You are on page 1of 2

Tantiana Hertiantika

12/330755/EK/18937
Manajemen

KEWENANGAN
Wewenang adalah kekuasaan, namun kekuasaan tidak selalu berupa kewenangan, kedua
bentuk ini dibedakan dalam bentuk keabsahannya. Kewenangan merupakan kekuasaan yang
memiliki keabsahan (legitimate power), sedangkan kekuasaan tidak selalu memiliki keabsahan.
Max Weber membagi kewenangan dalam 3 tipe yaitu tradisional, legal rasional, serta kharismatik.
Traditional authority merupakan wewenang yang bersumber dari tradisi masyarakatnya
yang berbentuk kerajaan. Wewenang itu melembaga dan dinyakini memberi manfaat ketentraman
bagi warga. Rational-legal authority merupakan wewenang yang berlandaskan sistem yang berlaku.
Dalam masyarakat demokratis kedudukan wewenang berupa sistem birokrasi dan ditetapkan jangka
waktu terbatas (periode). Gunanya untuk mencegah peluang yang berkuasa menyalahgunakan
kekuasaannya, sekaligus menjamin kepentingan masyarakat atas kewenangan legal tersebut.
Sedangkan charismatic authority merupakan wewenang yang dimiliki oleh seseorang karena
kharisma kepribadiaanya. Wewenang kharismatis dapat berkurang atau hilang jika yang
bersangkutan melakukan kesalahan fatal. Juga hilang pandangan atau faham warga masyarakat itu
berubah. (Hb, 2012)
Dari ketiga jenis kewenangan yang dibagi oleh Max Weber tersebut, menurut saya
kewenangan yang paling baik adalah jenis rational-legal authority karena kewenangan jenis ini
lebih terstruktur dibanding yang lain. Dalam kewenangan tradisional, wewenang tersebut dapat
dimiliki oleh seorang maupun sekelompok orang. Wewenang ini dimiliki oleh orang-orang yang
menjadi anggota kelompok yang sudah lama mempunyai kekuasaan di dalam suatu masyarakat.
Wewenang ini dapat dimiliki karena seorang atau sekelompok orang itu mempunyai kekuasaan dan
wewenang yang telah melembaga bahkan menjiwai masyarakat. Sedangkan wewenang kharismatik
tidak diatur oleh kaidah-kaidah, baik tradisional maupun rasional. Sifat wewenang ini cenderung
irasional. Kharisma dapat hilang karena masyarakat sendiri yang berubah dan mempunyai paham
berbeda. Perubahan ini sering kali tidak dapat diikuti oleh orang-orang yang mempunyai wewenang
kharismatik sehingga tertinggal. (Fia, 2013)
Namun, dalam jenis kewenangan legal rasional, prinsip ketaatan diatur menurut peraturan,
yakni hukum atau regulasi administrasi. (Roestoto Hartojo Putro, 2012). Dan dalam jenis
kewenangan ini terdapat hirarki yang berarti ada sistem dimana seseorang dapat diawasi oleh
pemimpin di level atasnya. Terlebih lagi di Indonesia yang merupakan negara hukum, kewenangan
jenis ini cocok untuk diimplementasikan. Selain itu kewenangan legal rasional juga dapat diperoleh
dari prestasi. Sehingga bila memang orang tersebut berprestasi (yang berhubungan dengan
kewenangan) maka orang tersebut juga dapat dipercaya.

Tantiana Hertiantika
12/330755/EK/18937
Manajemen

Bibliography
Hb, S. (2012, November 22). Rumahku, Duniaku. Retrieved Mei 14, 2014, from
http://mithachikyda.blogspot.com/2012/11/wewenag.html
Fia, A. (2013, Juli 16). Sosiologi Industri. Retrieved Mei 14, 2014, from http://sosiologiindustri.blogspot.com/2013/07/wewenang-kharismatik-tradisional-dan.html
Roestoto Hartojo Putro, D. S. (2012, Desember 20). Web Dosen. Retrieved Mei 14, 2014, from
Berpacu menjadi yang terbaik: http://rhp_anfisip-fisip.web.unair.ac.id/artikel_detail-69591-UmumParadigma%20Administrasi%20Publik%20Tradisional.html