Вы находитесь на странице: 1из 23

Toxic Goiter

1. Struma difus toksik (Graves


Disease)
Definisi :
Graves disease (Morbus Basedowi) adalah
bentuk umum dari tirotoksikosis. Penyakit
Graves terjadi akibat antibodi reseptor
TSH (Thyroid Stimulating Hormone) yang
merangsang aktivitas tiroid itu sendiri.

Epidemiologi :

Minnesota (negara bagian amerika) dilakukan


penelitian didapatkan bahwa 0,3% kasus
baru/1000 orang/tahun.
Insidensi pada wanita 3%/100.000 orang dan
0,5%/100.000 orang pada laki-laki.
Insidensi juga meningkat pada wanita setelah
melahirkan.
Jarang pada anak-anak usia <10th dan lanjut
usia.
Pada area endemik kekurangan iodium, Grave
disease terjadi sekitar 40 % dari kasus
hipertiroidism.

Etiologi

Lebih dari 95% kasus hipertiroid disebabkan oleh penyakit graves,


suatu penyakit tiroid autoimun yang antibodinya merangsang sel-sel
untuk menghasilkan hormon yang berlebihan.

Penyebab hipertiroid lainnya yang jarang selain penyakit graves


adalah:
Toksisitas pada strama multinudular
Adenoma folikular fungsional atau karsinoma (jarang)
Edema hipofisis penyekresi-torotropin (hipertiroid hipofisis)
Tumor sel benih, misal karsinoma (yang kadang dapat
menghasilkan bahan mirip-TSH) atau teratoma (yang mengandung
jaringan tiroid fungsional)
Tiroiditis (baik tipe subkutan maupun hashimato) yang keduanya
dapat berhubungan dengan hipertiroid sementara pada fase awal.

Patofisiologi :

Pada kebanyakan penderita hipertiroidisme, kelenjar


tiroid membesar dua sampai tiga kali dari ukuran
normalnya, disertai dengan banyak hiperplasia dan
lipatan-lipatan sel-sel folikel ke dalam folikel, sehingga
jumlah sel-sel ini lebih meningkat beberapa kali
dibandingkan dengan pembesaran kelenjar. Juga, setiap
sel meningkatkan kecepatan sekresinya beberapa kali
lipat dengan kecepatan 5-15 kali lebih besar daripada
normal.
Pada hipertiroidisme, kelenjar tiroid dipaksa
mensekresikan hormon hingga diluar batas, sehingga
untuk memenuhi pesanan tersebut, sel-sel sekretori
kelenjar tiroid membesar. Gejala klinis pasien yang
sering berkeringat dan suka hawa dingin termasuk
akibat dari sifat hormon tiroid yang kalorigenik, akibat
peningkatan laju metabolisme tubuh yang diatas normal.

Manifestasi klinis :
Tiroidal :
Pasien mengeluh lelah, gemetar, tidak
tahan panas, keringat semakin banyak bila
panas, kulit lembab, berat badan
menurun, sering disertai dengan nafsu
makan meningkat, palpitasi, takikardi,
diare, dan kelemahan serta atrofi otot.
Ekstratiroidal :
oftalmopati

Gambar Struma difus toksik (Graves Disease)

Pemeriksaan fisik :
Status Generalis :
Tekanan darah meningkat
Nadi meningkat
Mata :

Exopthalmus
Stelwag Sign : Jarang berkedip
Von Graefe Sign : Palpebra superior tidak mengikut bulbus okuli waktu melihat ke bawah
Morbus Sign : Sukar konvergensi
Joffroy Sign : Tidak dapat mengerutkan dahi
Ressenbach Sign : Tremor palpebra jika mata tertutup

Hipertoni simpatis : Kulit basah dan dingin, tremor halus


Jantung : berdebar-debar
Status Lokalis :

Inspeksi

Benjolan
Warna
Permukaan
Bergerak waktu menelan

Palpasi

Permukaan, suhu
Batas :

Atas : Kartilago tiroid

Bawah : incisura jugularis


Medial : garis tengah leher
Lateral : M. Sternokleidomastoideus
Bentuk diffusa : Struma diffusa

batas tidak jelas


Konsistensi biasanya kenyal, lebih kearah lembek

Pemeriksaan penunjang :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Laboratorium (TSHs,T3,T4,FT4,)
Scanning Tiroid
USG
Radiologi thorax
Fungsi tiroid
Potong Beku
Needle Biopsi

Penatalaksanaan :
Konservatif :
Obat antitiroid
Karbimazol
Metimazol
Propiltiourasil
Pengobatan dengan yodium radioaktif
Operatif :
Tiroidektomi

2. Struma nodular toksik


(Plummers disease)
Definisi :
Struma nodular toksik adalah kelenjar
tiroid yang mengandung nodul tiroid yang
mempunyai fungsi yang otonomik, yang
menghasilkan suatu keadaan hipertiroid.
Struma nodular toksik merupakan
penyebab hepertiroid terbanyak kedua
setelah Graves disease.

Gambar Struma nodular toksik


(Plummers disease)

Patofisiologi :

Struma nodular toksik menampilkan


spectrum penyakit mulai dari nodul
hiperfungsi tunggal (toxic adenoma)
sampai ke nodul hiperfungsi multipel
(multinodular thyroid). Beberapa nodul
bisa berkembang menjadi fungsi yang
otonomik. Fungsi otonomik bisa menjadi
toksik pada 10 % pasien. Hipertiroidism
terjadi ketika nodul tunggal sebesar 2,5
cm atau lebih.

Etiologi :
Fungsi otonomik dari kelenjar tiroid
Defisiensi iodium
Peningkatan replikasi sel tiroid

Epidemiologi :
Pada area endemik kekurangan iodium, struma
nodular toksik terjadi sekitar 58 % dari kasus
hipertiroidism, 10 % berbentuk nodul toksik
yang solid.
Struma nodular toksik lebih sering terjadi pada
wanita dari pada pria. Prevalensi pada wanita 57%, laki-laki 1-2%.
Kebanyakan pasien struma nodular toksik
berusia lebih dari 50 tahun. Thyrotoksikosis
sering terjadi pada pasien dengan riwayat
struma yang berkepanjangan.

Manifestasi klinis :

Tanda dan symptom dari struma nodular toksik sama dengan tipe
hipertiroid lainnya.
Penderita mungkin mengalami aritmia dan gagal jantung yang
resisten terhadap terapi digitalis. Penderita dapat pula
memperlihatkan bukti-bukti penurunan berat badan, lemah, dan
pengecilan otot.
Biasanya ditemukan goiter multi nodular
Memperlihatkan tanda-tanda mata (melotot, pelebaran fisura
palpebra, kedipan mata berkurang) akibat aktivitas simpatis yang
berlebihan
Gejala disfagia dan sesak napas mungkin dapat timbul. Beberapa
goiter terletak di retrosternal. Pada pasien ini juga dapat
memperlihatkan penonjolan di sepertiga bagian bawah leher.
Keluhan yang ada ialah rasa berat di leher sewaktu menelan, trakea
naik untuk menutup laring dan epiglottis sehingga tiroid terasa
berat karena terfiksasi pada trakea.

Pemeriksaan Fisik :

Pada pemeriksaan status lokalis struma nodosa


seperti telah disebutkan diatas, dibedakan dalam
hal :
Jumlah nodul; satu (soliter) atau lebih dari satu
(multipel).
Konsistensi; lunak, kistik, keras atau sangat
keras.
Nyeri pada penekanan; ada atau tidak ada
Perlekatan dengan sekitarnya; ada atau tidak
ada.
Pembesaran kelenjar getah bening di sekitar
tiroid : ada atau tidak ada.

umumnya pada keganasan nodulnya biasanya soliter


dan konsistensinya keras sampai sangat keras. Yang
multipel biasanya tidak ganas kecuali apabila salah satu
dari nodul tersebut lebih menonjol dan lebih keras
daripada yang lainnya.
Apabila suatu nodul nyeri pada penekanan dan mudah
digerakkan, kemungkinannya ialah suatu perdarahan ke
dalam kista, suatu adenoma atau tiroiditis tetapi kalau
nyeri dan sukar digerakkan kemungkinan besar suatu
karsinoma.
Nodul yang tidak nyeri apabila multipel dan bebas
digerakkan mungkin ini merupakan komponen struma
difus atau hiperplasia tiroid. Namun apabila nodul
multipel tidak nyeri tetapi tidak mudah digerakkan ada
kemungkinan itu suatu keganasan. Adanya limfadenopati
mencurigakan suatu keganasan dengan anak sebar
Bentuk Noduler : Struma nodusa

Batas Jelas
Konsistensi kenyal sampai keras
Bila keras curiga neoplasma, umumnya berupa adenocarcinoma
tiroidea

Pemeriksaan Penunjang :
Pemeriksaan Laboratorium
(TSHs,T3,T4,Ft4)
Scanning Tiroid
USG
Radiologi thorax
Fungsi tiroid
Potong Beku
Needle Biopsi

Penatalaksanaan :
Konservatif :
Obat antitiroid
Karbimazol
Metimazol
Propiltourasil
Beta- adrenergic reseptor antagonis (Propanolol)
Pengobatan dengan yodium radioaktif
Operatif :
Tiroidektomi

Prognosis :

Kebanyakan pasien yang diobati memiliki


prognosis yang baik. Prognosis yang jelek
berhubungan dengan hipertiroidsm yang
tidak terobati.

Komplikasi :

Jika hipertiroid tidak diobati maka akan


menimbulkan arrhythmia, gagal jantung,
koma, dan kematian.

Thank You