You are on page 1of 14

HUKUM LARI MENINGGALKAN MEDAN JIHAD

BERDASAR HADIS NABI SAW.


Oleh: Aat Hidayat*

A.

Pendahuluan
Ada semboyan, yang selama ini dikenal luas di kalangan
aktivis pergerakan. Semboyan itu berbunyi, "Sekali bendera
sudah dikibarkan, pantang untuk diturunkan". Memang,
semboyan ini terkesan agitatif dan provokatif.
Dari semboyan di atas, lantas penulis membandingkan
dengan larangan lari meninggalkan medan jihad. Keduanya
hampir sama. Berisi pesan untuk tidak lari dari masalah.
Ada beberapa ayat al-Qur'an dan hadis Nabi yang berisi
larangan lari dari medan jihad. Pada makalah ini, penulis akan
mengemukakan beberapa hadis Nabi yang berisi larangan lari
dari medan jihad tersebut. Paling tidak, dari pemaparan hadishadis berikut, kita akan mendapat gambaran tentang apa,
siapa, kapan, di mana, bagaimana, dan mengapa tentang
tema 'Lari Meninggalkan Medan Jihad' ini.
Sebagai pembuka, di bawah ini ayat yang dengan keras
mengutuk orang-orang yang lari meninggalkan medan jihad.
Mereka diancam akan memperoleh kemurkaan Allah. Neraka
Jahannam tempat kembalinya.




"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu
dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu,
maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).
Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu
itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak
menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka
sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa
kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam.
Dan amat buruklah tempat kembalinya." (al-Anfal [8]: 15-16).

Hadis-hadis tentang Lari Meninggalkan Medan Jihad

B.
1.

Lari meninggalkan medan jihad termasuk salah-satu


perbuatan dosa yang membinasakan.












Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi Muhammad saw. Beliau
bersabda, "Jauhilah tujuh perbuatan dosa yang
membinasakan". Mereka (para sahabat) bertanya, "Apa
saja tujuh perkara tersebut, Ya Rasulullah?" Rasulullah

menjawab, "Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang


diharamkan oleh Allah, memakan harta riba, memakan
harta anak yatim, lari dari medan jihad, dan menuduh
berzina perempuan baik-baik ".1
Hadis di atas menjelaskan bahwa perbuatan dosa yang
membinasakan ada tujuh perkara. Salah-satunya adalah
lari dari medan perang. Sehingga, lari dari medan perang
merupakan satu larangan yang mesti dijauhi.
Dalam hadis riwayat Abu Dawud, dari 'Ubaid bin 'Umair,
dari ayahnya, dijelaskan, bahwa dosa-dosa besar itu
berjumlah sembilan perkara. Tujuh perkara seperti
disebutkan di atas, ditambah durhaka kepada orang-tua
dan tidak mengakui Bait al-Haram sebagai kiblat.2
2.

Lari meninggalkan jihad juga termasuk kategori dosa


besar, di samping dosa syirik kepada Allah dan membunuh.

1Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari nomor 2.560 dan 6.351, dengan jalur
periwayatan 'Abd al-'Aziz bin 'Abdullah, dari Sulaiman bin Bilal, dari S|aur bin
Zaid al-Madani, dari Abu al-Gais\, dari Abu Hurairah. Secara umum, hadis ini
berkualitas baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Status hadis ini adalah
marfu', muttas}il, ahad. Selain diriwayatkan oleh Bukhari, hadis ini juga
diriwayatkan oleh Muslim nomor 129, dengan jalur periwayatan Harun bin
Sa'id, dari Ibnu Wahab, dari Sulaiman bin Bilal, daridari S|aur bin Zaid, dari
Abu al-Gais\ dari Abu Hurairah, dengan status sebagai hadis marfu', muttas}il,
ahad. Diriwayatkan juga oleh al-Nasa>i> nomor 3.611, dengan jalur
periwayatan al-Rabi>' bin Sulaiman, dari Ibnu Wahab, dari Sulaiman bin Bilal,
dari S|aur bin Zaid, dari Abu al-Gais\, dari Abu Hurairah, dengan status
sebagai hadis marfu', muttas}il, ahad. Diriwayatkan juga oleh Abu Dawud
nomor 2.490, dengan jalur Ah}mad bin Sa'id al-H{amdani, dari Ibnu Wahab,
dari Sulaiman bin Bilal, dari S|aur bin Zaid, dari Abu al-Gais\, dari Abu
Hurairah, dengan status sebagai hadis marfu'. Lihat CD Mausu>'ah alH{adi>s al-Syari>f al-Kutub al-Tis'ah (Tkt: Global Islamic Software Company,
1997). \
2Lihat hadis riwayat Abu Dawud nomor 2.490 dalam CD Mausu>'ah .














Dari Abu Ayyub al-Ans}ari, Rasulullah saw.
bersabda,"Barangsiapa beribadah kepada Allah, tidak
menyekutukan Allah, mendirikan s{alat, mengeluarkan
zakat, dan meninggalkan dosa-dosa besar, maka
disediakan baginya surga". Para sahabat bertanya tentang
dosa besar. Rasulullah saw. Menjawab, "Menyekutukan
Allah, membunuh seorang muslim, dan lari dari medan
perang".3
Hadis ini menjelaskan, bahwa lari dari medan perang
termasuk salah-satu dosa besar yang mesti dijauhi, di
samping dosa syirik kepada Allah dan membunuh.
Kedua hadis di atas diperkuat oleh hadis yang diriwayatkan
oleh al-Nasa'i dari 'Ubaid bin 'Umair, dari ayahnya.

3Hadis ini diriwayatkan oleh al-Nasa'i nomor 3.944, dengan jalur periwayatan
Ish{aq bin Ibrahim, dari Baqiyyah, dari Bah}ir bin Sa'ad, dari Khalid bin
Ma'dan, dari Abu Ruhm al-Sama'i, dari Abu Ayyub al-Ans}ari. Status hadis ini
adalah marfu', muttas}il, ahad. Hadis ini diriwayatkan juga oleh Ahmad nomor
22.403 dan 22.407, dengan salah-satu jalur periwayatan sebagai berikut
Zakariya bin 'Adi, dari Baqiyyah, dari Bahir, dari Khalid bin Ma'dan, dari Abu
Ruhm al-Sama'i, dari Abu Ayyub. Status hadis ini adalah marfu', muttas}il,
ahad. Lihat CD Mausu>'ah .


Dari 'Ubaid bin 'Umair, dari ayahnya, salah seorang
sahabat Nabi. Seseorang bertanya kepada Rasulullah, "Ya
"?Rasulullah, apa saja yang termasuk dosa-dosa besar itu
Rasulullah menjawab, "Dosa-dosa besar itu ada tujuh
macam. Yang paling besar di antara ketujuh dosa besar
tersebut adalah syirik kepada Allah, membunuh seseorang,
dan lari dari medan perang".4
Hadis ini menyimpulkan dua hadis sebelumnya. Bahwa
dosa besar yang membinasakan itu ada tujuh macam. Dan
lari meninggalkan medan perang termasuk salah-satu di
antaranya.
Lari meninggalkan medan perang merupakan salah-satu

3.

larangan Rasulullah yang diwasiatkan kepada umatnya.



















4Hadis ini diriwayatkan oleh al-Nasa'i nomor 3.947, dengan jalur periwayatan
al-'Abbas bin 'Abd al-'Az}im, dari Mu'az\ bin Hani, dari Harb bin Syadad, dari
Yah}ya bin Abi Kas\ir, dari 'Abd al-H{amid bin Sinnan, dari 'Ubaid bin 'Umair,
dari ayahnya. Status hadis ini adalahmarfu', muttas}il, ah}ad. Lihat CD
Mausu>'ah .





Dari Mu'az\, Rasulullah saw. memberi wasiat kepada saya
dengan sepuluh kalimat. Jangan mempersekutukan Allah
dengan sesuatu yang lain, walaupun kamu akan dibunuh
atau akan dibakar; jangan berperilaku busuk kepada
kedua-orangtua, walaupun mereka menyuruh kamu untuk
meninggalkan keluargamu dan hartamu; jangan sengaja
meninggalkan salat wajib, karena barangsiapa
meninggalkan salat wajib secara sengaja, maka telah
keluar dari perlindungan Allah; jangan meminum khamr,
karena ia adalah induk segala kejahatan; hati-hatilah
dengan perbuatan maksiat, karena akan mendatangkan
kebencian Allah; jangan lari meninggalkan medan perang
walaupun semua orang sudah mati; jika penduduk dilanda
penyakit sampar, tetaplah bersama mereka; bersedekahlah
dengan kekayaanmu kepada kerabatmu; jangan
mengangkat tongkatmu sebagai tanda sopan-santun; dan
takutlah karena Allah".5
4.

Lari dari medan perang disamakan kedudukannya dari


tujuh macam bahaya maut.

5Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad nomor 21.060, dengan jalur periwayatan
'Abdullah, dari ayahnya, dari Abu al-Yaman, dari Isma'il bin 'Ayyasy, dari
S{afwan bin 'Amr, dari 'Abd al-Rah}man bin Jubair bin Nufair al-H{ad}rami,
dari Mu'az\. Status hadis ini adalah marfu', muttas}il, ah}ad. Lihat CD
Mausu>'ah .













Dari 'Amr bin 'As} dan dari 'Abdullah bin 'Amr, Rasulullah
saw. mewanti-wanti untuk waspada dari tujuh macam
maut. Dari mati mendadak, dari sengatan ular, dari
binatang buas, dari tenggelam, dari terbakar, dari terjatuh
dari sesuatu atau tertimpa sesuatu, dan dari lari
meninggalkan medan perang".6
Lari dari medan perang sama nilainya dengan lari dari

5.

suatu wabah penyakit. Dan sabar dalam menghadapi


wabah penyakit, sama dengan sabar dalam medan perang,
tidak lari darinya. Orang yang tidak lari dari wabah
penyakit, dan terus menghadapinya, tentu sambil terus
mencari obatnya, akan mendapatkan pahala syahid.








Dari Jabir bin 'Abdillah, beliau mendengar Rasulullah saw.
bersabda, bahwa lari dari wabah penyakit sama dengan
6Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad nomor 6.306 dan 17.151, dengan jalur
periwayatan H{asan bin Musa, dari Ibnu Luhai'ah, dari Abu Qubail, dari Malik
bin 'Abdillah, dari 'Amr bin 'As}. Status hadis ini adalah marfu', muttas}il,
ah}ad. Lihat CD Mausu>'ah .

lari dari medan perang. Barangsiapa sabar dalam


menghadapi wabah penyakit, baginya pahala syahid".7
Larangan lari dari medan perang termasuk salah-satu ayat

6.

(ajaran) yang sembilan, dari ajaran-ajaran para nabi


sebelum Nabi Muhammad.


















Dari S{afwan bin 'Assal, bahwa seorang Yahudi berkata
kepada sahabatnya, "Mari pergi bersama saya kepada Nabi
!ini!" Sahabatnya berkata, "Kamu jangan mengatakan Nabi
Jika kamu mendengarnya, maka dia memiliki empat mata".
Kemudian keduanya pergi menemui Rasulullah saw. dan
mereka bertanya tentang sembilan ayat. Rasulullah
bersabda kepada mereka, "Jangan menyekutukan Allah,
jangan berlebih-lebihan, jangan berzina, jangan membunuh
jiwa yang diharamkan oleh Allah, jangan berjalan dengan
7Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad nomor 13.954, 14.266, 14.346, 23.386,
23.965, 24.986, dan 24.987. Salah satu jalur periwayatannya antara lain Abu
Salamah, dari Bakar bin Mud}ar, dari 'Umar bin Jabir al-H{ad}rami, dari Jabir
bin 'Abdillah. Status ketiga hadis ini adalah marfu', muttas}il, ah}ad.
Selengkapnya lihat CD Mausu>'ah .

sombong, jangan melakukan sihir, jangan memakan harta


riba, jangan menuduh zina perempuan baik-baik, jangan
lari dari medan perang, dan bagi orang Yahudi jangan
keluar pada hari Sabtu". Kemudian, setelah mendengar
penjelasan Rasulullah, keduanya mencium tangan dan kaki
beliau dan berkata, "Kami bersaksi, bahwa Engkau adalah
seorang Nabi". Rasulullah bersabda, "Apa yang
menghalangi kalian untuk mengikuti ajaranku?" Mereka
menjawab, "Sesungguhnya Dawud pernah menjelaskan,
bahwa akan datang seorang Nabi dari keturunan beliau.
Tetapi kami takut, jika kami mengikuti ajaran Engkau, kami
akan dibunuh oleh orang Yahudi".8
Hadis ini dengan gamblang menjelaskan, bahwa larangan
lari dari medan perang termasuk salah-satu ajaran para
nabi terdahulu. Ajaran ini kemudian ditegaskan, menjadi
salah-satu ajaran Nabi Muhammad yang perlu
diperhatikan.
8Hadis ini diriwayatkan oleh al-Nasa'i nomor 4.010, dengan jalur periwayatan
Muh}ammad bin al'Ala, dari Ibnu Idris, dari Syu'bah, dari 'Amr bin Murrah, dari
'Abdullah bin Salamah, dari S{afwan bin 'Assal. Status hadis ini adalahmarfu',
muttas}il, ah}ad. Hadis ini juga diriwayatkan oleh al-Tirmiz\i nomor 2.657,
dengan jalur periwayatan Abu Kuraib, dari 'Abdullah bin Idris, dari Abu
Usamah, dari Syu'bah, dari 'Amr bin Murrah, dari 'Abdullah bin Salamah, dari
S{afwan bin 'Assal, dengan status sebagai hadis marfu'. Dan diriwayatkan
oleh al-Tirmiz\i nomor 3.069, dengan jalur Mah}mud bin Gailan, dari Abu
Dawud, Harun, dan Abu al-Walid, dari Syu'bah, dari 'Amr bin Murrah, dari
'Abdullah bin Salamah, dari S{afwan bin 'Assal, dengan status sebagai hadis
marfu'. Juga diriwayatkan oleh Ahmad nomor 17.397 dan 17.402, dengan
salah-satu jalurnya sebagai berikut Yah}ya bin Sa'id, dari Syu'bah, dari 'Amr
bin Murrah, dari 'Abdullah bin Salamah, dari S{afwan bin 'Assal. Status hadis
ini marfu',muttas}il, ah}ad. Lihat CD Mausu>'ah .

10

7.

Lari meninggalkan medan jihad diperbolehkan, selama


dalam rangka siasat perang, untuk kemudian kembali lagi
berperang.9












Dari Ibnu 'Umar, berkata, "Rasulullah mengutus kami untuk
ikut dalam sebuah kesatuan (pasukan) perang. Kemudian
(setelah berada di medan perang), orang-orang berlari
meninggalkan medan jihad. Kemudian kami berlari
mendatangi kota Madinah, dan bersembunyi di dalam kota
tersebut. Kami berkata, "Celakalah kita!". Kemudian kami
menghadap Rasulullah saw. dan melapor, "Ya Rasulullah,
kami adalah orang-orang yang melarikan diri dari medan
jihad". Rasulullah bersabda, "Bukan, kalian adalah orangorang yang bersiasat untuk kembali, dan saya termasuk
kelompok kalian".10
Menurut Abu 'Isa, hadis ini adalah hadis h}asan. Makna

adalah lari meninggalkan medan perang.


9Hadis ini sesuai dengan al-Anfal [8]: 15-16, seperti disebutkan di atas.
10Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmiz}i nomor 1.238 dan 1.638 dengan jalur
periwayatan Ibnu Abi 'Umar, dari Sufyan, dari Yazid bin Abi Ziyad, dari 'Abd alRah}man bin Abi Laili, dari Ibnu 'Umar. Status hadis ini marfu' dan muttas}il.
Hadis ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud nomor 2.276, dengan jalur
periwayatan Ah}mad bin Yunus, dari Zuhair, dari Yazid bin Abi Ziyad, dari 'Abd
al-Rah}man bin Abi Laili, dari 'Abdullah bin 'Umar. Status hadis ini
marfu',muttas}il, ah}ad. Lihat CD Mausu>'ah .

11

Sedangkan makna adalah adalah orang yang lari


kepada pemimpinnya dalam kesatuan untuk kemudian
kembali lagi berperang, bukan orang yang lari dari medan
perang.
8.

Barangsiapa mengucapkan zikir 'astagfirulla>h al-'Az}i>m


allaz\i> la> ila>ha illa huwa al-h}ayyu al-qayyu>m wa
atu>bu ilayh' maka dosanya akan diampuni, walaupun dia
seorang yang lari dari medan jihad.











Dari Bilal bin Yassar berkata, "Ayahku menceritakan
kepadaku, dari cerita kakekku, bahwa kakekku pernah
mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa
mengucapkan 'astagfirulla>h al-'Az}i>m allaz\i> la>
ila>ha illa huwa al-h}ayyu al-qayyu>m wa atu>bu ilayh' ,
maka dosanya akan diampuni, walaupun dia seorang yang
lari dari medan jihad".11

11Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmiz}i nomor 3.501, dengan jalur


periwayatan Muh}ammad bin Isma'il, dari Musa bin isma'il, dari H{afs} bin
'Umar, dari Abu 'Umar bin Murrah, dari Bilal bin Yassar, dari ayahnya, dari
kakeknya. Status hadis ini marfu', muttas}il, ah{ad. Hadis ini juga
diriwayatkan oleh Abu Dawud nomor 1.296, dengan jalur periwayatan Musa
bin Isma'il, dari H{afs} bin 'Umar bin Murrah, dari Abu 'Umar bin Murrah, dari
Bilal bin Yassar bin Zaid, dari ayahnya, dari kakeknya, dengan status sebagai
hadis marfu', muttas}il, ah{ad. Lihat CD Mausu>'ah .

12

Menurut Abu 'Isa, hadis ini ini adalah hadis gari>b. Hadis
ini diriwayatkan hanya dari jalur periwayatan ini, tidak ada
jalur periwayatan lain.
Hadis ini menjelaskan, bahwa walaupun dosa lari dari
medan perang termasuk dosa besar, tetapi pintu tobat
masih terbuka lebar. Salah-satunya adalah dengan
membaca zikir seperti yang disebutkan dalam hadis ini.
C.

Penutup
Dari beberapa hadis di atas disimpulkan, bahwa lari dari
medan jihad atau medan perang sangat dilarang. Perbuatan
ini dimasukkan ke dalam kategori dosa besar, dan akan
mendatangkan murka dari Allah. Inilah makna penting
berjihad dijalan Allah. Tentu, sesuatu yang kita perjuangkan
dalam jihad ini adalah kebenaran. Hanya kebenaran!

13

DAFTAR PUSTAKA
Kajian dalam makalah ini menggunakan rujukan utama:
CD Mausu>'ah al-H{adi>s al-Syari>f al-Kutub al-Tis'ah. Tkt:
Global Islamic Software Company, 1997. \
Untuk lebih memperdalam hadis-hadis yang penulis kutip,
telusuri dalam:
H{anbal, Ah{mad bin. Musnad al-Ima>m Ah}mad bin
H{anbal. Beirut: Dar al-Fikr, t. t.
Ju'fi>, Abu> 'Abdillah Muh}ammad bin Isma'i>l bin Ibra>him
bin al-Mugi>rah bin Bardizbah al-Bukha>ri> al-.
S{ah}i>h} al-Bukha>ri>. Beirut: Dar al-Fikr, 1981.
Muslim bin al-H{ajjaj, Abu al-H{usain. S{ah}ih} Muslim.
Beirut: Dar al-Fikr, 1992.
Saurah, Abu> 'Isa> Muh{ammad bin 'Isa> bin. Al-Jami>' alS}ah}i>h} wa Huwa Sunan al-Tirmiz\i>. Beirut: Dar alFikr, t. t.
Sijista>ni>, Abu> Da>wud Sulaima>n bin al-Asy'as\ al-.
Sunan Abi> Da>wud. Beirut: Dar al-Fikr, 1994.

14

Suyu>t}i>, Jala>l al-Di>n 'Abd al-Rah}ma>n bin Abi> Bakr


al-. Sunan al-Nasa>i> bi Syarh al-H{a>fiz} Jala>l alDi>n al-Suyu>t}i>. Beirut: Dar al-Fikr, 1991.
Wensinck, AJ. al-Mu'ja>m al-Mufah}ras li Alfa>z} alH{adi>s\ al-Nabawi>. Leiden: EJ. Brill, 1955.

*Mahasiswa Tafsir Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Angkatan


2002.