You are on page 1of 2

Metodologi

Pasien
Setelah penelitian disetujui oleh Institutional Research Board pada Mei 2010, dilakukan
informed consent secara verbal dan tertulis. Pasien dijadwalkan untuk prosedur elektif nonneurogsurgical di Universitas California Irvine Medical Center untuk mengikuti penelitian ini.
Kriteria eksklusi penelitian ini yaitu usia kurang dari 18 tahun, penyakit cerebrovaskular,
penyakit kardiovaskular yang simptomatik, hipertensi tidak terkontrol (tekanan sistolik 160
mmHg) dan diabetes mellitus yang tidak terkontrol (gula darah 200 mg/dL). Data yang
ditampilkan didapatkan dari studi FD-NIRS yang didapatkan dari pasien yang sama dengan
pasien yang mengikuti penelitian mengenai efek terapi vasopressor. Hasil penelitian tersebut
berhubungan dengan efek dari penggunaan vasopressor pada SctO2 dan hasil yang berhubungan
tersebut dibandingkan dengan curah jantung (CO) yang diukur meggunakan esophageal Doppler
dan Vigileo flo Trac yang telah dipublikasikan sebelumnya. Sebagaimana masing-masing
penelitan memiliki hipotesis dan paradigma. Penelitian ini memastikan bahwa vasopressor yang
menginduksi perubahan hemodinamik ke nilai basal selama paling kurang lima menit sebelum
pergerakan seluruh tubuh dan pengaturan ventilasi.
Protokol
Pasien tiba di ruang operasi, dengan kateter intra arteri radial, monitor Bispectral Index (BIS) dan
dua buah probe FD-NIRS (dahi kanan dan kiri) dipasang sebagai alat tambahan pada monitor
yang lain. Dilanjutkan dengan induksi anestesi dengan fentanyl 1,5-2 g.kg -1 dan propofol 2-3
mg.kg-1 . Semua pasien diintubasi dan diberikan anestesi total intravena dengan propofol 75-150
g.kg-1.min-1 dan remifentamil g.kg-1.min-1 untuk mencapai BIS 30. Digunakan kontrol volume
ventilasi yaitu volume tidal 8-10 mL.kg-1 dan laju pernapasan 8-10 kali pernapasan per menit
untuk mencapai tekanan tidal akhir karbondioksida (ETCO2) 35 mmHg. Oksigen inspirasi
sebesar 50%. Relaksasi otot pada penelitian ini menggunakan cisatracurium. Posisi Head Up Tilt
(HUT) 30 (posisi Trendelenburg terbalik) dan posisi Head down tilt (Trendelenburg position)
dilakukan dan dibandingkan dengan posisi supinasi (0). Perlakuan Head Up Tilt dan Head
Down Tilt dilakukan secara acak. Pengukuran dalam penelitian ini dilakukan ketika tekanan
arteri rata-rata berkurang hingga nilai terendah dengan posis HUT dan ketika tekanan arteri ratarata meningkat dengan posisi HDT. Setelah selesai dilakukan perubahan posisi dan dan
perubahan hemodinamik yang disebabkan perubahan posisi tersebut berkurang, selanjutnya
dilakukan pengaturan ventilasi dilakukan dengan titik akhir hiperventilasi pada tekanan ETCO 2
25 mmHg dan titik akhir dari hipoventilasi ringan pada tekanan 45 mmHg. Urutan hiperventilasi
dan hipoventilasi ringan diacak. Pengukuran penelitian dicatat setelah titik akhir hiperventilasi
dan hipoventilasi ringan tercapai. Semua pengukuran diperoleh sebelum dimulainya operasi.
Pengukuran
Saturasi oksigen jaringan otak dan total konsentrasi hemoglobin diukur dengan oksimeter
serebral Oxiplex TS (ISS Inc, Champaign, IL, USA), perangkat non invasif dan kuantitatif

perangkat FD-NIRS. Perangkat tersebut memancarkan dan mendeteksi infra merah dekat (NIR)
cahaya pada dua panjang gelombang (690 nm dan 830 nm). Cahaya yang dipancarkan
termodulasi amplitudo (yaitu, diaktifkan dan dimatikan) di 110 MHz. Jarak antara sumber dan
serat detektor pada probe optik (1,96 cm, 2.46 cm, 2.92 cm, dan 3,45 cm) cukup bagi cahaya
untuk mengakses permukaan otak. Pengukuran menggunakan perangkat optik tersebut
menggambarkan jaringan otak dan tidak dipengaruhi oleh kulit atau permukaan. Volume darah
otak dihitung melalui persamaan berikut:

CBV (Cerebral Blood Volume) : dalam mL/100g


THC (Total Hemoglobin Concentration) : dalam Mol
MWHb (Molecular Weight of Hemoglobin) = 64,458 g/Mol
HGB (Systemic Blood Hemoglobin Concentration) dalam g/dL
Dbt (Brain tissue density) = 1.0335 g/Ml
CLVHR (Cerebral to Large Vessel Hematocrit Ratio) = 0,69
Tekanan arteri rata-rata dipantau melalui saluran telinga bagian luar melalui sistem kateter intraarteri radial Vigileo FloTrac (Edwards Lifesciences, Irvine, CA, USA). Curah jantung dipantau
oleh Doppler esofagus (CardioQ, Deltex Medis, Inggris) (CO) dan generasi ketiga Vigileo
FloTrac (COFTED). Volume tidal karbon dioksida akhir ditentukan oleh analisa gas dibangun ke
dalam mesin anestesi (Aisys, GE Healthcare, Madison, WI, USA). Saturasi oksigen dengan
pulsasi oksimentri ditentukan oleh oksimeter pulsa (LNOP Adt, Masimo Corp, Irvine, CA,
USA). Kedalaman anestesi dimonitor melalui monitor BIS (S / M-5TM BIS, GE Healthcare,
Madison, WI, USA)
Penentuan sampel untuk mengevaluasi dampak terapi vasopressor pada SctO dilaporkan
sebelumnya. Observasi yang dilaporkan dalam artikel ini adalah data sekunder hasil eksperimen,
penelitian ini tidak melaksanakan penentuan sampel yang terpisah. Data dinyatakan sebagai
standar deviasi (SD) dengan interval kepercayaan sebesar 95 %. Nilai P dilaporkan untuk
perbandingan antara posisi head up dan supinasi (terlentang) , posisi head down dan posisi
terlentang, hiperventilasi dengan hipoventilasi dibandingkan dengan uji t Student berpasangan.
Nilai P dilaporkan untuk perbandingan antara HUT dan hiperventilasi juga dibandingkan dengan
uji t berpasangan Student. Nilai P digunakan untuk korelasi Pearson dihitung dengan uji t
Student menggunakan analisis regresi linear. Nilai P \ 0.001 (0,05 / 45 = 0,001) dianggap sebagai
signifikan, sesuai dengan koreksi Bonferroni untuk mengontrol tingkat familywise error di 0,05
untuk 45 tes (perbandingan) yang dilakukan.