You are on page 1of 11

Formulir 5: Program Studi Agronomi Pada Program Diploma 3 Kelas Khusus

Saree
Program Studi yang diusulkan : Agronomi Jenjang Diploma 3 (D3)
II. Program Studi
ASPEKKUALITATIF

1. Visi, Misi dan Tujuan penyelenggaraan Program


Studi Agronomi
1.1.

Visi
Menjadi pusat pendidikan tenaga ahli madya bidang
agronomi
yang profesianal dan mandiri

1.2. Misi
1) Mengembangkan kurikulum ahli madya agronomi
untuk

memenuhi

kebutuhan

tenaga

kerja

yang

terampil, bermoral, mandiri, berwawasan sosiobisnis,


peduli lingkungan, tanggap terhadap perkembangan
dan menjunjung tinggi nilai profesionalisme.
2) Mengembangkan

sumberdaya

manusia

agronomi

yang lebih kompeten mengelola bidang pertanian


khususnya tanaman pangan
3) Menghasilkan

lulusan

yang

memiliki

kompetensi

dalam bidang perencanaan, produksi, pengawasan,


pemasaran, pemanfaatan sistem informatika dan
pengendalian lingkungan.
1.3.

Tujuan Program

Tujuan program ini adalah untuk mempersiapkan lulusan


yang memiliki kemampuan profesional, berjiwa mandiri
untuk mengembangkan agronomi masa depan, dan
mempunyai kemampuan mengembangkan kemitraan
antar semua elemen yang terkait dalam kehidupan
bermasyarakat.

1. Manfaat Program Studi yang diusulkan terhadap


institusi, masyarakat dan bangsa (Kemanfaatan
terhadap
perkembangan
bangsa
khususnya
mengait dalam mengelola sumber daya bangsa
dan peningkatan nation competitiveness);
Pembukaan Program Ahli Madya
(D3) Agronomi di
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) sangat relevan dengan
visi Unsyiah untuk menjadi universitas terkemuka, yang
dapat bersaing pada tingkat lokal, regional, nasional dan
global. Upaya ini dapat dilakukan dengan meningkatkan
kapasitas dan peran Unsyiah dalam meningkatkan sumber
daya manusia, baik untuk kepentingan di lingkungan
Unsyiah maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya,
seperti pelaku berbagai bidang usaha pertanian, pemerintah
daerah baik pada tingkat kabupaten/kota ataupun Provinsi
Aceh, maupun pada tingkat nasional dan internasional
dalam memecahkan berbagai permasalahan dalam bidang
pertanian. Manfaat pembukaan Program
Ahli Madya
Agronomi bagi masyarakat adalah akan
melahirkan praktisi dan pelaku usaha.
2. Profil lulusan Program Studi yang dibutuhkan oleh
masyarakat
maupun
untuk
kebutuhan
pengembangan
keilmuan.
Profesi,
Bidang
pekerjaan, atau bidang keilmuan dan keahlian
yang dapat diisi oleh lulusan
Lulusan Ahli Madya Agronomi dapat menjadi pelaku hulu,
pengusaha dan penyuluh di bidang pertanian utamanya
tanaman pangan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan
perkembangan keilmuan. Lulusan program studi ini memiliki
peluang kerja yang sangat luas, yaitu menjadi entrepreneur
dalam bidang agronomi. Lulusan diharapkan dapat secara
mandiri membuka usaha dibidang pertanian tanaman
pangan, dan membuka lapangan kerja baru.
ASPEK
KUANTITATIF

Unsyiah saat ini mempunyai program pendidikan Diploma III


(D3) = 14 prodi. Belum ada prodi yang mampu
menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan sebagai
enterpreuneur dan pelaku usaha serta praktisi. Bidang
pekerjaan yang akan diisi oleh sebagian besar lulusan
adalah menjadi
pelaku bisnis dan praktisi dibidang
pertanian.

1.2 ASPEK SPESIFIKASI


ASPEK
KUALITATIF

1. Posisi Program Studi yang diusulkan terhadap bidang


ilmu di tingkat internasional dan nasional (bidang
ilmu atau bidang kajian yang menjadi pokok dari PS
dan konstelasinya
Bidang ilmu atau bidang kajian yang menjadi pokok dari
Program Ahli Madya Agronomi dalah teknologi pengelolaan
tanaman dan lingkungannya untuk mendukung pertanian
berdaya saing tinggi secara berkelanjutan. Bidang kajian ini
sangat dibutuhkan dalam pengembangan bidang pertanian baik
pada tingkat daerah, nasional maupun global terutama untuk
menghasilkan pakar yang mampu memecahkan berbagai
persoalan yang menyangkut dengan pengembangan pertanian
secara berkelanjutan pada masa yang akan datang.
masyarakatnya berada pada sektor pertanian. Peningkatan
produksi secara kualitas maupun kuantitas khususnya tanaman
pangan, penambahan nilai produk serta memotong rantai
pemasaran yang sangat panjang seperti sekarang ini dengan
cara menjadi pelaku usaha sendiri dari hasil pertanian yang
diusahakannya,
2.

Hubungan Program Studi dengan Program Studi lain


pada institusi pengusul
Program Studi D3 Agronomi merupakan pendidikan lanjutan
dari tingkat SMU dan SMKPertanian.). Di Unsyiah, dewasa ini
baru memiliki 14 (empat belas) program studi D3 yang tidak
satupun memiliki bidang kajian yang sama dengan Program
Studi D3 Agronomi, oleh karenanya kurikulum pada Program
Studi D3 Agronomi tidak akan terjadinya tumpang tindih dengan
kurikulum pada program studi D3 lainnya dalam lingkungan
Unsyiah. Di Fakultas Pertanian Unsyiah, baru dua program D3
yang telah ada, yaitu Program D3 Manajemen dan Budidaya
Peternaakan yang kurikulumnya lebih menekankan pada
manajemen dan peningkatan produksi ternak sehingga tidak
akan terjadi tumpang tindih dengan kurikulum yang ada.

3.

Keunggulan dan karakteristik yang akan dimiliki


berbasis track record yang dimiliki;

Lulusan Program Diploma 3 kelas khusus Saree dirancang


khusus sesuai dengan profesionalisme tenaga ahli madya di
bidang agronomi yang memiliki jiwa dan semangat kemandirian;
integrititas dalam pengembangan pertanian dalam arti luas;
memiliki karakter jujur, peduli, saling menghargai, bertanggung
jawab; dapat menggunakan ilmu dan teknologi untuk kehidupan
bermasyarakat dan berbisnis.

ASPEK
KUANTITATIF

Posisi Program D3 Agronomi kelas khusus Saree cukup penting


dan prospektif. Saat ini belum ada program studi yang sama
dengan program studi ini di Aceh, baik di Unsyiah maupun di
PT/PTS lain di Aceh. Dosen yang akan menjadi dosen pada
Program Ahli Madya Agronomi D3 Saree adalah orang, terdiri
atas orang dosen yang ditetapkan sebagai dosen tetap pada
prodi ini dan
orang dosen Fakultas Pertanian lainya yang
mempunyai kualifikasi sesuai dengan prodi ini dan dapat
membantu kelancaran proses belajar mengajar pada Ahli Madya
Agronomi D3 Saree sebagai berikut.

Daftar Dosen Tetap Program


sebagai berikut.
N
Nama
o.

1.
2.
3.

Dr. Ir. Ashabul


Anhar, M.Sc.
Dr. Siti Hafsah.,
S.P.,M.Si
Ir. Agam Ihsan
Hereri, MP

D3 Agronomi Saree, adalah


Keahlian

Manajemen
Sumber Daya
Alam dan
Agroforestri
Pemuliaan
Tanaman

Alumni

Bonn
University,
IPB Bogor

Agronomi

Unibraw
Malang

4.

Ir.Erita Hayati,MP

Agronomi

Unsyiah

5.

Ir. Ainun Marliah, MP

Agronomi

Unsyiah

6.

Trisda, S.P.,MP.

Agronomi

UGM
Yogyakarta

Daftar Dosen Fakultas Pertanian Unsyiah yang diperkirakan


dapat berpartisipasi pada Program Ahli Madya D3 Saree orang
sebagai berikut.
No
Nama
Keahlian
Alumni
.

1. KURIKULUM
2.1. ROAD MAP KEILMUAN DAN KEAHLIAN

URAIAN KUALITATIF

1. Bidang ilmu atau bidang kajian yang menjadi


pokok dari PS dan konstelasinya terhadap bidang
ilmu lainnya
Bidang ilmu atau bidang kajian yang menjadi fokus dari
Program Studi D3 Agronomi Saree adalah pengelolaan
tanaman pangan terpadu yang didasarkan pada konsep
pertanian berkelanjutan, dan produksi benih. Fokus pada
bidang pangan erat terkait dengan kebutuhan pangan
nasional dan bahkan pangan dunia, yang akan semakin
meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk.
Penekanan bidang kajian pada pertanian berkelanjutan erat
kaitannya dengan tujuan pembangunan nasional yaitu
meningkatkan ketahanan nasional dalam penyediaan bahan
pangan dan energi yang berbasis pada sumberdaya mandiri,
lapangan kerja, dan kelestarian fungsi dan mutu lingkungan.
Produksi Benih juga menjadi fokus terkait masih
terkendalanya penyediaan benih bermutu di Provinsi Aceh.
Untuk itu diperlukan sumberdaya manusia baik di tingkat
kebijakan maupun di tingkat pelaksana yang menguasi ilmu
pengetahuan dan teknologi yang mampu merakit dan
mengelola sumber daya alam untuk produksi biomasa
secara berkelanjutan.
Program Studi D3 Agronomi diperlukan untuk menghasilkan
sumberdaya manusia yang terampil terutama pada teknis
budidaya dan pemasarannya, yang mampu memulai dan
mengembangkan sendiri usaha di bidang pertanian
tanaman pangan terpadu. Selain itu, dimasa depan
diharapkan pula sumberdaya manusia yang dihasilkan dapat
menjadi motivator dan contoh teladan bagi masyarakat di
sekitarnya. Terkait dengan produksi benih, dimasa depan
diharapkan pula sumberdaya manusia yang dihasilkan dapat
menjadi penangkar benih unggul bermutu yang handal dan
terpercaya.
Bidang ilmu D3 Agronomi berhubungan dengan bidang ilmu
lainnya
seperti:
Hortikultura,
Pemuliaan
Tanaman,
Bioteknologi,
Ilmu
Benih,
Agribisnis,
Ilmu
Tanah,
Perlindungan Tanaman, Teknologi Hasil Pertanian, Teknik
Pertanian, Ekologi, Ekonomi dan Sosiologi.
2. Perkembangan bidang ilmu atau bidang kajian
saat ini dan 10 tahun kedepan
Agronomi adalah salah satu bidang ilmu dengan
perkembangan yang sangat cepat, karena terkait langsung

dengan hajat hidup manusia akan pangan, papan dan


sandang. Perkembangan ilmu dan teknologi saat ini,
walupun terjadi di bidang yang lain (misalnya komunikasi),
namun dengan cepat digunakan pada bidang agronomi,
misalnya terkait dengan informasi pasar. Dapat diprediksi
sekarang, bahwa 10 tahun kedepan pun hal yang sama akan
terjadi. Teknologi apapun yang berkembang 10 tahun
kedepan akan dengan cepat digunakan dalam bidang
agronomi, terutama dalam produksi pangan.
Bidang ilmu agronomi yang berbasis pada pertanian
berkelanjutan khususnya tanaman pangan akan sangat
berkembang sesuai dengan tantangan pembangunan
pertanian itu sendiri yaitu untuk memperbaharui dan
meningkatkan kualitas sumber daya alam khususnya di
bidang pertanian. Peningkatan produksi dan produktivitas,
peningkatan daya saing produk, peningkatan ketahanan dan
keamanan pangan, pengelolaan yang beorientasi pada
lingkungan sehingga mampu swasembada pangan dan
energi, mampu menyerap tenaga kerja dan menghasilkan
devisa dari ekspor komoditas pertanian.
Selain itu pelaksanaan otonomi daerah yaitu pembagian
kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah
mewajibkan tersedianya sumber daya manusia yang handal
di daerah yang mampu mengatasi permasalahan pertanian
spesifik daerahnya masingmasing. Kurangnya minat pada
bidang pertanian sebelumnya karena kajian ilmu pertanian
dirasakan terlalu spesifik, bersifat monodisiplin, dan lebih
berorientasi pada aspek pendalaman ilmu. Karena itu, untuk
menumbuhkan minat di bidang pertanian, pada program
studi Agronomi pada strata D3 kelas khusus Saree akan
diperluas dengan fokus utama pada ketrampilan kultur
teknis, dan pengelolaan produksi tanaman pangan yang
menambah nilai produk dan memotong rantai perdagangan.
3. Kemanfaatan terhadap perkembangan bangsa
khususnya mengait dalam mengelola sumber daya
bangsa dan peningkatan nation competitiveness
Pengembangan program studi Agronomi pada program D3
kelas khusus Saree bertujuan dalam peningkatan bidang
pertanian
dalam
sektor
ekonomi
andalan
masih
membutuhkan sumberdaya manusia terdidik dan memiliki
keterampilan dalam bidang agronomi khususnya dalam
pengembangan tanaman pangan yang berkualitas tinggi
dan berdaya guna untuk mendukung pembangunan
pertanian Aceh.
Pengembangan kelas kusus Program
Diploma 3 sebagai cikal bakal
Akademi Komunitas
Kewirausahaan Aceh di Lokasi Ex STPP Aceh memanfaatkan
sumberdaya dan infrastruktur yang telah ada

DATA
KUANTITATIF

Kelas khusus ini memiliki unsur kekuatan yang lebih


dominan baik dari segi sumberdaya manusia maupun dari
segi kesiapan inftrastruktur pendukung. Program ini memiliki
sejumlah sumber daya manusia yang mendukung kegiatan
pendidikan, yang terdiri dari tenaga pengajar tetap 97
orang, tenaga asisten yang professional di bidang pertanian,
peternakan dan informatika 18 orang, tenaga administrasi
24 orang, dan tenaga pelaksanaan kegiatan pada instalansi
sarana praktek sebanyak 20 orang dengan status pegawai
negeri sipil di lingkungan Universitas Syiah Kuala, dan di
lingkungan Pemda Aceh 38 orang. Sarana dan prasarana
yang dimiliki cukup memadai karena lembaga ini akan
memanfaatkan sebagian asset ex STPP Saree yang
merupakan UPT Pusat di bawah Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Pertanian yang terdiri dari: lahan
seluas 180 hektar, ruang belajar 13 ruang, laboratorium 7
ruang, perpustakaan 2 ruang, asrama 7 unit, gedung
perkantoran 1 buah, bengkel 3 ruang, musalla 1 buah, aula
1 buah, rumah dinas 19 unit, Mess 2 unit, sarana olahraga
masing masing 1 buah, ruang makan 3 ruang, alat alat
musik 1 paket, dan instalasi penunjang praktikum 11 unit.

2.2. RANCANGAN KURIKULUM


URAIAN
KUALITATIF

1. Profesi, bidang pekerjaan, atau bidang keilmuaan


dan keahlian yang dapat diisi oleh lulusan
Profesi, bidang pekerjaan, atau bidang keilmuaan dan
keahlian yang dapat diisi oleh lulusan Program Studi
D3Agronomi pada Program Kelas Khusus Saree adalah
sebagai pelaku bidang pertanian, pengusaha atau
entrepreneur di bidang pertanian, dan penyuluh di bidang
pertanian, konsultan di bidang pertanian, dan pada berbagai
perusahaan pertanian seperti Perusahaan Perbenihan dan
lainlain.
2. Profil atau karakteristik (spesifikasi teknis) lulusan
Program Studi yang dibutuhkan oleh masyarakat
maupun
untuk
kebutuhan
pengembangan
keilmuan
Profil atau karakteristik (spesifikasi teknis) lulusan yang

dibutuhkan oleh masyarakat maupun untuk kebutuhan


pengembangan keilmuan adalah sebagai (1) Pelaku bidang
pertanian; (2) Manager; (3) Pengusaha. Pelaku bidang
pertanian yang memiliki kemampuan menerapkan dan
mensosialisasikan IPTEKS dibidang teknologi budidaya
tanaman (dari praproduksi, produksi hingga pasca produksi)
berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara
modern maupun yang mengangkat kearifan lokal. Manager
memiliki
kemampuan
merencanakan,
merancang,
melaksanakan dan mengevaluasi sistem produksi tanaman
secara
efektif
dan
produktif,
dan
mampu
mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam
tim.
3. Kualifikasi Hasil Pendidikan (Learning Outcomes).
Lulusan yang dihasilkan adalah berkualifikasi D 3, kepada
lulusan yang telah memenuhi persyaratan kelulusan akan
diberikan ijazah sebagai surat tanda bukti telah
menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Agronomi
Program D3 Kelas Khusus Saree transkrip nilai akademik
serta diberikan hak menggunakan gelar akademik Diploma
tiga, disingkat dengan A.Md., yang ditempatkan dibelakang
nama.
3.1

Yang berwenang dalam menetapkan kualifikasi

Yang berwenang menentukan kualifikasi Ahli Madya ini


adalah program studi D3 Agronomi Kelas Khusus Saree serta
terbuka untuk lembaga ataupun asosiasi di luar struktur
organisasi yang dilibatkan dalam penyusunan kurikulum dan
atau sebagai pembimbing karya ilmiah dan penguji pada
ujian konprehensif dalam penentuan kelulusan
3.2

Mekanisme penetapan kualifikasi

Pada tahap awal, akan dibentuk tim yang melakukan


evaluasi diri terhadap program sarjana (D3) Agronomi Kelas
Khusus. Berdasarkan evaluasi diri tersebut kemudian
direncanakan, dirumuskan dan ditetapkan kompetensi dan
kualifikasi lulusan serta rancangan kurikulum dalam rangka
memenuhi kompetensi dan kualifikasi yang dimaksud.
Selanjutnya, program studi pengusul melaksanakan
lokakarya kurikulum guna membahas perbaikan dan
pengembangan kurikulum untuk menjamin kesesuaian
kurikulum dengan kompetensi dan kualifikasi yang telah
ditetapkan.Kemudian, untuk sinkronisasi kompetensi lulusan
yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan berupa
kebutuhan masyarakat, dunia kerja, kebutuhan profesional,
dilakukan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan

Program Studi dan berbagai pemangku kepentingan. Semua


masukan dari hasil lokakarya dan FGD menjadi
pertimbangan bagi program studi pengusul dalam merevisi
dan menyusun draft akhir kurikulum yang selanjutnya draft
tersebut diverifikasi oleh Program Pasca Sarjana Unsyiah
untuk menjamin adanya konsistensi dengan Standar
Akademik dan Manual Mutu D3 Agronomi kelas Khusus
Saree.
3.3

3.SUMBER DAYA

Learning Outcomes dan Kompetensi

ASPEK
KUALITAT
IF

1. Kebijakan Tentang Value dan Reward system untuk sumber

daya manusia diperguruan tinggi; serta bagaimana


menyiapkan sistem nilai dan penghargaan yang konsisten.
Sumberdaya dosen yang akan digunakan pada Program Diploma Tiga
Hortikultura (D3) adalah sumberdaya yang ada di Fakultas Pertanian
Unsyiah, praktisi dan tenaga penyuluh dari dinas Tanaman Pangan
Provinsi Aceh. Saat ini, Fakultas Pertanian Unsyiah telah memiliki 64
orang berkualifikasi akademik Doktor dalam ilmu Pertanian yang
merupakan alumni dari berbagai perguruan tinggi baik di dalam negeri
maupun luar negeri, dimana 33 orang diantaranya merupakan dosen
Prodi S1 Agroteknologi dan bidang peminatan hortikultura berjumlah 7
orang dan Program studi S1 Agribisnis. Selain itu Program Studi D3
hortikultura juga didukung oleh dosen berkualifikasi akademik Doktor
dalam bidang ilmu hayati dari Fakultas MIPA Biologi Unsyiah.

2. Kesiapan jumlah dan kualifikasi dosen, tenaga kependidikan,

laboran,
dan
teknisi
ditinjau
dari
kompetensi
dan
kesebidangan/kecocokan
keilmuannya
dengan
tugas
tridharma pada Program Studi yang diusulkan termasuk
tenaga Administrasi.
Program Diploma 3 hortikultura, dalam implementasinya akan didukung
oleh sumber daya tenaga pengajar yang telah memenuhi persyaratan
Undang-Undang dari Universitas Syiah Kuala dengan Kualifikasi S-2, S-3
dan Guru Besar. Untuk kegiatan asistensi di lapangan, khususnya dalam
pelaksanaan kewirausahaan agribisnis, praktik di lapangan, staf
administrasi, laboratorium dan perpustakaan akan didukung oleh
sumber daya yang berasal dari tenaga akademisi dari Universitas syiah
kuala dan dibantu oleh Pemerintah Aceh. Kabupaten/Kota akan
menyediakan peserta didik yang nantinya setelah lulus akan menjadi
motor penggerak di kabupaten/kota masing-masing.
Tenaga administrasi di Program Diploma 3 kelas khusus Saree STPP
Nanggroe Aceh Darussalam yang telah berstatus PNS sebanyak 41
orang dengan jenjang kepangkatan Golongan I 5 orang ( 12%),
Golongan II 19 orang (46%), dan Golongan III 17 orang (40%).
Sedangkan apabila ditinjau dari latar belakang pendidikan
adalah berpendidikan SD (1 orang), SLTP (4 orang ), SLTA ( 10
orang), Akademi /D III (9 orang), dan Strata I (17 orang ).
Keadaan Tenaga Administrasi STPP Nanggroe Aceh Darussalam
berdasarkan
jenjang
ke p a n g ka t a n
dan
latar
b e l a ka n g
p e n d d i ka n .
Keadaan tenaga administrasi tersebut secara kuantitatif
dinilai memadai untuk menempati posisi pelaksana Administrasi
Umum dan pengelola Administrasi Akademik pada suatu Pendidikan
Tinggi.

ASPEK
KUANTIT
ATIF

Dosen yang direncanakan mengajar di Program Studi D3