You are on page 1of 4

A.

ADIME
1. Riwayat Personal
Ny. W berusia 50 tahun
Ny. W menikah pada usia 17 tahun
Pekerjaan Ny. W seorang pedagang kecil dengan penghasilan Rp 1.000.000/bulan
Ny. W memiliki 3 orang anak dan salah satu anaknya bekerja sebagai supir
Masuk rumah sakit karena pendarahan terus menerus selama lebih dari 2 minggu
Selama di RS diberikan makanan saring dan enteral komersial ( entrasol dan entramil )
Kebiasaan makan hanya 1 hari sekali
Ny. W suka jajan gorengan
Ny. W seorang perokok berat
Ny. W sering mengonsumsi kopi
Pernah melakukan transfusi darah 2x karena kadar Hb rendah
2. Riwayat Dietary
(Kuantitatif kebiasaan makan tidak dapat ditentukan)
Obat-obatan :
Sangobion (suplemen tambah darah)
Becombion (suplemen vitamin B kompleks)
Transamin (untuk pembekuan darah)
CTM (Chlorpheniramine Maleat : mencegah pelepasan atau kerja histamin, sebagai
obat alergi)
PCT (Paracetamol : Pereda demam dan nyeri)
Kualitatif kebiasaan makan :
- Ny. W memiliki pola makan yang tidak teratur
- Ny. W sering merokok
- Ny. W sering mengonsumsi kopi
- Ny. W sering mengonsumsi makanan gorengan
Perhitungan Kebutuhan zat gizi
KEBUTUHAN ZAT GIZI MAKRO
Energi
: 40 kkal x BBI
: 40 kkal x 48 kg = 1920 kkal
Protein
: 1,5 gram x BBI
: 1,5 gram x 48 kg = 72 gram (15%)
Lemak
: 22% x 1920 kkal = 422,4 : 9 = 47 gr
KH
: 63% x 1920 kkal/4 = 302.4 gr
KEBUTUHAN ZAT GIZI MIKRO

Vit. A
: 500 mcg
Vit B1
: 1,0 mg

Vit C
: 75 mg

Fe
: 12 mg

Ca
: 1000 mg
3. Pemeriksaan Klinis

Mual
Muntah
Lemah
Conjunctiva pucat
Tenggorokan kering
Perut sakit
Perdarahan disertai keputihan dan gatal-gatal di daerah vagina
Didiagnosa ditemukan karsinoma epidermoid cervix uteri stadium III

4. Antropometri
BB
TB
BBI
IMT
Status giz

: 36,5 kg
: 148 cm
: 48 kg
: 16,6
: Kurus

5. Pemeriksaan Laboratorium

B.

DIAGNOSIS GIZI
1. DOMAIN KLINIK
- Kurang berat badan dari berat badan ideal (NC 3.1) dikarenakan jumlah asupan yang
kurang, ditandai dengan BB = 36,5 kg.
- Adanya perubahan nilai laboratorium (NC 2.2) terkait zat gizi dikarenakan kadar nilai
biokimia dalam tubuh yang tidak sesuai dengan kadar normal, yang ditandai dengan Hb
= 11,6 mEq/L (anemia); Leukosit = 54.000/L (infeksi); Trombosit = 454.000/L (rendah);
albumin = 2,5 gr/dL (edema); globulin = 33,7 gr/dl (tinggi).
2. DOMAIN BEHAVIOR
- Kurangnya pengetahuan mengenai asupan dan kebiasaan (NB 1.1) dikarenakan
ketidaksesuaian asupan, yang ditandai dengan sering mengonsumsi gorengan, kopi, dan
merokok.
- Adanya kekeliruan pola makan (NB 1.5) dikarenakan mual, yang ditandai dengan
makan utama hanya 1x sehari.
3. TUJUAN
- Membantu meningkatkan berat badan menuju ideal, yaitu 48 kg serta mencegah
penurunan berat badan secara berlebihan.
- Menormalkan kembali kadar laboratorium terkait zat gizi masing-masing menjadi Hb =
12-14 gr/dL; Leukosit = 5-10.000/L; trombosit = 150-400.000/L; albumin = 3,8-5gr%;
globulin = 2,3-3,2 gr%.
- Meningkatkan pengetahuan dengan memberikan konseling kepada pasien mengenai
pola makan yang baik dan diet yang berkaitan dengan penyakit pasien.
- Mengatasi mual dan muntah agar pemberian dan penerimaan makanan dapat berjalan
dengan baik dan pola makan utama berjalan sesuai yaitu 3x sehari.
4. PRESKRIPSI DIET
- Makanan saring diberikan (1920 kkal; protein 72 g; Lemak 47 g; Karbohidrat 302 g).
- Makanan saring diberian 3x makan utama dan 5x selingan
- Diet penyakit kanker
5. PRINSIP DIET
- Makanan saring
- Energi tinggi yaitu 1920 kkal dari 40 kkal/kg BB
- Protein diberikan tinggi yaitu sebesar 72g dari 1,5 g/kg BB atau 15% dari TE
- Lemak diberikan cukup yaitu 47 g dari 22% TE
- Karbohidrat diberikan cukup yaitu 302 g dari 63% TE
- Pemberian cairan dibatasi pada saat makan dikarenakan mual dan muntah
- Pemberian makanan sesuai dengan kebutuhan
- Porsi kecil tapi sering
- Vitamin dan mineral sesuai AKG
6. IMPLEMENTASI
- Mengutamakan makanan sumber protein untuk perbaikan sel tubuh yang rusak.
- Mengutamakan konsumsi vitamin B kompleks yang berperan dalam regenerasi sel,
sumbernya diantaranya daging, unggas, ikan, telur, susu.
- Menghindari konsumsi makanan bergas (kol, sawi, kc. Merah, jagung), minuman
bersoda dan beralkohol, merangsang (santan, gorengan), berbumbu tajam (lada,

C.

paprika) agar tidak memperberat kerja lambung serta untuk menghindari mual dan
muntah setelah makan.
Memberikan konseling tentang pentingnya diet terkait prinsip PKTS dan menjelaskan
pentingnya pola makan gizi seimbang yang berkaitan dengan prinsip diet.
Edukasi :
1. Memberikan edukasi kepada Os dan keluarga Os mengenai kanker serviks.
2. Memberikan edukasi kepada Os bahwa makan merupakan bagian terpenting
dalam proses pengobatan.
3. Memberikan edukasi kepada Os dan keluarga mengenai pentingnya
meningkatkan motivasi Os dalam menjalankan diet yang telah diberikan.

RENCANA MONEV
1. Monitoring
- Penilaian daya terima makanan dengan menimbang sisa makanan untuk melihat ratarata asupan makanan per hari.
- Pemantauan BB dan IMT yang diukur dalam 3 hari sekali guna melihat ada tidaknya
perubahan BB setelah diet diberikan.
- Pemeriksaan kadar Hb (normal: 12 14 gr/dl ), leukosit (normal : 5 10 ribu/ml),
globulin (normal : 1,3 2,7 gr/dl), albumin (normal : 4 5,2 gr/dl) mencapai kadar
normal.
- Melakukan pemantauan pola makan pasien terhadap 3x makanan utama yang diberikan
serta 3x makanan selingan yang diberikan.
- Observasi mengenai kepatuhan pasien untuk menerapkan diet yang telah diberikan
2. Evaluasi
- Kepatuhan pasien terhadap diet yang diberikan.
- Perubahan BB pasien.
- Daya terima pasien
- Perubahan hasil lab
- Pola makan pasien