You are on page 1of 37

PERAWATAN GIGI SUSU HINGGA GIGI PERMANEN

Lebih dari 80 persen anak usia di bawah 12 tahun


menderita gigi berlubang. Penyebab utamanya adalah
karena kebersihan gigi yang kurang terjaga dengan baik.
Merawat gigi dengan benar bukan hanya membuang
bakteri dan plak, tetapi juga menyingkirkan semua
masalah gigi.
Berikut perawatan gigi sejak masa bayi hingga dewasa :
Usia Bayi
Sejak bayi mulai tumbuh gigi, orangtua seharusnya mulai memerhatikan kesehatan
gigi buah hatinya karena tanpa disadari pola makan bayi sudah mengandung gula
yang tinggi. Orangtua hendaknya mengajak anaknya ketika melakukan pemeriksan
gigi rutin agar anak menjadi terbiasa dengan dokter gigi.
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Usia Balita
Kunjungan ke dokter gigi di masa bayi hingga balita
akan lebih banyak difokuskan pada menghitung
jumlah gigi. Kita perlu mengetahui apakah gigi anak
terlambat tumbuh atau tidak.
Pada usia balita, orangtua harus memastikan anak
menyikat giginya 2x sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride. Di usia
ini anak-anak sebaiknya diperiksa giginya setidaknya setahun sekali. Jika ada
kerusakan pada giginya, maka ia harus datang setiap 6 bulan sekali.
Usia Sekolah Dasar
Di usia 6 tahun pada umumnya anak-anak mulai kehilangan gigi susunya dan
digantikan oleh gigi permanen. Idealnya, mereka sudah mampu menyikat giginya
tanpa bantuan orangtua. Ajari anak untuk membatasi makanan yang lengket pada
gigi yang bisa membuat gigi cepat lapuk.

2
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Pertahanan terbaik pada gigi adalah menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan
manis dan lengket, atau minimal berkumur dan sikat gigi sebelum tidur malam.
7
Usia Pra Remaja
Gigi berlubang merupakan masalah utama pada
kesehatan gigi pra remaja dan usia remaja.
Lakukan perawatan segera agar kerusakannya
tetap minimal dan gigi anak tidak perlu dicabut.
Usia remaja merupakan waktu yang tepat untuk
melakukan koreksi jika susunan gigi anak kurang
rapi. Sebaiknya ditunggu sampai seluruh gigi
permanen anak tumbuh agar dokter bisa
menentukan tindakan yang tepat.

3
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

5 TIPS MEMBUAT BAYI ANDA LEBIH CEPAT BERBICARA


Mulai Sedini Mungkin
Mengajak bayi yang baru lahir untuk berbicara bisa membantunya untuk lebih
cepat berbicara. Selain itu, bayi yang sudah sering diajak bicara oleh orang tua juga
akan memiliki kosakata yang sangat kaya. Meskipun bayi Anda belum bisa
merespon pembicaraan atau obrolan Anda, tetapi otak bayi Anda sudah mampu
merespon suara dengan baik
Berikan Informasi dan Deskripsi
Coba berikan informasi dari setiap hal atau benda yang bayi Anda lihat atau
perhatikan. Misalnya, ketika bayi Anda terlihat memperhatikan sebuah boneka
kelinci, sampaikan bahwa itu namanya kelinci dan warnanya putih. Gunakan istilahistilah sederhana yang menggambarkan ukuran, rasa, warna, dan bentuk dari setiap
hal yang bayi Anda perhatikan.

4
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Membaca Buku Bersama-Sama


Anda tak perlu membacakan sebuah
buku persis sama dengan alur ceritanya.
Anda bisa misalnya mengajak bayi Anda
untuk menyentuh gambar-gambar yang
ada di buku tersebut. Buku bergambar
juga sangat bagus untuk bayi Anda
karena Anda bisa mencoba membuat
cerita dan dongengnya sendiri.
Buat Dialog
Setiap kali bayi Anda mengoceh, berilah tanggapan. Anda bisa memberi tanggapan
seolah-olah Anda sedang berdialog dengannya. Selain itu, Anda juga bisa coba
untuk mengomentari apa yang ia lihat dan ia tunjuk.

5
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Dengan memberikan tanggapan atau jawaban, secara tidak langsung Anda juga
memperlihatkan pada bayi Anda seperti apa percakapan itu.
Matikan Televisi
Peneliti

di

University

of

Washington

menemukan bahwa bayi yang berusia 8-16


bulan berpeluang kehilangan kesempatan
menguasai

6-8

kosakata

setiap

menghabiskan satu jam menonton televisi.


Dalam

perkembangan

kemampuan

berbicara, interaksi sosial sangatlah penting


sementara televisi cenderung menyajikan informasi yang membuat penontonnya
pasif. Daripada membiarkan bayi atau balita Anda menonton televisi, lebih baik
Anda mengajaknya mengobrol dan berinteraksi langsung.

6
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

SOLUSI UNTUK ANAK TAK SUKA BUAH, SAYUR, dan SUSU


APA yang dapat Anda lakukan ketika si kecil menolak makanan yang sangat ia
dibutuhkan?

Sebagian

besar

Anda

mungkin

menjawab

terus

mencoba

memperkenalkannya. Tapi jika hanya teknik ini yang dijalani, hasilnya tidak selalu
efektif.
Berikut solusi untuk membantu si kecil yang pemilih makanan (picky eaters) untuk
mendapatkan makanan dan nutrisi yang mereka butuhkan, seperti dikutip Eating Well.
Tidak suka buah
Solusinya, olah buah-buahan dalam dalam milkshake. Sebagian besar buah-buahan
memberikan jumlah kalium dan vitamin C yang cukup sedangkan smoothie
berbahan buah merupakan cara yang pas untuk menyembunyikan buah dalam
penyajiannya.

7
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Kebanyakan anak-anak merasa tertarik untuk menyedot minuman dengan sedotan.


Smoothie dari toko sering dimuat dengan banyak tambahan gula, sehingga untuk
menu yang lebih sehat, buatlah sendiri di rumah.
Anak tidak suka makan brokoli (dan sayuran lainnya)
Solusinya, siram dengan saus keju. Menambahkan
keju di atas sayuran, seperti brokoli, kembang kol,
atau kubis membantu menjinakkan rasa yang
membuat anak malas memakannya. Memang, keju
umumnya mengandung lebih banyak kalori dan
lemak jenuh daripada produk susu rendah lemak, tapi keju juga memberikan sedikit
kalsium.

8
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Kuncinya adalah dengan menambahkan keju hanya cukup untuk membuat rasa
sayuran enak, tidak menghilangkan kalori dan lemak sayuran.
Anak tidak suka minum susu
Solusinya, tambahkan cokelat. Nyatanya, susu cokelat
lebih disukai anak-anak ketimbang susu vanilla. Kalau
Anda memaksakan susu full cream hingga akhirnya ia
minum susu, anak akan kehilangan nutrisi penting yang
telah disediakan oleh susu.
Cokelat susu memang mengandung gula tambahan, tapi minuman susu dengan
rasa bukan berarti Anda tidak bisa menambahkan gula diet untuk anak-anak. Sebab
menurut penelitian, anak yang minum susu dengan rasa memiliki asupan kalsium
yang lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak minum susu tanpa rasa, tapi
keseluruhan asupan gula tambahan mereka adalah sama.

9
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

WASPADAI EFEK SAMPING PENGGUNAAN DOT


Banyak ibu menyusui belum menyadari
bahwa efek samping penggunaan dot
bukan

hanya

membuat

bayi

berisiko

mengalami bingung puting, tetapi juga


membuat

payudara

mereka

"kalah"

dengan dot, sehingga produksi Air Susu


Ibu

(ASI)

menjadi

berkurang.

Ketika bayi menyusu lewat payudara, ia


dapat

mengatur

jumlah

susu

yang

mengalir dari payudara. Tetapi dengan


botol, tanpa dihisap pun susu bisa mengalir lebih cepat. Inilah yang membuat bayi
akhirnya menolak untuk menyusui lewat payudara ibunya.

10
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

11
Berikut ini adalah tanda-tanda yang mungkin
menunjukkan bayi Anda sedang bingung puting :

Bayi menyodorkan lidahnya ke atas selama


mengisap dan mendorong payudara keluar dari
mulutnya;

Bayi

tidak

membuka

mulut

cukup

lebar.

Akibatnya bayi hanya akan mengisap ujung


puting

sehingga

dapat

menyebabkan

nyeri

puting;

Bayi menjadi rewel dan mudah marah karena ASI tidak mengalir semudah ketika
dia menggunakan botol;

Pasokan susu para ibu sering berkurang karena bayi tidak menyusu dengan benar

Unit Promosi Kesehatan


RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

AGAR ASI TETAP LANCAR SAAT ANDA BEKERJA

12

Kembali bekerja setelah tiga bulan cuti hamil merupakan tantangan tersendiri bagi
seorang ibu baru. Bagaimana agar Anda dapat memberikan ASI eksklusif meskipun
waktu Anda tersita di kantor? Menjalaninya memang membutuhkan komitmen. Ketika
Anda berpisah dari bayi sepanjang hari, dan tidak dapat memenuhi kebutuhannya untuk
menyusu, Anda harus mengalihkan perhatian untuk membuat cadangan ASI.
Lalu, bagaimana cara memastikan bahwa produksi ASI tetap lancar sehingga Anda bisa
mencadangkannya selama Anda di kantor ? Berikut Tipsnya :

Berikan ASI sesering Anda bisa.


Kebanyakan ibu bekerja dapat menyusui empat kali pada setiap hari kerja. Satu kali
sebelum berangkat ke kantor, sepulang kantor, sesudah makan malam, dan
sebelum tidur. Apabila Anda memasang weker lebih pagi, Anda juga bisa
memberikan tambahan ASI begitu bangun tidur.
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

13
Jika memungkinkan (entah karena rumah Anda dekat kantor, atau si kecil diajak
babysitter-nya ke kantor Anda), berikan juga ASI saat makan siang atau sore hari.
Cara ini membuat Anda mengurangi kebutuhan memberikan ASI di dalam botol.

Jangan melewatkan jadwal memompa ASI.


Jadwal kerja yang padat sering membuat kita lupa atau tak sempat memompa ASI.
Namun meskipun Anda hanya memiliki waktu beberapa menit saja, lebih baik
memompa ASI dalam waktu singkat ketimbang menundanya sampai Anda tiba di
rumah. Yang penting adalah frekuensinya, bukan lamanya memompa ASI, sehingga
tubuh terstimulasi untuk terus memproduksi ASI.
Tidak menggunakan botol susu saat si kecil bersama Anda
Untuk menjaga dan memastikan persediaan ASI, sisihkan waktu dimana Anda bisa
menyusui secara teratur. Hal ini untuk mengantisipasi waktu dimana Anda harus
berpisah dengan si kecil. Tetapkan niat untuk memberikan botol susu hanya
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

14
ketika Anda sedang tidak bersama bayi, dan hanya menyusuinya kapanpun Anda
bersamanya. Selain membuat produksi ASI lancar, bayi juga tetap tertarik dengan
payudara ibunya (tidak membuatnya mencari-cari dot). Yang lebih penting lagi,
bonding antara Anda dan si kecil tetap terjaga.
Usahakan tidak terlalu sering meninggalkan anak.
Ketika Anda merencanakan untuk hamil dan mempunyai anak, saat itulah Anda
harus berkomitmen untuk berfokus pada keluarga. Maka, acara hangout bersama
teman-teman (bahkan suami) pun harus dikurangi. Sebisa mungkin hindari
meninggalkan anak dengan pengasuhnya selama empat atau lima jam, hanya
supaya Anda bisa nonton film sambil shopping, atau menjalani perawatan full body
di spa. Sesekali me time boleh saja, namun pastikan si kecil ada bersama ayahnya.

Unit Promosi Kesehatan


RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

15
Gunakan akhir pekan sebagai sesi menyusui.
Para ibu yang bekerja lima hari dalam
seminggu biasanya mengalami jumlah
ASI yang mampu mereka hasilkan akan
berkurang menjelang akhir minggu.
Setelah menyusui lebih teratur pada
akhir minggu, para ibu umumnya
merasa payudara menjadi lebih penuh
pada

hari

Senin.

Mereka

butuh

memompa lebih banyak ASI, untuk


menghindari

pembengkakan

pada

payudara yang menimbulkan rasa ngilu


bahkan meriang. Simpan persediaan ASI di dalam kulkas untuk cadangan selama
hari-hari dimana Anda sibuk di kantor.
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

16

Nikmati sesi menyusui malam hari.

Bayi juga bisa merindukan sesi menyusu ketika ditinggalkan ibunya seharian penuh.
Saat Anda berangkat ke kantor, bayi akan mengubah pola rutinitasnya dengan tidur
lebih lama, lalu kembali menuntut ASI pada malam hari.
Ini pertanda baik, dan ibu yang mampu
menjalani

dua

perannya

tentu

akan

menikmati sesi menyusui sepulang kantor dan


menjelang tidur ini. Menyusui di tempat tidur
sambil ngobrol dengan suami bisa menjadi
sarana rileksasi.
Bahkan, banyak ibu yang mengaku menjadi
tidur lebih nyenyak ketika si bayi ada bersama
mereka, meskipun itu artinya para ibu jadi lebih mudah terjaga sepanjang malam .
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Oleh :

Dr. Tri Lestari R SpA


Drg. Titisari
Dalam rangka memperingatiPERAWATAN GIGI SUSU HINGGA GIGI 1
PERMANEN
Lebih dari 80 persen anak usia di bawah 12 tahun
menderita gigi berlubang. Penyebab utamanya adalah
karena kebersihan gigi yang kurang terjaga dengan baik.
Merawat gigi dengan benar bukan hanya membuang
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

bakteri dan plak, tetapi juga menyingkirkan semua masalah gigi.


Berikut perawatan gigi sejak masa bayi hingga dewasa :
Usia Bayi
Sejak bayi mulai tumbuh gigi, orangtua seharusnya mulai memerhatikan kesehatan
gigi buah hatinya karena tanpa disadari pola makan bayi sudah mengandung gula
yang tinggi. Orangtua hendaknya mengajak anaknya ketika melakukan pemeriksan
gigi rutin agar anak menjadi terbiasa dengan dokter
gigi.
Usia Balita
Kunjungan ke dokter gigi di masa bayi hingga balita
akan lebih banyak difokuskan pada menghitung
jumlah gigi. Kita perlu mengetahui apakah gigi anak
terlambat tumbuh atau tidak.

Unit Promosi Kesehatan


RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Pada usia balita, orangtua harus memastikan anak menyikat giginya 2x sehari
dengan pasta gigi yang mengandung fluoride. Di usia ini anak-anak sebaiknya
diperiksa giginya setidaknya setahun sekali. Jika ada kerusakan pada giginya, maka
ia harus datang setiap 6 bulan sekali.
Usia Sekolah Dasar
Di usia 6 tahun pada umumnya anak-anak mulai kehilangan gigi susunya dan
digantikan oleh gigi permanen. Idealnya, mereka sudah mampu menyikat giginya
tanpa bantuan orangtua. Ajari anak untuk membatasi makanan yang lengket pada
gigi yang bisa membuat gigi cepat lapuk.

2
Pertahanan terbaik pada gigi adalah menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan
manis dan lengket, atau minimal berkumur dan sikat gigi sebelum tidur malam.
7

Unit Promosi Kesehatan


RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Usia Pra Remaja


Gigi berlubang merupakan masalah utama pada
kesehatan gigi pra remaja dan usia remaja.
Lakukan perawatan segera agar kerusakannya
tetap minimal dan gigi anak tidak perlu dicabut.
Usia remaja merupakan waktu yang tepat untuk
melakukan koreksi jika susunan gigi anak kurang
rapi. Sebaiknya ditunggu sampai seluruh gigi
permanen anak tumbuh agar dokter bisa
menentukan tindakan yang tepat.

3
5 TIPS MEMBUAT BAYI ANDA LEBIH CEPAT BERBICARA
Mulai Sedini Mungkin

Unit Promosi Kesehatan


RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Mengajak bayi yang baru lahir untuk berbicara bisa membantunya untuk lebih
cepat berbicara. Selain itu, bayi yang sudah sering diajak bicara oleh orang tua juga
akan memiliki kosakata yang sangat kaya. Meskipun bayi Anda belum bisa
merespon pembicaraan atau obrolan Anda, tetapi otak bayi Anda sudah mampu
merespon suara dengan baik
Berikan Informasi dan Deskripsi
Coba berikan informasi dari setiap hal atau benda yang bayi Anda lihat atau
perhatikan. Misalnya, ketika bayi Anda terlihat memperhatikan sebuah boneka
kelinci, sampaikan bahwa itu namanya kelinci dan warnanya putih. Gunakan istilahistilah sederhana yang menggambarkan ukuran, rasa, warna, dan bentuk dari setiap
hal yang bayi Anda perhatikan.

Unit Promosi Kesehatan


RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Membaca Buku Bersama-Sama


Anda tak perlu membacakan sebuah
buku persis sama dengan alur ceritanya.
Anda bisa misalnya mengajak bayi Anda
untuk menyentuh gambar-gambar yang
ada di buku tersebut. Buku bergambar
juga sangat bagus untuk bayi Anda
karena Anda bisa mencoba membuat
cerita dan dongengnya sendiri.
Buat Dialog
Setiap kali bayi Anda mengoceh, berilah tanggapan. Anda bisa memberi tanggapan
seolah-olah Anda sedang berdialog dengannya. Selain itu, Anda juga bisa coba
untuk mengomentari apa yang ia lihat dan ia tunjuk.

5
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Dengan memberikan tanggapan atau jawaban, secara tidak langsung Anda juga
memperlihatkan pada bayi Anda seperti apa percakapan itu.
Matikan Televisi
Peneliti

di

University

of

Washington

menemukan bahwa bayi yang berusia 8-16


bulan berpeluang kehilangan kesempatan
menguasai

6-8

kosakata

setiap

menghabiskan satu jam menonton televisi.


Dalam

perkembangan

kemampuan

berbicara, interaksi sosial sangatlah penting


sementara televisi cenderung menyajikan informasi yang membuat penontonnya
pasif. Daripada membiarkan bayi atau balita Anda menonton televisi, lebih baik
Anda mengajaknya mengobrol dan berinteraksi langsung.

6
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

SOLUSI UNTUK ANAK TAK SUKA BUAH, SAYUR, dan SUSU


APA yang dapat Anda lakukan ketika si kecil menolak makanan yang sangat ia
dibutuhkan?

Sebagian

besar

Anda

mungkin

menjawab

terus

mencoba

memperkenalkannya. Tapi jika hanya teknik ini yang dijalani, hasilnya tidak selalu
efektif.
Berikut solusi untuk membantu si kecil yang pemilih makanan (picky eaters) untuk
mendapatkan makanan dan nutrisi yang mereka butuhkan, seperti dikutip Eating Well.
Tidak suka buah
Solusinya, olah buah-buahan dalam dalam milkshake. Sebagian besar buah-buahan
memberikan jumlah kalium dan vitamin C yang cukup sedangkan smoothie
berbahan buah merupakan cara yang pas untuk menyembunyikan buah dalam
penyajiannya.

7
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Kebanyakan anak-anak merasa tertarik untuk menyedot minuman dengan sedotan.


Smoothie dari toko sering dimuat dengan banyak tambahan gula, sehingga untuk
menu yang lebih sehat, buatlah sendiri di rumah.
Anak tidak suka makan brokoli (dan sayuran lainnya)
Solusinya, siram dengan saus keju. Menambahkan
keju di atas sayuran, seperti brokoli, kembang kol,
atau kubis membantu menjinakkan rasa yang
membuat anak malas memakannya. Memang, keju
umumnya mengandung lebih banyak kalori dan
lemak jenuh daripada produk susu rendah lemak, tapi keju juga memberikan sedikit
kalsium.

8
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Kuncinya adalah dengan menambahkan keju hanya cukup untuk membuat rasa
sayuran enak, tidak menghilangkan kalori dan lemak sayuran.
Anak tidak suka minum susu
Solusinya, tambahkan cokelat. Nyatanya, susu cokelat
lebih disukai anak-anak ketimbang susu vanilla. Kalau
Anda memaksakan susu full cream hingga akhirnya ia
minum susu, anak akan kehilangan nutrisi penting yang
telah disediakan oleh susu.
Cokelat susu memang mengandung gula tambahan, tapi minuman susu dengan
rasa bukan berarti Anda tidak bisa menambahkan gula diet untuk anak-anak. Sebab
menurut penelitian, anak yang minum susu dengan rasa memiliki asupan kalsium
yang lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak minum susu tanpa rasa, tapi
keseluruhan asupan gula tambahan mereka adalah sama.

9
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

WASPADAI EFEK SAMPING PENGGUNAAN DOT


Banyak ibu menyusui belum menyadari
bahwa efek samping penggunaan dot
bukan

hanya

membuat

bayi

berisiko

mengalami bingung puting, tetapi juga


membuat

payudara

mereka

"kalah"

dengan dot, sehingga produksi Air Susu


Ibu

(ASI)

menjadi

berkurang.

Ketika bayi menyusu lewat payudara, ia


dapat

mengatur

jumlah

susu

yang

mengalir dari payudara. Tetapi dengan


botol, tanpa dihisap pun susu bisa mengalir lebih cepat. Inilah yang membuat bayi
akhirnya menolak untuk menyusui lewat payudara ibunya.

10
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

11
Berikut ini adalah tanda-tanda yang mungkin
menunjukkan bayi Anda sedang bingung puting :

Bayi menyodorkan lidahnya ke atas selama


mengisap dan mendorong payudara keluar dari
mulutnya;

Bayi

tidak

membuka

mulut

cukup

lebar.

Akibatnya bayi hanya akan mengisap ujung


puting

sehingga

dapat

menyebabkan

nyeri

puting;

Bayi menjadi rewel dan mudah marah karena ASI tidak mengalir semudah ketika
dia menggunakan botol;

Pasokan susu para ibu sering berkurang karena bayi tidak menyusu dengan benar

Unit Promosi Kesehatan


RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

AGAR ASI TETAP LANCAR SAAT ANDA BEKERJA

12

Kembali bekerja setelah tiga bulan cuti hamil merupakan tantangan tersendiri bagi
seorang ibu baru. Bagaimana agar Anda dapat memberikan ASI eksklusif meskipun
waktu Anda tersita di kantor? Menjalaninya memang membutuhkan komitmen. Ketika
Anda berpisah dari bayi sepanjang hari, dan tidak dapat memenuhi kebutuhannya untuk
menyusu, Anda harus mengalihkan perhatian untuk membuat cadangan ASI.
Lalu, bagaimana cara memastikan bahwa produksi ASI tetap lancar sehingga Anda bisa
mencadangkannya selama Anda di kantor ? Berikut Tipsnya :

Berikan ASI sesering Anda bisa.


Kebanyakan ibu bekerja dapat menyusui empat kali pada setiap hari kerja. Satu kali
sebelum berangkat ke kantor, sepulang kantor, sesudah makan malam, dan
sebelum tidur. Apabila Anda memasang weker lebih pagi, Anda juga bisa
memberikan tambahan ASI begitu bangun tidur.
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

13
Jika memungkinkan (entah karena rumah Anda dekat kantor, atau si kecil diajak
babysitter-nya ke kantor Anda), berikan juga ASI saat makan siang atau sore hari.
Cara ini membuat Anda mengurangi kebutuhan memberikan ASI di dalam botol.

Jangan melewatkan jadwal memompa ASI.


Jadwal kerja yang padat sering membuat kita lupa atau tak sempat memompa ASI.
Namun meskipun Anda hanya memiliki waktu beberapa menit saja, lebih baik
memompa ASI dalam waktu singkat ketimbang menundanya sampai Anda tiba di
rumah. Yang penting adalah frekuensinya, bukan lamanya memompa ASI, sehingga
tubuh terstimulasi untuk terus memproduksi ASI.
Tidak menggunakan botol susu saat si kecil bersama Anda
Untuk menjaga dan memastikan persediaan ASI, sisihkan waktu dimana Anda bisa
menyusui secara teratur. Hal ini untuk mengantisipasi waktu dimana Anda harus
berpisah dengan si kecil. Tetapkan niat untuk memberikan botol susu hanya
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

14
ketika Anda sedang tidak bersama bayi, dan hanya menyusuinya kapanpun Anda
bersamanya. Selain membuat produksi ASI lancar, bayi juga tetap tertarik dengan
payudara ibunya (tidak membuatnya mencari-cari dot). Yang lebih penting lagi,
bonding antara Anda dan si kecil tetap terjaga.
Usahakan tidak terlalu sering meninggalkan anak.
Ketika Anda merencanakan untuk hamil dan mempunyai anak, saat itulah Anda
harus berkomitmen untuk berfokus pada keluarga. Maka, acara hangout bersama
teman-teman (bahkan suami) pun harus dikurangi. Sebisa mungkin hindari
meninggalkan anak dengan pengasuhnya selama empat atau lima jam, hanya
supaya Anda bisa nonton film sambil shopping, atau menjalani perawatan full body
di spa. Sesekali me time boleh saja, namun pastikan si kecil ada bersama ayahnya.

Unit Promosi Kesehatan


RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

15
Gunakan akhir pekan sebagai sesi menyusui.
Para ibu yang bekerja lima hari dalam
seminggu biasanya mengalami jumlah
ASI yang mampu mereka hasilkan akan
berkurang menjelang akhir minggu.
Setelah menyusui lebih teratur pada
akhir minggu, para ibu umumnya
merasa payudara menjadi lebih penuh
pada

hari

Senin.

Mereka

butuh

memompa lebih banyak ASI, untuk


menghindari

pembengkakan

pada

payudara yang menimbulkan rasa ngilu


bahkan meriang. Simpan persediaan ASI di dalam kulkas untuk cadangan selama
hari-hari dimana Anda sibuk di kantor.
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

16

Nikmati sesi menyusui malam hari.

Bayi juga bisa merindukan sesi menyusu ketika ditinggalkan ibunya seharian penuh.
Saat Anda berangkat ke kantor, bayi akan mengubah pola rutinitasnya dengan tidur
lebih lama, lalu kembali menuntut ASI pada malam hari.
Ini pertanda baik, dan ibu yang mampu
menjalani

dua

perannya

tentu

akan

menikmati sesi menyusui sepulang kantor dan


menjelang tidur ini. Menyusui di tempat tidur
sambil ngobrol dengan suami bisa menjadi
sarana rileksasi.
Bahkan, banyak ibu yang mengaku menjadi
tidur lebih nyenyak ketika si bayi ada bersama
mereka, meskipun itu artinya para ibu jadi lebih mudah terjaga sepanjang malam .
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

HARI ANAK NASIONAL TAHUN 2014


Anak Indonesia
Sehat, Ceria dan Berakhlak Mulia

Oleh :

Dr. Tri Lestari R SpA


Drg. Titisari
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Dalam rangka memperingati

HARI ANAK NASIONAL TAHUN 2014


Anak Indonesia
Sehat, Ceria dan Berakhlak Mulia

Oleh :

Dr. Tri Lestari R, SpA


Drg. Titisari
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Dalam rangka memperingati

HARI ANAK NASIONAL TAHUN 2014


Anak Indonesia
Sehat, Ceria dan Berakhlak Mulia

Oleh :

Dr. Tri Lestari R, SpA


Drg. Titisari
Unit Promosi Kesehatan
RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

Dalam rangka memperingati

HARI ANAK NASIONAL TAHUN 2014


Anak Indonesia
Sehat, Ceria dan Berakhlak Mulia

Unit Promosi Kesehatan


RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang