You are on page 1of 9

1.

KETIKA RASULULLAH SAW MENANGIS, MALAIKAT PENJAGA ARASY


LUPA BACAAN TASBIH DAN TAHMIDNYA.
Suatu hari Rasulullah Muhammad SAW sedang tawaf di Kabah, baginda mendengar
seseorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir: Ya Karim! Ya Karim!
Rasulullah SAW meniru zikirnya Ya Karim! Ya Karim!
Orang itu berhenti di satu sudut Kakbah dan menyebutnya lagi Ya Karim! Ya Karim!
Rasulullah yang berada di belakangnya menyebutnya lagi Ya Karim! Ya Karim!
Orang itu berasa dirinya di perolok-olokkan, lalu menoleh ke belakang dan dilihatnya
seorang lelaki yang sangat tampan dan gagah yang belum pernah di lihatnya.
Orang itu berkata, Wahai orang tampan, apakah engkau sengaja mengejek-ngejekku, karena
aku ini orang badui? Kalaulah bukan karena ketampanan dan kegagahanmu akan kulaporkan
kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.
Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah SAW tersenyum lalu berkata: Tidakkah
engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?
Belum, jawab orang itu.
Jadi bagaimana kamu beriman kepadanya? tanya Rasulullah SAW.
Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya,
dan membenarkan perutusannya walaupun saya belum pernah bertemu dengannya, jawab
orang Arab badui itu.
Rasulullah SAW pun berkata kepadanya: Wahai orang Arab, ketahuilah aku inilah Nabimu
di dunia dan penolongmu nanti di akhirat.
Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya lalu
berkata, Tuan ini Nabi Muhammad? Ya, jawab Nabi SAW.
Dengan segera orang itu tunduk dan mencium kedua kaki Rasulullah SAW.
Melihat hal itu Rasulullah SAW menarik tubuh orang Arab badui itu seraya berkata, Wahai
orang Arab, janganlah berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh
seorang hamba sahaya kepada tuannya. Ketahuilah, Allah mengutus aku bukan untuk
menjadi seorang yang takabur, yang minta dihormati atau diagungkan, tetapi demi membawa
berita gembira bagi orang yang beriman dan membawa berita menakutkan bagi yang
mengingkarinya.
Ketika itulah turun Malaikat Jibril untuk membawa berita dari langit, lalu berkata, Ya
Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: Katakan
kepada orang Arab itu, agar tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa
Allah akan menghisabnya di Hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik
yang kecil maupun yang besar.
Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Orang Arab itu pula berkata, Demi
keagungan serta kemuliaan Allah, jika Allah akan membuat perhitungan atas amalan hamba,
maka hamba pun akan membuat perhitungan denganNya.
Orang Arab badui berkata lagi, Jika Allah akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka
hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran magfirahNya. Jika Dia memperhitungkan

kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luasnya pengampunanNya.


Jika Dia memperhitungkan kebakhilan hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula
betapa dermawanNya.
Mendengar ucapan orang Arab badui itu, maka Rasulullah SAW pun menangis mengingatkan
betapa benarnya kata-kata orang Arab badui itu sehingga air mata meleleh membasahi
janggutnya.
Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata, Ya Muhammad, Tuhan As-Salam
menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: Berhentilah engkau daripada menangis,
sesungguhnya karena tangisanmu, penjaga Arasy lupa bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga
ia bergoncang. Sekarang katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab
dirinya, juga tidak akan menghitung kemaksiatannya. Allah sudah mengampunkan semua
kesalahannya dan akan menjadi temanmu di syurga nanti.
Betapa sukanya orang Arab badui itu, apabila mendengar berita itu dan menangis karena
tidak berdaya menahan rasa terharu.
2. Kisah Nabi Ibrahim bertemu malaikat maut.
Diriwayatkan bahawa suatu ketika Ibrahim a.s, bertanya kepada malaikat maut, Dapatkah
engkau memperlihatkan rupamu ketika mencabut nyawa manusia yang gemar melakukan
perbuatan jahat?. Malaikat menjawab, Engkau tidak akan sanggup. Aku pasti sanggup,
jawab beliau. Baiklah, kata sang malaikat. Berpalinglah dariku. Ibrahim a.s pun berpaling
darinya. Kemudian ketika beliau berbalik kembali, maka yang ada di hadapannya adalah seorang
berkulit legam dengan rambut berdiri, berbau busuk dan mengenakan pakaian berwarna hitam.
Dari
mulut
dan
lubang
hidungnya
keluar
jilatan
api.
Melihat pemandangan itu, Ibrahim a.s pun jatuh pengsan, dan ketika beliau sedar kembali,
malaikat telah berubah dalam wujud semula. Beliau pun berkata, Wahai, malaikat maut!
Seandainya seorang pelaku kejahatan pada saat kematiannya tidak menghadapi sesuatu yang lain
kecuali wajahmu, nescaya cukuplah itu sebagai hukuman atas dirinya.

3. KISAH NABI SULAIAMAN DAN MALAIKAT MAUT


Ada seorang anak muda yang sedang berada di pengadilan Sulaiman A.S. Kemudian seorang
pria lain masuk. Dan pria ini tidak lain adalah malaikat maut yang menyamar sebagai manusia.
Malaikat maut terus-menerus menatap anak muda yang duduk di samping Sulaiman A.S. Tentu
saja jika seseorang terus-menerus menatapmu, kau menjadi takut. Jadi anak muda itu sangat
ketakutan.
Setelah beberapa saat, malaikat maut pergi, dan anak muda ini bertanya pada Sulaiman A.S.
Siapa orang itu? Dia melihatku bagaikan tak pernah melihat manusia lain sepanjang
hidupnya. Sulaiman A.S. memberitahunya bahwa itu adalah malaikat maut. Anak muda ini
menjadi tambah ketakutan. Kemudian dia berkata Ya Sulaiman, dari caranya menatapku, tentu
saja dia ingin mengambil nyawaku. Jadi lakukanlah sesuatu. Sulaiman A.S. berkata Apa yang
kau inginkan? Jika waktumu sudah tiba, maka aku tidak dapat melakukan apapun. Dia berkata
padanya Ya Sulaiman, kau menguasai angin, perintahkan angin untuk membawaku ke India.
Jarak antara pengadilan Sulaiman A.S. dengan India sangat jauh. Sulaiman A.S. berada di
Yerusalem dan anak muda itu menyuruhnya untuk membawanya ke India. Jadi Sulaiman A.S.
mengabulkan permohonannya, dia memerintahkan angin untuk membawa anak muda ini ke
India. Seiring dia mendarat di India, apa yang dia temukan? Dia menemukan malaikat maut
berdiri di hadapannya, dan malaikat maut mengambil nyawanya.

Pada saat berikutnya, ketika malaikat maut mengunjungi Sulaiman A.S., Sulaiman bertanya
padanya Kenapa kau terus menatap anak muda itu? Malaikat maut berkata Allah
memerintahkanku untuk mengambil nyawanya di India, sementara dia sedang duduk di
sebelahmu. Bagaimana mungkin dia sampai ke India? Tapi orang ini secara sukarela pergi ke
India, dan aku ada disana untuk mengambil nyawanya.
Allahu Akbar. Hanya Allah yang tahu kapan kau akan mati. Kematian pasti akan menangkapmu.
Dan kemudian kau akan kembali kepada Allah.
4. Kisah Nabi Idris Bertemu Malaikat Izrail

Setiap hari Malaikat Maut dan Nabi Idris beribadah bersama. Suatu kali,
sekali lagi Nabi Idris mengajukan permintaan. Bisakah engkau membawa
saya melihat surga dan neraka?
Wahai Nabi Allah, lagi-lagi permintaanmu aneh, kata Malaikat Maut.
Setelah Malaikat Maut memohon izin kepada Allah, dibawanya Nabi Idris ke
tempat yang ingin dilihatnya.
Ya Nabi Allah, mengapa ingin melihat neraka? Bahkan para Malaikat pun
takut melihatnya, kata Malaikat Maut.
Terus terang, saya takut sekali kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan,
iman saya menjadi tebal setelah melihatnya, Nabi Idris menjelaskan
alasannya.
Waktu mereka sampai ke dekat neraka, Nabi Idris langsung pingsan. Penjaga
neraka adalah Malaikat yang sangat menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa
manusia-manusia yang durhaka kepada Allah semasa hidupnya. Nabi Idris
tidak sanggup menyaksikan berbagai siksaan yang mengerikan itu. Api
neraka berkobar dahsyat, bunyinya bergemuruh menakutkan, tak ada
pemandangan yang lebih mengerikan dibanding tempat ini.
Dengan tubuh lemas Nabi Idris meninggalkan tempat yang mengerikan itu.
Kemudian Malaikat Maut membawa Nabi Idris ke surga.
Assalamualaikum kata Malaikat Maut kepada Malaikat Ridwan, Malaikat
penjaga pintu surga yang sangat tampan.
Wajah Malaikat Ridwan selalu berseri-seri di hiasi senyum ramah. Siapapun
akan senang memandangnya. Sikapnya amat sopan, dengan lemah lembut
ia mempersilahkan para penghuni surga untuk memasuki tempat yang mulia
itu.
Waktu melihat isi surga, Nabi Idris kembali nyaris pingsan karena terpesona.
Semua yang ada di dalamnya begitu indah dan menakjubkan. Nabi Idris
terpukau tanpa bisa berkata-kata melihat pemandangan sangat indah di
depannya. Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah ucap Nabi Idris
beulang-ulang.

Nabi Idris melihat sungai-sungai yang airnya bening seperti kaca. Di pinggir
sungai terdapat pohon-pohon yang batangnya terbuat dari emas dan perak.
Ada juga istana-istana pualam bagi penghuni surga. Pohon buah-buahan ada
disetiap penjuru. Buahnya segar, ranum dan harum.
Waktu berkeliling di sana, Nabi Idris diiringi pelayan surga. Mereka adalah
para bidadari yang cantik jelita dan anak-anak muda yang amat tampan
wajahnya. Mereka bertingkah laku dan berbicara dengan sopan.
Mendadak Nabi Idris ingin minum air sungai surga. Bolehkah saya
meminumnya? Airnya kelihatan sejuk dan segar sekali.
Silahkan minum, inilah minuman untuk penghuni surga. Jawab Malaikat
Maut. Pelayan surga datang membawakan gelas minuman berupa piala yang
terbuat dari emas dan perak. Nabi Idris pun minum air itu dengan nikmat.
Dia amat bersyukur bisa menikmati air minum yang begitu segar dan luar
biasa enak. Tak pernah terbayangkan olehnya ada minuman selezat itu.
Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Nabi Idris mengucap syukur
berulang-ulang.
Setelah puas melihat surga, tibalah waktunya pergi bagi Nabi Idris untuk
kembali ke bumi. Tapi ia tidak mau kembali ke bumi. Hatinya sudah terpikat
keindahan dan kenikmatan surga Allah.
Saya tidak mau keluar dari surga ini, saya ingin beribadah kepada Allah
sampai hari kiamat nanti, kata Nabi Idris.
Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah
di hisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama para Nabi dan
orang yang beriman lainnya, kata Malaikat Maut.
Tapi Allah itu Maha Pengasih, terutama kepada Nabi-Nya. Akhirnya Allah
mengkaruniakan sebuah tempat yang mulia di langit, dan Nabi Idris menjadi
satu-satunya Nabi yang menghuni surga tanpa mengalami kematian. Waktu
diangkat ke tempat itu, Nabi Isris berusia 82 tahun.
Firman Allah:
Dan ceritakanlah Idris di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah orang
yang sangat membenarkan dan seorang Nabi, dan kami telah
mengangkatnya ke martabat yang tinggi. (QS Al-Anbiya:85-86).
***
Pada saat Nabi Muhammad sedang melakukan perjalanan Isra Miraj ke
langit, beliau bertemu Nabi Idris. Siapa orang ini? Tanya Nabi Muhammad
kepada Jibril yang mendampinginya waktu itu.
Inilah Idris, jawab Jibril. Nabi Muhammad mendapat penjelasan Allah
tentang Idris dalam Al-Quran Surat Al-Anbiya ayat 85 dan 86, serta Surat
Maryam ayat 56 dan 57.

5. Kisah Nabi Daud a.s bertemu Malaikat Izrail


Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa di masa Nabi Daud as(Alaihi
salam) hiduplah seorang pemuda yang sangat mencintai beliau. Setiap hari,
dia datang ke tempat Nabi Daud as dan mempelajari kitab suci Zabur dari
beliau.
Ya, pemuda ini sangat mencintai Nabi Daud as, sampai-sampai dia enggan
melakukan pekerjaan lain. Suatu hari, malaikat pencabut nyawa datang
menjumpai Nabi Daud as. Saat melihat pemuda itu, malaikat Izrail
menatapnya dengan tajam. Nabi Daud as bertanya, " Sepertinya engkau
memandangi pemuda itu dengan tajam. Ada apa gerangan?". Malaikat
pencabut nyawa berkata, "Seminggu lagi aku akan datang untuk mencabut
nyawa pemuda ini."
Nabi Daud as bertanya, " Apakah itu merupakan perkara yang pasti
(terjadi)?"
Izrail menjawab, "Benar, umur pemuda ini tidak akan lebih dari sepekan."
Setelah menyampaikan hal itu, malaikat Izrail pun pergi. Nabi Daud as
sangat mencintai pemuda itu danmerasa kasihan kepadanya. Suatu ketika,
Nabi Daud as bertanya," Apakah engkau sudah menikah?" Pemuda itu
menjawab, "Belum."
Nabi Daud as membayangkan pemuda itu akan meninggal seminggu lagi
dan belum jua menikah. Nabi Daud as berfikir untuk menikahkan pemuda itu
dengan seorang wanita baik-baik. Setidaknya pemuda itu merasakan
kenikmatan dunia sebelum ajal menjemputnya.
Beliau pun meminang seorang putri bani Israil untuk pemuda itu. Orang tua
gadis itu menyetujui permintaan Nabi Daud as untuk menikahkannya dengan
pemuda itu. Acara pernikahan pun dipersiapkan.. Acara diadakan malam
hari. Setiap hari, pemuda itu tetap datang kepada Nabi Daud as hingga hari
ketujuh. Di hari itu, Nabi Daud as menantikan kedatangan ajal yang akan
menjemput pemuda itu. Namun, setelah lama menunggu, kematiannya tidak
kunjung tiba.
Di hari yang telah ditetapkan tersebut, pemuda itu menemui Nabi Daud as.
Namun, beliau tidak mengucapkan sepatah katapun pada pemuda itu.
Singkat cerita, setelah berlalu satu minggu, Nabi Daud as bertemu malaikat
pencabut nyawa Izrail. Beliau bertanya, "Apa sebenarnya yang telah terjadi?
Mengapa pemuda itu tidak meniggal dunia?"
Malaikat Izrail berkata, "Semestinya ajalnya sudah tiba. Namun, engkau,
mertua dan istrinya melakukan sesuatu yang perbuatan yang memancing
rahmat Allah SWT. Kalian mencintai pemuda itu, sehingga Allah
melimpahkan cinta-Nya pula kepadanya. Lantaran apa yang kalian perbuat,
maka Allah berfirman:
"Aku lebih utama(dalam) mencintai dan menyayangi pemuda ini daripada
kalian. Karena itu, Aku memanjangkan umurnya."
Subhanallah, Maha Suci Allah yang maha Kuasa.

6. Kisah Nabi Luth bertemu Malaikat


Permohonan Nabi Luth dan doanya diperkenankan dan dikabulkan oleh Allah SWT.
Dikirimkanlah kepadanya tiga orang malaikat menyamar sebagai manusia biasa. Mereka adalah
malaikat yang bertemu kepada Nabi Ibrahim dengan membawa berita gembira atas kelahiran
Nabi Ishak, dan memberitahu kepada mereka bahwa dia adalah utusan Allah dengan tugas
menurunkan azab kepada kaum Luth penduduk kota Sodom. Dalam kesempatan pertemuan
mana Nabi Ibrahim telah mohon agar penurunan azab keatas kaum Sodom ditunda, kalau-kalau
mereka kembali sadar mendengarkan dan mengikuti ajakan Luth serta bertobat dari segala
maksiat dan perbuatan mungkar. Juga dalam pertemuan itu Nabi Ibrahim mohon agar anak
saudaranya, Luth diselamatkan dari azab yang akan diturunkan ke atas kaum Sodom permintaan
mana oleh para malaikat itu diterima dan dijamin bahwa Luth dan keluarganya tidak akan
terkena
azab.
Para malaikat itu sampai di Sodom dengan menyamar sebagai lelaki muda yang berparas tampan
dan badan yang berotot, tegap dan sasa tubuhnya. Dalam perjalanan mereka hendak memasuki
kota, mereka berselisih dengan seorang gadis yang cantik dan ayu sedang mengambil dari sebuah
perigi. Lelaki muda (malaikat) bertanya kepada si gadis kalau-kalau mereka diterima di rumah
sebagai tamu. Si gadis tidak berani memberi keputusan sebelum ia beruding terlebih dahulu
dengan keluarganya. Maka ditngglkanlah para lelaki muda itu oleh lalu pulang ke rumah cepatcepat untuk memberitahu ayahnya (Luth).
Mendengar kabar berita anak perempuannya, Nabi Luth menjadi bingung, jawaban apa yang
harus ia berikan kepada para pendatang yang ingin bertamu ke rumahnya untuk beberapa waktu,
namun menerima tamu yang berparas tampan dan kacak akan mengundang risiko gangguan
kepadanya dan kepada tamu dari kaumnya yang tergila-gila untuk melakukan hubungan seks
sejenis dengan anak muda yang mempunyai tubuh bagus dan paras wajah elok. Sedang kalau hal
yang demikian itu terjadi ia sebagai tuan rumah harus bertanggungjawab terhadap keselamatan
tamunya, padahal ia merasa bahwa ia tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yang bengisbengis dan haus maksiat itu.
Nabi Luth memutuskan untuk menerima lelaki-lelaki muda itu sebagai tetamu di rumahnya. Luth
hanya pasrah kepada Allah dan berlindung sekiranya terdapat segala rintangan yang akan datang.
Lalu pergilah ia sendiri menjemput tamu yang sedang menanti di pinggir kota dan diajaklah
mereka bersama-sama ke rumah. Ketika itu, kota Sodom sudah diliputi kegelapan dan
manusianya
sudah
nyenyak
tidur
di
rumah
masing-masing.

7. Kisah Nabi Ilyas bertemu dengan Malikat Izrail


Ketika sedang berehat datanglah malaikat kepada Nabi Ilyas a.s. Malaikat itu
datang untuk menjemput ruhnya. Mendengar berita itu, Ilyas menjadi sedih
dan menangis. "Mengapa engkau bersedih?" tanya malaikat maut. "Tidak
tahulah." Jawab Ilyas. "Apakah engkau bersedih kerana akan meninggalkan
dunia dan takut menghadapi maut?" tanya malaikat. "Tidak. Tiada sesuatu
yang aku sesali kecuali kerana aku menyesal tidak boleh lagi berzikir kepada
Allah, sementara yang masih hidup boleh terus berzikir memuji Allah." jawab
Ilyas.
Saat itu Allah s.w.t. lantas menurunkan wahyu kepada malaikat agar
menunda pencabutan nyawa itu dan memberi kesempatan kepada Nabi Ilyas
berzikir sesuai dengan permintaannya. Nabi Ilyas ingin terus hdup sematamata kerana ingin berzikir kepada Allah s.w.t. Maka berzikirlah Nabi Ilyas
sepanjang hidupnya.

"Biarlah dia hidup di taman untuk berbisik dan mengadu serta berzikir
kepada-Ku sampai akhir nanti." Kata Allah s.w.t.
8. Kisah Nabi Musa A.S. dan Dua Malaikat
Ibn Kathir meriwayatkan kisah ini dalam tafsir ayat Kursi. Ada beberapa orang
Yahudi yang mendatangi Musa A.S. dan bertanya kepadanya Wahai Musa, apakah
Allah butuh tidur? Tapi Musa A.S. tidak dapat menjawabnya.
Lalu Musa A.S. melanjutkan dakwahnya pada hari itu. Dia menyerukan kepada
orang-orang agar menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Setelah selesai
berdakwah selama seharian, kemudian dua malaikat mendatangi Musa A.S. Mereka
memberikan
Musa
dua
buah
botol
kaca.
Mereka berkata Malam ini kau harus terjaga sepanjang malam sembari memegang
dua botol kaca ini. Kau tidak boleh melepaskannya.
Jadi Musa mengambil botolnya dan memegangnya. Karena telah berdakwah selama
seharian, maka dia merasa capek. Kemudian sebagian malam berlalu dan dia
semakin letih, matanya terasa berat dan tubuhnya makin lemah. Malam semakin
larut dan rasa kantuknya tidak tertahankan lagi sehingga tanpa sadar Musa A.S.
tertidur. Lepaslah kedua botol kaca itu dari genggamannya. Kedua botol itu
menghantam lantai dan pecah.
Seketika, merasa kagetlah Musa A.S. karena suara pecahnya botol itu sehingga dia
terbangun dari tidurnya. Tiba-tiba kedua malaikat itu datang kembali kepada Musa
dan berkata Ya Musa, jika Allah Azza wa Jalla tertidur sedetik saja, maka langit
akan
menimpa
bumi
bagaikan
botol
kaca
ini
pecah
ke
lantai.
Inilah kebesaran Allah Azza wa Jalla, Tuhan yang tak pernah tidur.
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi
terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at
di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan
di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah
melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan
Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha
Besar. (Q.S. Al-Baqarah:255)

9. KISAH NABI YUSUF DAN MALAIKAT JIBRIL


Nabi Yusuf as pernah dimasukkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya.
Pada hari keempat, datanglah Malaikat Jibril menemui Nabi Yusuf as yang kala itu masih anakanak.
Dari Kitab Fadhail Al-Khamsah dituturkan bahwa Nabi Yusuf as bisa berhasil selamat dari
lubang sumur setelah Malaikat mengajarinya dengan bacaan yang mengagungkan.
10. Bantuan Malaikat Pada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ketika menemukan sumber
mata air
Allah subhanahu wataala telah memerintahkan Nabi Ibrahim alaihi salam untuk membangun
Baitul Atiq, yaitu masjid yang diperuntukkan bagi manusia untuk mereka menyembah Allah
subhanahu wa taala.
Allah kemudian menunjukkan kepada Nabi Ibrahim, di mana hendaknya bangunan tersebut
dibangun. Allah menunjuki Nabi Ibrahim lewat wahyu yang diturunkan kepadanya.

Dahulu, Nabi Ibrahim alahi salam membawa istrinya Hajar dan putra beliau Ismail ke daerah
Makkah. Pada saat itu, Hajar dalam keadaan menyusui putranya.
Nabi Ibrahim kemudian menempatkan Hajar dan Ismail ke sebuah tempat di samping pohon
besar. Pada saat itu, di tempat tersebut tidaklah terdapat seorang pun dan tidak pula ada air. Nabi
Ibrahim kemudian meninggalkan keduanya beserta geribah yang di dalamnya terdapat kurma,
serta bejana yang berisi air.
Ketika Nabi Ibrahim hendak pergi, Hajar mengikuti beliau seraya bertanya, Wahai Ibrahim, ke
manakah engkau akan pergi? Apakah engkau akan meninggalkan kami padahal di lembah ini
tidak terdapat seorang pun dan tidak ada makanan apa pun?
Hajar mengucapkannya berkali-kali, namun Nabi Ibrahim tidak menghiraukannya. Hajar
kemudian bertanya, Apakah Allah yang memerintahkan engkau berbuat ini? Nabi Ibrahim
kemudian menjawab, Iya. Hajar lalu berkata, Dia tidak akan membiarkan kami. Hajar
kemudian kembali.
Di daerah Tsaniah, ketika sosok beliau hilang dari pandangan keluarga yang beliau tinggalkan,
Nabi Ibrahim berdoa,
Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang
tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Rabb
Kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian
manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudahmudahan mereka bersyukur.

Ketika persedian air mereka habis, Hajar pun mencari air untuk dia dan putranya. Dia pergi ke
bukit Shafa, mencari-cari adakah orang di sana, namun dia tidak menemukan siapa pun di sana.
Hajar pun kemudian pergi ke Marwah dan mencari-cari orang pula di sana. Dia juga tidak
mendapati seorang pun.
Hajar berulang-ulang pergi dari Shafa ke Marwah, sebaliknya dari Marwah ke Shafa sampai
tujuh kali. Oleh karena itu, di dalam ibadah haji ada yang namanya Sai, yaitu berlari-lari kecil
dari Shafa ke Marwa dan sebaliknya sampai tujuh kali.
Sampai ke Marwah, Hajar mendengar suara. Lalu dia berkata, Diamlah. Dia mendengar suara
itu, lalu mencari sumber suara itu dan berkata, Aku telah mendengarmu, apakah engkau dapat
memberikan bantuan?
Ternyata dia berada bersama malaikat di tempat di mana terdapat air zam-zam. Lalu, malaikat itu
mengais-ngais tanah hingga akhirnya muncul air. Selanjutnya, ia pun menuruni air tersebut,
mengisi bejananya dan kembali ke putranya Ismail, kemudian menyusuinya.
Malaikat lalu berkata kepada Hajar, Janganlah engkau takut disia-siakan, karena di sini akan
dibangun sebuah rumah oleh anak ini dan bapaknya. Dan sesungguhnya Allah tidak akan
menyia-nyiakan keluarganya