You are on page 1of 63

Muatan dan Materi

Konsep
Dasar

Listrik Statik (Electrostatic)


Konsep Dasar
: Setiap materi tersusun atas partikel-partikel

elementer yang dapat dipandang sebagai


titik materi. Partikel elementer adalah
partikel penyusun inti atom: elektron,
proton, dan netron
Jika dua atau lebih titik materi (partikel
elementer) ini terpisah pada jarak tertentu
di dalam ruang hampa, apakah kelakuannya
sama dengan titik materi menurut konsep
Newton ?

Muatan Listrik

(600 SM) Orang yunani menggosok batu


amber dengan wol dan menyebabkan
batu tersebut dapat menarik bendabenda lain
Listrik (electric) diturunkan dari amber
(electron, dalam bahasa yunani)
Benjamin Franklin (1706 - 1790)
menamakan dua jenis muatan : positif
dan negatif.

Muatan Listrik dan


Struktur Materi
Struktur atom terdiri dari :
Elektron yang bermuatan negatif
Proton yang bermuatan positif
Neutron yang tak bermuatan

Muatan Listrik dan


Struktur Materi
Struktur atom terdiri dari :
Elektron yang bermuatan negatif
Proton yang bermuatan positif
Neutron yang tak bermuatan
Proton dan neutron membentuk teras
(core)
yang
sangat
padat
dan
dinamakan sebagai inti atom (nucleus)

Muatan Listrik dan


Struktur Materi
Struktur atom terdiri dari :
nomor atom adalah jumlah proton atau
elektron dalam suatu atom netral
ion positif yaitu atom yang kehilangan
satu atau lebih elektron
ion negatif yaitu atom yang kelebihan
satu atau lebih elektron
ionisasi adalah proses perolehan dan
kehilangan elektron

Muatan Listrik dan


Struktur Materi
Prinsip Kekekalan Muatan:
Jumlah aljabar dari semua muatan
listrik dalam setiap sistem
tertutup adalah konstan

Konduktor
Jika suatu bahan dapat
memindahkan
muatan
listrik
maka
bahan
tersebut
dinamakan
sebagai konduktor.

Isolator
Jika suatu bahan tidak
dapat
memindahkan
muatan listrik maka bahan
tersebut
dinamakan
sebagai isolator.

Hukum
Coulomb

Hukum Coulomb
Dicetuskan oleh Charles Coulomb (1736 1806), seorang
ilmuwan Perancis pada tahun 1780, tentang gaya listrik
antar muatan

1 q1 q2
F12
4o r 2

o = 8,85 x 10

12

C2/N.m2

Secara ringkas dapat disimpulkan


Muatan :yang sejenis saling tolak menolak, muatan yang
bahwa
berlawanan saling tarik menarik

Gaya yang timbul bekerja di sepanjang garis lurus yang


menghubungkan kedua partikel
Gaya yang timbul sebanding dengan besarnya tiap-tiap
muatan partikel
Gaya yang timbul berbanding terbalik dengan kuadrat
jarak antar partikel

Yes or no

F12
Q1

Q2
F21

Q1

F12
F21

Q2

Induksi

Jika muatan suatu bahan dipengaruhi


oleh benda lain yang bermuatan dan
terjadi perubahan tanda muatan pada
bahan tersebut tanpa kehilangan
muatan dalamnya maka hal ini
dinamakan sebagai induksi.

Hukum Coulomb
Besarnya gaya listrik diantara dua muatan titik
berbanding langsung dengan hasil kali muatanmuatan itu dan berbanding terbalik dengan kuadrat
jarak antara keduanya
q1q2
r2
1 q1q2
F
4 0 r 2
F k

0 8,854 10 12 C 2 / Nm 2
1
k
9 10 Nm 2 / C 2
4 0

Hukum Coulomb
Contoh 1. Dua muatan titik q1=+25nC dan
q2=75nC terpisah sejauh 3cm.Tentukan besar dan arah
dari : (a) gaya listrik yang dikerahkan oleh q1 pada
q2 dan (b) gaya listrik yang dikerahkan oleh q2
pada q1

Hukum Coulomb
+
q1
(a)

q2

F q1 pada q2 = q1q2/(r240)
= (+25x10-9)(-75x10-9)
(0,03)2(9,0x109)
= 0,019 N

Hukum Coulomb
+
q1

(b) F q2 pada q1
F2 pada 1 = F1 pada 2
= 0,019 N

q2

Hukum
Coulomb

Coulomb
( 1736 - 1806 )

Perumusan Hukum
Coulomb

Besarnya gaya tarik menarik atau tolak


menolak antara dua muatan listrik
sebanding dengan besar masing-masing
muatan dan berbanding terbalik dengan
kuadrat jarak kedua muatan.

F
r

q1

Alat Uji Gaya


Coulomb
(Neraca Puntir)

q2

q1 xq2
F k 2
r
K = 9 x 10-9 Nm2c-2

Elektroskop

Elektroskop adalah alat untuk mengetahui


apakah suatu benda bermuatan listrik atau
tidak.

Prinsip kerja elektroskop


Apabila sebuah benda bermuatan
listrik didekatkan pada
elektroskop, maka elektron pada
bola konduktor akan bereaksi
sesuai dengan jenis muatan yang
didekatkan.
Pada contoh, jika muatan negatif
yang didekatkan, maka elektron
akan bergerak dari ujung bola ke
keping, sehingga kedua keping
menjadi bermuatan negatif.
Akibatnya terjadi gaya tolak
menolak pada kedua keping
sehingga kedua keping terbuka.

Memberi muatan dengan


menyentuhkan benda bermuatan
listrik.
a) Benda (konduktor) bermuatan
negatif didekatkan pada
elektroskop (netral ).
b) Terjadi perpindahan elektron dari
benda ke elektroskop.
c) elektroskop bermuatan listrik
negatif.

Benda yang diberi muatan


listrik dengan
menyentuhkan, jenis
muatannya sama dengan
benda yang disentuhkan.

Memberi muatan listrik dengan induksi


Induksi elektrostatik adalah pemisahan muatan -muatan pada sebuah benda
oleh adanya benda lain yang bermuatan.

Benda yang dimuati listrik


secara induksi, jenis
muatannya berlawanan
dengan jenis muatan benda
yang menginduksi.
Pada saat benda bermuatan listrik didekatkan
pada sebuah benda netral, terjadi pemisahan
muatan pada benda netral itu. Ujung benda
netral yang berdekatan dengan benda
penginduksi, bermuatan sama dengan benda
yang penginduksi.
Bila benda tersebut dihubungkan ke bumi
(misalnya dengan sentuhan), terjadinya

Keseimbangan Torsi
Coulomb
Perputaran ini
untuk
mencocokan dan
mengukur torsi
dalam serat dan
sekaligus gaya
yang menahan
muatan

Skala dipergunakan untuk


membaca besarnya
pemisahan muatan

Percobaan Coulomb

F
Garis Fr-2

Hukum Coulomb

Penentuan Coulomb
Gaya tarik menarik jika muatan berbeda tanda

Gaya sebanding dengan perkalian muatan q 1


dan q2 sepanjang garis lurus yang
menghubungkannya

Gaya berbanding terbalik dengan kuadrat jarak

I.e.
|F12| |Q1| |Q2| / r122

atau

|F12|= k |Q1| |Q2| / r122

Hukum Coulomb

Satuan untuk konstanta ditentukan dari


hukum Coulomb
Coulomb telah menentukan konstanta ini
dalam satuan SI
k = 8.987.5x109 Nm2C-2
k secara normal dinyatakan sebagai k =
1/40

Bentuk vektor hukum


Coulomb
F12

r12

Q2

r12
+

F21

F21

Q1
+

F12

Kuis
Objek A bermuatan +2 C dan Objek B
bermuatan +6 C. Pernyataan manakah yang
benar ?
FBA?
A
+2 C

FAB?
B
+6 C

A:

FAB=-3FBA
B: FAB=-FBA
C:

3FAB=-FBA
D: FAB=12FBA

Gaya dari banyak


muatan
Superposisi

Gaya dari banyak


muatan
Q2

F41
Q1

F21
+

F31

Prinsip
superposisi

+
Q4

Q3

Gaya pada muatan


adalah jumlah vektor
gaya dari semua muatan

F1 F21 F31 F41

Gaya dari muatan


kontinu :
Q
R-r

dq
r
R

1
R r
FQ
Q dq
3
4 0
Rr

Gaya dari muatan kontinu :


Simetri Bola
z

dq dV s 2 dssin d d

R-r

R Lk

r sr s sin cos i sin sin j cos k

r dq
y
x

1
R r
FQ
Q dq
3
4 0
Rr

Gaya dari muatan kontinu :


muatan batang (4 SKS)
dq ( x)dL ( x)dx

R h j
r xi

R-r

R
r

dq

1
R r
FQ
Q dq
3
4 0
Rr

Gaya dari muatan kontinu :


muatan cakram (4 SKS)
R h j

dq dA ( s, )sdsd

r sr s cos i sin j

R-r
R

dq
x

1
R r
FQ
Q dq
3
4 0
Rr

Coulomb vs
Newton

Hukum Coulomb
vs Hukum Gravitasi
1 Newton
Q1Q2
m1m2

F12

4 0 | r12 |

r
F12 G
2 12

Tarik menarik atau


tolak menolak
1/r2
Sangat kuat
Skala lokal

| r12 |

r
2 12

Selalu tarik menarik


1/r2
Sangat lemah
Skala besar, planet,
alam semesta
e2
Gm 2
4 0

Ringkasan

Hukum Coulomb

Gaya elektrostatik diantara muatan

Bentuk vektor hukum Coulomb

Gaya Coulomb vs Gravitasi

Gaya Elektrostatik lebih kuat

Superposisi

F1 F21 F31 F41

Gerakan awan di udara menyebabkan awan bermuatan listrik.


Awan yang berdekatan dengan bumi (bola muatan raksasa)
akan menimbulkan induksi listrik. Akibatnya akan terjadi
loncatan muatan listrik yang sangat besar yang menimbulkan
bunga api. Loncatan bunga api inilah yang disebut dengan petir.
petir
Petir yang sampai ke bumi disebut kilat.

MEDAN LISTRIK

Medan Listrik

Medan Listrik (E)


Konsep
Antara dua muatan listrik statis yang
Dasar:
terpisah pada jarak tertentu dapat
timbul sebuah gaya elektrostatis
action at a distance

atau.
Sebuah muatan listrik dapat melakukan
gaya pada muatan lain meskipun
keduanya tidak bersentuhan

Medan Listrik
Michael Faraday (1791 1867),
ilmuwan Inggris, mencetuskan
gagasan tentang Medan (Field)

Medan:
Bukan merupakan suatu jenis materi, seperti halnya
fluida, gas atau padatan
Merupakan konsep tentang ruang (field)
Ditimbulkan oleh muatan, baik muatan positip
maupun negatif.
Nilai atau kuantitas medan listrik (E) tidak bergantung
pada besarnya nilai muatan uji.

Deskripsi dan Konvensi


Medan digambarkan dengan garisgaris gaya,bersumber dari muatan
positip dan menuju/masuk ke
muatan negatip.
Rapat garis gaya disekitar muatan
sumber menunjukkan
besar/kuantitas medan tersebut.

Visualisasi Medan Listrik di sekitar muatan


(charges)

Muatan (+)

Muatan (+) dan (-) /dipole

Muatan (-)

Muatan (+) dan (+)

Medan listrik di sekitar plat


logam bermuatan positip

Medan Listrik
E = 1/q F
q = muatan uji

1 qQ 1
1 Q
E

4o r 2 q 4o r 2
Q = muatan sumber (source)

Contoh Soal Medan


Listrik

Contoh soal 1

q1
q3

Tentukan gaya yang


dialami oleh muatan 1
akibat adanya muatan
2 dan 3!

q2
q1

q2

q3

Tentukan gaya elektrostatis yang timbul


pada muatan 3 akibat adanya muatan 1
dan 2!

Contoh soal 2

Pada percobaan Rutherford, yaitu


penembakan partikel alfa ke inti atom emas,
diketahui partikel alfa bermuatan +2e dan
inti atom emas membawa muatan +79e.
Tentukan gaya elektrostatis yang timbul
pada percobaan Rutherford tersebut bila
diketahui jarak antara partikel alfa dan inti
atom emas adalah 2 x 1014m.

the electric potential created by a point charge at any distance r


from the charge is

the potential energy of the system

Obtaining the Value of the Electric Field from the Electric


Potential

Mukhtar Effendi

Ilmu Fisika

54

capacitor

Mukhtar Effendi

Ilmu Fisika

55

A parallel-plate capacitor with air between the plates has an


area A = 2.00 x 104 m2 and a plate separation d = 1.00 mm.
Find its capacitance.

Mukhtar Effendi

56

Combinations of Capacitors

Mukhtar Effendi

Ilmu Fisika

57

Capacitors with Dielectrics

A charged capacitor (a) before and (b) after insertion of a dielectric between the
plates. The charge on the plates remains unchanged, but the potential difference
decreases from V0 to V= V0/. Thus, the capacitance increases from C0 to C0.
Mukhtar Effendi

Ilmu Fisika

58

A parallel-plate capacitor has plates of dimensions 2.0 cm by


3.0 cm separated by a 1.0-mm thickness of paper (= 3.7).

Mukhtar Effendi

59

Potensial
Listrik
Tinjau sebuah benda/materi bermassa m bermuatan q,
ditempatkan dekat benda bermuatan tetap Q1. Jika kedua
buah benda mempunyai muatan yang sama, misalnya
bermuatan positip, maka benda bermassa m tersebut akan
mengalami gaya Coulomb, berupa gaya tolak sebesar.
B
q

A
Q1

q Q1

4 o r 2

Teorema Energi-Kerja
Jika benda (q) pada mulanya berada dalam keadaan diam di
titik A, ia akan dilontarkan (dipercepat) menjauhi Q1 sepanjang
garis gaya. Pada titik B, benda akan mempunyai kecepatan vB
dan energi kinetik Ek-B = m vB2.
Menurut teorama kerja-energi, kerja WAB yang dilakukan oleh
benda q dengan gaya F dalam menggerakkan benda dari posisi
A ke B sama dengan perubahan energi kinetik benda, yaitu :
WAB = Ek-B Ek-A
Jika q pada mulanya diam, maka nilai Ek-A sama dengan nol.
Kerja yang dilakukan oleh gaya listrik, seperti halnya kerja yang
dilakukan oleh gaya gravitasi, dapat dituliskan dalam bentuk
selisih energi potensial U benda dari posisi A ke B, yaitu :
WAB = UA UB
Dari kedua persamaan, kita dapatkan :
UA UB = Ek-B Ek-A
atau
UA + Ek-A = UB + Ek-B

Konsep Kerja dalam


Mekanika dan Elektrostatik

Energi Potensial Listrik

Energi potensial benda bermuatan q akibat


pengaruh muatan titik Q1 adalah :

1 q Q1
U
4 o r
Jika q dan Q1 bertanda sama, keduanya akan saling
tolak menolak dan U bernilai positif. Jika q dan Q1
berbeda tanda, keduanya akan saling tarik menarik
dan U bernilai negatif. Energi potensial pada di atas
tidak akan pernah bernilai nol, namun nilainya akan
menjadi kecil dengan semakin bertambah besarnya
jarak r.