Вы находитесь на странице: 1из 13

Kata pengantar

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah swt, karena atas berkat
rahmat dan hidayahnyalah kami dapat menyelesaikan tugas makalah kami yang
berjudul PENGERTIAN PENDIDIKAN DAN ILMU PENDIDIKAN tak lupa
pula kami ucapkan terimakasih kepada para dosen pembimbing mata kuliah
Pengantar Pendidikan.
Pendidikan Merupakan tolak ukur keberhasilan suatu negara,
pengenalan akan pengertian pendidikan itu sendiri sangatlah dibutuhkan sebagai
pengetahuan awal guna mewujudkan pendidikan yang lebih maju di masa depan,
Maka dari itu kami mengangkat permasalahan ini sebagai bahasan dalam makalah
kami ,agar kita mahasiswa khususnya dapat mengerti dengan mengetahui serta
memahami bagaimana pengertian pendidikan baik dalam arti luas, sempit maupun
alternatif serta pengertian ilmu pendidikan.
Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua. Namun seperti kata pepatah tak ada gading yang tak retak begitu pula
dengan makalah ini,karena kesempurnaan hanya milik Allah dan kekhilafan
adalah milik manusia. Maka dari itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membanggun dari saudara-saudara demi kebaikan bersama.

DAFTAR ISI
Kata pengantar ........................................................................................................1
Daftar Isi ............................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 3
I.I. Latar Belakang .........................................................................................3
I.2. Rumusan Masalah ..................................................................................4
I.3. Tujuan ......................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................5
II.I. Pengertian Pendidikan Secara Sempit ....................................................5
II.2. Pengertian Pendidikan Secara Luas ......................................................7
II.3. Pengertian Pendidikan Secara Alternativ ...............................................9
II.4. Pengertian Ilmu Pendidikan .................................................................10
BAB III PENUTUP ..............................................................................................11
III.I. Kesimpulan ..........................................................................................11
DAFTAR ISI .........................................................................................................12

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi
manusia. Kenapa demikian, karena Pendidikan adalah upaya mengembangkan
potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa,
maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam
perjalanan hidupnya.
Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya
pribadi manusia menurut ukuran normatif. Menyadari akan hal tersebut,
pemerintah sangat serius menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem
pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang
berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara.
Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan
bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis,
dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan.
Akan tetapi, pada kenyataaan sebagian orang hanya memahami secara
garis besar hal-hal yang berhubungan dengan

pendidikan. Beberapa hanya

mengetahui pendidikan sebagai sarana belajar, terutama sarana belajar dalam


bidang akademis. Sehingga pengertian pendidikan secara mendasar kurang
dipahami.

1.2.

Rumusan Masalah
Supaya dalam pembahasan dan penulisan makalah ini lebih terarah

dan mudah untuk dipahami, maka penulis merumuskan masalah-masalah,yaitu


sebagai berikut :
1. Apa pengertian pendidikan secara sempit ?
2. Apa pengertian pendidikan secara luas ?
3. Apa pengertian pendidikan secara alternativ ?
4. Apa pengertian ilmu pendidikan ?
1.3.

Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, diharapkan pembaca dapat :
1. Mengetahui pengertian pendidikan secara luas
2. Mengetahui pengertian pendidikan secara sempit
3. Mengetahui pengertian pendidikan secara luas terbatas
4. Mengertahui pengertian ilmu pendidikan

BAB II
PEMBAHASAN
Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan
kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi
berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan adalah suatu
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan
masyarakat.
Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Salah
satunya sebagai media yang berfungsi menjadikan manusia lebih baik dari
sebelumnya. Peran penting lainnya adalah untuk memenusiakan manusia
II.1. Pengertian Pendidikan Secara Sempit
Dalam pengertian sempit pendidikan adalah pengajaran yang di
selengarakan di sekolah sebagai lembagah pendidikan formal dan memberikan
pengaruh kepada siswa agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan
kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka.
Selain merupakan proses interaksi antara pendidik dan peserta didik baik di
keluarga,sekolah maupun di masyarakat. Dalam arti sempit, dalam prakteknya
identik dengan persekolahan (schooling), yaitu pengajaran formal di bawah
kondisi-kondisi yang terkontrol, hanyalah bagi yang menjadi peserta didik.
Pendidik bagi siswa terbatas pada pendidik yang professional atau guru.
Dalam arti sempit, pendidikan memiliki karakteristik sebagai berikut:

Tujuan pendidikan dalam arti sempit ditentukan oleh pihak luar individu
peserta didik. Sebagaimana kita maklumi, tujuan pendidikan suatu sekolah

atau tujuan pendidikan suatu kegiatan belajar-mengajar di sekolah tidak


dirumuskan dan ditetapkan oleh para siswanya.

Lamanya waktu pendidikan bagi setiap individu dalam masyarakat cukup


berpariasi, mungkin kurang atau sama dengan enam tahun, sembilan tahun
bahkan lebih dari itu. namun demikian terdapat terminal pendidikan yang di
tetapkan dalam satuan waktu.

Pendidikan berlangsung dalam lingkungan pendidikan yang di ciptakan


khusus untuk menyelengarakan pendidikan dan secara tekhnis pendidikan di
lakukan di kelas.

Bentuk kegiatan pendidikan lebih berorientasi pada kegiatan guru sehingga


guru mempunyai peranan yang sentral dalam menentukan jadwal, dan waktu
pendidikan.

Pendukung paham pendidikan dalam pengertian sempit :


a. Kaum Behavioris seperti ( B.watson, B.F Skinner, Iester Frank Ward )
Cenderung mendefinisikan pendidikan dalam arti sempit. Mereka
mempunyai pandangan optimis terhadap peranan sekolah dalam menyelengarakan
pendidikan. Dan menurut Kaum Behavioris ada tiga prinsip utama mendasari
sekolah dalam menyelengarkan proses rekayasa ( pengubahan tingkah laku )
yaitu:

Pembentukan pola tingkah laku seseorang sangat kuat di pengaruhi oleh


lingkungan .

Pendidikan di sekolah merupakan rekayasa perubahan pola tingkah laku yang


terprogram secara cermat.

Masa depan sekolah sebagai lembaga perekayasaan pola tingkah laku yang
terprogram adalah cerah. karena mempunyai peranan yang besar dalam
mencapai kemajuan dan Kaum Behavioris pun menyatakan pengaruh
pengaruh lingkungan membentuk kita seperti apa yang dapat kita capai.
sekarang ini. Sehingga pada akhirnya kita mencapai keadaan yang lebih baik,
apa bila kita memahami hal tersebut.

II.2. Pengertian Pendidikan Secara Luas


Pendidikan dalam arti makro (luas) adalah proses interaksi antara
manusia sebagai individu/ pribadi dan lingkungan alam semesta, lingkungan
sosial, masyarakat, sosial-ekonomi, sosial-politik dan sosial-budaya. Pendidikan
dalam arti luas juga dapat diartikan hidup (segala pengalaman belajar yang
berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Segala situasi hidup
yang mempengaruhi pertumbuhan individu, suatu proses pertumbuhan dan
perkembangan, sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungan sosial dan
lingkungan

fisik,

berlangsung

sepanjang

hayat

sejak

manusia

lahir).

Jadi pendidikan dalam arti luas, hidup adalah pendidikan, dan pendidikan adalah
hidup (life is education, and education is life). Maksudnya bahwa pendidikan
adalah segala pengalaman hidup (belajar) dalam berbagai lingkungan yang
berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi pertumbuhan atau
perkembangan individu.
Dalam pengertian luas, pendidikan memiliki karakteristik sebagai
berikut :
Tujuan pendidikan sama dengan tujuan hidup individu, tidak ditentukan oleh
orang lain.
Pendidikan berlangsung kapan pun, artinya berlangsung sepanjang hayat (life
long education). Karena itu pendidikan berlangsung dalam konteks hubungan

individu yang bersifat multi dimensi, baik dalam hubungan individu dengan
Tuhannya, sesama manusia, alam, bahkan dengan dirinya sendiri.
Dalam hubungan yang besifat multi dimensi itu, pendidikan berlangsung
melalui berbagai bentuk kegiatan, tindakan, dan kejadian, baik yang pada
awalnya disengaja untuk pendidikan maupun yang tidak disengaja untuk
pendidikan.
Berlangsung bagi siapa pun. Setiap individu anak-anak atau pun orang
dewasa, siswa/mahasiswa atau pun bukan siswa/ mahasiswa dididik atau
mendidik diri.
Pendidikan berlangsung dimana pun. Pendidikan tidak terbatas pada
schooling saja. Pendidikan berlangsung di dalam keluarga, sekolah,
masyarakat, dan di dalam lingkungan alam dimana individu berada. Pendidik
bagi individu tidak terbatas pada pendidik profesional.
Pendukung paham pendidikan dalam pengertian luas:
a. Kaum Humanis Romantic seperti ( John Holt, William Glaser, Jonathan Kozol)
dan Kaum Pragmatic seperti ( John Dewey, Wiliam Heard, Kilpatrick).
Cenderung mendefinisikan pendidikan dalam pengertian luas dan
mengecam praktek pendidikan di sekolah yang di selengarakan pada zamannya.
Karna di sekolah berlangsung dehumanisasi ( proses pengikisan martabat
manusia), sekolah terasing dari kehidupan nyata, pola hubungan guru dengan
murid otoriter, sehingga kurang berlangsung perkembangan individu secara
optimal.
b.

Ivan Illich, dia mempunyai gagasan yang terang terangan mengutuk


pendidikan yang dilembagakan dalam bentuk sekolah. Dalam kecaman itu ivan
yakin bahwa sekolah sekolah dengan sendirinya menjadi tidak memendai dan
hanya mendorong kepada mengasingkan siswa dari hidup. dan Ivan Illich pun

berpendapat bahwa suatu sistem. Pendidikan yang baik harus mempunyai tiga
tujuan yaitu:
Memberi kesempatan kepada semua orang untuk bebas dan mudah
memperoleh sumber belajar pada setiap saat.
Memungkinkan semua orang yang ingin memberikan pengetahuan mereka
kepada orang lain.
Menjamin tersedianya masukan umum yang berkenan dengan pendidikan.
II.3. Pendidikan Dalam Pengertian Alternative ( Luas Terbatas )
Dalam pengertian luas terbatas pendidikan adalah usaha sadar yang di
lakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah melalui kegiatan bibingan,
pengajaran dan latihan yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang
hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam
berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang. Selain itu Ilmu
pendidikan secara alternative adalah system pendidikan yang tidak selalu identik
dengan sekolah atau jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat
dilaksanakan secara struktur dan berjenjang. Pendidikan alternative berfungsi
mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan dengan penguasaan
pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan
kepribadian fungsional.
Dalam pengertian luas terbatas pendidikan memiliki karakteristik
khusus sebagai berikut :

Pendidikan berlangsung seumur hidup, yang kegiatanya tidak berlangsung


sembarangan tapi pada saat tertentu.

pendidikanya bisa berlangsung di sekolah maupun di lingkungan


masyarakat.

Pendidikan dapat berbentuk pendidikan formal, pendidikan informal, dan


pendidikan nonformal. Kegiatan pendidikan dapat berbentuk bibingan,
pengajaran dan latihan.

Tujuan pendidikan merupakan perpadua tujuan-tujuan pendidikan yang


bersipat pengembangan kemampuan-kemampuan pribadi yang optimal
dengan tujuan-tujuan social yang bersipat manusia seutuhnya yang dapat
memainkan peranya sebagai warga dalam berbagai lingkungan persekutuan
hidup dan kelompok sosial.
Pendukung paham pendidikan dalam pengertian luas terbatas:

Kaum Humanis Realistic (Edgar Faure, Filipe Herrera ) dan Kaum Realism
Kritis (Stella Van Petten Henderson ) cenderung menjawab pertanyaan
apakah pendidikan dalam bentuk definisi luas terbatas, mereka cenderung
mengambil jalan tengah dari definisi pendidikan yang luas dan yang sempit,
jadi Kaum Humanis Realistic dan Kaum Realism Kritis merumuskan makna
pendidikan sebagai usaha memaksimalkan peran pengajaran di sekolah dan
pendidikan di luar sekolah.

II.4. Pengertian Ilmu Pendidikan.


Ilmu Pendidikan adalah dua kata yang dipadukan, yakni Ilmu dan
Pendidikan yang masing-masing memiliki arti dan makna tersendiri. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka disebutkan, bahwa Ilmu
adalah Pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem
menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala
tertentu di bidang (pengetahuan) itu . Sedangkan arti Pendidikan, adalah
merupakan proses upaya meningkatkan nilai peradaban individu atau masyarakat
dari suatu keadaan tertentu menjadi suatu keadaan yang lebih baik.
Jadi, Ilmu pendidikan adalah suatu kumpulan pengetahuan atau
konsep yang tersusun secara sistematis dan mempunyai metode-metode tertentu

yang bersifat ilmiah yang menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala


perbuatan mendidik atau suatu proses bantuan yang diberikan oleh orang dewasa
kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya dalam rangka
mempersiapkan dirinya untuk kehidupan yang bermakna.

BAB III
PENUTUP

III.1. Kesimpulan
Pendidikan

dalam pengertian sempit adalah pengajaran yang di

selenggarakan di sekolah sebagi lembaga pendidikan formal dan segala pengaruh


yang di upayakan sekolah terhadap anak didik yg di serahkan kepadanya agar
mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan
hubungan dan tugas tugas sosial mereka. Adapun Dalam pengertian luas, hidup
adalah pendidikan dan pendidikan adalah hidup yang maksudnya pendidikan
adalah segala pengalaman hidup (belajar) dalam berbagai lingkungan yang
berlansung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi pertumbuhan dan
perkembangan individu.pendidikan.pendidikan berbentuk dalam segala macam
pengalaman belajar dalam hidup. Pendidikan berlangsung dalam beranekaragam
bentuk, pola dan lembaga.dan dapat terjadi di manapun dan kapan pun dalam
hidup. Sedangkan pengertian pendidikan secara luas terbatas adalah usaha sadar
yang di lakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran, dan latihan yg berlangsung di sekolah dan di luar sekolah

sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memeainkan


peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang.
Ilmu pendidikan adalah suatu kumpulan pengetahuan atau konsep
yang tersusun secara sistematis dan mempunyai metode-metode tertentu yang
bersifat ilmiah yang menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan
mendidik atau suatu proses bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada
anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya dalam rangka
mempersiapkan dirinya untuk kehidupan yang bermakna.

Daftar pustaka

Anonim.2013.pengertian pendidikan dan ilmu pendidikan. Jakarta


( diakses tanggal 06 februari 2015 )
Anonim.2009. pengertian pendidikan secara sempit,luas dan luas terbatas.
( Diakses tanggal 06 februari 2015 )
Anonim.2013. pengertian pendidikan .jakarta.
( diakses tanggal 06 februari 2015 )