You are on page 1of 19

KERAH

I.

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud
-

Mengetahui macam macam bentuk kerah.


Mengetahui cara pembuatan pola kerah dan pengembangannya.
Mengetahui kesulitan kesulitan apa saja yang dihadapi saat pembuatan pola kerah.

Tujuan:
II.

Mampu membuat pola kerah shiller, kerah peterpan dan kerah setali.
Mampu mengatasi kesulitan kesulitan yang terjadi saat pembuatan pola.
TEORI DASAR
Kerah adalah bagian dari sebuah desain pakaian, yang terletak di bagian

ataspakaian. Dalam menggambar busana perlu mempertimbangkan bentuk wajah danleher.


Bentuk leher tinggi sebaiknya menggunakan kerah tinggi atau menutupi sebagianleher seperti kerah
kemeja, kerah mandarin, dan lain-lain. Sebaliknya leher yangpendek/rendah, pilih kerah
yang agak rebah seperti kerah rebah, berdiri, cape/palerin, dan variasi kerah-kerah yang
terletak.Selain

berfungsi

untuk

memperindah,

kerah

juga

berfungsi

memberi

kenyamananpada pemakai seperti mempertimbangkan iklim di suatu daerah. Kerah terdiri


atasbeberapa ukuran mulai dari yang kecil seperti kerah rebah sampai yang lebar
sepertikerah cape. Kerah juga bermacam-macam bentuknya, yaitu kerah yang terletak,
berdiri, berdiri. Berikut ini digambarkan beberapa macam kerah.

Kerah shiller yaitu kerah yang bagian atas dan kerah bagian bawah terdiri dari satu
potongan. Garis luar kerah pada lipatan kain dan tidak ada kampuh, tetapi mempunyai rever
dan garis patahan kerah.

Kerah shiller adalah kerah rebah dan dapat berdiri tanpa penegak, apabila di tutup
menjadi kerah tegak.
Bentuk Kerah

Efek panjang yang berbeda dari sisi bagian luar pinggir leher
Semakin besar perbedaanya semakin kecil/sedikit gulungan
Semakin kecil perbedaannya semakin besar gulungan
Beragam bentuk kerah
Bagian dalam atau pinggiran kerah harus tetap sama, meskipun ukuran pinggir bagian luar
dapat berbeda, sesuai dengan gaya yang diinginkan.
Semakin berbentuk pinggiran leher semakin datar kerah : pinggir leher lurus kerah akan
berada dengan gulungan yang tinggi.

Bagian bagian kerah :


Garis leher garis dimana kerah
digabungkan pada leher.
Garis model sisi bagian luar dari
kerah atau rever.
Tegak/berdiri tegaknya kerah mulai
dari garis leher hingga garis gulungan.
Rebah kedalaman kerah mulai dari
gulungan hingga garis gaya.
Breakpoint titik dimana rever berbalik
untuk membentuk lapel.
Breakline garis sepanjang dimana
lapel menggulung balik.

Bentuk Kerah

Flat & partial roll


Flat & partial roll ini ditambahkan
ke garis leher dan lipat garis
keliman untuk membiarkannya
datar atau hampir datar pada
garmen.
Contoh :
Kerah Peterpan dan sailor.

Kerah Tegak
Diperpanjang di atas garis
leher garmen seperti pada
mandarin atau variasi
kerah ini.

Kerah Berdiri
Metode pembuatan I
Gambarlah sebuah segiempat ukuran setengah leher ditambah 0,25 cm hingga 3 cm 6
cm ( lebar yang diinginkan )
Kerah yang digulung
Bagi menjadi empat bagian dan overlap 0,3 cm 0,5 cm. ( semakin dekat overlap ke leher
Kerah kerah jenis ini tegak/
maka pinggir atasnya akan semakin duduk )
berdiri pada leher dan kemudian
jatuh pada garmen sehingga
tegak disekelilingi garis leher,
misal : kerah kemeja.
Kerah jenis lainnya tegak dibagian
belakang dan kemudian secara
bertahap bergulung untuk
merebah datar pada bagian
depan, misal : kerah yang dijahit,
kerah yang convertible.
Garis dimana kerah terlipat
dinamakan garis gulungan.
Penempatan garis gulungan
menentukan kedalaman tegak
dan rebah.
NB : kerah sebaiknya di- toil
sebelum akhirnya dianggap benar.

Ukuran yang dibutuhkan :


-

Leher belakang tengah hingga bahu


Leher depan tengan hingga bahu
Total

=
=
=

Plot dan pengembangann pola


Gambar 1
Gambarlah sebuah garis di tengah kertas yang
sama dengan ukuran ukuran berikut :
A B = inchi ( kerah tegak )
B C = total leher belakang dan depan ( label C )
B D = belakang tengah hingga ukuran bahu.
Beri tanda untuk derajat bahu.

Gambar 2
Tarik garis ke atas inci dari C. Beri
tanda dan label E.
Gambarlah garis lengkung dari E ke
D, untuk menyelesaikan pinggir garis
leher kerah.
Gambar 3
Tarik garis inci garis ke atas pada
sudut yang tepat hingga E D . Beri
label F.
Gambarlah sebuah garis dari A ke F,
parallel dengan garis B D E.
Kerah PeterPan ( rebah )

Kerah kemeja dua bagian

Cara membuat :
A B 33 cm

=CD

= lingkar leher

A C 4 cm

= tinggi kerah

B D 4 cm

= A C. Bisa kurang atau lebih.

C E 1,5 cm = D G
E F 7 cm

= G H, tidak tetap. Titik F dan H bentuknya bisa diubah menurut keinginan.


Cara membuat kaki kerah :
X W 33 cm = Y Z
X Y 3 cm

= W Z. Harus lebih kecil 1 cm

dari tinggi kerah.


X K 2 cm

= W M = tambahan untuk

kancing.
K L 2 cm

= M N ( bisa diubah )

III.

ALAT DAN BAHAN

Pita Ukur, dipakai untuk mengambil ukuran badan maupun untuk menggambar pola.
Pita ukur dibuat dengan ukuran satuan sentimeter dan inci.

Buku pola atau buku kostum, berukuran folio dengan lembar halaman berselangseling bergaris dan polos. Lembar bergaris untuk mencatat ukuran dan keterangan,
sedang lembar polos untuk menggambar pola dalam skala

Skala atau ukuran perbandingan adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur
pada waktu menggambar pola pada buku pola. Skala ini terbuat dari karton
berbentuk penggaris dengan berbagai ukuran 1:2, 1:3, 1:4, 1:6 dan 1:8

Pensil hitam untuk menggambar garis2 pola asli

Pensil merah untuk menggambar garis pola jadi bagian muka

Pensil biru untuk menggambar garis pola jadi bagian belakang

Penggaris lurus, penggaris siku dan penggaris bentuk panggul, leher dan lengan.

Karet penghapus

Kertas sampul coklat untuk merancang bahan dan menggambar pola ukuran besar
atau ukuran sesungguhnya. Garis2 memanjang yang terdapat pada kertas
diumpamakan sebagai arah serat kain memanjang

10 Gunting kertas untuk menggunting kertas pola kecil maupun besar.

IV.

CARA KERJA

Pola Kerah Peterpan

1. Kutip ola dasar bagian


muka/depan dan belakang.
2. Gambarkan dengan titik
bahu pada leher
birimpitan, sedangkan titik
bahu bawah ( pada kurung
lengan ) bertumpuk 2 cm.
3. Turunkan kerung leher 0,5
cm ( belakang ), bahu 0,5
cm, depan 1 cm.
4. Gambarkan kerah pada
kerung bahu dengan lebar
6 cm.
5. Ujung kerah bagian muka
membentuk setengah
lingkaran /bulat ( dengan
ukuran 1,5 cm, masuk dari
ujung runcing )
6. Ujung kerah bagian
belakang tetap berbentuk
runcing.

Pola kerah Setali


Langkah-langkah Konstruksi PolaKerah Setali
Persamaan pola kerah jas dengankerah setali keduanya memiliki garispatah,
perbedaannya kerah jasmemiliki rever (kelepak) dan kerahsetali tidak memiliki kelepak,
kerahpada kerah setali menyatu denganbadan pada bagian muka dan bagianbelakang
tidak. Mengkonstruksi polakerah setali pada dasarnya samadengan kerah jas.
Langkah 1:
Jiplak pola dasar badan bagian muka, lalu ukur 2 cm keluarpada bahu bagian leher untuk
menentukan garis patah

Untuk menentukan garis leher baru turunkan 2cm padagaris batas lengan pada garis tengah
muka, dari titik ini keluar 2 cm untuk garis lidah tengah muka dan menentukanletak kancing.
Dari ujung garis lidah tengah muka tarikgaris ke atas untuk garis patah sampai titik garis
bahu yangke luar 2 cm.

Langkah 3:
Jiplak pola dasar badan belakang lalu ukur lingkar leherbelakang, pada pola bagian muka
tarik garis sejajar dengangaris patah pada kerung leher ujung bahu sepanjanglingkar leher
belakang.

Langkah 4:
Pada ujung garis kerah belakang turun 2 cm lalu buat garisleher baru sepanjang lingkar
kerung belakang, pada ujunggaris ini tarik garis siku-siku ke atas untuk garis tengahkerah
belakang.

Langkah 5:
Pada garis tengah pola belakang ukur 2 cm ke atas untukpenegak dan 4 cm untuk kerah
lalu tarik lagi garis siku-sikukebawah. Pada garis patah dekat leher buat garis sikusikusampai menyentuh garis leher tengah muka danpanjangkan sampai 6 cm, ini untuk
lebar kerah.

Langkah 6:

Sambungkan garis siku-siku dari garis tengah pola kerahbelakang dengan garis lebar
kerah pada lingkar lehertengah muka sampai ujung gari lidah tengah muka danujung garis
patah bagian bawah, maka terbentuklah polakerah setali

V.

DATA PRAKTIKUM

VI.

DISKUSI
1

VII.

KESIMPULAN