You are on page 1of 1

GUNAWAN MUHAEMIN

IKP REGULER SMT 1

TANGGAPI SI BUNTU SEJAK DINI !!!


Eh kalau makan, yang teratur ya ! karena dengan makan yang teratur kita dapat
terhindar dari penyakit yang satu ini loh ! radang usus buntu (Appendicitis).
Sebetulnya apa sih usus buntu ? usus buntu (Appendix vermoformis) merupakan salah
satu bagian organ saluran pencernaan yang berupa tonjolan kecil seperti tabung, panjangnya
rata-rata 5-10 cm yang berpangkal pada perbatasan antara usus besar dan usus halus.
Pada awalnya usus buntu tidak memiliki fungsi, namun dari hasil penelitian Wiliam
Parker di Duke University Medical Center pada tahun 2007 mengungkap fungsi apendiks
sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu
kekebalan tubuh).
Lalu apa penyebab radang usus buntu itu ? appendiksitis umumnya disebabkan oleh
infeksi bakteri, yaitu faktor penyumbatan oleh tinja (Feces) dan hyperplasia jaringan limfoid.
Penyumbatan atau pembesaran inilah yang menjadi media bagi bakteri untuk berkembang
biak. Perlu diketahui bahwa dalam tinja (Feces) manusia sangat mungkin sekali telah
tercemari oleh bakteri Escherichia Coli, inilah yang sering kali mengakibatkan infeksi yang
berakibat pada peradangan usus buntu.
Menurut dokter ahli, gejala appendiksitis bervariasi tergantung stadiumnya yaitu
radang usus buntu akut, gejala yang timbul: panas tinggi, mual-muntah, nyeri perut kanan
bawah, jika berjalan sakit sehingga agak terbongkok, tetapi tidak semua orang menunjukkan
gejala seperti ini, bisa juga hanya bersifat meriang, atau mual-muntah saja. Sedangkan pada
radang usus buntu kronik, gejala yang timbul sedikit mirip dengan sakit maag dimana terjadi
nyeri samar di daerah sekitar pusar dan terkadang demam yang hilang timbul disertai dengan
rasa mual-muntah, kemudian nyeri itu akan berpindah ke perut kanan bawah dengan nyeri
yang khas di titik Mc burney.
Bagaimana cara mengetahui kondisi usus buntu kita ? pemeriksaan dapat dilakukan
Tim Kesehatan untuk menentukan dan mendiagnosa adanya penyakit radang usus buntu
(Appendicitis). Diantaranya dengan pemeriksaan fisik, pada perabaan (palpasi) didaerah
perut kanan bawah, bila ditekan akan terasa nyeri. Pemeriksaan laboratorium, bila ditemukan
kenaikan sel darah putih (leukosit) sekitar 10.000 18.000/mm3. Pemeriksaan radiology,
untuk tingkat keakuratan yang paling tinggi adalah dengan pemeriksaan CT scan (93 98 %),
karena dapat terlihat jelas gambaran apendiks.
Bila diagnosis sudah pasti, pada kondisi dini dapat saja dilakukan dengan pemberian
obat antibiotika namun tingkat kekambuhannya mencapai 35%. Jika terdiagnosa apendiks
akut, maka tindakan yang harus segera dilakukan adalah dengan cara operasi sebelum
apendiks mengalami perforasi (pecah) yang dapat menginfeksi dinding rongga perut
(Peritonitis). Sedangkan untuk usus buntu kronis waktu operasinya masih bisa ditunda
tergantung dari kondisi pasien, namun disarankan untuk tidak terlalu lama menundanya.
Jadi, membuat pilihan yang bijaksana terutama dalam memilih apa yang akan di
makan hari ini, adalah modal dasar bagi kesehatan yang optimal. Untuk itu, jauhkan diri dari
minuman-minuman botol atau kaleng yang mengandung gas. Mengkonsumsi makanan
berserat seperti buah-buahan dan sayuran sangat penting untuk menghindari terjadinya
appendiksitis.