You are on page 1of 4

1. Tadi anda menyebutkan, tahun 2013 mengalami penurunan.

Hal apa yang


menurut anda paling signifikan penyebab penurunan lapkeu dki jakarta?
Tolong dijelaskan lebih jelas tentang penyebab penurunan tsb.
2. Lalu menurut anda, ada ngga daerah yang kira2 laporan keuangannya patut
untuk dicontoh?
3. Tadi anda menyebutkan laporan keuangan yang baik akan mewujudkan good
governance, seperti apa good governace yg dimaksud?
4. Bagaimana menurut anda keadaan pemerintahan dki jakarta skrg dalam
mengelola keuangannya?

1. Lebih lanjut, dia memaparkan penurunan opini tersebut disebabkan oleh dua hal.
Pertama, realisasi belanja melalui mekanisme uang persediaan melewati
mekanisme uang persediaan melewati batas yang ditentukan, yaitu 15
Desember 2013.
Realisasi belanja yang tidak didukung dengan bukti pertanggung jawaban
lengkap ditemukan berindikasi kerugian senilai Rp 59,23 miliar. Kerugian itu
ditemukan pada biaya pengendalian teknis kegiatan, kegiatan penataan jalan
kampung dan Belanja Operasional Pendidikan (BOP), tutur Agung.
Penyebab kedua, dia mengungkapkan, yakni pelaksanaan sensus terhadap aset
tetap dan aset lainnya belum memadai, karena tidak dilakukan inventarisasi atas
seluruh aset dan kertas kerja koreksi sensus tidak memadai.
Selain itu, aset yang belum selesai disensus juga tidak didukung dengan
perincian. Sehingga, nilai aset tetap dan aset lain yang merupakan hasil sensus
tidak dapat diyakini kewajarannya, ungkap Agung. (Ant)
2.

Badan Pemeriksa Keuangan menyatakan dari 16 entitas pemerintah daerah,


Jawa Barat adalah salah satu yang paling siap. Sementara, Pemerintah provinsi
DKI Jakarta justru yang paling telat mengirim laporan keuangan.
Tak hanya itu, Pemprov Jabar juga memiliki aplikasi penyajian laporan selama
dua tahun ini dan telah terkoneksi dengan BPK.
Satu hal yang menurut dia perlu dicontoh adalah Pemrov Jabar mengirim
pegawai untuk menempuh pendidikan tenaga akuntan untuk mendukung
mendukung pelaporan keuangan yang
akurat di seluruh satuan kerja
pemerintah
daerah.
Hal ini berbeda dengan Pemprov DKI yang bahkan terlambat ketika
menyampaikan laporan keuangan. Malah dari 16 entitas pemerintah daerah, DKI
Jakarta adalah salah satu yang mengalami penurunan opini selain Pemprov
Banten. BPK mengeluarkan opini wajar dengan pengecualian atas laporan
keuangan Pemprov DKI Jakarta, untuk tahun anggaran 2013.

3. Good governance adalah cara yang tepat dalam mengelola urusan-urusan


publik. ada beberapa karakteristik pelaksanaan good governance antara lain;
1. participation, adanya keterlibatan masyarakat dalam pembuatan
keputusan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui lembaga
perwakilal
2. n yang dapat menyalurkan aspirasinya. Adanya jaminan dari negara bagi
warganegara untuk berasosiasi, diberikan kebebasan dalam menyatakan
pendapat dan ikut berpartisipasi dalam menentukan dan memutuskan
kebijakan publik.

3. Rule of law, kerangka hukum yang adil dan dilaksanakan tanpa pandang
bulu. Setiap warganegara dilakukan sama dihadapan hukum tidak ada
pengecualian. Dalam setiap proses penyelesaian kasus hukum mulai
penyelidikan,penyidikan dan berperkara setiap warga didampingi
pengacara hukum, negara menyediakan pengacara (ahli hukum) apabila
warganegara menginginkan pengacara yang disediakan oleh negara
karena ketiadaan biaya.
4. Transparency, keterbukaan dibangun atas dasar kebebasan memperoleh
informasi. Informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik secara
langsung dapat diperoleh oleh mereka yang membutuhkan.
Dalam undang-undang no.14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi
publik sudah dinyatakan dengan tegas bahwa pada asasnya setiap
informasi publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap pengguna
informasi publik, informasi publik yang dikecualikan bersifat ketat dan
terbatas,setiap informasi publik harus dapat diperoleh setiap pemohon
informasi publik dengan cepat dan tepat waktu, biaya ringan dan cara
sederhana.
5. Responsiveness, lembaga-lembaga publik harus cepat dan tanggap dalam
melayani stakeholders.
6. Consensus orientation, berorientasi pada kepentingan masyarakat yang
lebih luas.
7. Equity,setiap masyarakat memiliki kesempatan
memperoleh kesejahteraan dan keadilan.

yang

sama

untuk

8. Effisiency and Effectiveness, pengelolaan sumber daya publik dilakukan


secara berdaya guna (Efisien) dan berhasil guna (efektif).
9. Accountability,pertanggung jawaban kepada publik atas setiap aktifitas
yang dilakukan.
10.strategic vision,penyelenggara pemerintahan dan masyarakat harus
memiliki pandangan yang jauh kedepan.
4.

TransaksikeuangandiDKIjakartasaatinidinilailebihtransparan.Sejak
tahun 2013 telah menerapkan sistem pembayaran kepada pihak lain
melalui transfer rekening oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Pembayarantunaihanyadiperbolehkandenganbatasmaksimal100juta
rupiah.
Transaksi kami dipantau dan dimonitor langsung oleh BPK. Setiap
pejabat di DKI Jakarta berani memberikan Laporan Harta Kekayaan
besertapembayaranpajaknya.

Dalam upaya menekan kasus korupsi dan mengetahui aliran penggunaan keuangan daerah,
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerapkan sistem transaksi cash atau tunai
hanya sebesar Rp 25 juta pada tahun 2015 ini.
Transaksi diatas Rp 25 juta harus melalui transaksi non tunai. Atau ditransfer antar bank.
Sehingga bisa diketahui kemana aliran dana tersebut dikirimkan serta siapa penerima dan
pemberi aliran dana tersebut.
Sistem transaksi non tunai ini dinilainya bisa melawan korupsi. Dengan begitu tidak ada lagi
terjadi aliran dana ilegal yang masuk ke dalam rekening bank pejabat maupun SKPD dan BUMD
DKI.