You are on page 1of 23

LAPORAN

PRESENTASI KASUS
ANEMIA HEMOLITIK DAN BLACK WATER FEVER
ET CAUSA MALARIA TERTIANA

Disusun oleh :
dr. Happy Angelia

DOKTER INTERNSIP RSUD SEJIRAN SETASON


BANGKA BARAT

I. IDENTITAS PASIEN
Nama

: An. R

Umur

: 3 tahun

Jenis kelamin

: Laki-laki

Alamat

: Jebu laut, Parit III

Agama

: Islam

Suku bangsa

: Indonesia

Tanggal masuk RS

: 3 November 2014

Tanggal keluar RS

: 8 November 2014

II. IDENTITAS ORANG TUA


Ayah

Ibu

Nama

: Tn. Y

Nama

: Ny. E

Umur

: 35 tahun

Umur

:-

Agama

: Islam

Agama

: Islam

III. ANAMNESIS
Aloanamnesis dengan ibu pasien pada tanggal 4 November 2014 jam 07.30 WIB
Keluhan Utama

: Demam sejak 1 minggu SMRS

Keluhan Tambahan : Mual, muntah, pucat dan BAK berwarna kuning kecoklatan tua seperti
teh.

Riwayat Penyakit Sekarang :


1 minggu SMRS (27 November 2014), os mulai merasa demam naik turun, karena
demam, os diberi minum obat penurun panas tetapi demam tidak turun juga. Os juga
mengeluh nyeri kepala. Os juga merasa mual dan muntah setiap habis makan. Muntah berisi
makanan yang dimakan. Kemudian ibu os membawa ke dokter umum dan diberikan obat.
4 hari SMRS ( 30 November 2014), ibu os mengatakan tidak ada perubahan setelah
berobat ke dokter umum tersebut. Os masih demam tinggi dan tidak turun setelah minum
obat penurun panas. Os juga masih mual dan muntah setiap habis makan. Os menjadi lemas
dan terlihat tidur terus. Ibu os mengatakan bahwa os terlihat agak pucat.
Beberapa jam sebelum masuk rumah sakit, os pergi ke Rumah Sakit Bakti Timah
karena demam yang tidak turun serta os menjadi pucat. Kemudian di Rumah Sakit Bakti
Timah, kencing os ternyata berwarna coklat kehitaman seperti teh pekat. Kemudian Rumah
Sakit Bakti Timah merujuk os ke RSUD Sejiran Setason.

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat malaria (+)


Riwayat Alergi obat (-)
Riwayat Alergi makanan (-)

Riwayat Penyakit Keluarga : -

Riwayat Kehamilan dan Kelahiran :


Kehamilan
Perawatan antenatal : Teratur
Penyakit kehamilan

: Tidak ada

Kelahiran
Tempat kelahiran

: Rumah bidan

Penolong persalinan : Bidan


Cara persalinan

: Spontan

Masa gestasi

: Cukup bulan

Keadaan bayi

Berat badan lahir

: Berat Badan Lahir Cukup

Kelainan bawaan

: Tidak ada

Apgar skor

: Tidak diketahui

Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan :


Pertumbuhan gigi pertama

: sesuai usia

Psikomotor

: sesuai usia

Kesan : Pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan usia


Riwayat Imunisasi

Program Pengembangan Imunisasi (PPI) / Diwajibkan


No. Vaksin

Dasar (Usia)

BCG

Hepatitis B

0 bulan

1 bulan

6 bulan

(Sudah)

(Sudah)

(Sudah)

2 bulan

4 bulan

6 bulan

Polio

(Sudah)

(Sudah)

DPT

2 bulan

4 bula

(Sudah)
6 bulan

(Sudah)
(Sudah)

(Sudah)

9 bulan
5

Campak

Kesimpulan

(Sudah)

: Imunisasi dasar lengkap, sesuai dengan jadwal. Imunisasi dilakukan di

posyandu dan bidan.


Kesan

: Imunisasi dasar sudah lengkap

IV. PEMERIKSAAN FISIK


Tanggal 4 Oktober 2014
Status Generalis

Keadaan umum

: Tampak sakit sedang

Kesadaran

: Compos mentis

Tanda vital

: - Tekanan darah
- Frekuensi nadi

: 183 x / menit, reguler, isi cukup

- Frekuensi napas

: 30 x / menit

- Suhu aksila

: 37,5 0C

- SpO2

: 54%

Data Antropometri

Berat badan

: 14 kg

Tinggi badan

: tidak di ukur

Lingkar lengan atas

: tidak diukur

Status Gizi

: -

Dilihat dari grafik persentil berat badan terhadap umur untuk anak laki-laki di atas 2 tahun
Usia 3 tahun, Berat badan = 14kg persentil 75% (di atas persentil 50)
Kesan : Status gizi baik.

Pemeriksaan Sistematis
Kepala : Normosefali, tidak ada kelainan, tidak teraba benjolan
Rambut dan kulit kepala : Rambut hitam terdistribusi merata, tidak mudah dicabut
dan tidak kemerahan.
Mata : Bentuk normal, kedudukan bola mata dan alis simetris, palpebra kanan edema (+)
tercolok jari kakaknya.
CA +/+, SI -/-, pupil bulat dengan diameter normal, isokor, Reflek cahaya langsung
+/+, Reflek cahaya tidak langsung +/+.
Telinga : Bentuk normal, liang telinga lapang, sekret (-), membran timpani utuh.
Hidung : Bentuk tidak ada kelainan, septum nasi tidak deviasi, sekret (-), pernafasan cuping
hidung (-) .
Mulut

: Bentuk normal, tidak sianosis.

Tenggorokan : Tonsil T1-T1, faring tidak hiperemis.


Leher : Bentuk normal, kelenjar getah bening tidak teraba membesar, tiroid dalam batas
normal.
Paru-paru :
Inspeksi : Tampak simetris dalam keadaan statis dan dinamis, retraksi dinding dada
tidak ada
Palpasi
: Tidak teraba massa
Perkusi
: Tidak dilakukan
Auskultasi : Suara napas vesikuler, ronki -/-, wheezing -/-.

Jantung :

Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

: Tidak tampak pulsasi iktus kordis


: Tidak teraba massa di dinding dada
: Tidak dilakukan
: Bunyi jantung I dan II reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen :

Inspeksi
Palpasi

: Datar, tidak tampak adanya bejolan di abdomen


: Supel (+), hepar dan lien tidak teraba membesar , tidak ada nyeri
tekan, turgor kulit normal

Perkusi
Auskultasi

: Timpani pada keempat kuadran.


: Bising usus (+) normal

Pemeriksaan anus dan rektum : Tidak dilakukan.


Pemeriksaan Genitalia
Ekstremitas

: Tidak dilakukan.

: Akral dingin (+), tidak ada deformitas, tidak ada edema


capilary refill >2 detik, pucat.

Refleks

: Reflek fisiologis (+) dan Reflek patologis (-) , tidak tampak kelainan.

V. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Hasil Laboratorium RS Bakti Timah
Hematologi :
- Hemoglobin

: 6,5 gr/dl

(11 - 15 g/dl)

- Hematokrit

: 20,5 %

(40 - 54 vol %)

- Leukosit

: 23.000 /mm3 ()(5000 10.000 / mm3)

- Trombosit

: 251.000 /mm3

(150.000 400.000 / mm3)

- MAL : PV (+)
Hasil Labroratorium UGD RSUD Sejiran Setason (3 November 2014)

Hematologi :

Diff Count :

- Hemoglobin

: 7,1 gr/dl

Basofil : 0

- Hematokrit

: 22 %

Eosinofil : 0

- Leukosit

: 25.850 /mm3 ()

- Trombosit

: 284.000 /mm3

- MAL : PV (-)

Staf : 0
Segmen : 43
Lymposit : 52
Monosit : 5

Tubex

: 4 positive lemah

VI. RESUME
An. R, laki-laki 3 tahun, datang ke UGD RSUD Sejiran Setason dengan rujukan dari
RS Bakti Timah. 1 minggu SMRS, os mulai merasa demam yang naik turun. Karena demam
ibu os memberi os minum obat penurun panas tetapi demam tidak turun. Os juga mengeluh
nyeri kepala, mual dan muntah setiap habis makan. Muntah berisi makanan yang dimakan.
Kemudian ibu os membawa ke dokter umum dan diberikan obat tetapi tetap tidak ada
perubahan setelah berobat ke dokter umum tersebut.
Beberapa jam sebelum masuk rumah sakit, os dibawa ke Rumah Sakit Bakti Timah
karena masih demam dan pucat. Kemudian di Rumah Sakit Bakti Timah, kencing os ternyata
berwarna coklat kehitaman seperti teh pekat. Kemudian Rumah Sakit Bakti Timah merujuk
os ke RSUD Sejiran Setason. KU : Tampak sakit berat, Kesadaran : compos mentis, T : 37,5
C, HR : 183x/mnt, RR : 30x/mnt, SpO2 54%. Mata : Conjungtiva Anemis +/+, Ekstremitas :
akral dingin (+), CTR > 2 detik, kedua tangan dan kaki terlihat pucat. Dari hasil laboratorium
di dapatkan : Hb: 7,1 gr/dl , Ht: 22 %, Leukosit : 25.850 /mm3, MAL : PV (+), Tubex: 4
positive lemah.

VII. DIAGNOSIS KERJA


Anemia Hemolitik dan Black Water Fever ec Malaria Tertiana.
VIII. DIAGNOSIS BANDING

1.
2.
3.
4.

Demam Tifoid
Demam Dengue
Leptospirosis
Glomerulonefritis Akut (GNA)

IX. ANJURAN PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Darah Rutin (untuk mengevaluasi nilai Hb, Ht, Leukosit, Trombosit)

Pemeriksaan ulang Malaria (sediaan hapus darah tebal atau tipis) setiap 24 jam
untuk mengevaluasi perkembangan penyakit dan keberhasilan terapi sampai hasil
pemeriksaan MAL (-).

Pemeriksaan urinalisa

Pemeriksaan Fungsi Ginjal : Ureum, Creatinin

X. PENATALAKSANAAN
Non Medikamentosa
1. Rawat inap
2. Tirah baring
3. Pasang monitor untuk evaluasi SpO2
4. Observasi KU, Kesadaran dan tanda-tanda vital
5. Observasi warna urin, jumlah urin per 24 jam untuk menilai fungsi ginjal

Medikamentosa
1. Beri O2
2. IVFD D1/4 NS 12tpm makro
3. Injeksi Ceftriaxone 2x 500mg (skin test)
4. Pro transfusi PRC 150cc -150cc selang 12 jam
5. Premedikasi transfusi : injeksi furosemid 5mg
6. Post transfusi : injeksi dexametasone 1 ampul
7. Paracetamol syrup 3 x C I
X. PROGNOSIS

Ad vitam

: dubia ad malam

Ad functionam : dubia ad malam


Ad sanationam : dubia ad malam

XII. FOLLOW UP
Tanggal 3 November 2014 (Ruang Tulip)
Pukul 19.30 WIB

Pukul 20.22 WIB

S : KU : gelisah

S : KU : gelisah

BAK merah kehitaman

O : TD : 90/60 (monitor) HR : 140x/mnt

BAB coklat kehitaman


O : RR : 36x/mnt
T : 37,5 C

HR : 126x/mnt
SpO2 : 56%

A : Anemia hemolitik + Black water fever


ec. Malaria Tertiana
P : Konsul dr.Rosmarina. Sp.A
Advice :
- Beri O2 6 L/ NRM
- Inj. Ranitidine 2 x 15mg
- NGT Bilas lambung

RR : 52x/mnt

A : Anemia hemolitik + Black water fever


ec. Malaria Tertiana
P : Konsul dr.Rosmarina. Sp.A pro
ICU
-

As.traneksamat 3x100mg

Konsul dr.Bonny. Sp.An acc ICU


-

NGT Evaluasi

Pro intubasi : premedikasi dengan


Lidokain spray

Terapi lain dr. Sp.A lanjut

- Sucralfat

Pukul 21.00 WIB

T : 37 C

Pukul 22.00 WIB

S : Os menolak pasang ETT

S : Kesadaran : Compos mentis

O : TD : 100/70 mmHg HR : 118x/mnt

O : TD : 100/70 mmHg HR : 124x/mnt

RR : 52x/mnt

T : 36,7 C

SpO2 : 57%

RR : 52x/mnt

T : 36,7 C

SpO2 : 58%

A : Anemia hemolitik + Black water fever Abdomen : BU (+) N


ec. Malaria Tertiana
A : Anemia hemolitik + Black water fever
P : Konsul
dr.Bonny. Sp.An rawat ec. Malaria Tertiana
ruang anak
P : Konsul dr. Rosmarina. Sp.A :
Konsul dr.Rosmarina. Sp.A :
Bilas lambung sampai bersih
- Acc rawat ruang anak
Cek TTV tiap 1-2 jam
- Terapi lain lanjut
Cek Darah lengkap pukul 02.00 WIB
- Bilas lambung
- Pro transfusi besok

Tanggal 4 November 2014 (Ruang Tulip)


S : KU : Apatis

S : Demam (+)

Mata : CA +/+

O : T : 38 C

O : TD : 100/60 mmHg HR : 134x/mnt


RR : 33x/mnt

T : 37 C

BB : 14 kg

SpO2 : 61%

A : GNA ec Black water fever ec malaria

BAK (+)

P : Inj Norages 150mg

Urin : Protein : +++


Leukosit : 500
Eritrosit : 200
A : Anemia hemolitik dan Black water fever
ec malaria
Glomerulonefritis akut
P:

BAK (+) Hitam

NGT serial
-

O2 mask 8 10 Lt

D1/4 12tpm makro : 50cc/jam

Terapi lain lanjut

Inj. Ceftriaxone 2 x 500mg

Transfusi PRC hari ini 100cc


selang 24 jam PRC 150cc

Inj As.Traneksamat 3 x 150mg

Inj Ranitidin 2 x 15 mg

Diet cair via NGT

Kegawatan lapor dr.jaga

Hasil laboratorium tanggal 4 November 2014


URINALISA
Warna : Hitam keruh

Leukosit : 500 /l

Reduksi : 50mg

Eritrosit : 250 /l

Protein : 500mg/dl +++

Epitel

: (+)

Urobilin : 12mg/dl

Keton

: 25 mg/dl

Bilirubin : (-)

Nitrit

: (+)

Reaksi / Ph : 9

Berat jenis : 1,010

Tanggal 5-6 November 2015 (Ruang Tulip)


Tanggal 5 November 2014

Tanggal 6 November 2014

S : KU : gelisah

S : KU : Compos mentis

BAK (+) Hitam


O : T : 37,3 C
HR : 130 x/mnt

BAK mulai kuning


O : T : 36,5 C
HR : 130 x/mnt

A : Anemia hemolitik dan black water fever A : Anemia hemolitik dan black water fever
ec malaria teriana
ec malaria teriana
P : - Rencana transfusi PRC 150cc
- Terapi lain lanjut

P : - Aff O2
-

Latih makan minum peroral

- Cek Darah lengkap besok pagi

Terapi lain lanjut

Besok cek darah dan urin

Hasil laboratorium tanggal 6 November 2014


DARAH LENGKAP
Hb : 9,6

Diff Count

Ht : 28%

Basofil : 0

Leukosit : 19.160/mm3

EOS : 1

Trombosit : 324.000/mm3

Staf : 0
Segmen : 55
Lymposit : 32
Monosit : 12

URINALISA
Protein : -

Berat Jenis : 1,005

Glucose : -

Sedimen leukosit : -

Urobilin : -

Eritrosit : +++

Bilirubin : -

Epitel sel : +

Reaksi / Ph : 6

Keton : -

Tanggal 7 - 8 November 2014


Tanggal 7 November 2014

Tanggal 8 November 2014

S : KU : Compos Mentis

S : KU : Compos mentis, baik

Muntah (+) tadi malam

BAK normal
O : T : 36,7 C

BAK (+) Putih Kekuningan

HR : 110 x/mnt

O : T : 36,5 C HR : 120 x/mnt

A : Anemia hemolitik + Black water fever ec


malaria tertiana

Lab : Hb 10,1gr%

A : Anemia hemolitik + Black water fever ec


P : Boleh Pulang
malaria tertiana
P : Terapi lanjut

Hasil Laboratorium tanggal 7 November 2014


DARAH LENGKAP
Hb : 10,1

Diff Count

Ht : 30%

Basofil : 0

Leukosit : 10.530/mm3

EOS : 1

Trombosit : 260.000/mm3

Staf : 0
Segmen : 47
Lymposit : 42
Monosit : 10

URINALISA
Protein : +

Berat Jenis : 1,015

Glucose : -

Sedimen leukosit : -

Urobilin : -

Eritrosit : ++

Bilirubin : -

Epitel sel : +

Reaksi / Ph : 7,0

ANALISA KASUS
I . ANAMNESIS

Pada anamnesis sangat penting diperhatikan :


a. Keluhan utama : demam, mengigil, berkeringat dan dapat disertai sakit kepala, mual,
b.
c.
d.
e.
f.

muntah, diare, nyeri otot atau pegal-pegal.


Riwayat berkunjung dan bermalam 1-4 minggu yang lalu ke daerah endemik malaria.
Riwayat tinggal di daerah endemik malaria.
Riwayat sakit malaria.
Riwayat minum obat malaria satu bulan terakhir.
Riwayat mendapat transfusi darah.

Selain hal diatas pada penderita tersangka malaria berat, dapat ditemukan keadaan :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

Gangguan kesadaran dalam berbagai derajat


Keadaan umum lemah (tidak bisa duduk / berdiri)
Kejang-kejang
panas sangat tinggi
mata atau tubuh kuning
perdarahan hidung, gusi atau saluran cerna
Nafas cepat atau sesak nafas
muntah terus-menerus dan tidak dapat makan minumann
warna air seni seperti teh tua dan dapat sampai kehitaman
Jumlah air seni kurang (oligouria) sampai tidak ada urin (anuria)
Telapak tangan sangat pucat

Pada kasus ini, os didiagnosa dengan Anemia hemolitik dan Black water fever ec Malaria
Tertiana karena dari anamnesa didapatkan :
-

Demam naik turun 1 minggu


Adanya gejala gastrointestinal : mual, muntah

Pucat

BAK coklat kehitaman seperti teh

BAB coklat kehitaman

II. PEMERIKSAAN FISIK


Menurut Buku Pedoman Penatalaksanaan Malaria di Indonesia, diagnosis malaria dapat
ditentukan berdasarkan pemeriksaan fisik serperti:
-

Demam (pengukuran dengan termometer >37,5 C)


Konjungtiva atau telapak tangan pucat
Pembesaran Limpa (splenomegali)
Pembesaran hati (hepatomegali)

Pada tersangka malaria berat ditemukan tanda-tanda klinis sebagai berikut :

1.
2.
3.
4.

Temperatur rektal 40C


Nadi cepat dan lemah/kecil
Tekanan darah sistolik <70 mmHg pada orang dewasa dan pada anak-anak <50mmHg
Frekuensi nafas >35x/menit pada orang dewasa atau >40x/menit pada balita, anak <1

tahun >50x/menit
5. Penurunan derajat kesadaran dengan Glasgow coma scale (GCS) <11
6. Manifestasi perdarahan (ptekie, purpura, hematom)
7. Tanda dehidrasi (mata cekung, turgor dan elastisitas kulit berkurang, bibir kering,
produksi air seni berkurang)
8. Tanda-tanda anemia berat (konjungtiva pucat, telapak tangan pucat, dll)
9. Terlihat mata kuning atau ikterik
10. Adanya ronki pada kedua paru
11. Pembesaran limpa atau hepar
12. Gejala gagal ginjal ditandai dengan oligouria sampai dengan anuria
13. Gejala neurologi (kaku kuduk, reflek patologik)
Penderita tersangka malaria berat harus segera dirujuk untuk mendapatkan kepastian
diagnosis secara makroskopik dan penanganan lebih lanjut.
Pemeriksaan fisik pada os didapatkan :

Keadaan umum : tampak sakit sedang

Kesadaran

: Compos mentis

Tanda vital

- Tekanan darah

: -

- Frekuensi nadi

: 183 x / menit, reguler, isi cukup

- Frekuensi napas

: 30 x / menit

- Suhu aksila : 37,5 0C


- SpO2

: 54%

Mata

Ekstremitas

: Conjungtiva anemis +/+


: Akral dingin (+), capilary refill >2

detik, pucat.
III. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk malaria berat :
1. Hemoglobin, hematokrit

2. Hirung jumlah leukosit, trombosit


3. Kimia darah lain (gula darah, serum bilirubin, SGOT &SGPT, alkali fosfatase,
4.
5.
6.
7.
8.

albumin/ globulin, ureum, kreatinin, natrium, kalium, analisis gas darah)


EKG
Foto torak
Analisis cairan serebrospinal
Biakan darah dan uji serologi
Urinalisa

Untuk penderita tersangka malaria berat perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Bila pemeriksaan sediaan darah pertama negatif, perlu diperiksa ulang setiap 6 jam
sampai 3 hari berturut-turut.
2. Bila hasil permeriksaan sediaan darah tebal selama 3 hari berturut-turut tidak
ditemukan parasit maka diagnosis malaria disingkirkan.
Hasil laboratorium pada os ini tanggal 3 November 2014 di RS Bakti Timah :
- Hemoglobin

: 6,5 gr/dl

- Hematokrit : 20,5 %
- Leukosit

: 23.000 /mm3 ()

- Trombosit : 251.000 /mm3

(11 - 15 g/dl)
(40 - 54 vol %)
(5000 10.000 / mm3)
(150.000 400.000 / mm3)

- MAL : PV (+)

Hasil laboratorium tanggal 3 November 2014 di RSUD Sejiran Setason


Diff Count :
- Hemoglobin

: 7,1 gr/dl

Basofil : 0

- Hematokrit

: 22 %

Eosinofil : 0

- Leukosit

: 25.850 /mm3 ()

Staf : 0

- Trombosit

: 284.000 /mm3

Segmen : 43

- MAL

: PV (-)

Lymposit : 52
Monosit : 5

Hasil laboratorium tanggal 4 November 2014


URINALISA
Warna : Hitam keruh

Leukosit : 500 /l

Reduksi : 50mg

Eritrosit : 250 /l

Protein : 500mg/dl +++

Epitel

: (+)

Urobilin : 12mg/dl

Keton

: 25 mg/dl

Bilirubin : (-)

Nitrit

: (+)

Reaksi / Ph : 9

Berat jenis : 1,010

Pada kasus ini, Hb os turun karena pecahnya sel darah merah yang terinfeksi oleh
parasit. Pada os, pemeriksaan hapusan darah tebal, ditemukan adanya parasti Plasmodium
vivax. Parasit P.vivax hanya menginfeksi sel darah merah muda yang jumlahnya hanya 2%
dari seluruh jumlah sel darah merah.

Sehingga anemia yang disebabkan oleh P.vivax

umumnya terjadi pada keadaan kronis.


Pada pemeriksaan urin os, ditemukan urin yang berwarna hitam keruh (blackwater
fever) akibat dari hemolisis masif intravaskuler

pada infeksi berat, keadaan ini tidak

berhubungan dengan disfungsi renal. Blackwater fever bersifat sementara, tetapi dapat
menjadi gagal ginjal akut pada kasus-kasus berat atau terlambatnya penanganan pasien.
Proteinuria pada pasien ini dapat disebabkan karena terjadi gagal ginjal akut yang
bersifat sementara dan reversibel. Kelainan fungsi ginjal ini terjadi karena dehidrasi sehingga
terjadi gagal ginjal akut pre-renal yang mempengaruhi fungsi filtrasi pada glomerulus.

IV. DIAGNOSIS

Diagnosis pada kasus ini yaitu Anemia Hemolitik dan Blackwater Fever ec Malaria
Tertiana. Hal ini dikarenakan pada awal dirujuk dari RS Bakti Timah hasil laboratorium di
rumah sakit tersebut ditemukan adanya P.lasmodium vivax (+) yang berati positif 1, yaitu
ditemukannya 1-10 parasit dalam 100 LPB. Selain itu Hb pasien juga menurun (Hb : 7,1
gr/dl) yang menunjukkan pecahnya sel darah merah. Derajat anemia berkorelasi dengan
parasitemia. Pada pasien juga urin berubah warna menjadi cokelat kehitaman seperti teh, hal
ini terjadi akibat terjadinya hemolisis masif intravaskuler. Biasanya perubahan air kencing
menjadi kehitaman terjadi pada malaria berat, yang disebut Blackwater fever.

V. DIAGNOSIS BANDING
1. Demam Tifoid
Dasar diagnosis yang mendukung :
- Demam 7 hari disertai sakit kepala.
- Didapatkan adanya gejala gastrointestinal yaitu mual dan muntah.
- Uji tubex ditemukan hasil +4 positif lemah

Dasar diagnosis yang tidak mendukung :


-

BAK coklat kehitaman seperti teh

BAB coklat kehitaman

2. Demam Dengue
Dasar diagnosis yang mendukung :
- Os demam 1 minggu (pada DBD menurut kriteria WHO demam terus-menerus
selama 2-7 hari)
- Nyeri perut (+)
Dasar diagnosis yang tidak mendukung
- BAK coklat kehitaman seperti teh
- Trombosit normal
- Hematokrit normal
3. Glomerulonefritis Akut (GNA)
Dasar diagnosis yang mendukung :

Suhu badan yang meninggi, tetapi pada GNA demam dapat tinggi sekali pada hari
pertama.

Gejala gastrointestinal seperti muntah, tidak nafsu makan. Pada GNA juga dapat
disertai konstipasi atau diare.

Urine mungkin tampak kemerah-merahan seperti air cucian daging atau bahkan
dapat kehitaman seperti kopi.

Dasar diagnosis yang tidak mendukung :


-

Edema pada wajah terutama di periorbita sering terjadi pada pagi hari.

Edema paling nyata dibagian anggota bawah tubuh ketika menjelang siang hari.

Hipertensi terdapat pada 60-70% anak dengan GNA pada hari pertama, kemudian
pada akhir minggu pertama menjadi normal kembali.

4. Leptospirosis
Dasar diagnosis yang mendukung :

Dasar diagnosis yang tidak mendukung

VI. PENATALAKSANAAN
Terapi non-medikamentosa pada pasien ini meliputi :
1. Rawat inap
2. Tirah baring
3. Pasang monitor untuk evaluasi SpO2
4. Observasi KU, Kesadaran dan tanda-tanda vital
5. Observasi warna urin, jumlah urin per 24 jam untuk menilai fungsi ginjal

Terapi Medikamentosa pada pasien ini meliputi :


1. Beri O2
2. IVFD D1/4 NS 12 tpm makro

3. Injeksi Ceftriaxone 2x 500mg (skin test)


Dosis ceftriaxone 50mg/kgBB / dose
4. Paracetamol syrup 3 x C I
5. Pro transfusi PRC 150cc -150cc selang 12 jam
6. Premedikasi transfusi : injeksi furosemid 5mg
7. Post transfusi : injeksi dexametasone 1 ampul
Terapi anti malaria tidak dibeerikan karena pada saat pasien masuk rumah sakit hasil
laboratorium Malaria sudah negatif.
Pada pasien ini diberikan terapi cairan D NS 12 tpm makro sebagai cairan
maintenance , dengan perhitungan :
Berat badan

Per jam

Per hari (24jam)

10 kg pertama

4cc/kg

100cc/kg

10 kg kedua (4Kg)

2cc/kg

50cc/kg

Total cairan :

1.200cc/hari

Rumus : jumlah cairan infus X


Jam

Perhitungan :

faktor tetesan

waktu (60 mnt)

1.200 X 20 (makro)
=
24

60

16, 6
tpm

15tpm (makro)

Hari ke-1 perawatan , os diberikan terapi cairan D1/4 NS 12 tpm, kemudian os


diberikan antibiotik (injeksi Ceftriaxone) dengan dosis

2x 500mg karena pada hasil

laboratorium didapatkan hasil leukositosis (25.850/mm 3) . Dosis ceftriaxone pada anak 50100 mg/kgBB per hari. Pasien juga di rencanakan transfusi PRC 150cc -150cc selang 12 jam
karena Hb pasien 7,1 gr/dl., target Hb yang ingin di capai yaitu Hb 10gr/dl. Cara perhitungan
rumus untuk transfusi PRC yaitu :

Transfusi PRC :

BB : 14 KG

Hb X BB X 4cc

Hb X BB X 4

= (10-7,1) X 14kg X 4
= 2,9 X 14kg X 4
= 162,4 cc 150cc

Paracetamol sirup 3 x CI diberikan sebagai anti piretik. Dosis paracetamol 1015mg/kg BB . Berat badan os 14 kg 140mg/kali pemberian. Setelah pemberian
paracetamol demam pasien turun.
Os juga direncanakan untuk transfusi PRC, sebelum os ditansfusi di berikan injeksi
furosemid 1mg/kg BB, untuk mencegah kelebihan beban jantung (overload). Injeksi
dexametasone diberikan setelah transfusi untuk mencegah dan mengurangi reaksi alergi
pasca transfusi. Terapi anti malaria tidak diberikan karena pada saat pasien masuk rumah
sakit hasil laboratorium Malaria sudah negatif.
Konsul dr.Rosmarina. Sp.A advice pasang NGT lalu dilakukan bilas lambung setelah
itu dioberi sukralfat 2x10cc, os juga diberikan injeksi ranitidine 2x15 gr. Malam harinya
kondisi os mulai menurun, BAB hitam kecoklatan (+), kemudian dsarankan pro ICU, tetapi
keluarga menolak. Konsul dr.Rosmarina, Sp.A terapi tambahan yang diberikan yaitu injeksi
asam traneksamat 3x100mg.
Hari ke-2 perawatan , Hasil laboratorium pemeriksaan urine os tanggal 4 November
2014 didpatkan hasil : warna urine kehitaman (+), proteinuria (+3), leukosit 500, eritrosit
200. Dari hasil tersebut , dapat di simpulkan os menderita gagal ginjal akut (GNA) yang
dapat bersifat sementara atau menetap. Kerusakan ginjal ini dapat diakibatkan karena
hemoglobinurianya (hemolisis masif intravaskuler akibat dari malarinya) atau akibat dari
dehidrasi yang dialami pasien sebelum mendapatkan penanganan terapi cairan yang tepat.
Advice dr.Rosmarina, Sp.A : oksigen nasal 8-10L, transfusi PRC 100cc selang 24 jam
transfuse lagi 150cc, transfusi masih dilakukan karena Hb yang di inginkan belum tercapai
(target Hb 10mg/dl). Pemberian asam traneksamat dinaikan jadi 3x 150mg kemudian
ditambah diet cair via NGT untuk memenuhi nutrisi pasien dan pemberian melalui NGT.

Hari ke-3 perawatan, kondisi pasien mulai membaik dan mulai stabil, tetapi BAB os
masih kehitaman, terapi tetap dilanjutklan dan akan dilakukan transfuse PRC 150 cc lagi.
Kemudian besok pagi akan dilakukan pemeriksaan
Injeksi norages 150mg diberikan jika os demam.