You are on page 1of 4

1

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

aktifitas pengalihan, defisiensi


ansietas
ansietas, kematian
asfiksia, resiko
aspirasi (resiko)
berjalan, hambatan
berkursi roda, hambatan
bunuh diri, resiko
cedera akibat kondisi perioperatif, resiko
defisiensi pengetahuan (Sebutkan)
defisit perawatan diri: berpakaian/berhias (sebutkan tingkat)
defisit perawatan diri: eliminasi
defisit perawatan diri: makan
deprivasi tidur
diare
disfungsi neurovaskuler: perifer, resiko
disfungsi seksual
disrefleksia, autonomik
disrefleksia, autonomik (resiko)
distres moral
distres spiritual
distres spiritual, resiko
duka cita
duka cita, terganggu
duka cita, terganggu (resiko)
eliminasi urin, kesiapan untuk meningkatkan
enjadi orang tua, kesiapan untuk meningkatkan kemampuan
fungsi hati, resiko gangguan
gangguan cita tubuh
gangguan medan energi
gangguan pertukaran gas
gaya hidup kurang gerak
gigi, kerusakan
harapan, kesiapan untuk meningkatkan
harga diri rendah kronis
harga diri rendah situasional
harga diri rendah situasional, resiko
hipertermia
hipotermia
identitas: personal, gangguan
infeksi, resiko
inkontinensia ALVI
inkontinensia urin: refleks
inkontinensia urin: stress
inkontinensia urin: total
inkontinensia urin: urgensi
inkontinensia urin: urgensi, resiko
inkontinesia urine, overflow

246
42
51
757
56
884
478
761
562
440
647
657
652
714
236
492
696
251
254
483
735
740
331
337
342
841
557
457
69
258
323
637
226
378
665
668
672
390
394
399
423
80
850
854
856
859
862
847

49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96

insomnia
interaksi sosial, hambatan
intoleran aktivitas
intoleran aktivitas (resiko)
isolasi sosial
jatuh (Resiko)
kealpaan tubuh unilateral
keberdayaan, kesiapan untuk meningkatkan
kegagalan tumbuh kembang, orang dewasa
kekurangan volume cairan
kekurangan volume cairan (resiko)
kelebihan volume cairan
keletihan
keluyuran
kemampuan berpindah, hambatan
kepedihan, kronis
keputusasaan
keracunan, resiko
kerusakan integritas jaringan
kerusakan integritas kulit
kerusakan integritas kulit, resiko
keseimbangan cairan, kesiapan untuk meningkatkan
kesejahteraan spiritual, kesiapan untuk meningkatkan
kesepian, resiko
ketakutan
ketegangan peran pemeri asuhan
ketegangan peran pemeri asuhan (resiko)
ketidak efektifan bersihan jalan nafas
ketidak efektifan pola nafas
ketidak seimbangan suhu tubuh (resiko)
ketidak stabilan glukosa darah (resiko)
ketidakberdayaan
ketidakberdayaan, resiko
ketidakefektidan perfusi jaringan
ketidakpatuhan (sebutkan)
ketidakseimbangan volume cairan, resiko
komunikasi, hambatan verbal
komunikasi, kesiapan untuk meningkatkan
konflik pengambilan keputusan (sebutkan)
konflik peran menjadi orang tua
konfusi kronis
konfusi, akut
konfusi, akut (resiko)
konsep diri, kesiapan untuk meningkatkan
konstipasi
konstipasi resiko
konstipasi, persepsi
kontaminasi

435
721
24
30
762
272
834
579
267
309
315
317
295
890
825
731
383
565
803
704
709
306
743
460
301
112
122
37
99
75
65
581
587
806
496
322
131
128
217
627
145
137
143
662
152
161
158
164

97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144

kontaminasi, resiko
koping, defensif
koping, ketidakefektifan
koping: individu, kesiapan untuk meningkatkan
koping: keluarga, kesiapan untuk meningkatan
koping: keluarga, ketidakmampuan
koping: keluarga, penurunan
koping: komunitas, kesiapan untuk meningkatkan
koping: komunitas, ketidakefektifan
martabat manusia, penurunan, resiko
membran mukosa oral, kerusakan
memori, kerusakan
menelan, gangguan
menjadi orang tua, ketidak mamppuan
menjadi orang tua, resiko ketidak mampuan
mobilitas: di tempat tidur, hambatan
mobilitas: fisik, hambatan
mual
mutilasi diri, resiko
nutrisi, kesiapan untuk meningkatkan
nutrisi, ketidakseimbangan: kurang dr kebutuhan tubuh
nutrisi, ketidakseimbangan: lebih dr kebutuhan tubuh
nutrisi, ketidakseimbangan: lebih dr kebutuhan tubuh (resiko)
nyeri akut
nyeri kronis
pemberian asi, diskontinuitas
pemberian asi, keefektifan
pemberian asi, ketidakefektifan
pemeliharaan kesehatan, ketidakefektifan
pemeliharaan rumah, gangguan
pemulihan pascabedah, kelambatan
penatalaksanaan program terapeutik, keefektifan
penatalaksanaan program terapeutik, keluarga ketidakefektifan
penatalaksanaan program terapeutik, kesapan untuk meningkatk
penatalaksanaan program terapeutik, ketidakefektifan
pengambilan keputusan, kesiapan untuk meningkatkan
pengetahuan(sebutkan), kesiapan untuk meningkatkan
penurunaan TIK / kapasitas adaptif
penurunan curah jantung
penyangkalan, tidak efektif
perawatan diri, kesiapan untuk meningkatkan
performa peran, ketidakefektifan
perilaku bayi, disorganisasi
perilaku bayi, disorganisasi (resiko)
perilaku bayi, organisasi, kesiapan untuk meningkatkan
perilaku kekerasan: terhadap diri sendiri resiko
perilaku kekerasan: terhadap orang lain, resiko
perilaku sehat (sebutkan)

170
183
206
202
198
193
187
178
174
386
525
463
772
541
550
468
472
487
680
522
503
512
518
530
537
94
84
88
358
373
766
782
786
795
790
212
448
33
105
221
640
632
406
412
414
880
874
366

145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179

perilaku sehat, resiko gangguan


perkembangan, resiko gangguan
perlekatan orangtua/bayi/anak(resiko)
persepsi sensori, gangguan (sebutkan)
pertumbuhan dan perkembangan, keterlambatan
pola menyusu, ketidakefektifan
pola seksualitas, ketidakefektifan
proses keluarga, disfungsi: alkoholisme
proses keluarga, gangguan
proses keluarga, kesiaann untuk meningkatkan
proses pikir, gangguan
religiositas, hambatan
religiositas, hambatan, resiko
religiositas, kesiapan untuk meningkatkan
resiko cidera
respon alergi terhadap lateks
respon alergi terhadap lateks (resiko)
respon penyapihan ventilator, disfungsi (DRPV)
retens urin
sindrom kematian bayi mendadak, resiko
sindrom pasca trauma
sindrom pasca trauma (resiko)
sindrom stress akibat perindahan
sindrom stress akibat perindahan, resiko
sindrom trauma pemerkosaan
sindrom trauma pemerkosaan: reaksi diam
sindrom trauma pemerkosaan: reaksi kompleks
sindrome disuse, resiko
sindrome interpretasi lingkungan, gangguan
status imunisasi, kesiapan untuk meningkatkan
stres overload
termoregulasi, ketidakefektifan
tidur, kesiapan untuk meningkatkan
trama, resiko
ventilasi spontan, gangguan

354
231
60
687
348
418
701
279
285
291
798
610
614
617
428
451
455
867
864
754
569
575
619
625
597
607
602
241
263
403
751
796
718
830
745