You are on page 1of 3

A.

ADIME
1. Riwayat Personal
- Tn.RG usia 40 tahun
- Mempunyai 2 anak laki-laki remaja
- Mempunyai sebuah perusahaan interior dekorasi yang maju
- Tn.RG menderita tukak lambung
- Dokter menganjurkan operasi total gastrektomy setelah mengalami pendaharan akibat
tekanan stress di tempat kerja
2. Dietary History
Kajian Makan SMRS
Kuantitatif : tidak ada data
Kualitatif : tidak ada data
Perhitungan Kebutuhan Zat Gizi
Energi (Harris benedict)
66,47 + (13,7 x 58,5 ) + (5 x 165) (6,8 x 40)
66,47 +801,4 + 825 272 = 1420,8
1420,8 x 1,3 x 1,3 = 2400 kkal
Protein : 15 % x 2585,8 kkal x = 96,6 gr
Lemak : 25 % x 2585,8 kkal x 1/9 = 71 gr
KH : 60 %x 2585,8 kkal x = 387,8 gr
Vitamin dan Mineral Sesuai dengan AKG
3. Pemeriksaan Fisik & Klinis
Fisik
- Merasa tidak enak setiap habis makan
- Sekitar 10-15 menit setelah makan, Os merasa penuh, jantung berdebar-debar, badan
terasa lemah, keringat dingin, dan sangat pusing
- Seringkali Os merasa mual dan muntah yang mengakibatkan makan dalam jumlah sedikit
sehingga BB menurun, akhirnya menjadi kurang gizi
4. Antropometri
- BB : 60 kg
- TB : 165 cm
- BBI : 58,5 kg
- IMT : 21,6 (normal)
5. Pemeriksaan lab
- Tidak ada data

PROSES ASUHAN GIZI


Diagnosis
Medis :

Riwayat Personal / Keluarga /


Riwayat Penyakit :

GASTREKTO
MY

Obat-obatan :

Tindakan/Test/
Pembedahan/P
emeriksaan:
Dilakukan
pembedahan
pengangkatan
seluruh gaster

Tn.RG usia 40 tahun


Mempunyai 2 anak lakilaki remaja
Mempunyai sebuah
perusahaan interior
dekorasi yang maju
Tn.RG menderita tukak
lambung
Dokter menganjurkan
operasi total gastrektomy
setelah mengalami
pendaharan akibat
tekanan stress di tempat
kerja

Antropometri :

BB : 60 kg
TB : 165 cm
BBI : 58,5 kg
IMT : 21,6 (normal)

Klinis/Fisik :

Fisik
- Merasa tidak enak setiap habis makan
- Sekitar 10-15 menit setelah makan, Os
merasa penuh, jantung berdebardebar, badan terasa lemah, keringat
dingin, dan sangat pusing
- Seringkali Os merasa mual dan
muntah yang mengakibatkan makan
dalam jumlah sedikit sehingga BB
menurun, akhirnya menjadi kurang
gizi

Hasil Laboratorium :

Tidak
ada data

Dietary History
1. Kajian Makan SMRS
Kuantitatif : tidak ada
data
Kualitatif : tidak ada
data
2. Perhitungan Kebutuhan Zat
Gizi
Energi (Harris
benedict)
66,47 + (13,7 x 58,5 ) +
(5 x 165) (6,8 x 40)
66,47 +801,4 + 825
272 = 1420,8
1420,8 x 1,3 x 1,3 =
2400 kkal
Protein : 15 % x 2585,8
kkal x = 96,6 gr
Lemak : 25 % x 2585,8
kkal x 1/9 = 71 gr
KH : 60 %x 2585,8 kkal
x = 387,8 gr
Vitamin dan Mineral
Sesuai dengan AKG

DIAGNOSIS
GIZI

B.

DIAGNOSIS GIZI
1. Domain Klinik :
- NC-1.4 adanya perubahan fungsi Gastrointestinal yang berkaitan dengan penyakit yang diderita
ditandai dengan mual dan muntah.
NC-3.2 penurunan berat badan yang tidak diharapkan berkaitan dengan rasa mual dan muntah
ditandai dengan BB menurun dan akhirnya menjadi kurang gizi.
2. TUJUAN / INTERVENSI
- Mengurangi beban kerja dari gastrointestinal dengan memberikan makanan lunak dengan Porsi Kecil
Tapi Sering (PKTS)
- Menaikan berat badan menjadi normal dan meningkatkan status gizi menjadi normal.
3. PRESKRISPI DIET
- Diet Pasca Bedah IV
- Makanan lunak
- 3 x makanan utama dan 5 x makanan selingan
- PKTS
4. PRINSIP DIET
- Makanan lunak dengan Energi 2585,8 kkal,
- Protein 96,6 gr , Lemak 71 gr, KH 387,8 gr
5. IMPLEMENTASI
Energi cukup, yaitu 2585,8 kkal.
Protein cukup, yaitu 15% dari total energi atau setara 96,6 gr
Lemak cukup, yaitu 25% dari total energi atau setara dengan 71 gr
KH cukup, yaitu 60% dari total energi atau setara dengan 387,8 gr,
Memberikan makanan lunak dan PKTS
Cukup vitamin dan Mineral
Hindari makanan yang berbau tajam dan merangsang
Hindari minuman yang mengandung karbondioksida
Memberikan edukasi tentang pentingnya diet pasca bedah gastrektomy.

C.

MONITORING & EVALUASI


1. MONITORING
Penilaian daya terima makanan dengan melihat sisa makanan.
Antropometri = penimbangan BB min. 1 minggu sekali sampai berat badan normal.
Observasi kepatuhan diet.
2. EVALUASI
Kepatuhan pasien terhadap diet yang diberikan.
Perubahan BB pasien.