You are on page 1of 23

ANGGARAN DASAR

BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT (BKM)


JATI MANDIRI
PEMBUKAAN
Bahwa penanggulangan kemiskinan harus diupayakan oleh masyarakat sendiri serta
menempatkan masyarakat sebagai subyek atau pelaku penanggulangan kemiskinan,
sehingga penanggulangan kemiskinan hendaknya mampu mendorong masyarakat untuk
aktif serta mandiri.
Telah banyak upaya memulihkan kembali kedudukan dan peran mayarakat dalam tatanan
berbangsa dan bernegara. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan membangun
kesadaran kritis masyarakat untuk mengorganisisr dirinya dan memulihkan solidaritas.
Proses masyarakat untuk memulihkan kedaulatannya dimulai dengan melembagakan pola
kepemimpinan bersama (kolektif). Setiap Keputusan dillakukan secara bersama melalui
mekanisme rapat anggota. Sebagai lembaga yang dipercaya maka akan membuka akses
yang memadai ke berbagai sumberdaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan hidup
secara layak, termasuk akses-akses informasi dan sumber daya.
Bahwa penanggulangan kemiskinan dipandang sebagai proses yang berkelanjutan dan
memerlukan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat. Upaya penanggulangan
kemiskinan harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip: demokratis; partisipasi; transparansi;
akuntabilitas dan desentralisasi serta menjunjung tinggi nilai-nilai: dapat dipercaya; ikhlas/
kerelawanan; kejujuran; keadilan; kesetaraan dan kebersamaan dalam keragaman.
Menyadari bahwa untuk membangun masyarakat warga (civil society) dan menanggulangi
kemiskinan itu memerlukan upaya yang sungguh-sungguh, sistematis dan terorganisir, maka
kami masyarakat Kelurahan DESA JATI Kecamatan JATEN KAB. KARANGANYAR dengan ini
sepakat untuk mendirikan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

BAB I
NAMA, WAKTU PENDIRIAN, DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
1. BKM ini bernama JATI MANDIRI yang selanjutnya disebut BKM JATI MANDIRI
2. BKM JATI MANDIRI berkedudukan di DESA JATI, Kecamatan JATEN KAB.
KARANGANYAR
3. BKM JATI MANDIRI didirikan pada hari SELASA tanggal DUA PULUH TIGA bulan
AGUSTUS, tahun 2005 untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya.

1.
2.

BAB II
BENTUK DAN SIFAT LEMBAGA
Pasal 2
BKM adalah perhimpunan yang merupakan lembaga kolektif masyarakat warga.
BKM merupakan milik seluruh lapisan masyarakat desa dan bukan milik pemerintah,
perorangan atau keompok masyarakat tertentu, dan merupakan wadah sinergis seluruh
warga masyarakat warga desa.

BAB III
AZAS DAN LANDASAN
PASAL 3
1.
2.

BKM berazaskan Pancasila


Landasan dan dasar filosofis lembaga ini adalah memberdayakan masyarakat untuk
dapat menanggulangi kemiskinan secara mandiri, efektif dan berkelanjutan.

BAB IV
VISI, MISI, DAN NILAI NILAI SERTA PRINSIP -PRINSIP

1.

Pasal 4
Visi dan Misi
Visi BKM adalah terciptanya organisasi masyarakat warga (civil society organization) di
desa Jati yang memiliki kemampuan strategis untuk mengatasi persoalan kemiskinan
11/29/2011<>10:16 AM

- 1 AD-ART BKM JATI MANDIRI

2.

secara mandiri, efektif dan berkelanjutan berdasarkan nilai-nilai luhur.


MISI BKM adalah membangun masyarakat melalui penguatan kelembagaan lokal agar
menjadi penggerak, motivator dan inisiator terhadap kegiatan kemasyarakatan untuk
secara mandiri melakukan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan; termasuk dengan
menjamin kerjasama sinergis dengan pihak lain, baik pemda, dunia usaha, maupun
kelompok peduli.
Pasal 5
Nilai

Nilai-nilai yang dijunjung tinggi, ditumbuhkembangkan dan dilestarikan adalah :


a.
Dapat dipercaya atau amanah; dalam melaksanakan kegiatan harus benarbenar dapat menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat.
b.
Ikhlas dan tulus; dalam melaksanakan kegiatan benar-benar berlandaskan
niat ikhlas dan tulus untuk turut memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan
masyarakat miskin yang ada di wilayahnya, dengan tidak mengharapkan imbalan
materi, jasa, serta tidak mengutamakan kepentingan pribadi serta golongan atau
kelompoknya.
c.
Kejujuran; dalam proses pengambilan keputusan, pengelolaan dana serta
pelaksanaan kegiatan harus dilakukan serta jujur, sehingga tidak dibenarkan adanya
upaya-upaya untuk merekayasa, memanipulasi maupun menutup-nutupi sesuatu yang
dapat merugikan masyarakat miskin serta menyimpang dari visi, misi dan tujuan BKM.
d.
Keadilan; dalam menetapkan kebijakan dan melaksanakan kegiatan harus
menekankan asas keadilan, kebutuhan nyata dan kepentingan masyarakat miskin.
e.
Kesetaraan; dalam melibatkan masyarakat pada pelaksanaan dan
pemanfaatan dana yang dimiliki , serta tidak membeda-bedakan latar belakang, asalusul, agama status, jenis kelamin dan lain-lainnya.
f.
Kebersamaan
dalam
keragaman;
dalam
melaksanakan
kegiatan
penanggulangan kemiskinan perlu dioptimalkan gerakan masyarakat, sehingga
kemiskinan benar-benar menjadi urusan semua warga masyarakat dari berbagai latar
belakang, suku, agama, mata pencaharian, budaya, pendidikan dan sebagainya, bukan
hanya menjadi urusan dari masyarakat miskin atau sekelompok elit saja.
Pasal 6
Prinsip
Prinsip-prinsip yang dijunjung tinggi, ditumbuhkembangkan dan dilestarikan oleh BKM
adalah :
a.
Demokrasi; dalam setiap proses pengambilan keputusan yang menyangkut
kepentingan masyarakat banyak, terutama kepentingan masyarakat kurang mampu,
mekanisme pengambilan keputusan dilakukan secara kolektif dan demokratis.
b.
Partisipasi; dalam tiap langkah kegiatan dilakukan secara partisipatif,
melibatkan segenap komponen masyarakat, khususnya kelompok masyarakat rentan
yang selama ini tidak memiliki peluang dalam program dan kegiatan setempat, sehingga
mampu membangun rasa memiliki dan proses belajar melalui mekanisme bekerja sama.
c.
Transparansi dan Akuntabilitas; dalam proses manajemen organisasi
masyarakat harus menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas, sehingga
masyarakat belajar dan melembagakan sikap bertanggung jawab serta tanggung gugat
terhadap pilihan keputusan dari kegiatan yang dilaksanakannya.
d.
Desentralisasi; dalam proses pengambilan keputusan yang langsung
menyangkut kehidupan dan penghidupan masyarakat agar dilakukan sedekat mungkin
dengan pemanfaat pada masyarakat sendiri, sehingga keputusan yang dibuat oleh
masyarakat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat banyak.
BAB V
MAKSUD DAN TUJUAN PENDIRIAN ORGANISASI
Pasal 7
1.

2.
3.

Membangun organisasi masyarakat warga yang layak dan mampu memberikan


pelayanan dan wadah perjuangan masyarakat miskin untuk menyalurkan aspirasi dan
kebutuhan
masyarakat,
khususnya
dalam
penanggulangan
kemiskinan
dan
pembangunan pemukiman.
Mempercepat upaya pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan
melalui penguatan kaspital sosial dengan menumbuhkan kembai nilai-nilai kemanusiaan
dalam rangka memperkuat keswadayaan masyarakat warga.
Menumbuhkembangkan pemberdayaan sosial kemasyarakat, ekonomi lokal berbasis
keluarga, pemberdayaan sarana dan prasarana dasar lingkungan.
11/29/2011<>10:16 AM

- 2 AD-ART BKM JATI MANDIRI

4.

Meningkatkan jaringan kerjasama antar lembaga masyarakat dalam koordinasi dan


keterpaduan penanggulangan kemiskinan
BAB VI
PENDIRIAN, LEGALITAS, DAN KEPEMILIKAN
Pasal 8
Pendirian

BKM dibentuk atas persetujuan, kesepakatan serta keputusan dari segenap lapisan
masyarakat yang tinggal di desa JATI yang dilakukan melalui keputusan pertemuan warga
secara berjenjang mulai dari pertemuan warga rukun tetangga sampai perteman warga
kelurahan.
Pasal 9
Legalitas
1. Hasil kesepakatan masyarakat yang dirumuskan dalam pertemuan warga yang
dilegalisasi adalah lembaga pimpinan kolektif yang terpilih dan mendapatkan mandat
untuk memimpin dan mewakili himpunan masyarakat warga kelurahan yang
bersangkutan.
2. Hasil kesepakatan masyarakat yang dirumuskan dalam pertemuan warga
selanjutnya akan disahkan melalui pencatatan pada Pejabat Notaris.
Pasal 10
Kepemilikan
1. BKM adalah milik seluruh masyarakat Desa
2. Dana dan segala aset BKM merupakan milik warga masyarakat desa Jati bukan
milik pribadi, golongan maupun BKM beserta unit-unit pengelolanya.
BAB VII
KEDUDUKAN
Pasal 11
1.
BKM berkedudukan sebagai lembaga pimpinan masyarakat warga kelurahan
dan merupakan lembaga pengendali kegiatan penanggulangan kemiskinan di kelurahan
yang bersangkutan, yang posisinya di luar institusi pemerintah, militer, agama, pekerjaan
dan keluarga
2.
BKM sebagai wadah perjuangan dan wadah aspirasi warga masyarakat
Kelurahan, khususnya dalam kaitan dengan penanggulangan kemiskinan.
BAB VIII
PERAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Pasal 12
Peran
Peran BKM adalah mewadahi aspirasi masyarakat dengan cara melibatkan masyarakat agar
proaktif dalam proses pengambilan keputusan dalam program pemberdayaan masyarakat
dan penanggulangan kemiskinan di wilayahnya dan kebutuhan, sosial, ekonomi dan sarana
prasarana dasar di lingkungan bagi masyarakat miskin.
Pasal 13
Tugas Pokok
1.
Merumuskan dan menetapkan kebijakan serta aturan (termasuk sanksi)
secara demokratis dan partisipatif mengenai hal-hal yang bermanfaat untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelurahan, termasuk penggunaan dana BLM
program pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di wilayahnya;
2.
Mengorganisir masyarakat untuk bersama-sama merumuskan visi, misi,
rencana strategis, dan rencana program penanggulangan kemiskinan (Pronangkis);
3.
Memonitor, mengawasi dan mengendalikan serta mengevaluasi pelaksanaan
keputusan-keputusan yang telah diambil BKM, termasuk penggunaan dana program
pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di wilayahnya;
4.
Mendorong berlangsungnya proses pembangunan partisipatif sejak tahap
11/29/2011<>10:16 AM

- 3 AD-ART BKM JATI MANDIRI

penggalian ide dan aspirasi, pemetaan swadaya atau penilaian kebutuhan, perencanaan,
pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemeliharaan hingga monitoring dan evaluasi;
5.
Memverifikasi penilaian yang telah dilakukan oleh unit-unit pelaksana dan
memutuskan proposal mana yang diprioritaskan didanai oleh dana program
pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di wilayahnya atau danadana lain yang dihimpun oleh BKM, atas dasar kriteria dan prosedur yang disepakati dan
ditetapkan bersama;
6.
Memonitor, mengawasi dan memberi masukan untuk berbagai kebijakan
maupun program pemerintah lokal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat
kurang mampu maupun pembangunan di kelurahannya;
7.
Meningkatkan peran serta masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu
dan kaum perempuan di wilayahnya, melalui proses serta hasil keputusan yang adil dan
demokratis;
8.
Membangun transparansi kepada masyarakat khususnya dan pihak luar
umumnya, melalui berbagai media seperti papan pengumuman, sirkulasi laporan
kegiatan dan keuangan bulanan/triwulan serta rapat-rapat terbuka, dan lainnya;
9.
Membangun akuntabilitas kepada masyarakat dengan mengauditkan diri
melalui auditor external/independen serta menyebarluaskan hasil auditnya kepada
seluruh lapisan masyarakat;
10.
Melaksanakan Rapat Anggota Tahunan dengan dihadiri masyarakat luas dan
memberikan pertanggungjawaban atas segala keputusan dan kebijakan yang diambil
kepada masyarakat;
11.
Membuka akses dan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk
melakukan kontrol terhadap kebijakan, keputusan, kegiatan dan keuangan yang di bawah
kendali BKM;
12.
Memfasilitasi aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam perumusan kebutuhan
dan usulan program penanggulangan kemiskinan dan pembangunan wilayah kelurahan
setempat, untuk dapat dikomunikasikan, dikoordinasikan dan diintegrasikan dengan
program serta kebijakan pemerintah Kelurahan, Distrik dan Kota;
13.
Menerapkan nilai-nilai dasar, dalam setiap keputusan maupun pelaksanaan
kegiatan penanggulangan kemiskinan serta pembangunan ;
14.
Menghidupkan serta menumbuhkembangkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan
bermasyarakat, pada setiap tahapan dan proses pengambilan keputusan serta
pelaksanaan kegiatan penanggulangan kemiskinan dan/atau pembangunan kelurahan
dengan bertumpu pada kondisi budaya masyarakat setempat (kearifan lokal);
15.
Merencanakan dan menetapkan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan
menciptakan lapangan kerja baru, pengembangan ekonomi rakyat, dan peningkatan
kualitas lingkungan serta permukiman yang berkaitan langsung dengan upaya-upaya
perbaikan kesejahteraan masyarakat miskin setempat;
16.
Memfasilitasi networking (jejaring) kerjasama dengan berbagai potensi sumber
daya yang ada di luar masyarakat setempat.

Pasal 14
Fungsi
1.
Pusat penggerak dan penumbuhan kembali nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai
kemasyarakatan dan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan nyata masyarakat setempat;
2.
Pusat pengembangan aturan (kode etik, kode tata laku, dsb);
3.
Pusat pengambilan keputusan yang adil dan demokratis dalam kegiatan
penanggulangan kemiskinan serta pembangunan;
4.
Pusat pengendalian dan kontrol sosial terhadap proses pembangunan,
utamanya penanggulangan kemiskinan;
5.
Pusat pembangkit dan mediasi aspirasi dan partisipasi masyarakat;
6.
Pusat informasi dan komunikasi bagi warga masyarakat kelurahan;
7.
Pusat advokasi integrasi kebutuhan dan program masyarakat dengan
kebijakan dan program pemerintah.
Pasal 15
Kewajiban
1. BKM wajib menyelenggarakan kegiatan refleksi kemiskinan, pemetaan
swadaya, penyusunan PJM Pronangkis sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun.
2. BKM wajib menyelenggarakan review program, yang mencakup review refleksi
kemiskinan, review pemetaan swadaya, review kelembagaan dan keuangan pada tahun
kedua dan ketiga masa baktinya,
3. BKM wajib memfasilitasi penyusunan Program Penanggulangan Kemiskinan
yang terdiri dari Program Jangka Menengah (PJM) untuk rentang waktu tiga tahunan atau
11/29/2011<>10:16 AM

- 4 AD-ART BKM JATI MANDIRI

sesuai dengan masa bakti BKM dan Rencana Tahunan (Renta) secara partisipatif.
BAB IX
KEANGGOTAAN
Pasal 16
Anggota BKM
1. Anggota BKM adalah warga yang tinggal di desa Jati yang memenuhi kriteria
nilai-nilai kemanusiaan yang telah ditetapkan warga dan dipercaya warga untuk
mengemban amanat masyarakat untuk menanggulangi masalah kemiskinan.
2. Anggota BKM menggambarkan keterwakilan nilai-nilai kemanusiaan seperti
keikhlasan, kejujuran, keadilan, dan kesetaraan, bukan keterwakilan wilayah, golongan,
maupun kelompok tertentu.
Pasal 17
Jumlah Anggota BKM
1. Anggota BKM berjumlah 13 orang.
2. Jumlah anggota BKM setiap masa bakti, ditetapkan dalam pertemuan warga
kelurahan (PWK) atau PWK istimewa dari wakil seluruh masyarakat kelurahan.
Pasal 18
Koordinator BKM
1. Untuk memudahkan pengkoordinasian kegiatan, anggota BKM memilih dan
mengangkat salah seorang di antara anggota BKM untuk menjadi koordinator
2. BKM tidak mengenal hirarki, tiap anggota memiliki hak yang sama, oleh
karena itu semua keputusan dilakukan secara kolektif dan
3. Koordinator BKM tidak dapat mengambil keputusan sendiri dengan mengatas
namakan BKM.
4. Koordinator BKM dipilih dari dan oleh anggota BKM.

Pasal 19
Masa Bakti BKM
1. Anggota BKM dipilih untuk masa bakti maksimum tiga tahun, dengan tiap
tahun dilakukan evaluasi dan dapat dilakukan penggantian serta dapat dipilih ulang.
2. Bilamana salah seorang anggota BKM mengundurkan diri dan atau meninggal
dunia sebelum masa jabatannya berakhir, maka anggota BKM lainnya mengadakan
Rapat Anggota/Pertemuan Khusus untuk menetapkan anggota pengganti yang berasal
dari nama hasil Pemilu BKM sebelumnya yang memperoleh peringkat tertinggi .
Pasal 20
Gaji atau Imbalan
1. Anggota BKM bertugas berdasarkan kerelaan dan tidak menerima gaji atau
imbalan lainnya.
2. Anggota BKM berhak memperoleh biaya transport untuk monitoring dan
evaluasi atau rapat di luar Kelurahan sesuai dengan prakiraan pengeluaran biaya
perjalanan dimaksud,

Pasal 21
Prinsip Pendirian BKM
1. Sistem pemilihan anggota BKM dilakukan secara langsung rahasia, tanpa
pencalonan, dan tanpa kampanye atau rekayasa.
2. Kriteria anggota BKM ditentukan sendiri oleh warga melalui refleksi
kepemimpinan dengan berbasis nilai-nilai kemanusiaan.
3. Pemilihan dimulai dari pemilihan utusan di tingkat RT dilanjutkan ke tingkat
kelurahan.
11/29/2011<>10:16 AM

- 5 AD-ART BKM JATI MANDIRI

4. Semua warga dewasa di kelurahan bersangkutan berhak untuk memilih.


5. Semua warga dewasa di kelurahan bersangkutan yang memenuhi kriteria
yang disepakati warga berhak untuk dipilih.
6. Setiap pemilih tidak diperkenankan untuk diwakilkan atau dikuasakan dengan
alasan apapun.
7. Setiap pemilih tidak diperkenankan untuk mewakili golongan, ras, agama,
jabatan atau kepentingan lainnya.

Pasal 22
Tata cara Pemilu BKM
1. Pemilu BKM difasilitasi oleh suatu Panitia Pemilu BKM yang dipilih oleh warga,
2. Panitia Pemilu BKM wajib mengadakan sosialisasi pendirian BKM sebelum
dilakukan pemilu
3. Panitia Pemilu BKM memfasilitasi penyusunan tata tertib pemilihan anggota
BKM dan mengawal pelaksanaan pemilu BKM mulai dari tingkat basis (RT) pemilihan
utusan RT, yaitu utusan warga yang akan dipilih menjadi anggota BKM pada pemilihan
tingkat kelurahan.
4. Panitia Pemilu BKM berkewajiban melakukan sosialisasi nama BKM terpilih
melalui berbagai macam media di seluruh kelurahan.
5. Sekurang-kurangnya sebulan sebelum masa bakti BKM berakhir BKM hars
sudah memfasilitasi pemilihan utusan warga tingkat basis
BAB X
PERANGKAT ORGANISASI
Pasal 23
Untuk membantu tugas dan fungsinya, maka BKM mengangkat perangkat organisasi sebagai
berikut:
1. Sekretariat, diangkat sebagai unsur pelaksana administratif dan pengelola
biaya operasional BKM yang bekerja secara purna waktu
2. Sekretariat tidak diperkenankan diangkat dari dan atau merangkap sebagai
anggota BKM serta unit-unit pengelola BKM.
3. Unit Pengelola Keuangan (UPK), diangkat untuk mengelola dana bergulir.
4. Pengawas UPK, diangkat untuk menjalankan fungsi pengawasan dan
peningkatan kinerja UPK
5. Unit Pengelola lainnya, diangkat untuk mengelola kegiatan khusus seperti Unit
Pengelola Lingkungan (UPL), Unit Pengelola Sosial (UPS), dan Unit-unit yang lain dibentuk
sesuai kebutuhan.
Pasal 24
1. Perangkat organisasi BKM menjalankan kebijakan/keputusan yang ditetapkan
oleh BKM.
2. Perangkat organisasi BKM adalah warga dari Desa JATI yang dianggap memiliki
nilai-nilai kemanusiaan serta keahlian di bidangnya
3. Perangkat organisasi BKM bertanggung jawab kepada BKM.
4. Tugas, wewenang, tanggung jawab, dan honor untuk perangkat organisasi
BKM ditetapkan oleh BKM dalam suatu kontrak kerja terhadap orang per orang.
Pasal 25
Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Organisasi BKM
1. Unit-unit pengelola dibentuk dan dibubarkan oleh BKM sesuai dengan
kebutuhan dalam rapat khusus BKM. Hasil rapat khusus diumumkan kepada masyarakat
melalui berbagai media, setidak-tidaknya ditempel di lima tempat strategis dengan masa
sanggah 14 hari.
2. Kontrak kerja perangkat organisasi BKM berlaku untuk waktu tiga tahun.
3. Jika kinerja perangkat organisasi BKM dianggap baik, maka dkontrak dapat
diperpanjang untuk masa tiga tahun berikutnya,
Pasal 26
Anggota BKM dilarang merangkap menjadi perangkat organisasi BKM.
BAB XI
HUBUNGAN KELEMBAGAAN
11/29/2011<>10:16 AM

- 6 AD-ART BKM JATI MANDIRI

Pasal 27
Hubungan antara BKM dengan lembaga-lembaga lainnya di tingkat kelurahan adalah sebagai
berikut:
1. Hubungan BKM dengan perangkat Kelurahan dan organisasi masyarakat
formal lainnya di tingkat Kelurahan, tidak bersifat struktural formal, melainkan hubungan
yang bersifat koordinatif, fungsional dan komplementer atau saling melengkapi serta
mendukung.
2. Perangkat kelurahan sebagai pelaksana kebijakan publik di tingkat lokal
berperan sebagai penyedia dan fasilitator untuk mendukung praksarsa masyarakat
dalam penanggulangan kemiskinan termasuk yang difasilitasi BKM.
3. Organisasi masyarakat formal di tingkat kelurahan, yaitu organisasi yang
dibentuk atas dasar peraturan pemerintah dan/atau perundangan berperan mendukung
prakarsa masyarakat dalam penanggulanan kemiskinan.
BAB XII
RAPAT-RAPAT
Pasal 28
Rapat Warga Kelurahan
1.
Rembug Warga Kelurahan (RWK) merupakan institusi
tertinggi dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat,
2.
RWK diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam
setahun guna membahas hasil review program, review kelembagaan, dan review
keuangan BKM,
3.
RWK Istimewa dapat diselenggarakan atas usulan 75%
utusan warga setiap saat dalam keadaan istimewa.
Pasal 28
RWK mempunyai wewenang untuk:
1.
Mengevaluasi dan menolak kebijakan-kebijakan BKM.
2.
Melakukan amandemen dan atau addendum atas AD
BKM.
3.
Memilih, mengangkat dan memberhentikan anggota BKM
sebelum akhir masa baktiya.
4.
Mengadakan
referendum
atau
kebijakan-kebijakan
penting.

Pasal 29
1.

Yang dimaksud dengan keadaan istimewa adalah sebagai

berikut:

a. Jika RWK tidak dapat berlangsung karena tidak memenuhi


ketentuan, dan RWK telah ditunda paling lama 10 (sepuluh) hari, tetapi pada RWK
kedua tetap tidak tercapai syarat tersebut.
b. Keadaan yang mengharuskan adanya keputusan segera yang
wewenangnya ada pada RWK.
c. Keadaan ketika perubahan AD harus segera dilakukan karena adanya
ketentuan Undang-Undang atau Peraturan Pemerintah Republik Indonesia yang
mengharuskan perubahan tersebut.
2.
Keputusan RWK Istimewa hanya sah jika keputusan
tersebut untuk menyelamatkan kelangsungan BKM.
3.
RWK Istimewa dapat diselenggarakan atas keputusan
hasil referendum yang menyetujui pelaksanaan RWK Istimewa.
Pasal 30
Rapat BKM
1. Rapat Anggota Tahunan (RAT), dilakukan setiap tahun untuk evaluasi
terhadap kinerja unit-unit pelaksana BKM, membahas perkembangan kegiatan tahun
sebelumnya menjelang pelaksanaan RWK, memilih koordinator BKM dan pengelola UP-UP
pada akhir masa jabatan.
2. Rapat Koordinasi Anggota (RKA), dilakukan sekurang-kurangnya satu kali
dalam satu bulan untuk melakukan pembahasan kemajuan dan perkembangan kegiatan
serta menetapkan rencana bulan berikutnya.
11/29/2011<>10:16 AM

- 7 AD-ART BKM JATI MANDIRI

3. Rapat Prioritas Usulan Kegiatan (RPUK), dilakukan untuk menetapkan


prioritas/ perankingan usulan-usulan kegiatan yang telah dinilai layak oleh UPK untuk
disetujui memperoleh dana BKM, baik penyerapan maupun pergulirannya.
4. Rapat Keputusan Khusus (RKK), dilakukan secara insidental sesuai
kebutuhan untuk mengambil keputusan yang berkenaan dengan kegiatan
penanggulangan kemiskinan secara umum sesuai batas kewenangannya, misalnya
keputusan mengenai auditor untuk audit independent, keanggotaan dalam forum BKM,
utusan peserta pelatihan, dll.
BAB XIII
QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 31
1. Rapat-rapat sebagaimana dimaksud dalam BAB X dinyatakan sah apabila
dihadiri lebih dari dari jumlah anggota plus 1.
2. Pengambilan keputusan pada dasarnya dilakukan secara musyawarah untuk
mufakat dan apabila hal ini tidak mungkin, maka keputusan diambil berdasarkan suara
terbanyak.
BAB XIV
KEUANGAN
Pasal 32
Sumber Dana
Sumber Dana untuk pelaksanaan program dan kegiatan BKM terdiri atas:
1. Modal sendiri yang berasal dari dukungan atau
swadaya masyarakat.
2. Dukungan dari pemerintah, diantaranya Bantuan
Langsung Masyarakat (BLM) yang berasal dari Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan PNPM-PNPM MP.
3. Kegiatan, program, proyek dari lembaga di luar
kelurahan untuk kegiatan penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan.
4. Kegiatan-kegiatan lain oleh unit pengelola yang
sah.
Pasal 33
Pemanfaatan Dana
1.
Dana yang diamanahkan kepada BKM dimanfaatkan bagi
kepentingan penanggulangan kemiskinan di Kelurahan.
2.
Dana yang diamanahkan kepada BKM adalah milik
masyarakat kelurahan dan dikelola oleh UPK BKM.
3.
Dana yang diamanahkan kepada BKM tidak tidak boleh
disimpan dalam bentuk deposito dan jenis lainnya yang dilakukan untuk pemupukan
dana.
Pasal 34
Pengelolaan Dana
1. Dana yang diamanahkan kepada BKM seluruhnya dikelola oleh UPK.
2. Sumber dana untuk administrasi dan operasional BKM dapat dibiayai dari
sebagian bunga dana bergulir, sebagian lagi diperuntukkan untuk biaya kegiatan fisik
lingkungan dan sosial yang jenis dan besarnya disepakati oleh Rapat Keputusan Khusus
(RKK) BKM.
3. Dana yang diamanahkan kepada BKM tidak boleh dijadikan jaminan utang.
Pasal 35
Transparansi dan Akuntabilitas
1.
BKM dan perangkat organisasinya
berkewajiban melaksanakan dan mengembangkan transparansi dan akuntabilitas.
2.
Pembukuan keuangan UPK BKM
terbuka untuk diketahui oleh seluruh masyarakat.
3.
Pengawasan keuangan UPK BKM
dilakukan oleh masyarakat kelurahan dan kelompok peduli di luar kelurahan melalui :
a.
Penyebaran informasi tentang kegiatan
BKM
11/29/2011<>10:16 AM

- 8 AD-ART BKM JATI MANDIRI

b.
c.

Rapat-rapat
Audit BKM oleh auditor independen dan

d.

Monitoring, supervisi, dan evaluasi setiap

BPKP.
Kegiatan oleh kelompok peduli.

e.
Kotak-kotak pengaduan.
4.
BKM wajib mengadakan audit tahunan terhadap UP yang
dilakukan oleh auditor independen yang berkedudukan di luar kelurahan.
BAB XV
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 36
Perubahan Anggaran Dasar BKM dapat dilakukan dalam RWK atau RWK Istimewa,
sebagaimana diatur dalam pasal-pasal mengenai RWK.
BAB XVI
PEMBUBARAN
Pasal 37
1. Pembubaran BKM hanya dapat dilakukan dengan keputusan yang melibatkan
seluruh masyarakat melalui RWK atau RWK istimewa.
2. Dalam hal BKM dibubarkan maka seluruh kekayaan yang dimiliki diserahkan
kepada masyarakat, yang pelaksanaannya diatur tersendiri melalui RKK.
BAB XVII
ANGGARAN RUMAH TANGGA DAN PERATURAN LAINNYA
Pasal 38
1. Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Dasar, akan diatur dalam
Anggaran Rumah Tangga.
2. Rapat anggota BKM untuk menyusun dan menetapkan Anggaran Rumah
Tangga serta peraturan khusus yang memuat peraturan pelaksanaan dari ketentuanketentuan lain tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar.
3. BKM dapat mengeluarkan Surat Keputusan yang isinya tidak boleh
bertentangan dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, serta keputusan lain
dari RWK.
BAB XVIII
PENUTUP
Pasal 39
1.

Demikian Anggaran Dasar BKM ini ditetapkan oleh warga kelurahan melalui

2.

Anggaran dasar ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

RWK.

Ditetapkan di : Jati
Pada tanggal : 24 Desember 2010

Pimpinan Rembug Pemilu

Pokja Pembentukan

11/29/2011<>10:16 AM

Pokja Perumus AD BKM

- 9 AD-ART BKM JATI MANDIRI

Pokja Pemantau

Lurah /Kepala Desa

Utusan Warga Peserta RWK

Utusan Warga Peserta RWK

11/29/2011<>10:16 AM

Ketua LPMK

Utusan Warga Peserta RWK

- 10 AD-ART BKM JATI MANDIRI

BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT (BKM)


JATI MANDIRI
Sekretariat : Kompleks Kantor Pemerintah Desa JATI , JATI , JATEN 57731
Website: www.jatimandiri.co.cc
Email: jatimandiribkm@gmail.com

ANGGARAN RUMAH TANGGA

1.

BAB I
Pasal 1
LAMBANG ATAU LOGO DAN CAP
BKM JATI MANDIRI Desa JATI memiliki lambang / logo yang berbentuk :

2.
Lambang/Logo BKM JATI MANDIRI Desa JATI berarti atau bermakna:
a) Bingkai lingkaran warna hitam berarti dan bermakna tekat yang kuat dan bulat
untuk mengemban amanah penanggulangan kemiskinan.
b) Dua buah gunung warna hitam berarti dan bermakna gambaran geografis wilayah
Desa JATI .
c) Tiga buah gelombang warna putih dalam air warna biru laut, berarti dan bermakna
tridaya pemberdayaan yang penuh tantangan dan hambatan.
d) Huruf N (en) dan M ( em ) warna biru berarti masing-masing Ngudi dan Mulyo,
dan bermakna nama depan BKM.
E) Satu buah Bintang warna biru diantara huruf N dan M
berarti dan bermakna
setulus hati dengan landasan Iman dan Taqwa dalam menjalankan program.
F). Matahari terbit dengan pancaran sinar berjumlah tiga belas berwarna merah
berarti dan bermakna Jumlah 13 (tiga belas) orang anggota BKM JATI MANDIRI Desa
JATI siap menjalankan program sepanjang masa dan tidak pernah padam.
G) Secara keseluruhan lambang dan logo diatas berarti dan bermakna BKM JATI
MANDIRI Desa JATI dapat abadi dan berkembang sepanjang masa.
3.
BKM JATI MANDIRI Desa JATI sebagai sebuah organisasi memiliki cap/ stempel
yang berbentuk :

BAB II
Sekretariat BKM
Pasal 2

11/29/2011<>10:16 AM

- 11 AD-ART BKM JATI MANDIRI

1.
Kantor Sekretariat BKM JATI MANDIRI Desa JATI , berkedudukan di Kompleks
Balai Desa JATI Kecamatan JATEN, Kabupaten Karanganyar, Propinsi Jawa Tengah.
2.
Sekretariat BKM terdiri dari 2 (dua) orang yang bertindak sebagai Sekretaris
dan staf.
3.
Personalia Sekretariat BKM diangkat dan di berhentikan oleh BKM melalui
rapat BKM.
4.
Sekretariat BKM bekerja secara purna waktu untuk mengelola administrasi
kegiatan sehari-hari, melaksanakan dan mencatat rapat BKM, termasuk pula mencatat
seluruh transaksi keuangan baik yang dimanfaatkan untuk BOP BKM maupun yang
disalurkan kepada masyarakat melalui laporan yang dibuat UP-UP BKM.
5.
Anggota BKM dan Unit-Unit Pengelola BKM tidak diperkenankan merangkap
sebagai Sekretariat BKM.
6.
Honor untuk sekretariat BKM ditentukan sesuai kondisi dan kemampuan
keuangan oleh BKM.
BAB III
PENASEHAT
Pasal 3
1.
Jika dipandang perlu BKM dapat meminta warga yang peduli dan mempunyai
kerelawanan tinggi terhadap penanggulangan kemiskinan sebagai penasehat.
2.
Jumlah penasehat paling banyak tiga orang, yang dipilih dan ditentukan oleh
BKM.
3.
Masa kerja penasehat satu periode adalah satu tahun dan sesudah nya dapat
dipilih kembali untuk masa bakti maksimal dua perioda atau dua tahun.

BAB IV
ANGGOTA BKM
Pasal 4
KEDUDUKAN
1.
Anggota BKM mewakili masyarakat miskin di desa
setempat yang
memperjuangkan kepentingan masyarakat miskin.
2.
Anggota BKM secara kelembagaan melakukan upaya-upaya penanggulangan
kemiskinan melalui kebijakan yang dibuat.
Pasal 5
SYARAT
Untuk menjadi anggota BKM, disyaratkan sebagai berikut :
1.
Dipilih melalui proses pemilihan ditingkat basis yaitu RT setempat.
Pasal 6
PROSES PEMILIHAN
1.
Sudah Terpilih dari proses pemilihan tingkat basis RT sebagai Utusan Warga
dalam Rembug Warga Desa.
2.
Utusan Warga harus hadir pada acara pemilihan anggota BKM dalam RWD.
3.
Utusan Warga yang diajukan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur
dalam ART pasal 5.
4.
Dalam RWD proses pemilihan anggota BKM diperlukan TATA TERTIB PEMILIHAN
BKM yang disahkan oleh Rembug Warga Sebelum RWD dilaksanakan, yang difasilitasi
oleh Panitia Pemilihan BKM.
5.
Pemilihan anggota BKM secara langsung, umum, bebas dan rahasia.

Pasal 7
PENGGANTIAN ANGGOTA BKM ANTAR WAKTU
1.
Dalam hal terjadinya pemberhentian anggota, maka penggantian melalui
rapat anggota BKM yang dilakukan selambat-lambatya 60 ( Enam puluh) hari terhitung
sejak terjadinya kekosongan anggota.
2.
Pengganti untuk mengisi kekosongan tersebut diambilkan dari utusan warga
11/29/2011<>10:16 AM

- 12 AD-ART BKM JATI MANDIRI

yang menjadi nomor urut di bawahnya dalam pemilihan BKM dan diusulkan melalui
rapat BKM .
Pasal 8
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA BKM
Setiap Anggota BKM memiliki hak bicara dan hak suara dalam rapat anggota

1.
BKM,
2.
3.

Hak bicara dan hak suara dalam rapat BKM tidak dapat diwakilkan.
Anggota BKM berkewajiban :
a. Mentaati AD/ART serta keputusan rapat BKM
b. Menjunjung nama baik BKM.
c. Menghadiri rapat rutin BKM.
4.
Koordinator dan Anggota BKM yang ditunjuk berkewajiban mewakili BKM untuk
melakukan tindakan hukum baik di dalam maupun di luar Pengadilan
Pasal 9
Komisi BKM
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Dalam rangka meningkatkan efektifitas pelaksanaan program BKM dapat membentuk


komisi.
Setiap komisi dipimpin oleh seorang anggota BKM sebagai penanggung jawabnya.
Penanggung jawab Komisi dibentuk oleh BKM untuk memperlancar pelaksanaan program
Penanggung jawab Komisi yang ada : Komisi Lingkungan, Komisi Sosial, dan Komisi
Ekonomi.
Penanggung jawab Komisi disesuaikan dengan kebutuhan
Masing-masing penanggung jawab berugas; membuat program, mengawasi pelaksanaan
program, dan melaporkan program yang telah dilaksanakan.
Masing-masing penanggung jawab Komisi bertanggung jawab kepada koordinator
Pasal 10
BERAKHIRNYA KEANGGOTAAN BKM
Keanggotaan BKM berakhir karena :
Mengundurkan diri
BKM dibubarkan
Meninggal dunia
Masa bakti berakhir
Dihukum pidana
Tidak lagi bertempat tinggal di wilayah Desa JATI .
2.
Dalam hal terjadinya pengunduran diri anggota sebagaimana butir (a) ayat (1)
maka anggota yang mengundurkan diri harus membuat pernyataan secara tertulis.
3.
Surat pengajuan pengunduran diri menyebutkan alasan yang jelas.
4.
Apabila keanggotaan telah berakhir maka hak dan kewajiban sebagai anggota
BKM otomatis berakhir/ hilang.
5.
Berakhirnya keanggotaan BKM ditetapkan melalui rapat BKM.
1.

a.
b.
c.
d.
e.
f.

BAB V
REMBUG WARGA TAHUNAN
RAPAT ANGGOTA, HAK SUARA, KUORUM DAN KEPUTUSAN RAPAT
Pasal 11
Rembug Warga Tahunan
Rembug Warga Desa Tahunan dilakukan untuk membahas :
a. Pertanggungjawaban BKM kepada Utusan Warga sebagai wakil masyarakat
b. Hasil Laporan Tahunan BKM dan hasil audit,
c. Rencana program kerja beserta RAB dan menetapkannya
d. Peninjauan ART.
e. Hal-hal lain yang dipandang perlu
2.
Rembug Warga Tahunan diadakan selambat-lambatnya 2 bulan setelah tutup
buku dan telah dilakukan audit independen.
3.
Rembug Warga Desa Tahunan dihadiri oleh Utusan Warga, Tokoh Masyarakat,
1.

11/29/2011<>10:16 AM

- 13 AD-ART BKM JATI MANDIRI

dan unsur Lembaga Desa.


4.
Pemberitahuan Rembug Warga Desa Tahunan disampaikan selambatlambatnya 1 hari sebelum pelaksanaan.
5.
BKM berkewajiban memberikan sekurang-kurangnya 1 eksemplar Laporan
Tahunan BKM dan hasil audit yang akan dibahas dalam Rembug Warga Desa Tahunan di
setiap dusun bersamaan dengan Pemberitahuan.
6.
Pembiayaan Rembug Warga Desa Tahunan berasal dari BOP BKM, Pemerintah
Desa dan Swadaya Masyarakat.
Pasal 12
RAPAT ANGGOTA
1.
Rapat anggota BKM dilaksanakan sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan sekali.
2.
Rapat anggota BKM dianggap sah apabila dihadiri oleh sedikitnya 50% +1 dari
jumlah anggota BKM.
3.
Rapat anggota dipimpin oleh koordinator atau anggota BKM yang ditunjuk.
4.
Rapat anggota BKM sebagai keputusan BKM didokumentasikan dalam berita
acara dan atau notulensi rapat dan dilampiri daftar hadir.
5.
Rapat anggota BKM membahas:
a. Laporan pemantauan kegiatan yang dilakukan anggota BKM
b. Laporan kemajuan kegiatan yang dilakukan oleh UP-UP
c. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan
d. Laporan perkembangan keuangan
e. Isu-isu terkait dengan penanggulangan kemiskinan dan pengaduan
masyarakat
f. Perkembangan kelompok swadaya masyarakat yang didukung BKM.
g. Hal-hal lain yang dipandang perlu berkaitan dengan masalah penanggulangan
kemiskinan.
h. Program kerja dan tindak lanjut dari hasil evaluasi.
6.
Rapat anggota BKM menetapkan Koordinator dan Anggota BKM yang ditunjuk
mewakili BKM dalam pembukaan rekening bank dan untuk melakukan tindakan hukum
baik di dalam maupun di luar pengadilan.

BAB VI
PENCATATAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN
Pasal 13

PENGATURAN PENGGUNAAN BUNGA JASA PENGELOLAAN


a.
b.

Pendapatan jasa UPK dialokasikan :


1. Untuk HR UPK sebesar 25% dari bruto
2. Jasa UPK Neto dialokasikan untuk keperluan BKM Jati Mandiri dliuar UPK.
Pendapatan bunga jasa netto, pengelolaan yang diperoleh dari perguliran pinjaman akan
dipergunakan sebagai berikut :
1.
Penambahan modal perguliran
: 25%
2.
Biaya Operasional BKM
: 35 %
3.
Cadangan inflasi dan kredit macet
: 10 %
4.
Alokasi dana kegiatan sosial
: 7%
5.
Alokasi dana kegiatan lingkungan
: 8%
6.
Alokasi dana kesekretariatan
: 10%
7.
Pengawas UPK
: 5%
Pasal 14
Sumber-sumber Pendanaan Kegiatan
1. Pendapatan jasa bunga pinjaman dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan
Lingkungan, serta untuk kegiatan administrasi BKM dan UP-UP BKM
2. Mengembangkan peran dan kepedulian semua lapisan masyarakat untuk
berswadaya dalam penanggulangan kemiskinan, melalui jimpitan, zakat dll
3. Memunculkan peran kerjasama dengan pihak lainnya ( LSM, Perbankan,
Lembaga Keagamaan, lembaga keuangan serta pengusaha setempat )
4. Usaha lainnya yang sah dan bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Pasal 15
11/29/2011<>10:16 AM

- 14 AD-ART BKM JATI MANDIRI

1. Pencatatan keuangan yang berasal dari dana Bantuan Langsung Masyarakat


(BLM) untuk pertama kalinya dilakukan oleh Sekretariat BKM,
2. Pencatatan dan pengelolaan keuangan selanjutnya dilakukan oleh UPK dengan
persetujuan BKM,
3. Dana BKM
tidak diperkenankan dikembangkan melalui deposito atau
sejenisnya,
4. Biaya operasional BKM diperoleh dari persentase pendapatan bunga jasa
sesuai AD/ART.
Pasal 16
JASA PINJAMAN
1.
Semua bentuk penyaluran pinjaman dana bergulir kepada KSM dikenakan
bunga jasa pinjaman sebesar 1,5% per bulan menetap dan biaya lain yang timbul.

BAB. VII
UP UP BKM
Pasal 17
UNIT PENGELOLA KEUANGAN (UPK)
Unit Pengelola Keuangan atau UPK adalah lembaga keuangan masyarakat, sebagai gugus
tugas dari BKM yang dikelola atas dasar prinsip profesionalisme serta berdasarkan pedoman
pengelolaan dana bergulir.
Pasal 18
Tugas, Wewenang dan Tanggungjawab UPK
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Unit pengelola keuangan atau UPK adalah unit pelaksana BKM yang bertugas
menjalankan keputusan serta kebijakan yang ditetapkan BKM dalam mengelola dana
bergulir masyarakat dan dana lainnya.
UPK melakukan pendampingan penyusunan usulan kegiatan KSM ekonomi.
UPK berwenang menilai kelayakan usulan KSM berdasarkan pada kelayakan usaha, dan
finansial, yang diverifikasi oleh anggota BKM dan Ketua RT, dan Kadus .
UPK mempunyai tugas mencairkan dan menyalurkan dana kepada KSM yang dinilai layak
dan disetujui Rapat Prioritas Usulan Kegiatan (RPUK).
UPK mempunyai tanggung jawab melakukan pemantauan, pengawasan dana yang
disalurkan kepada warga/KSM penerima pinjaman dana dari BKM.
Menjalin kemitraan (channeling) dengan pihak-pihak lain yang mendukung program
ekonomi UPK
Pasal 19
Tugas, Wewenang dan Tanggungjawab Manajer UPK

1.
2.
3.
4.
5.

Manajer bertugas mendeskripsikan rencana, melaksanakan, mengawasi dan


mengevaluasi kebutuhan dan realisasi dana yang disalurkan kepada warga/KSM.
Manajer berwenang melakukan perjanjian dengan warga/KSM binaan BKM
Manajer bertanggungjawab kepada anggota BKM melalui rapat-rapat BKM
Manager UPK berwenang menunjuk staf pembantu untuk melakukan verifikasi usulan,
penagihan, pencatatan dan penyimpanan dokumen yang imbalannya ditentukan oleh
Rapat Anggota BKM.
Apabila manajer berhalangan maka tugas harian akan dilakukan oleh Sekretariat BKM
yang ditunjuk dan keputusan dilakukan dalam rapat koordinasi BKM.
Pasal 20
Pengangkatan dan Pemberhentian Manajer dan Staf UPK
1. Manajer dan staf UPK diangkat serta diberhentikan oleh BKM.
2. Pengangkatan dan pemberhentian Manajer dan staf lainnya dilakukan melalui
mekanisme Rapat Anggota BKM.

Pasal 21
Pertanggungjawaban UPK
1. Pengelola UPK bertanggungjawab langsung kepada BKM
11/29/2011<>10:16 AM

- 15 AD-ART BKM JATI MANDIRI

2. UPK bertanggungjawab kepada BKM dalam hal pengelolaan keuangan yang


disalurkan lewat BKM ke KSM dan penggulirannya serta bidang keuangan yang lain.
Pasal 22
Keputusan, Kebijakan dan Lembaga UPK
1. UPK menjalankan keputusan serta kebijakan yang telah ditetapkan oleh BKM.
2. BKM dapat memanfaatkan dan memampukan lembaga keuangan lokal yang
sudah ada sebagai UPK (Misalnya; BMT, Kelompok Arisan dll) sejauh lembaga keuangan
tersebut:
a. Bukan lembaga keuangan yang kepemilikan, pelayanan maupun keanggotaannya bersifat tertutup serta terbatas (exclusive), melainkan yang menjamin
kepemilikan dan keterlibatan seluruh masyarakat setempat (inclusive).
b. Berkegiatan dan berpengalaman di bidang pelayanan kepada
masyarakat miskin, upaya penanggulangan pengangguran serta pengembangan
kewira-usahaan.
c. Kredibilitas pengelolaannya transparan, akuntabel, dan profesional.
d. Merupakan organ teknis atau gugus tugas BKM yang menjalankan
keputusan dan kebijakan yang ditetapkan BKM serta bertanggungjawab kepada BKM.
e. Bersedia mematuhi azas, prinsip dan ketentuan yang ditetapkan BKM.
3. Manajer dan staf UPK berhak menerima imbal jasa yang besarnya disesuaikan
dengan prestasi kerja dan kemampuan BKM serta ditetapkan oleh BKM
Pasal 23
UNIT PENGELOLA LINGKUNGAN
1. Sesuai kebutuhan masyarakat BKM dapat membentuk Unit Pengelola
Lingkungan UPL yang menjadi pelaksana atau gugus tugas BKM untuk perencanaan,
penataan, perbaikan, pembangunan maupun pemeliharaan prasarana Lingkungan.
2. Pembentukan UPL menjawab atau memenuhi kebutuhan warga akan
peningkatan kualitas perumahan dan lingkungannya.
3. Pembentukan UPL ditetapkan dalam mekanisme Rapat BKM.

Pasal 24
Tugas, Wewenang dan Tanggungjawab UPL
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Unit pengelola lingkungan atau UPL adalah unit pelaksana BKM yang bertugas
menjalankan keputusan serta kebijakan yang ditetapkan BKM dalam mengelola dana
saran dan prasarana lingkungan (infrastruktur) masyarakat dan dana lainnya.
UPL melakukan pendampingan penyusunan usulan kegiatan Panitia
UPL berwenang menilai kelayakan usulan warga/Panitia berdasarkan pada kelayakan
kegiatan, finansial, kelayakan teknis dan kelayakan lingkungan yang diverifikasi oleh
anggota BKM dan KMW selama pendampingan berlangsung.
UPL mempunyai tugas mencairkan dan menyalurkan dana kepada Panitia yang dinilai
layak dan disetujui Rapat Prioritas Usulan Kegiatan (RPUK).
UPL mempunyai tanggung jawab melakukan pemantauan, pengawasan dana yang
disalurkan kepada Panitia penerima dana dari BKM.
Menjalin kemitraan (channeling) dengan pihak-pihak lain yang mendukung program
lingkungan UPL
Pasal 25
Tugas, Wewenang dan Tanggungjawab Manajer UPL
1.
Manajer bertugas mendeskripsikan rencana, melaksanakan, mengawasi dan
mengevaluasi kebutuhan dan realisasi dana yang disalurkan kepada warga/Panitia.
2.
Manajer berwenang melakukan perjanjian dengan warga/Panitia binaan BKM
3.
Manajer bertanggungjawab kepada anggota BKM melalui rapat-rapat BKM
4.
Manager UPL berwenang menunjuk staf pembantu untuk melakukan verifikasi
usulan, penagihan, pencatatan dan penyimpanan dokumen yang imbalannya ditentukan
oleh Rapat Anggota BKM.
5.
Apabila manajer berhalangan maka tugas harian akan dilakukan oleh
Sekretariat BKM yang ditunjuk dan keputusan dilakukan dalam rapat koordinasi BKM.

Pasal 26
Pengangkatan dan Pemberhentian Staf UPL
11/29/2011<>10:16 AM

- 16 AD-ART BKM JATI MANDIRI

(1) Pengelola UPL diangkat serta diberhentikan oleh BKM .


(2) Pengangkatan dan pemberhentian Pengelola Lingkungan dilakukan melalui mekanisme
Rapat Anggota BKM.
Pasal 27
Pertanggungjawaban UPL
1. Pengelola UPL bertanggungjawab langsung kepada BKM.
2. UPL bertanggungjawab kepada BKM dalam hal pengelolaan keuangan
yang disalurkan kepada KSM / Panitia dan penggulirannya jika ada
Pasal 28
Keputusan, Kebijakan dan Lembaga UPL
1.

UPL menjalankan keputusan serta kebijakan yang telah ditetapkan oleh

BKM.

2. Pengelola UPL sebaiknya orang-orang yang peduli dan mempunyai


ketrampilan dalam bidang pengelolaan sarana dan prasarana lingkungan.
3. Pengelola UPL berhak mendapatkan honor yang ditetapkan oleh BKM
berdasarkan kemampuan dan kondisi keuangan.
Pasal 24
UNIT PENGELOLA SOSIAL

Pengelola Sosial
kegiatan sosial.

1. Sesuai kebutuhan masyarakat BKM dapat membentuk Unit


UPS yang menjadi pelaksana atau gugus tugas BKM untuk program

2. Pembentukan UPS untuk memenuhi warga akan peningkatan


rasa solidaritas dan menumbuhkan rasa peduli terhadap permasalahan sosial..
3. Pembentukan UPS ditetapkan dalam mekanisme Rapat Anggota
BKM.

Pasal 25
Pengangkatan dan Pemberhentian Staf UPS
(1) Pengelola UPS diangkat serta diberhentikan oleh BKM
(2) Pengangkatan dan pemberhentian Pengelola Sosial
Rapat Anggota BKM.

dilakukan melalui

mekanisme

Pasal 26
Pertanggungjawaban UPS
1. Pengelola UPS bertanggungjawab langsung kepada BKM.
2. UPS bertanggungjawab kepada BKM dalam hal pengelolaan keuangan
yang disalurkan kepada KSM / Panitia
Pasal 27
Keputusan, Kebijakan dan Lembaga UPS
1.
BKM.

UPS menjalankan keputusan serta kebijakan yang telah ditetapkan oleh

2. Pengelola UPS adalah orang yang peduli dan mempunyai rasa


tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan kebijakan BKM dan pengelolaan sarana
dan prasarana Sosial.
3. Pengelola UPS berhak mendapatkan honor yang ditetapkan oleh BKM
berdasarkan kemampuan dan kondisi keuangan.

1.

BAB VIII
PENGAWAS UPK
Pasal 28
Dalam rangka meningkatkan kinerja dan transparansi UPK, BKM membentuk badan
11/29/2011<>10:16 AM

- 17 AD-ART BKM JATI MANDIRI

2.
3.
4.

pengawas UPK (BPUPK)


Pembentukan BPUPK dilakukan dalam rapat anggota BKM dan jumlahnya 3 orang.
BPUPK bertanggungjawab langsung kepada BKM dan melaporkan tugasnya dalam forum
rapat BKM.
BPUPK berhak mendapat honor yang ditetapkan oleh BKM berdasarkan kemapuan dan
kondisi keuangan BKM.

Pasal 29
Tugas dan Kewenangan BPUPK
1.

Melakukan pemeriksaan
pelaksanaan

dan evaluasi transaksi, bukti transaksi, dokumen-dokumen,

administrasi dan pelaporan pengelolaan keuangan dan pinjaman yang

2.
3.

dikelola oleh UPK.


Melakukan pengawasan terhadap ketaatan UPK pada prinsip dan mekanisme PNPM-MP
Melakukan pengawasan ketaatan UPK terhadap aturan-aturan BKM, termasuk aturan

4.
5.
6.

perguliran.
Memantau Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus UPK
Memantau Realisasi anggaran UPK dan rencana kerja UPK.
Memantau Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus UPK
Pasal 30
Pengangkatan dan Pemberhentian staf BP UPK

(1) BP UPK diangkat serta diberhentikan oleh BKM


(2) Pengangkatan dan pemberhentian BP UPK
Anggota BKM.

dilakukan melalui

mekanisme Rapat

BAB IX
KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT (KSM)
Pasal 31
Pengertian
1. Kelompok swadaya masyarakat atau KSM adalah kumpulan orang-orang yang
menyatukan diri dalam usaha-usaha bidang sosial ekonomi yang tumbuh dan
berkembang dengan prinsip dari, oleh dan untuk anggota.
2. Kelompok swadaya masyarakat dibentuk secara sadar oleh mereka yang
merasa memiliki persamaan permasalahan dan kesamaan pandangan bahwa
permasalahan yang dihadapi mustahil dipecahkan sendiri-sendiri,
3. Bekal utama pembentukan KSM adalah kesadaran dan kemauan bersama
untuk mengatasi masalah di masyarakat serta peduli terhadap warga miskin.

Pasal 32
Tujuan
1. Mempelajari serta menanamkan pengertian tatalaksana ekonomi keluarga dan
kelompok yang sehat,
2. Mengembangkan sikap ekonomi yang sehat diantara para anggota agar lebih
sadar diri dan bertanggung jawab terhadap kelompoknya,
3. Memberikan pelayanan kepada anggota, baik dalam pemenuhan kebutuhan
ekonomi atau usaha produktif, sosial dan politik,
4. Membina dan mengembangkan produksi dan pemasaran untuk meningkatkan
taraf hidup anggota,
5. Membudayakan cara-cara pengambilan keputusan yang demokratis,
6. Meningkatkan kemampuan tawar kelompok dan masyarakat,
7. Menanamkan pada anggota dan masyarakat sekitar tentang nilai-nilai
kejujuran, keadilan, kesetaraan, kebersamaan, dan keterbukaan,
11/29/2011<>10:16 AM

- 18 AD-ART BKM JATI MANDIRI

8. Ikut serta memperjuangkan terpenuhinya hak-hak warga negara termasuk


menciptakan tatapemerintahan yang baik (good governence).
Pasal 33
Ciri-ciri
1. KSM merupakan kumpulan orang yang beranggotakan sedikitnya 5 (lima)
orang dan sebanyaknya 10(sepuluh) orang
2. Keanggotaan KSM berdasar kesadaran, kejujuran, sukarela dan terbuka,
3. KSM bekerja dengan prinsip dari, oleh, dan untuk anggota,
4. Kedudukan anggota KSM setara,
5. KSM mengadakan rapat anggota dan pengurus secara teratur,
6. Anggota KSM ekonomi guliran wajib memberikan simpanan dan iurann di KSM
secara teratur untuk pemupukan modal, dan menunjang kegiatan KSM.
7. KSM menjalankan upaya pendidikan dan pembinaan anggota secara teratur,
8. Usaha dan tatalaksana dilakukan secara terbuka,
9. Manfaat kegiatan diperluas.

Pasal 34
Status
1. Non formal atau tak berbadan hukum,
2. Otonom atau menentukan sendiri tujuan dan langkah kegiatan yang
diperlukan untuk mencapai tujuan.

BAB IX
REFERENDUM
Pasal 35
1.
Apabila BKM dalam melaksanakan tugasnya menyimpang atau tidak sesuai
dengan prinsip, nilai maupun visi dan misi PNPM MP, masyarakat berhak untuk
mengusulkan pembubaran melalui referendum (RW Khusus).
2.
Memperhatikan pasal 27 ayat (1) Anggaran Dasar, masyarakat dapat
mengusulkan pembubaran BKM melalui Referendum yang diadakan untuk itu.
3.
Tata cara pelaksaaan Referendum diatur dalam ketetapan rapat BKM
BAB X
LAIN-LAIN
Pasal 36
Aturan Tambahan
1.
Staf sekretariat UPK, UPL dan UPS wajib mengembangkan prakarsa,
inisiatif dan kreatifitas agar tercipta keadaan kegiatan yang sebaik-baiknya dengan
persetujuan BKM.
2.
KSM wajib membuat identitas yang jelas, meliputi nama KSM, alamat
KSM dan anggotanya.
3.
KSM wajib membuat kesepakatan aturan dan tata tertib untuk semua
anggotanya dan harus disampaikan kepada BKM untuk mendapatkan persetujuan.
Pasal 37
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini dapat diatur oleh rapat
anggota sepajang peraturan tersebut tidak bertentangan dengan Anggaran dasar dan
Anggara Rumah Tangga.
BAB XI
11/29/2011<>10:16 AM

- 19 AD-ART BKM JATI MANDIRI

PENUTUP
Pasal 38
Anggaran Rumah Tangga ini ditetapkan dan disahkan oleh BKM JATI MANDIRI Desa JATI Pada
hari Jumat Tanggal dua puluh empat Bulan Desember Tahun 2010 dan mulai berlaku sejak
tanggal ditetapkan.

JATI 24 Desember 2010

Disahkan
Koordinator BKM JATI MANDIRI

Joko Pramono,S.Pd.)

11/29/2011<>10:16 AM

- 20 AD-ART BKM JATI MANDIRI

PERATURAN DAN TATA CARA PEMANFAATAN DANA PNPM MP


BKM JATI MANDIRI
BAB I
Pasal 1
Sarana dan Prasarana dasar lingkungan dan sosial
Alokasi dana sarana dan Prasarana dasar dan Sosial dari dana Bantuan Langsung
Masyarakat ( BLM ) dapat dimanfaatkan oleh warga ( personal ) / lingkungan (Kelompok)
dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Santunan bagi anak putus sekolah / kurang mampu dari keluarga sasaran,yang
telah tertuang dalam hasil Pemetaan swadaya diutamakan untuk biaya sekolah, untuk
sekolah Dasar maksimal enam tahun , yang secara adminsitrasi diterimakan kepada
sekolahan yang bersangkutan.
2. Santunan bagi orang jompo, diutamakan bagi orang jompo yang tidak
mempunyai/tidak rawat oleh keluarganya yang diwujudkan barang, yang sedapat
mungkin bersifat mendidik, bukan menciptakan ketergatungan.
3. Besarnya santunan disesuaikan dengan kemampuan BKM, yang akan
ditentukan pada rapat anggota BKM setelah dana tersedia, dengan melihat tingkat
/frekwensi persoalan.
4. Perbaikan rumah bagi rumah yang tidak layak huni bagi janda/warga sasaran
yang telah terdaftar dalam pemetaan swadaya.
5. Perbaikan rumah sedapat mungkin menggali kemampuan bagi pemilik, serta
menggugah kepedulian warga dilingkungannya.besarnya biaya akan disesuaikan
dengan kemampuan BKM, dan akan dibahas dalam rapat anggota BKM
Pasal 2
Perbaikan Sanitasi lingkungan
Yang termasuk Sanitasi / lingkungan adalah : Saluran Pembuangan Air Limbah ( SPAL),
Tempat Pembuangan Sampah, Drinase, jalan kampung, Jamban umum, Pengadaan air bersih
dll.
a. Bantuan Sanitasi dan lingkungan dapat dimanfaatkan oleh
lingkungan yang telah di prioritaskan dalam BAPPUK dan PJM Pronangkis.
b. Warga lingkungan membuat usulan kegiatan dan rincian biaya
yang akan digunakan yang menampilkan porsi pembiayaan dan disampaikan kepada
BKM melalui UPK
c. Bantuan perbaikan sanitasi dan lingkungan hanya merupakan
stimulan, sehingga warga lingkungan diwajibkan dapat menggali dana swadaya, yang
besaran swadaya minimal 50 % dari total biaya.
d. Pelaksanaan Pembangunan Sanitasi/lingkungan , harus ada
panitia pelaksananya yang dibentuk secara demokratis
oleh warga lingkungan
setempat
e. Setelah pembangunan selesai, harus ada kelompok / panitia
yang akan merawat hasil pembangunan tersebut
f. Panitia pengelola diwajibkan membuat kesepakatan kepada
warga lingkungan, untuk menarik dana perawatan dari warga, yang akan dikelola oleh
panitia sebagai cadangan perbaikan.

BAB II
Pasal 3
Peningkatan Sumberdaya
11/29/2011<>10:16 AM

- 21 AD-ART BKM JATI MANDIRI

Pelatihan ketrampilan yang dapat dibiyai antara lain, pelatihan-pelatihan yang bersifat
untuk meningkatkan produktifitas warga sasaran ( Bengkel, Menjahit, Home Industri,
kerajinan tangan dll )
1. Pelatihan ketrampilan diperuntukan bagi warga sasaran yang telah terdaftar
dalam pemetaan swadaya
2. Peserta latihan antara 10 15 orang per pelatihan
3. Peserta pelatihan berhimpun dalam satu kelompok
4. Kelompok membuat usulan kegiatan tentang pelat
5. ihan yang diminati disampaikan kepada BKM melalui UPK
BAB III
Pasal 4
Pengguliran dana
1.BKM melalui UPK, dapat memberikan pinjaman kepada warga masyarakat
yang telah terdaftar dalam pemetaan swadaya
2.Warga sasaran yang berminat memanfaatkan dana bergulir, harus berhimpun
dalam satu wadah ( KSM ), atau masuk menjadi anggota kelompok / KSM yang sudah
ada dilingkungannya.
3.Jumlah anggota kelompok,/KSM minimal 5 (lima ) orang,
4.Kelompok /KSM tersebut, harus sudah pernah melakukan rapat anggota
secara berkala/rutin paling tidak 2 kali, dalam masa 2 bulan
5.Kelompok/KSM, membuat usulan kegiatan
serta kebutuhan / besaran
pinjaman yang dibutuhkan kepada BKM melalui UPK
6.Pinjaman dana bergulir diharuskan untuk usaha produktif ( Perdagangan,
Pertanian, dan Peternakan/perikanan dll.)
7.Besarnya pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan, dan kemampuan KSM,
yang dapat dilihat dalam studi kelayakan usaha.
8.Kelompok/KSM yang memanfaatkan dana bergulir dikenakan jasa 1,5 % flat /
bulan, dikenakan biaya administrasi sebesar : Rp 25.000,00 dan dikenakan tabungan
wajib pinjam sebesar 5 % dari jumlah pinjaman, serta Tabungan wajib KSM, minimal Rp.
10.000,-/KSM/bln
9.Jangka waktu pinjaman maksimal 12 bulan
10.
Sistim angsuran disesuaikan dengan jenis usaha anggota KSM, atau
sesuai dengan kesepakatan, yang akan diatur dalam akad kredit ( surat Perjanjian )
11.
Jasa yang masuk dari dana bergulir akan dimanfaatkan untuk : 25 %
pemupukan modal, 35 % biaya operasional BKM, 10 % administrasi ( ATK ) dan 5 % pos
perbaikan sarana dan prasarana lingkungan, yang akan diakumulaksikan , dan 5 %
untuk dana sosial.

JATI , 24 Desember 2010

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Nama

Alamat

Tanda
tangan

Joko Pramono,S.Pd.
Parjito,S.Sos.
Eko Suryadi,ST
Ook Karyanto
Riman
Sidik Suwarno
Drs. Bintoro,M.M
Drs. H Arkanuddin
Purwadi
Sunarti
Dyah Sulastri
11/29/2011<>10:16 AM

- 22 AD-ART BKM JATI MANDIRI

12 Drs. Solihin
13 Hidayati,S.Pd.

11/29/2011<>10:16 AM

- 23 AD-ART BKM JATI MANDIRI