Вы находитесь на странице: 1из 18

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

Bagaimana Mengelola Usaha


Tugas Individu
Mata Kuliah Kewirausahaan
Dosen: Hardiantoro Rio, ST, MT

Di susun oleh :
Ari Mustafa / 2011080226

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PAMULANG
TANGERANG SELATAN
2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah swt. Shalawat serta salam selalu dilimpahkan
kepada Nabi Muhammad saw. Kepada keluarga, beserta para sahabatnya, dan
umatnya yang setia berpegang teguh kepada ajaran yang telah disampaikan oleh
Beliau.
Alhamdulillah penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik
walaupun dalam penyusunan makalah ini penyusun menghadapi berbagai kendala,
baik itu yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal.
Makalah yang berjudul Bagaiman Mengelola Usaha ini disusun dengan
menggunakan kata-kata yang bersifat komunikatif agar pembaca dapat dengan
mudah memahami isi makalah ini dan tidak terjadi disconception dan
misscomunication.
Tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai sarana nilai tambah
pengetahuan bagi pembaca khususnya, yang nantinya akan menjadi seorang
pendidik (guru). Semoga dengan disusunnya makalah ini dapat bermanfaat bagi
penulis khususnya dan umumnya bagi para pembaca. Penulis menyadari bahwa
makalah ini jauh darikesempurnaan. Oleh karena itu, penulis meminta kritik dan
saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

iii

DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR..............................................................................................ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH............................................................1
1.2 RUMUSAN MASALAH............................................................................2
1.3 TUJUAN....................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................3
2.1 Pengertian Wirausaha..................................................................................3
2.2 Mengelola bisnis secara professional..........................................................5
2.3 Tips Sederhana Dalam Mengatur Keuangan Bisnis...................................7
2.4 Macam-Macam Segi Pengelolaan Bisnis....................................................8
2.4.1 Beberapa hal yang menjadi patokan utama manajemen bisnis........10
2.5 Kiat-kiat keberhasilan berwirausaha.........................................................12
2.6 Contoh kasus manajemen keuangan.........................................................13
BAB III PENUTUP...............................................................................................14
3.1 Kesimpulan...............................................................................................14
3.2 Saran.........................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................15

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG.


Didalam berwirausaha ada beberapa aspek yang menentukan berhasil
tidaknya suatu usaha yang dijalankan. Diantaranya aspek modal, pengelolan
maupun pemasaran. Modal bisa di dapat dari berbagai cara misalnya denhgan
modal yang kita punya sendiri ataupun dengan pinjaman. Oleh karena itu sangat
dibutuhkan suatu kemitraan atau hubungan social yang baik dalam berwirausaha.
Karena terkadang dalam berwirausaha kita tidak dapat memulainya sendiri baik
karena kekurangan uang, sumber daya, maupun kreatifitas. Oleh karena itu
kemitraan sangat dibutuhkan dan merupakan salah satu aspek yang penting dalam
berwirausaha. Sedangkan mengenai pengelolaan atau manajemen dan pemasaran
akan lebih baik bila kita menguasainya lebih jauh sebagai seorang wirausahawan,
karena aspek pengelolaan dan pemasaran merupakan aspek yang memegang
peranan penting. Karena itulah penulis menguraikan pembahasan ini dalam
bentuk makalah mengenai bagaimana mengelola sendiri usaha yang dijalani atau
mendatangi konsumen sendiri.
Dalam bab pembahasan, penulis mencoba untuk menguraikan mengenai
networking dalam wirausahawan, karena penulis beranggapan bahwa tanpa
networking yang baik sebuah usaha akan mati.
Menjadi seorang wirausahawan tidaklah mudah. Dibutuhkan banyak skill ,
modal, dan mamajemen yang baiik. Tentunya kiat-kiat keberhasilan wirausaha
daro para pakarntya akan sangat membantu bagi mereka yang ingin memulai
suatu usaha. Dimulai dengan pengenalan siapakah wirausahawan itu?, apa
karakteristik-karakteristik seorang wirausahawan yang sukses?, dan juga apa
rahasia dibalik kesuksessan wirausahawan?.

15

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan di atas, maka penulis
merumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. bagaimana mengelola usaha yang baik?
2. Apa itu wirausaha?
3. Apa kiat-kiat menjadi wirausahawan sukses?
1.3 Tujuan
Tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah untuk menjawab permasalahan
yang dirumuskan sebelumnya. Adapun tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah
sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui caramengelola usaha yang baik.
2. untuk mengetahui apa itu wirausaha.
3. untuk menjabarkan kiat-kiat kesuksesan wirausaha.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Wirausaha
1. Wirausaha

15

Pengertian wirausaha adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri


dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian
mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi
untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan
operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi.
Beberapa pengertian wirausaha adalah sebagai berikut:
a. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian wirausaha
sama dengan wiraswasta, yaitu orang yang pandai atau berbakat mengenali
produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk
pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan
operasinya.
b. Wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi dan
fungsinya untuk melakukan inovasi atau kombinasi-kombinasi yang baru
untuk sebuah inovasi.
c. Wirausaha, yaitu melakukan sebuah proses yang disebut creative
destruction (pengrusakan yang kreatif) untuk menghasilkan suatu nilai
tambah (added value) guna menghasilkan nilai yang lebih tinggi, sehingga
inti dari keterampilan wirausaha adalah kreativitas.
d. Wirausaha adalah orang yang berani mengusahakan suatu pekerjaan baik
untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain.
e. Menurut Richard Cantillon (1755), entrepreneurial is an innovator and
individual developing something unique and new (wirausaha adalah seorang
penemu dan individu yang membangun sesuatu yang unik dan baru).
f. Menurut J.B Say (1803), wirausaha adalah pengusaha yang mampu
mengelola sumber-sumber daya yang dimiliki secara ekonomis (efektif dan
efisien) dan tingkat produktivitas yang rendah menjadi tinggi.
g. Menurut Dan Stein dan Jhon F.Burgess (1993), wirausaha adalah orang
yang mengelola, mengorganisasikan, dan berani menanggung segala resiko
untuk menciptakan peluang usaha dan usaha baru.
h. Menurut Schumpeter (dalam Bygrave, 1996), wirausaha adalah seorang
yang memperoleh peluang dan menciptakan organisasi untuk mengejar
peluang tersebut.

15

i. Menurut Masud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz (2004), wirausaha


adalah seorang inovator yang mampu mengubah kesempatan menjadi
sebuah ide yang bisa di jual, dapat memberikan nilai tambah melalui upaya,
waktu, biaya, serta kecakapan dengan tujuan mendapatkan keuntungan.
2. Kewirausahaan
Pengertian Kewirausahaan adalah kemampuan seorang manajer resiko (risk
manager) dalam mengoptimalkan segala sumber daya yang ada, baik itu
materil, intelektual, waktu, dan kemampuan kretivitasnya untuk menghasilkan
suatu produk atau usaha yang berguna bagi dirinya dan bagi orang lain.
Pengertian kewirausahaan menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
a. Menurut Robert D.Hisrich, kewirausahaan adalah proses kreatif untuk
menciptakan sesuatu yang bernilai lebih tinggi dengan mengoptimalkan
segala daya upaya, seperti mencurahkan waktu, dana, psikologis, dan
penerimaan penghargaan atas kepuasan seseorang.
b. Menurut Peter F.Drucker , kewirausahaan adalah kemampuan untuk
menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
c. Menurut Stephen Robins, kewirausahaan adalah proses mengejar berbagai
peluang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi.
d. Menurut Salim Siagian, kewirausahaan adalah semangat, prilaku dan
kemampuan memberikan respon positif kepada peluang untuk mendapatkan
keuntungan bagi diri sendiri dan pelayanan yang lebih baik kepada
pelanggan/masyarakat, serta menciptakan dan menyediakan produk yang
lebih bermanfaat dengan menerapkan cara kerja yang lebih efesien dan
efektif, melalui keberanian mengambil resiko, kreatifitas, inovasi dan
kemampuan manajemen.
Kata wirausaha merupakan gabungan dua kata yang menjadi satu yaitu kata
wira dan usaha. Wira artinya pahlawan, laki-laki, sifat jantan, perwira. Usaha
artinya perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya atau kegiatan dengan
mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud. Jadi
wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.
Wirausaha secara umum adalah orang yang menjalankan usaha atau
perusahaan dengan kemungkinan untung atau rugi. Oleh karena itu wirausaha

15

perlu memiliki kesiapan mental, baik untuk menghadapi keadaan merugi maupun
untung besar.
Kewirausahaan atau entrepreneurship berasal dari bahasa Perancis, yaitu
Perantara. Selain itu, ada juga pengertian kewirausahaan dari beberapa para ahli,
yaitu:
1. Harvey Leibenstein (1968, 1979): Kewirausahaan mencakup kegiatankegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan
pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas,
atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
2. Penrose (1963): Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluangpeluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial
berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.

2.2 Mengelola bisnis secara professional


Bila anda memiliki banyak bisnis apakah semua bisnis yang anda miliki sudah
anda kelola dengan baik. Banyak pebisnis mungkin mengelola bisnis mereka
hanya sebatas kemampuan saja. Mengelola bisnis secara profesional jarang
dilakuakan oleh pebisnis sekalipun mereka memiliki banyak bisnis. Padahal
pengelolaan bisnis yang profesional itu bisa meningkatkan omset perusahaan.
Bukan hanya itu saja, pengelolaan bisnis yang amburadul atau asal-asalan bisa
menjadikan kegagalan dalam berbisnis. Jika anda mengelola bisnis secara
profesional, tentu saja keuangan atau administrasi akan rapi, kinerja karyawan
bisa optimal dan penjualan produk juga meningkat. Pengelolaan bisnis sangat
penting bagi kemajuan usaha anda selain keuntungan yang diinginkan. Bisnis
kadang menjadi hal yang teramat penting bagi orang. Bisnis bismendatangkan
keuntungan yang besar dan dengan keuntungan itulah anda bisa mendapatkan apa
yang anda inginkan.
Mengelola bisnis secara professional merupakan hal yang mutlak bagi anda
sebagai pebisnis. Bisnis isa diartikan dengan pengelolaan hal baik itu produksi
maupun jasa yang bertujuan untuk dipasarkan kepada orang yang membutuhkan
dengan imbalan jasa atau uang. Bisnis selalu dikaitkan dengan uang dan
keuntungan. Tidak adaorang yang menginginkan kerugian dalam berbisnis

15

sehingga mereka harus panda-pandai dalam menjalankan bisnis tersebut. Untuk


menghindarkan diri dari kerugian, anda harus bisa mengelola bisnis secara
profesional.
Pengelolaan merupakan semua hal yang memanfaatkan suatu barang atau jasa
untuk dijadikan barang baru yang memberikan manfaat lebih dan keuntungan bagi
pengelolanya. Pengelolan bisnis ini merupakan cara untuk mendapatkan dan
menata bisnis agar pemilik bisnis bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.
Dari pengelolaan bisnis ini anda bisa mendapatkan keuntungan namun kadanga
anda harus menanggung kerugian. Mengapa erjadi kerugian? Kerugiaan bias
terjadi bila anda mengelola bisnis seadanya. Mengelola bisnis secara professional
bisa dilakukan dengan beberapa cara diantaranya:
1. SDM yang handal.
SDM merupakan hal yang utama bagi bisnis anda selain modal. Tanpa SDM
ynga handal modal berapa pun akan habis karena tidak bisa digunakan secara
tepat. SDM yang handal dan berpengalaman bisa mengatur keuangan atau
administrasi perusahaan, mengelola bisnis dengan baik dan merencanakan
semua keperluan bisnis untuk saat ini dan masa yang akan datang. Perencaaan
bisnis yang tepat diperlukan untuk mengetahui seberapa mampu perusahaan
tersebut kedepannya.
2. Kualitas produksi.
Bila anda memiliki bisnis untuk produksi kosmetik misalnya, untuk mengelola
bisnis secara profesional, anda tentu memperhatikan kwalitas dari kosmetik
yang anda buat tersebut. Kwalitas produksi juga menandakan seberapa mampu
anda bekerja secara profesional. Seman baik kwalitas suatu barang yang
diproduksi semakin baik pula pengelolaan bisnis anda.
3. Keuangan dan administrasi.
Sama seperti SDM diatas, pengelolaan keuangan yang tepat dan sesuai rencana
merupakan faktor pendukung pengelolaan bisnis secara profesional. Bila
keuangan dan administrasi ditata dengan rapi tentu bisnis akan mudah
dilaporkan dan di cek. Pengecekan laporan keuangan dan administrasi bisnis
ini bertujuan untuk mengetahui apakah perusaaan berkembang atau tidak.
Seperti pada posisi laba atau rugi perusahaan tiap bulan. Bila perusahaan

15

mengalami kerugian pihak terkait bisa melakukan perbaikan terhadap mutu


barang yang diproduksi.
4. Merek
Merek suatu produk bisa menjadi citra dari bisnis yang anda kelola. Dari merek
yang baik tersebut konsumen akan menilai bahwa anda bias mengelola bisnis
secara profesional. Merek yang bagus akan dikenal banyak orang dan selalu
menjadi pilihan mereka. Karena itulah banyak pebisnis yang mengeluarkan
banyak uang hanya untuk mendapatkan merek yang terbaik bagi produknya.
2.3 Tips Sederhana Dalam Mengatur Keuangan Bisnis
Salah satu syarat agar usaha kita tetap terus berkembang dan maju adalah
mengatur keuangan. Meski usaha yang dijalanin termasuk dalam skala bisnis kecil
namun keuangan jangan sampai diabaikan, bila itu terjadi sama dengan bunuh
diri. Mengatur keuangan bisnis itu sangat penting untuk mengetahui keuntungan
atau kerugian yang didapat dalam sebuah usaha. Masalah kerap kali terjadi,
pelaku usaha bisnis kecil mengalami keterbatasan dalam memahami sistem
keuangan. Padahal bila Anda cepat memahami, keuangan bisnis kecil bisa Anda
jalankan dengan cukup sederhana. Berikut ini tips sederhana yang bisa Anda
lakukan dalam mengatur keuangan bisnis.
1. Membuat keuangan secara terpisah.
Seringkali pelaku usaha kecil tidak memisahkan keuangan pribdadi dengan
keuangan usaha. Alasannya, karena usahanya masih kecil, jadi belum
kompleks. Cara itu salah. Meskipun usahanya masih terbilang kecil harus
gunakan dompet berbeda atau rekening bank yang berbeda. Jangan sampai
uang usaha dipakai untuk kebutuhan pribadi, jadi buat dua akun yang terpisah,
jika Anda perlu tambahan modal dari dana pribadi maka dianggap sebagai
pinjaman yang harus dikembalikan.
2. Meminta bantuan menghitung laporan keuangan.
Jika Anda tidak mampu mengelola keuangan dengan baik, Anda bisa
melibatkan orang lain untuk membantu dalam menghitung keuangan usaha
Anda. Dengan cara seperti ini dapat mengurangi risiko kesalahan terhadap
usaha Anda.

15

3. Hitung pengeluaran dan pemasukan.


Jika Anda baru memulai usaha ini, hitung kembali kebutuhan dana awal yang
sudah disiapkan sebelumnya. hal ini dilakukan untuk memastikan modal yang
dimiliki cukup untuk menjalankan usaha setahun ke depan bahkan
memperkirakan beberapa lama modal bisa kembali. Anda banyak contoh
perhitungan yang bisa Anda dapat baik dari media online, atau di toko buku.
4. Jangan menyepelekan semua pengeluaran.
Sekecil apapun pengeluaran yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis Anda,
jangan sampai Anda menyepelekan biaya operasional. Meski itu sekedar
membeli sajian untuk tamu, transportasi, beli pulpen dll. Anda membelinya
dengan uang usaha dan untuk kepentingan usaha, jadi mesti dicatat. Dari sini
Anda bisa melihat adakah pos biaya yang berlebihan atau justru kurang.
5. Jangan abaikan semua penerimaan.
Bisnis Anda maju dan berkembang dari pemasukan. kalau anda menjual barang
dan lupa untuk menagih, tentu uang pemasukan Anda akan berantakan. Jadi
jangan abaikan penerimaaan sekecil apapun. Bisnis kecil akan menguntungkan
bila anda memperhatikan pemasukan dalam usaha.
2.4 Macam-Macam Segi Pengelolaan Bisnis
1. Sumber Daya Manajemen
Proses manajemen memerlukan sumber daya atau alat kelengkapan yang
diperlukan dalam menjalankannya. Kotler(2000), menguraikan unsure-unsur yang
menjadi sarana kedalam 6Ms. Yaitu:
a. Man (Sumber Daya Manusia)
Faktor manusia adalah yang paling penting. Manusia yang membuat tujuan dan
manusia pulalah yang menjalankan tujuan tersebut.
b. Money (uang)
Besar kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yangberedar dalam
perusahaan. Uang sebagai alat (tool) harus digunakan secara rasional, seperti
berapa uang yang harus disediakan untuk gaji tenaga kerja, alat-alat, dan lainlain.
c. Materials (bahan)

15

Material terdiri atas bahan setengah jadi (raw material)dan bahan jadi. Bidang
usaha memerlukan material sebagai sarana produksi.
d. Methods (metoda)
Metode merupakan tata cara atau langkah-langkah yang sistematis untuk
malaksanakan pekerjaan.
e. Machines (Mesin)
Mesin adalah alat bantu yang digunakan oleh sumber daya manusia untuk
membuat tugas-tugas manajerial lebih efektif dan efisien.
f. Market (Pasar)
Tanpa pasar proses produksi akan mati. Karena itu, penguasaan pasar dalam
arti penyebaran hasil produksi merupakan factor menentukan dalam
perusahaan.
2. Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat haterogen
dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat
homogen. Tentunya dimaksudkan agar pemasaran lebih terarah, efektif dan
efisien. Ada 4 kriteria yang harus dipenuhi segmen pasar, yaitu:
a. Terukur (Measurable), artinya dapat diukur baik besarnya.maupun luasnya,
serta daya belinya.
b. Terjangkau (Accessible), artinya dapat dicapai.
c. Cukup luas (Substantial).
d. Dapat dilaksanakan (Actionable). Sementara itu, segmentasi pasar haruslah
dilakukan dengan menggunakan criteria tertentu. Secaram umum setiap
perubahan akan mensegmentasikan pasarnya atas dasar:
3. Penetapan Pasar Sasaran (Target Market)
Adalah merupakan kegiatan yang berisi dan menilai serta memilih satu atau
lebih segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu perusahaan. Seorang
pemasar harus mengerti betul tentang teknik-teknik dalam mangatur potensi
pasar dan meramalkan permintaan pada masa yang akan datang. Perusahaan
harus membagi pasar menjadi segmen-segmen pasar utama, setiap segmen
kemudian dievaluasi , dipilih, dan diterapkan segmen tertentu sebagai sasaran.
Ada 5 strategi peliputan pasar, yaitu:

15

a. Konsentrasi

pasar

tunggal,

sebuah

perusahaan

dapat

memusatkan

kegiatannya dalam satu bagian dari pasar.


b. Spesialisasi produk, perusahaan memutuskan untuk memproduksi 1 jenis
produk.
c. Spesialisasi pasar, perusahaan yang mambuat produk untuk 1 pangsa pasar.
d. Spesialisasi selektif, perusahaan selektif memilih kegiatan, kecuali bahwa
kegiatan usaha itu mengandung peluang yang menarik
e. Peliputan keseluruhan (whole coverage), perusahaan menyediakan sebuah
produk untuk setiap orang sesuai dengan daya beli masing-masing.
4. Penempatan Produk
Mencakup formulasi penempatan produksi dalam persaingan dan menetapkan
pencampuran pemasaran (mixed marketing) yang terperinci. Penempatan
produk adalah upaya merancang produk dan bauran pemasaran agar tercipta
kesan tertentu di antara para konsumen.
2.4.1 Beberapa hal yang menjadi patokan utama manajemen bisnis
1. Manajemen produksi.
Manajemen produksi merupakan pengaturan dan perencanaan terkait
ketersediaan bahan baku maupun bahan jadi yang siap dipasarkan pada sebuah
perusahaan bisnis. Manajemen bisnis di bidang produksi menyangkut
bagaimana proses produksi itu bisa berlangsung dengan baik sehingga mampu
menghasilkan produk atau layanan yang diminati oleh konsumen.
2. Manajemen pemasaran.
Manajemen bisnis di bidang pemasaran menyangkut segala bentuk
perencanaan, bentuk, target serta tujuan dan hasil dari sebuah proses marketing
atau pemasaran. Penjualan yang meningkat dan upaya untuk memperkenalkan
produk kepada konsumen merupakan target utama dari sebuah manajemen
pemasaran. Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik, maka
sebuah perusahaan akan mengalami kondisi sulit dalam hal pemasukan atau
income yang diperoleh. Pemasaran memegang peran vital terhadap eksistensi
sebuah perusahaan. Produk atau jasa yang kurang bermutu pun akan bisa
terjual laris apabila perusahaan Anda memiliki seorang manajer pemasaran

15

yang handal. Kreatifitas dan inovasi perlu dijalankan dalam merancang sebuah
manajemen bisnis di bidang pemasaran.
3. Manajemen distribusi.
Manajemen bisnis di bidang distribusi memegang peran mendukung
manajemen pemasaran. Meskipun pemasaran telah berjalan dengan baik,
namun apabila manajemen distribusi mengalami hambatan, maka marketing
juga akan terganggu. Proses penyaluran barang produksi atau layanan jasa
kepada konsumen sangat ditentukan oleh bagaimana pola manajemen distribusi
tersebut dirancang oleh sebuah perusahaan.
4. Manajemen finansial.
Manajemen finansial di dalam sebuah usaha bisnis menyangkut transparansi
dan pengelolaan sirkulasi keuangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan
menyangkut bagaimana keuangan perusahaan mampu dibagikan sesuai dengan
anggaran yang dimiliki. Tanpa adanya sebuah manajemen bisnis yang baik di
bidang keuangan, maka biasanya perusahaan tidak mendapatkan data keuangan
yang jelas. Hal ini biasa dialami oleh para pengelola bisnis kecil yang masih
amatiran, dimana manajemen keuangan jarang diperhatikan sehingga untung
atau ruginya saja sebuah usaha bisnis sulit ditentukan. Beberapa bentuk
manajemen bisnis di atas sangat penting diperhatikan oleh para pengelola
usaha bisnis yang ingin sukses dalam menjalankan sebuah bisnis usaha. Tanpa
adanya sebuah manajemen yang baik, maka mustahil sebuah perusahaan akan
mampu berjalan dengan baik seperti yang menjadi harapan pemiliknya.
2.5 Kiat-kiat Keberhasilan Berwirausaha
Ada sepuluh kunci sukses menjalani usaha, yaitu:
1. pusatkan diri pada apa yang kita inginkan. Prinsip ini merupakan prinsip yang
paling penting. Kita tidak mau gagal dalam berwirausaha, kekurangan
pelanggan atau hasil kerja yang tidak memuaskan.
2. Atasi frustasi. Banyak wirausahawan kecil yang memulai usahanya dengan
harapan dapat mengangkat taraf hidupnya. Memang betul, namun dapat pula
menyebabkan masalah. Kuncilah adalah hadapi semua masalah dan cari

15

solusinya daripada menganggapnya sebagai tantangan atau ajakan untuk


tumbuh.
3. Atasi kebosanan. Hadapilah rasa bosan dengan positif. Sebagian besar
wirausahawan memiliki sifat visioner yang secara konstan muncul dengan
gagasan-gagasan yang brilian dan orang yang memiliki kemampuan yang luar
biasa untuk berpikir kreatif.
4. setiap mengambil keputusan inagatlah selalu Bagaimana keputusan itu
memberi nilai tambah bagi kehidupan atau usaha kita? nilai tambah
merupakan bahan dasar yang dapat memberikan kesuksesan keuangan dan
memastikan bahwa usaha yang kita jalankan menawarkan sesuatu yang setiap
orang mencarinya.
5. Buatlah

setiap

keputusan

berwirausaha

dengan

didasari

pertanyaan

Bagaimana hal ini akan memberi nilai tambah kepada pelanggan wirausaha
atau pada kehidupan kita?
6. ciptakan identitas usaha berdasarkan hasil akhir yang kita tetapkan dari pada
berdasarkan kondisi kita saat ini. Tidak jarang kita menetapkan tujuan yang
tinggi. Tetapi tak jarang menemui kesulitan memahami bagaimana kita
mencapainya.
7. Jauhkan pikiran-pikiran sempit dalam diri kita seperti takut ditolak,
penghargaan diri (self esteem) yang rendah, dan kurang focus sebab hal-hal
tersebut akan membesar manakala kita bekerja sendiri tanpa seorang atasan
yang mengawasi kita.
8. Kembangkan pikiran yang memberdayakan dalam diri kita. Kita dapat
menjauhkan diri dari pikiran- pikiran sempit dalam diri kita. Namun, bila tidak
menggantikannya dengan pikiran-pikiran yang memberdayakan, kita akan
kembali kepikiran-pikiran lama.
9. Ciptakan sumber penghasilan yang beragam. Jangan menyimpan sumber daya
kita dalam satu usaha saja, dont keep all their eggs in one basket. Jika kita
seorang pelatih, pertimbangkan untuk mebuat buku kerja dan produk yang
berkaitan dengan penghasilan kita.
10. Mintalah saran dan bimbingan kepada yang sudah berpengalaman.

15

2.6 Contoh kasus manajemen keuangan


Salah satu home industry tekstil di pasir-putih sawangan depok yang dimiliki
oleh bapak Mulyadi memiliki sebuah sistem manajemen keuangan, keuntungan
yang dipegang olehnya hanya 30%, 30% untuk upah karyawan yang berjumlah 10
orang karyawan, 20% untuk biaya perawatan mesin dan kerusakan bangunan jika
dibutuhkan, 10 % untuk tabungan jika sewaktu-waktu mesin rusak dan perlu
diganti, 5% untuk biaya pajak, dan 5% untuk infaq kepada yang kaum
membutuhkan. Dengan system manajemen keuangan tersebut Alhamdulillah
bisnis pak mulyadi belum pernah mengalami kerugian selama kurang lebih 7,5
tahun.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa dalam berwirausaha
ada beberapa faktor penting didalamnya yaitu: perencanaan usaha, desain produk
jika ingin memproduksi sebuah barang, penentuan target pasar, manajemen usaha.
Salah satu faktor terpenting dalam berwirausaha adalah mengetahui bagaimana
cara mengelola usaha secara tepat, pada makalah ini penulis menjelaskan tentang
cara mengeloala usaha secara professional harus memiliki diantaranya:
1. SDM yang handal.

15

2. Kualitas produksi.
3. Keuangan dan administrasi.
4. Merk suatu produk/ namaproduk.
3.2 Saran
Kami berharap seluruh mahasiswa teknik industri universitas pamulang,
khususnya bagi kami agar semakin berkembang wawasan tentang berwirausaha.
dan berharap saran yang membangun. Terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

http://rajapresentasi.com/2012/04/bagaimana-cara-mengelola-manajemen-bisnissecara-efektif/
http://www.dokterbisnis.net/search/bagaimana-cara-mengelola-perusahaan
dengan-baik/
http://menjadiwirausaha.com/mengelola-bisnis-secara-profesional-berbasismanajemen-modern/
http://www.wedaran.com/3007/mengelola-bisnis-dengan-baik-dan-efektif/

15

http://lifeskill.staff.ub.ac.id/2013/10/01/pengertian-dan-definisi-wirausahamenurut-para-ahli-2/
http://coretan-berkelas.blogspot.com/2014/02/pengertian-wirausaha-dankewirausahaan.html

15