Вы находитесь на странице: 1из 18

askep tumor pankreas

ni putu sri weni antari


04.07.1769

askep tumor pankreas


BAB I
LANDASAN TEORI
A. PENGERTIAN
Insiden kanker pancreas terus meningkat sejak 20 hingga 30 tahun yang lalu. Khususnya diantara
orang- orang yang bukan kulit putih. Tumor pankreas merupakan penyebab kematin terkemuka
yang menempati urutan keempat di AS dan paling sering ditemukan pada usia 60 hingga 70-an
tahun. Kebiasaan merokok, kontak dengan zat kimia industri atau toksin dalam lingkungan, dan
diet tinggi lemak, daging ataupun keduanya, memiliki hubungan dengan peningkatan insiden
kanker pankreas meskipun peranannya dalam menyebabkan kelainan keganasan ini masih belum
jelas seluruhnya. Resiko kanker pankreas akan meningkat bersamaan dengan tingginya
kebiasaan merokok. Diabetes Melitus, pankreatitis kronis dan pankreatitis herediter juga
memiliki kaitannya dengan kanker pancreas. Pankreas dapat pula menjadi tempat metastasis dari
tumor lain.
Penyakit kanker dapat tumbuh pada setiap bagian pankreas (pada bagian kaput, korpus atau
kauda) dengan menimbulkan manifestasi klinik yang bervariasi menurut lokasi lesinya dan
apakah sel- sel pulau Langerhans yang mensekresikan insulin itu turut terlibat. Tumor yang
berasal dari kaput pankreas yang merupakan lokasi yang paling sering akan memberikan
gambaran klinik tersendiri. Tumor pada sel- sel pulau Langerhans yang fungsional, apakah yang
jinak (adenoma) ataukah yang ganas (karsinoma), merupakan penyebab terjadinya sindrom hiper
insulin. Dengan pengecualian ini, gejala tumor pankreas bersifat non spesifik dan biasanya
pasien baru mencari pertolongan medik setelah sakitnya memasuki stadium lanjut 80% hingga
85% pasien sudah menderita tumor yang lanjut dan tidak dapat direseksi ketika tumor tersebut
ditemukan untuk pertama kalinya. Dalam kenyataanya, karsinoma pankreas memiliki angka
keberhasilan hidup 5 tahun. Paling rendah bila dibandingkan dengan 60 lokasi kanker lainnya.
B. ETIOLOGI
Kebiasaan merokok, kontak dengan zat kimia industri atau toksin dalam lingkngan, minumminuman beralkohol dan diet tinggi lemak daging atau keduanya memiliki hubungan dengan
kanker pancreas meskipun peranannya dalam menyebabkan kelainan keganasan ini masih belum
jelas seluruhnya. Diabetes Melitus, pankreatitis kronis dan pankreatitis herediter juga memiliki
kaitan dengan kanker pankreas. Tapi penyebab ini juga masih belum jelas seluruhnya.
C. MANIFESTASI KLINIK
Rasa nyeri, ikterus atau keduanya terdapat pada lebih dari 90% pasien, dan sering dengan
penurunan berat badan, gejala tersebut dipandang sebagian tanda- tanda klasik karsinoma

pankreas. Manifestasi ini mungkin baru tampak setelah penyakitnya memasuki stadium yang
sangat lanjut. Tanda- tanda lain mencakup penurunan berat badan yang cepat, mencolok dan
progresif disamping gangguan rasa nyaman atau nyeri yang samara- samara pada abdomen
bagian atas atau bagian tengah, gangguan ini sulit untuk dijelaskan dan tidak disertai gangguan
fungsi gastrointestinal.
Gangguan rasa nyaman tersebut menyebar sebagai rasa nyeri yang menjengkelkan ke bagian
tengah pungung dan tidak berhubungan dengan postur tubuh maupun aktivitas. Penderita
karsinoma pankreas sering merasakan bahwa serangan nyerinya dapat dikurangi jika ia duduk
membungkuk, rasa nyeri tersebut acap kali bertambah parah ketika ia berbaring telentang, nyeri
dapat bersifat progresif dan hebat sehingga memerlukan penggunaan preparat analgesik narkotik.
Serangan nyeri ini sering terasa lebih hebat pada malam harinya.
Sel- sel ganas dari kanker pankreas sering terlepas dan masuk ke dalam rongga peritonium
sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya metastasis. Asites umumnya terjadi.
Suatu tanda yang sangat penting jika ada adalah timbulnya gejala- gejala defisiensi insulin yang
terdiri atas glukosuria, hiperglikemia dan toleransi glukosa yang abnormal. Diabetes dapat
menjadi tanda dini karsinoma pankreas. Makan sering meningkatkan nyeri epigastrium dan
gambaran ini biasanya sudah terjadi beberapa minggu sebelum munculnya ikterus serta pruritus.
Pembuatan foto-gastro intestinal memperlihatkan deformitas organ visera di dekat pankreas yang
disebabkan oleh masa pankreas yang terjepit itu.
D. EVALUASI DIAGNOSTIK
Pemeriksaan USG dan pemindai CT dilakukan untuk mendeteksi keberadaan tumor pankreas.
ERCP merupakan pemeriksaan diagnostik yang penting untuk menegakkan diagnosis karsinoma
pankreas. Sel-sel yang diperoleh melalui ERCP harus dikirim ke laboratorium untuk dilakukan
pemeriksaan.
Biopsi aspirasi perkutan dengan jarum halus pada jaringan pankreas dilakukan untuk
mendiagnosis tumor pankreas dan memastikan diagnosisnya pada pasien-pasien yang tumornya
sudah tidak dapat direseksi, pemeriksaan ini akan menghilangkan stres dan nyeri akibat
pembedahan yang sudah tidak akan memberikan hasil. Dalam prosedur ini, sebilah jarum biopsi
ditusukkan lewat dinding anterior abdomen ke dalam massa pankreas dengan dipandu pemindai
CT, USG, ERCP, ataupun teknik-teknik pencitraan lainnya. Bahan-bahan aspirasi tersebut
diperiksa untuk mencari sel-sel ganas. Meskipun tindakan biopsi perkutan ini merupakan sarana
diagnostik yang berharga, namun tindakan tersebut masih memiliki kekurangan. Hasil negatifpalsu akan didapat jika tumor yang kecil liput dari sasaran biopsi, dan penyebaran sel- sel kanker
lewat jalur tusukan jarum biopsi juga dapat terjadi. Penyinaran dengan dosis rendah dapat
dilakukan sebelum biopsi untuk mengurangi risiko penyebaran sel-sel kanker. Pemeriksaan
kolangiografi transhepatik perkutan (PTC, percutaneus transhepatic cholangiography )
merupakan tindakan lain yang dapat dilakukan sebelum biopsi untuk mengenali obstruksi saluran
empedu oleh tumor pankreas.
Beberapa penanda tumor (mis CA 19-9, CEA, rasio testosteron terhadap dihidrotestosteron)
sekarang sedang dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam perangkat sarana diagnostik,
meskipun demikian, sampai saat ini masih belum berhasil ditemukan penanda tumor karsinoma
pankreas yang dapat diandalkan.
Pemeriksaan angiografi, pemindai CT dan laparoskopi dapat dilakukan untuk menentukan
apakah tumor tersebut masih dapat diangkat melalui pembedahan.
E. PENATALAKSANAAN

Tindakan bedah yang harus dilakukan biasanya cukup luas jika kita ingin mengangkat tumor
terlokalisir yang masih dapat direseksi. Namun demikian, terapi bedah definitif (yaitu, eksisi
total lesi) sering tidak mungkin dilaksanakan karena pertumbuhan yang sudah begitu luas ketika
tumor tersebut terdiagnosis dan kemungkinan terdapatnya metastase- khususnya ke hepar, paruparu, dan tulang. Tindakan bedah tersebut sering terbatas pada tindakan paliatif. Meskipun tumor
pankreas mungkin resisten terhadap radiasi standar, pasien dapat diterapi dengan radio terapi dan
kemoterapi (Flourourasil [5-Fu]). Jika pasien menjalani pembedahan, terapi radiasi dosis tinggi
pada jaringan tumor dengan cidera yang minimal pada jaringan lain. Terapi radiasi intraoperatif
ini dapat pula mengurangi rasa nyeri. Implantasi interstisial sumber radioaktif juga telah
dilakukan meskipun angka kompikasinya tinggi. Pemasangan stent bilier yang besar dan
dilakukan secara perkutan atau melalui endoskopi dapat dilikukan untuk mengurangi gejala
ikterus.
Penelitian kini sedang dilaksanakan untuk mengkaji efek preparat antiestrogen dan anti androgen
terhadap kanker pankreas.

BAB II
ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
Tanggal Masuk :
Jam :
Tempat :
1. BIODATA
a) Identitas Pasien
Nama :
Umur :
Jenis kelamin :
Agama :
Pekerjaan :
Status :
Alamat :
Sumber informasi :
Dx medis : Tumor Pankreas

b) Identitas Penanggung Jawab


Nama :
Umur :
Jenis Kelamin :
Agama :
Pekerjaan :
Status :
Alamat :
Hubungan dengan klien :
2. RIWAYAT KESEHATAN
a) Keluhan utama
Pada penderita tumor pankreas terdapat nyeri pada abdomen dan rasa nyeri menyebar ke bagian
tengah punggung
b) Riwayat Kesehatan Sekarang
-nyeri pada abdomen
-malaise
-Hipertensi
-.berat badan turun
-mul-mntah
-membran mukosa kering
c) Riwayat Kesehatan Dahulu
Penderita tumor pankreas terdapat riwayat penyakit DM
d) Riwayat Kesehatan Keluarga
Didalam keluraga tidak ada penyakit keturunan dan menular.
e) Genogram
Keterangan :
: Laki Laki
: Perempuan

: pasien

: tinggal 1 rumah
: Sudah meninggal

: Sudah meningal

3. POLA FUNGSI KESEHATAN (GORDON )


a. Persepsi terhadap Kesehatan
Kesehatan itu sangat penting tapi menjadi tidak penting ketika orang yang diberi nikmat berupa
kesehatan tidak ingat yang memberi nikmat tersebut (Allah SWT )
b. Pola Aktivitas Latihan
Penderita tumor pankreas dalam aktivitas aehari-hara membutuhkan bantuan dari keluarga atau
orang lain karen lemah dan nyeri
c. Pola Istirahat Tidur
Pada pasien tumor pankreas terdapat gangguan pola tidur yang disebabkan oleh nyeri pada

abdomen dan ras nyeri yang menyebar ke bagian tengh punggung.


d. Pola Nutrisi Metabolik
Pada penderita tumor pankreas mengalami mual, muntah, nafsu makan menurun.
e. Pola Eliminai
Tidak ada gangguan
f. Pola Kognitif Perseptual
Pendarita tumor pankreas mmpu berkomunikasi dan berorientasi dengan baik dengan orang lain
g. Pola Konsep Diri
Harga Diri :
Ideal Diri :
Identitas Diri :
Peran diri :
h. Pola Koping
Pada penderita tumor pankreas terbuka dengan anggota keluarga yang lain sehingga ketika ada
masalah selalu dipecahkan bersama
i. Pola Seksual Reproduksi
Terganggu
j. Pola Peran hubungan
Hubungan dengan keluarga,masyarakat dan lingkungan sekitar baik
k. Pola nilai dan kepercayaan
Penderita tumor pankreas beribadah sesuai dengan keyakinan
4. PEMERIKSAAN FISIK
a) Tanda Tanda Vital
N : Takikardi
RR : Normal
S : Hipertermi
TD : Hipertensi
b) Keadaan Umum
Kesan umum : baik
Wajah : tidak ada kelainan bentuk
Kesadaran : Compos mentis
TB: BB: .
c) Kulit, rambut, kuku
Inspeksi : warna kulit tidak normal, dan tidak ada lesi pada kulit, jumlah rambut tipis & warna
kuku putih kemerahan dengan bentuk normal, kuku tampak panjang dan kotor .
Palpasi : Suhu badn hipertermi, kelembapan kulit pasien kering turgor kulit kering.
d) Kepala
Inspeksi : mesocepale, simetri, dan tidak ada deformitas
Pada mata :
Mata
Inspeksi
Bentuk bola mata : bulat, simetris
Konjungtiva : pucat

Sklera : tidak ikterik


Pupil : isokor
Gerakan : tidak terbatas
Pada wajah : ekspresi wajah tampak lemah menahan nyeri
Telinga : tidak ada kotoran (serumen) , tidak ada inflamasi, tidak ada benda asingpada lubang
telinga, tinitus
Pada hidung : tidak ada massa, pollip, fungsi pembauan baik, tidak ada perdarahan lewat hidung
Mulut : keadaan mulut simetris, kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga
e) Pemeriksaan leher
inspeksi : leher kanan dan kii simetris, tidak ada pembengkakan
palpasi : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
f) Pemeriksaan thorak (dada)
inspeksi : bentuk dada simetris, tidak ada retraksi pada saat inspirasi
palpasi : gerakan dada pada waktu bernafas simetris, tidak terdapat adanya massa dindind
thorak, tidak terdapat nyeri tekan
Perkusi : terdapat bunyi redup
Auskultasi : suara pernafasan vesikuler
g) Pada abdomen
inspeksi : abdomen tidak simetris,tampak adanya benjolan
palpasi : adanya nyeri tekan
perkusi : terdapat bunyi timpany
Auskultasi : suara usus hiperaktif
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1) Data Fokus
Nyeri pada abdomen
Penurunan berat badan
Malaise (perasaan tidak nyaman)
Kulit kepala rambut kotor
Kuku tampak panjang dan kotor
Muntah, mual
Lemah
Penurunan berat badan
Tidak nafsu makan
Membran mukosa kering
Turgor kulit jelek
TTV : N: Takikardi
TD: Hipertensi
S: hipertermi
RR: normal

2. ANALISA DATA
No Symptom Etiologi Problem
1 Ds :
Do :
Nyeri pada abdomen
Wajah pucat tampak menahan nyeri Agen cedera biologis (tumor pankreas) Nyeri akut
2 Ds :
Do :
mual/ muntah
tidak nafsu makan
berat badan menurun
nyeri pada abdomen Tidak mampu dalam memasukkan, mencerna, mengabsorbsi makanan
Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh
3 Ds :
Do :
membran mukosa kering
lemas
suhu tubuh lebih dari normal. Kegagalan dalam mekanisme pengaturan. Kekurangan volume
cairan.
4 Ds :
Do :
wajah pucat dan menahan nyeri dan
lemah Agen nyeri Gangguan pola tidur
5 Ds :
Do :
kuku tampak panjang dan kotor
kulit kepala dan rambut tampak kotor Nyeri Devisit perawatan diri
6 Ds :
Do :
Cemas
Nadi meningkat
Tekanan darah meningkat
Gelisah Cemas Perubahan status kesehatan/ fungsi kesehatan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri akut b/d agen cedera biologis (tumor pankreas).
2. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d Tidak mampu dalam
memasukkan dan mencerna dan mengabsorbsi makanan.
3. Kekurangan volume cairan b/d kegagalan dalam mekanisme tubuh.

4. Gangguan pola tidur b/d nyeri.


5. Cemas b/d perubahn status fungsi kesehatan.
6. Devisit perawatan diri b/d nyeri.

C . PERENCANAAN
No Nama Diagnosa Tujuan (NOC) Intervensi (NIC)
1. Nyeri Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ....x 24 jam klien dapat :
Kontrol Nyeri (1605)
Mengenal faktor penyebab nyeri (160501)
Tindakan pencegahan (160503)
Tindakan pertolongan non-analgetik (160504)
Menggunakan analgetik dengan tepat (160505)
Melaporkan kontrol nyeri (160511)
NOC criteria:
1. tidak pernah menunjukkan
2. jarang menunjukkan
3. kadang-kadang menunjukkan
4. sering menunjukkan
5. tetap menunjukkan
Menunjukkan Tingkat Nyeri (2102)
Melaporkan nyeri (210201)
Ekspresi nyeri secara verbal dan non verbal (210206)
Kegelisahan (210208)
Perubahan respirasi (210210)
Perubahan nadi (210211)
Perubahan tekanan darah (210212)
NOC criteria:
1. kuat
2. kokoh
3. sedang
4. kecil
5. tidak ada .Manajemen Nyeri
(1400)
Kaji secara komphrehensif tentang nyeri, meliputi: lokasi, karakteristik dan onset, durasi,
frekuensi, kualitas, intensitas/beratnya nyeri, an faktor-faktor presipitasi

Observasi isyarat-isyarat non verbal dari ketidaknyamanan


Berikan analgetik sesuai dengan anjuran
Gunakan komunkiasi terapeutik agar pasien dapat mengekspresikan nyeri
Kaji latar belakang budaya pasien
Evaluasi keefektifan dari tindakan mengontrol nyeri
Modifikasi tindakan mengontrol nyeri berdasarkan respon pasien
Pemberian Analgetik
Kelola pemberian analgetik
Cek riwayat alergi obat
Libatkan pasien dalam pemilhan analgetik yang akan digunakan
kelola obat dengan prinsip 6 benar
2. Ketidakseimbangan seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Setelah dilakukan
asuhan keperawatan selama x24 jam, klien dapat:
Status Nutrisi (1004)
Masukan nutrisi adekuat (100401)
Masukan makanan dan cairan adekuat (100402)
Tingkat energi cukup (100403)
Massa tubuh (100404)
Berat badan stabil (100405)
NOC criteria :
1. sangat kompromi
2. kompromi yang kuat
3. kompromi yang sedang
4. sedikit / tidak terlalu kompromi
5. tidak kompromi Manajemen nutrisi ( 1100)
Tanyakan pada pasien/keluarga tentang alergi terhadap makanan
Tanyakan makanan kesukaan pasien
Kolaborasi dengan ahli gizi tentang jumlah kalori dan tipe nutrisi yang dibutuhkan
Anjurkan masukan kalori yang tepat yang sesuai dengan gaya hidup
Anjurkan peningkatan masukan zat besi yang sesuai
Timbang berat pasien
Dorong pasien/keluarga untuk melakukan perawatan gigi
Tingkatkan informasi tentang nutrisi yang dibutuhkan pasien
3. Kekurangan volume cairan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam klien
dapat :
Fluid balance (0601)
TD dalam rentang normal (060101)
Keseimbangan intake dan output 24 jam (060107)
Berat badan stabil (060109)
kelembaban kulit dalam rentang normal (060116)
kelembaban membran muscular dalam rentang normal (060117)
NOC criteria :
1. sangat kompromi
2. kompromi yang kuat

3. kompromi yang sedang


4. sedikit / tidak terlalu kompromi
5. tidak kompromi Fluid management (4120)
pertahankan intake dan output yang akurat
monitor status hidrasi yang adekuat
monitor hasil laboratorium yang berhubungan dengan retensi cairan
monitor status nutrisi
monitor intake dan output
monitor tanda-tanda dan gejala yang terjadi
monitor indikasi kelebihan cairan
monitor vital sign
monitor BB
4.

5.

6.

Gangguan pola tidur

Cemas

Devisit perawatan diri Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ....x 24 jam klien dapat :
Menunjukkan tingkat nyeri (2102)
Melaoorkan nyeri (210201)
Ekspresi nyeri secara verbal dan non verbal (210206)
Kegelisahan (210208)
Perubahan respirasi (210210)
Perubahan tekanan darah (210212)
NOC Criteria :
1. kuat
2. kokoh
3. sedang
4. kecil
5. tidak ada

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ....x 24 jam klien dapat :


Control Cemas (1402):
monitor intensitas kecemasan (140201)
menyingkirkan tanda kecemasan (140202)
mencari
informasi untuk menurunkan cemas (140204)
menggunakan tekhnik relaksasi untuk menurunkan kecemasan (140207)
NOC criteria:
1. tidak pernah menunjukkan
2. jarang menunjukkan
3. kadang-kadang menunjukkan
4. sering menunjukkan
5. tetap menunjukkan

Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama x24 jam, klien dapat:


Perawatan diri: aktivitas kehidupan sehari- hari
indikator:
makan (030001)

berpakaian (030002)
toileting (030003)
mandi (030004)
berhias (030005)
Hygiene (030006)
oral hygiene (030007)
ambulasi: berjalan (030008)
ambulasi: berjalan (030009)
penampilan perpindahan (030010)
NOC criteria :
1. ketergantungan total
2. dibantu orla dan alat
3. dibantu orang
4. dengan alat
5. mandiri Peningkatan tidur (1850) Sleep enchancement
Tentukan pola/aktifitas tidur pasien
Jelaskan pentingnya kebutuhan tidur
Tentukan efek pengobatan terhadap pola/aktifitas tidur pasien dan kualitas lama tidur pasien
Monitor pola tidur dan catat tanda fiisik dan psikologi (neyri, apnea saat tidur, kesemasan)
klien
Bantu klien dalam menangani stressnya
Bersihkan tempat tidur yang dapat meningkatkan kenyamanan tidur klien
Pantau kenyamanan temoat tidur klien
Dukung klien dengan menambah jam tidur
Penurunan kecemasan (5820)
Tenangkan klien
Jelaskan seluruh prosedur tindakan kepada klien dan perasaan yang mungkin muncul pada saat
melakukan tindakan
Berusaha memahami keadaan klien
Berikan informasi tentang diagnosa, prognisis dan tindakan
Kaji tingkat kecemasan dan reaksi fisik pada tingkat kecemasan (tachycardia, tachypnea,
ekspresi cemas non verbal)
Bantu klien dalam menentukan keputusan
Bantu klien untuk mengenali situasi yang dialaminya
Kolaborasi pemberian obat penenang untuk mengurangi kecemasan
Self care asisten
(1800)
Pantau kemampuan klien untuk melakuakn perawatan diri secara mandiri
pantau kebutuhan klien untuk penyesuaian pengguanaan alat untuk personal hygiene toileting

dan makan
sediakan barang- barang yang diperlukan klien, seperti deodorant, sabun mandi
sikat gigi dll
sediakan bantuan hingga klien dapat melakukan perawatan pribadi secara penuh
dorong klien untuk melakukan aktifitas sehari- hari sesuai dengan tingkat kemampuanya
pertimbangkan umur klien ketika memperkenalkan
aktifitas perawatan diri
bantu klien dalam penerimaan ketergantungan terhadap orang lain dalam memenuhi
kebutuhannya
menentukan aktifitas perawatan diri sesuai dengan kondisi secara rutin

BAB
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Tumor pankreas adalah tumor ganas yang berasal dari sel-sel yang melapisi saluran pankreas.
Kebiasaan merokok,kontak dengan zat kimia industri atau toksin dalam lingkungan, dan diet
tinggi lemak,daging ataupun keduanya, memiliki hubungan dengan peningkatan kanker pankreas
meskipun peranannya dalam menyebabkan kelainan keganasan ini masih belu jelas
seluruhnya.Resiko kanker pankreas akan meningkat bersamaan dengan tingginya kebiasamn
merokok,DM,Panmkreatitis kronis juga memiliki keterkaitan dengan kanker pankreas.
DIAGNOSA YANG MUNCUL :
1. Nyeri akut b/d agen cedera biologis (tumor pankreas).
2. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d
Tidak mampu dalam memasukkan dan mencerna dan mengabsorbsi makanan.
3. Kekurangan volume cairan b/d kegagalan dalam mekanisme tubuh.
4. Gangguan pola tidur b/d nyeri.
5. Cemas b/d perubahn status fungsi kesehatan.
6. Devisit perawatan diri b/d nyeri.

DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer Arief dkk. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Media aesculapius. UI PRESS
Santosa budi. 2005. Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda. Prima Medika
Suddarh & Brunner. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. EGC. Jakarta
http:// www. Majalah_farmacia. Com. Jumat 22 februari 2008
http://www.medicastro.com
Johnson, Marion. 2000. Nursing Outcomes Classification(Noc). St.Louis,
Missouri: Mosby
McCloskey, Joanne C. 1996. Nursing Interventions Classification(Nic). St.Louis, Missouri:
Mosby
Price, Sylvia A & Wilson, LM. 1995. Patofisiologi. EGC : Jakarta
Suyono, Slamet. 2001. Buku Ajar Penyakit Dalam. Jakarta: Balai Penerbit FKUI