You are on page 1of 10

TEKNIK PENGOLAHAN

PRODUK DERIVAT

THP C

Kelompok 1
Ahmad Rizki Alfian
121710101124
Yogi Fathur Rohman121710101131
Sri Ningsih Paramita
121710101124
Triska Dessy Kumalasari
121710101108
Utiya Listy Biyumna121710101119

PENGARUH PEMANSAN
TERHADAP KOMPON

PENDAHULUAN
Menurut Abednego (1979) kompon karet adalah campuran karet mentah
dengan bahan-bahan kimia yang belum divulkanisasi.
Dalam bentuk kompon, karet alam sangat mudah dilengketkan satu
sama lain sehingga sangat disukai.
Bahan kimia utama adalah bahan kimia yang digunakan untuk
meningkatkan sifat-sifat fisik karet, sehingga produk karet
yang dihasilkan akan memiliki sifat fisik dan kimiawi yang
lebih stabil. Bahan kimia utama terdiri dari akselerator, bahan
pengisi, bahan pemvulkanisasi, bahan antioksidan, bahan
pengelantang, dan bahan pembeku.

TUJUAN
Untuk mengetahui pengaruh
suhu terhadap kehalusan
permukaan dan ketebalan
kompon

METODOLOGI PRAKTIKUM
ALAT

Seng
Mur
Oven
Gunting
Jangka sorong
Pengepres
Label

BAHAN

Kompon
Air

SKEMA KERJA
Kompon

Diletakkan pada seng


Pengepresan 10 detik
Pemanasan pada suhu 650 C, 750 C, dan
850 C selama 30 menit
Pendinginan

Pengamatan :
1. Kehalusan permukaan
2. Bentuk (ketebalan)

PEMBAHASAN
ketebalan

KETEBALAN KOMPON
KONTROL
0,35

SUHU (C)
65

75

85

0,35

0,35

0,33

kompon yang dipanaskan pada suhu 65C dan 75C, ketebalannya


tidak mengalami perubahan yaitu tetap 0,35 mm sedangkan pada
suhu 85C mengalami perubahan menjadi 0,33 mm . Hal ini terjadi
karena suhu yang digunakan untuk pemanasan kurang tinggi sehingga
perubahan ketebalan pada kompon tidak signifikan, menurut budiono
(2009), semakin tinggi suhu yang digunakan akan mempengaruhi dari
karakteristik kompon, karena adanya pemanasan dapat mempercepat
proses oksidasi dan degradasi pada vulkanisat karet.

Kehalusan Permukaan
Suhu (C)
Kontrol
++

65

75

85

+++

+++

++

Keterangan : Semakin + semakin halus


Hasil pengamatan kehalusan permukaan kompon berbeda-beda. Dimana
bahan kompon yang digunakan juga berbeda dari segi bentuk, ukuran
dan ketebalan. Sehingga ketika dilkakuan pemanasan dengan suhu yang
berbeda menghasilkan permukaan kehalusan yang berbeda pula. Pada
permukaan kompon yang menggunakan suhu 85C kehalusan
permukaannya kurang halus. Hal ini terjadi karena suhu pemanasan
yang digunakan kurang tinggi sehingga pelelehan pada kompon kurang
sempurna .

KESIMPULAN
semakin tinggi suhupemanasan maka akan
mempengaruhi ketebalan kompon
pada permukaan kompon tidak terjadi
perubahan yang signifikan
dari perbedaan
suhu yang digunakan

Terima
Kasih