You are on page 1of 3

BGM

a. Antropometri WHO-MGRS
Hasil pengukuran :
TB = 82 cm
BB = 9,2 kg
IMT = 13,68
Interpretasi hasil :
Indeks pertumbuhan menurut Z-Score, plot menggambarkan :
1. TB/U berada di bawah 1, hal ini menunukkan bahwa tinggi badan balita menurut umur
masih dalam kategori normal.
2. BB/U berada di bawah -2, hal ini menunjukkan bahwa berat badan balita menurut umur
dikategorikan berat badan kurang (underweight).
3. BB/TB berada di bawah -2, hal ini menunjukkan bahwa berat badan balita menurut tinggi
badan berada dalam kategori kurus (wasted).
4. IMT/U berada di bawah -2, hal ini menunjukkan bahwa IMT balita menurut umur berada
dalam kategori kurus (wasted)
Kesimpulan :
Hasil pengukuran antropometri yang dilakukan pada tanggal 19 Maret 2015 di Posyandu Taman
Balita terhadap An. Gilang menunjukkan bahwa An. Gilang mengalami masalah dalam
pertumbuhan yaitu BB/U dalam kategori berat badan kurang (underweight) serta BBB/TB dan
IMT/U berada dalam kategori kurus (wasted)

b. Konseling Pertumbuhan dan Pemberian Makan


1. Nama ibu balita
: Ny. Sabrina
2. Nama balita
: An. Gilang

3.
4.
5.
6.
7.
8.

Umur
: 24 bulan
Jenis kelamin
: Laki-laki
Hari, tanggal konseling : Kamis, 19 Maret 2015
Waktu
: 11.00 WIB
Tempat
: Jalan Tanah Merah Gang Sayur 4 no.18, Surabaya
Jalannya kegiatan
:
a. Pada tanggal 19 Maret 2015, teman-teman kelompok mata kuliah gizi praktikum
kelas Alih Jenis semester 4 A datang ke lokasi posyandu (taman balita) di
Kelurahan Tanah Kalikedinding pada pukul 08.00 WIB.
b. Terdapat 3 kelompok lain yang datang ke lokasi tersebut dengan tujuan yang sama
yaitu untuk melakukan praktikum balita dengan masalah pertumbuhan khususnya
yang dinyatakan berada dalam kategori bawah garis merah menurut KMS.
c. Mahasiswa alih jenis mengenalkan diri kepada kader posyandu yang mana satu
hari sebelumnya sudah meminta izin untuk datang mengikuti kegiatan posyandu
dan mangutarakan maksud untuk mengukur antropometri balita khususnya
dengan balita yang mengalami masalah pertumbuhan.
d. Mahasiwa alih jenis membantu sebelum kegiatan posyandu dimulai diantaranya
memasang timbangan, menyiapkan pengukur tinggi badan dan length board serta
menata meja dan kursi agar kegiatan dapat berjalan dengan teratur dan lancer.
e. Ibu dan balita mulai berdatangan mulai mendaftarkan diri kepada kader
posyandu.
f. Mahasiswa alih jenis membantu proses pengukuran meliputi pengukuran berat
badan, panjang badan dan tinggi badan sesuai dengan teori yang diajarkan di
mata kuliah Praktikum Gizi dan sebagian yang lain mengambil dokumentasi
selama proses pengukuran berlangsung.
g. Selama proses pengukuran berlangsung perwakilan 4 kelompok tersebut meminta
izin Ibu balita untuk melakukan konseling pada balita yang mengalami masalah
pertumbuhan seusai kegiatan posyandu berakhir.
h. Acara posyandu dimulai ada pukul 09.00 dibuka oleh sambutan kader posyandu
yang dilanjutkan menyanyi lagu Aku Anak Sehat.
i. Setelah acara dibuka dan proses pengukuran selesai ibu dan balita dipersilahkan
duduk di tempat yang telah disediakan karena akan dilanjutkan dengan kegiatan
penyuluhan gizi seimbang.
j. Penyuluhan disampaikan oleh salah satu mahasiswa Alih Jenis 4A dengan tema
gizi seimbang dan contoh menu makanan dengan gizi seimbang untuk balita.

k. Selama proses penyuluhan masing-masing balita mendapatkan satu porsi menu


seimbang yangtelah disediakan oleh kader posyandu.
l. Setelah penyuluhan selesai masing-masing balita mendapatkan paket PMT dan
dipersilahkan pulang ke rumah masing-masing kecuali pada Ibu dan balita yang
telah memberikan izin untuk diberi konseling pertumbuhan dan pemberian
makanan balita khususnya yang mengalami masalah dalam pertumbuhan di
tempat yang telah ditentukan oleh Ibu dari balita tersebut.
m. Konseling dilakukan di Jalan Tanah Merah gang Sayur 4 No. 18 Surabaya dibuka
dengan perkenalan diri dari mahasiswa Alih Jenis semester 4A. konseling
dilakukan sesuai dengan langkah-langkah konseling bagi ibu yang mempunyai
anak kurang gizi meliputi :
i. Memastikan balita dalam keadaan sehat ( tidak sakit),
ii. Mencari penyebab kurang gizi
iii.
Menanyakan pola makan balita dan riwayat menyusui,
iv. Menanyakan pemberian makan sesuai dengan umur,
v. Menanyakan riwayat penyakit berulang,
vi. Mengkaji kemungkinan penyebab masalah social dan lingkungan,
vii. Menentukan penyebab bersama Ibu dari balita
viii.
Menyimpulkan hasil konseling,
ix. Memberikan nasehat makanan seimbang sesuai dengan umur balita
x.
Melakukan pertanyaan pemahaman kepada Ibu balita, dan
xi. Anjuran untuk melakukan kunjungan rutin ke posyandu agar pertumbuhan
balita dapat terus terpantau.
n. Selama kegiatan konseling berlangsung telah direkam menggunakan kamera
video.
o. Penutup ( izin berpamitan, ucapan terimakasih dan permohonan maaf serta
menyerahkan bingkisan kepada Ibu balita)
9. Kendala
:
Konselor tidak dapat melakukan konseling di lokasi posyandu taman balita
dikarenakan kondisi yang terlalu ramai dan banyak orang dan balita yang lalu lalang.
10. Cara mengatasi kendala :
Konseling dilakukan di salah satu rumah teman Ny. Sabrina di Jalan Tanah
Merah Gang Sayur 4 no 18 Surabaya yang tempatnya lebih tenang dan tidak terlalu
ramai sehingga kondusif untuk melakukan konseling dan perekaman gambar selama
konseling dilakukan.