim yakni berada di dataran medium.Pemerintah
Aceh memiliki sarana dan prasarana yang ideal bagi
kegiatan tersebut dan belum dimanfaatkan secara
optimal.Selain itu kawasan Saree juga memiliki prosfek
yang sangat cerah sebagai sarana promosi pertanian
Aceh sekaligus sebagai wilayah pengembangan
agrowisata.

Lulusan dari Program Diploma 3 Hortikultura, didisain


agar setelah lulus kembali ke wilayahnya masing-masing
dan menjadi penggerak dalam kegiatan agribisnis
hortikultura.Provinsi Aceh memerlukan tenaga terampil
yang rela menjadi petani dan rela hidup serta tinggal di
pedesaan.
Aceh memiliki komoditas hortikultura yang memiliki
keunggulan dan kekhasan daerah dibanding dengan
wilayah lain di Indonesia. Keunggulan tersebut telah
terbukti secara nasional. Beberapa varietas unggul Aceh
telah dilepas oleh Kementrian Pertanian Indonesia
sebagai varietas unggul nasional, seperti: Keprok Gayo,
Jeruk Giri Matang, Langsat Indra Puri, Alpukat Gayo,
Durian Pha Gajah, Melinjo Gajah, Melinjo Padi. Beberapa
varietas unggul Aceh lainnya juga memiliki karakteristik
dan keunggulan untuk dikembangkan sebagai produk
unggulan dan plasma nutfah Aceh kedepan, seperti:
Cabai Odeng, Cabai Rembune, Durian Tangse, Durian
Bracan, Mangga Golek Putih, Kuini Aceh Barat dan Aceh
Jaya.
Te n a g a
dosen
adalah
seseorang
yang
b e rd a s a r ka n
p e n d i d i ka n
dan
ke a h l i a n n y a
diangkat oleh Universitas Syiah Kuala den gan
tugas utama mengajar.Dosen program diploma 3
dapat berupa dosen tetap dan dosen tidak tetap/luar
biasa/tamu. Secara kuantitatif jumlah dosen tetap
berdasarkan latarbelakang diatur dalam SK Menteri
Pendidikan Nasional No. 234/U/2000.
Aceh memiliki 23 kabupaten/kota, hasil kajian dari
kabupaten dan kota tersebut menunjukkan besarnya
kebutuhan untuk dibukanya program D3 Hortikultura
tersebut sehingga membuka peluang peningkatan
kompetetensi lulusan yang mampu dan terampil
menjadi wirausahaa. Provinsi Aceh mempunyai satu
BPTP, satu dinas pertanian provinsi dan sebanyak 23
dinas pertanian kabupaten/kota yang membutuhkan
tenaga ahli madya di bidang Hortikultura yang siap
pakai untuk menunjang pembangunan pertanian di
Aceh.
Pertahunnya Prodi D3 Hortikultura akan mendidik 20
siswa yang berasal dari 23 kabupaten/kota di Aceh.
Dalam 3 tahun pertama akan dididik dan dilatih minimal
60 siswa yang akan menjadi tenaga-tenaga terampil di
wilayahnya masing-masing.
Dalam enam tahun
kedepan diharapkan akan dihasilkan 100-120 tenaga
terampil yang menjadi wirausaha-wirausaha hortikultura
di Aceh.

2.2 RANCANGAN KURIKULUM


Asp
ek
Kua
litat
if

1. Profesi, bidang pekerjaan atau bidang keilmuan dan


keahlian yang dapat diisi oleh lulusan
Profesi, bidang pekerjaan atau bidang keilmuan dan keahlian yang
dapat diisi oleh Ahli Madya Hortikultura adalah sebagai pelaku
bidang hortikultura, wirausahawan, serta manajer dan staf di
kelembagaan pertanian.
2. Profil atau karakteristik (spesifikasi teknis) lulusan
Program studi yang dibutuhkan oleh masyarakat
maupun untuk kebutuhan pengembangan keilmuan
Profil atau karakteristik (spesifikasi teknis) lulusan Program studi
yang dibutuhkan oleh masyarakat maupun untuk kebutuhan
pengembangan keilmuan adalah sebagai praktisi bidang
pertanian yang mampu menerapan IPTEKS dan memanfaatkan
potensi lokal bidang hortikultura sejak persiapan bahan tanam
sampai
pengembangan
bidang
agribisnisnya.
Sebagai
wirausahawan, mampu mengembangkan usaha bisnis hortikultura
secara kreatif dan inovatif serta membantu meningkatkan
kesejahteraan
masyarakat.
Sebagai
manajer
memiliki
kemampuan
merencanakan,
merancang,
melaksanakan,
mengelola dan mengevaluasi agribisnis hortikultura secara efektif
dan produktif.
3. Kualifikasi Hasil Pendidikan
Program pendidikan Ahli Madya (Strata D3) Hortikultura bertujuan
untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi sesuai
kualifikasi jenjang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
level 5 sebagai berikut :
a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki moral, etika
dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya.
b. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan
kepedulianyang
tinggi
terhadap
masyarakat
dan
lingkungannya.
c. Menguasai konsep ilmu budidaya tanaman hortikultura meliputi
praproduksi, produksi, pasca produksi, arsitektur lanskap serta
mampu mengintegrasikan konsep tersebut dalam suatu usaha
tani hortikultura ataupun agrowisata.
d. Mampu bertanggung jawab dalam merencanakan, merancang,
melaksanakan, mengelola dan mengevaluasi agribisnis
hortikultura secara efektif dan produktif
e. Mampu mengembangkan kelompok usaha bisnis hortikultura

secara kreatif dan inovatif berbasis kearifan lokal sehingga


mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat

4. Bahan Kajian yang diturunkan dari Learning Outcomes


yang telah ditetapkan untuk Program Studi yang
diusulkan
Bahan kajian yang diturunkan dari Learning Outcomesmeliputi :
a. Bahan kajian yang mengembangkan nilai-nilai agama, etika
dan kepribadian;
b. Bahan kajian yang mengembangkan kemampuan
mahasiswa dalam bekerjasama, dan memiliki kepekaan
sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan
lingkungannya;
c. Bahan kajian ilmiah ilmu budidaya tanaman hortikultura
meliputi bahan tanam, media tanam, budidaya,
pemeliharaan, pengendalian organisme pengganggu
tanaman serta pemanenan;
d. Bahan kajian pengelolaan pasca panen, pengolahan dan
diversifikasi hasil serta inovasi produk hortikultura;
e. Bahan kajian arsitektur lanskap yang mampu
mengintegrasikan konsep hortikultura dalam
pengembangan agrowisata;
f. Bahan kajian tentang pengelolaan usaha bisnis hortikultura
secara kreatif dan inovatif yang mampu mengatasi
permasalahan hortikultura sehingga dapat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.

1.

2.

Bahan Kajian
Bahan
kajian
yang
mengembangkan
nilainilai agama, etika dan
kepribadian

Bahan
kajian
yang
mengembangkan
kemampuan mahasiswa
dalam bekerjasama, dan
memiliki kepekaan sosial
dan
kepedulianyang
tinggi
terhadap
masyarakat
dan
lingkungannya
3. Bahan kajian ilmiah ilmu
budidaya
tanaman
hortikultura
meliputi
bahan
tanam,
media
tanam,
budidaya,

Mata Kuliah
Pendidikan
agama,
Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan,
Bahasa Indonesia, Bahasa
Inggris,
Pengembangan
Karakter Wirausaha
Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan,
Pengantar Ilmu Pertanian,
Pengembangan Karakter
Wirausaha,
Manajemen
Sumberdaya
Manusia,
Manajemen Koperasi dan
Lembaga Keuangan
Biologi, Dasar-dasar Ilmu
Tanah, Biokimia Pertanian,
Dasar-dasar
Agronomi,
Dasar-dasar Hortikultura,
Dasar-dasar Perlindungan

pemeliharaan,
pengendalian organisme
pengganggu
tanaman
serta pemanenan.

Tanaman, Produksi Benih,


Pembiakan
Vegetatif
Tanaman,
Kesuburan
Tanah dan Pemupukan,
Pengendalian Hama dan
Penyakit
Terpadu,
Mekanisasi
Pertanian.
Irigasi
dan
Drainase,
Hidroponik, Topik Khusus
1,2,3
4.
Bahan
kajian Teknologi
Pascapanen
pengelolaan
pasca Hortikultura,
Teknologi
panen, pengolahan dan Pengolahan
Hasil
diversifikasi hasil serta Hortikultura
inovasi
produk
hortikultura.
5. Bahan kajian arsitektur
lanskap yang mampu
mengintegrasikan
konsep
hortikultura
dalam
pengembangan
agrowisata.

6.Bahan
kajian
tentang
pengelolaan usaha bisnis
hortikultura
secara
kreatif dan inovatif yang
mampu
mengatasi
permasalahan
hortikultura
sehingga
dapat
meningkatkan
kesejahteraan
masyarakat

Dasar-dasar Hortikultura,
Arsitektur Lansekap dan
Agrowisata,
Hidroponik,
Irigasi
dan
Drainase,
Teknologi
Pengolahan
Hasil Hortikultura, Studi
Kelayakan
Bisnis,
Manajemen
Usaha
Mandiri,
Pengembangan
Karakter Wirausaha
Dasar-dasar Manajemen,
Pengantar Ilmu Pertanian,
Pengantar
Agribisnis,
Dasar-dasar
Akuntansi,
Pengembangan Karakter
Wirausaha,
Manajemen
Koperasi dan Lembaga
Keuangan,
Manajemen
Sumberdaya
Manusia,
Komunikasi
Bisnis,
Manajemen
Mutu,
Manajemen
Pemasaran
Hasil
Pertanian,
Studi
Kelayakan
Bisnis,
Perencanaan
Bisnis,
Manajemen Usaha Mandiri

2.2.6 Susunan Mata kuliah per semester berikut bobotnya

No

Kode MK

Nama Mata Kuliah


Semester 1
Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan

Total

MPK 029

3
2
6
5
5
4

MPK 030
AGB 111
PER 111
PER 112
PER 113
PER 114

1
4
3
7

MPK 028
USK 002
AGB 111
AGB 112

AGB 113

8
6
7

AGR 121
HOR 121
PER 121

AGB 211

Manajemen Koperasi dan Lembaga


Keuangan Agribisnis

2
3
6

AGB 212
AGR 211
HOR 211

Manajemen Sumber Daya Manusia


Produksi Benih
Pembiakan Vegetatif Tanaman

2
3
3

HOR 212

Topik Khusus 1: Produksi dan


Agribisnis Tanaman Sayur

PER 211

Kesuburan Tanah dan Pemupukan

PER 212

Pengendalian Hama dan Penyakit


Terpadu

Bahasa Indonesia
Dasar-dasar Manajemen
Pengantar Ilmu Pertanian
Biologi (morfologi dan fisiologi)
Dasar-dasar Ilmu Tanah
Biokimia Pertanian
Jumlah
Semester 2
Pendidikan Agama
Bahasa Inggris
Pengantar Agribisnis
Dasar-dasar Akuntansi
Pengembangan Karakter
Wirausaha
Dasar-dasar Agronomi
Dasar-dasar Hortikultura
Dasar-dasar Perlindungan Tanaman
Jumlah
Semester 3

Jumlah
2
1
4
5

AGB 221
PER 221
PER 222
PER 223

Semester 4
Komunikasi Bisnis
Manajemen Mutu
Mekanisasi Pertanian
Irigasi dan Drainase

2
2
3
2
4
3
3
19
2
2
2
2
2
3
4
3
20

22
2
3
2
3

2.3 SISTEM PEMBELAJARAN


Data
Kualitatif

1. Metoda pembelajaran yang dipergunakan (teacher


centered, student centered, atau methoda yang
lain)
Proses pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum
pendidikan vokasional dengan strata pendidikan diploma.
Sesuai
dengan
tujuan
pendidikan
tersebut
maka
sebagianbesar
waktu belajar diselenggarakan untuk
kegiatan praktikum dan praktek di
lapangan.
Proses
belajar mengajar dalam kelas diselenggarakan dengan alat
bantu yang aktual sesuai dengan kebutuhan materi
perkuliahan.
Proses pembelajaran akan dilaksanakan dengan model PBL
(Problem Based Learning), yang mengacu pada kompetensi
dasar yang harus terpenuhi untuk gelar Diploma.
Pengetahuan landasan kewirausahaan tanaman hortikultura
disusun berdasarkan modul-modul standard DIKTI dan
Kementerian Pertanian.Modul pembelajaran disiapkan oleh
Akademi bekerjasama dengan staf pengajar melalui
FGD(Focus Group Discussion).
Praktikum dan praktek di lapangan mendukung proses
pembelajaran yang dilaksanakan di lahan eks STPP Saree,
BBI Hortikultura, dan BLPP Saree. Agar praktikum dan
praktek lapangan ini mengikat dalam sistem pembelajaran
maka setiap mata kuliah diintegrasikan kedalam setiap
topic khusus. Setiap jadwal kegiatan disesuaikan dengan
bobot setara dengan SKS.Untuk setiap 1 SKS kegiatan
setara dengan 1 x 50 menit per minggu di ruang
kuliah/lapangan.
2. Sistem pembototan dan beban belajar (sistem sks
dan SKS atau lainnya)
2.1. Sistem pembobotan matakuliah
Sistem pembobotan matakuliah menggunakan sistem kredit
semester (SKS) untuk menyatakan waktu yang dibutuhkan
oleh mahasiswa untuk mencapai kompetensi tertentu,
dengan melalui suatu bentuk pembelajaran dan bahan
kajian tertentu. SKSadalah takaran penghargaan terhadap
pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester
melalui kegiatan kuliah dan atau kegiatan terjadwal per
minggu. Satu Semester adalah satuan waktu kegiatan
kuliah dan atau kegiatan terjadwal lainnya selama minimal
16 minggu efektif.
2.2. Beban Belajar
Beban belajar minimal yang harus dipenuhi dalam
memperoleh gelar Ahlimadya dalam bidang pertanian
adalah 116 sks termasuk tugas akhir.

Komposisi mata kuliah terdiri atas mata kuliah umum (8


sks). Mata kuliah keahlian Agribisnis 31 sks, mata kuliah
keahlian hortikultura 67 sks, seminar 1 sks, magang 4 sks
dan Tugas akhir diberi bobot 6 sks.
2.3. Jenis dan ragam media pembelajaran
Media yang digunakan ruang kelas ber AC yang dilengkapi
dengan LCD projector danWhite Board serta jaringan
internet gratis, media lain berupa note book, ruang
komputer, ruang diskusi, dan ujian tesis serta ruang
seminar termasuk media teleconference, laboratorium,
rumah kaca, kebun percobaan, UPT university farm, UPT
perpustakaan, buku teks, jurnal, ebook, ejournal.

Data
Kuantitatif

Aspek kuantitatif diperlukan untuk mendeskripsikan aspek


kualitatif berdasarkan jumlah komponenkomponen terkait.
Pada Tabel di bawah diperlihatkan jumlah dari komponen
yang mendukung setiap aspek kualitatif.
Daftar media pembelajaran dan laboratorium sebagai
berikut :
N
Aspek
Kuanti
Satuan
o.
tas
1.
Jenis dan ragam media
pembelajaran:
Komputer (PC)
17
Buah
Komputer (Notebook)
4
Buah
LCD
4
Buah
OHP Proyektor
3
Buah
Textbook
30
Buah
Ebook
257
Buah
Journal
33
Judul
EJournal
43
Judul
2.
Laboratorium
di
PS 16
Buah
Agroteknologi
Beban studi mahasiswa dalam satu semester ditentukan
atas dasar ratarata waktu kerja sehari dan kemampuan
individu. Umumnya orang bekerja rata rata 6 8 jam sehari
selama 6 hari atau 36 48 jam seminggu.
Program Diploma Tiga Hortikultura ini berada dibawah
koordinasi Fakultas Pertanian Unsyiah bersama dengan
pemerintah Aceh dibawah koordinasi Dinas Tanaman
Pangan Aceh, sehingga semua fasilitas fisik yang dimiliki
Fakultas Pertanian Unsyiah dapat digunakan untuk kegiatan
pendidikan program studi ini.

3.SUMBER DAYA

ASPEK
1. Kebijakan Tentang Value dan Reward system untuk
KUALITAT
sumber daya manusia diperguruan tinggi; serta
IF
bagaimana menyiapkan sistem nilai dan penghargaan
yang konsisten.
Sumberdaya dosen yang akan digunakan pada Program
Diploma Tiga Hortikultura (D3) adalah sumberdaya yang ada di
Fakultas Pertanian Unsyiah, praktisi dan tenaga penyuluh dari
dinas Tanaman Pangan Provinsi Aceh. Saat ini, Fakultas
Pertanian Unsyiah telah memiliki 64 orang berkualifikasi
akademik Doktor dalam ilmu Pertanian yang merupakan alumni
dari berbagai perguruan tinggi baik di dalam negeri maupun
luar negeri, dimana 33 orang diantaranya merupakan dosen
Prodi S1 Agroteknologi dan bidang peminatan hortikultura
berjumlah 7 orang dan Program studi S1 Agribisnis.
2. Kesiapan jumlah dan kualifikasi dosen, tenaga
kependidikan, laboran, dan teknisi ditinjau dari
kompetensi
dan
kesebidangan/kecocokan
keilmuannya dengan tugas tridharma pada Program
Studi yang diusulkan termasuk tenaga Administrasi.
Program D3 hortikultura, dalam implementasinya akan
didukung oleh
sumber daya tenaga pengajar yang telah
memenuhi persyaratan Undang-Undang dari Universitas Syiah
Kuala dengan Kualifikasi S-2, S-3 dan Guru Besar.
Untuk
kegiatan asistensi di lapangan, khususnya dalam pelaksanaan
kewirausahaan agribisnis, praktik di lapangan, staf administrasi,
laboratorium dan perpustakaan akan didukung oleh sumber
daya yang berasal dari tenaga akademisi dari Universitas syiah
kuala dan dibantu oleh Pemerintah Aceh. Kabupaten/Kota akan
menyediakan peserta didik yang nantinya setelah lulus akan
menjadi motor penggerak di kabupaten/kota masing-masing.
Tenaga administrasi di Program Diploma 3 kelas khusus Saree
STPP Nanggroe Aceh Darussalam yang telah berstatus PNS
sebanyak 41 orang dengan jenjang kepangkatan Golongan I
5 orang (12%), Golongan II 19 orang (46%), dan Golongan
III 17 orang (40%). Sedangkan apabila ditinjau dari latar
belakang pendidikan adalah berpendidikan SD (1
orang), SLTP (4 orang ), SLTA ( 10 orang), Akademi /D III (9
orang), dan Strata I (17 orang ).
Keadaan Tenaga Administrasi STPP Nanggroe Aceh
Darussalam berdasarkan j e n j a n g ke p a n g ka t a n d a n l a t a r
b e l a ka n g p e n d d i ka n .
Keadaan
tenaga
administrasi
tersebut
secara
kuantitatif dini lai memadai untuk menempati posisi
pelaksana Administrasi Umum dan pengelola Administrasi
Akademik pada suatu Pendidikan Tinggi.
3. Para dosen yang akan mengampu Program Studi yang
diusulkan secara penuh waktu dan para dosen lain
yang mengampu secara paruh waktu, jelaskan nama,
kualifikasi, dan peran masing-masing dosen dalam