Вы находитесь на странице: 1из 4

Terpena merupakan persenyawaan hidrokarbon alifatik atau hidrokarbon siklik yang

memiliki rumus perbandingan (C5H8). Terpena dapat dianggap sebagai hasil kondensasi 2metil-1,3-butadiena atau isoprene. Terpenoid merupakan turunan terpena atau senyawasenyawa yang strukturnya mirip terpena. Molekul terpenoid dapat mengandung gugus
karboksil, hidroksil, formil, atau gugus yang lain(Sumardjo, 2006).
Terpena dianggap sebagai polimer isoprena sehingga klasifikasinya
didasarkan atas jumlah isoprena (satuan isoprena) dalam molekulnya.
Berdasarkan

jumlah

satuan

isoprena

yang

dikandungnya,

terpena

dibedakan atas monoterpena (dua satuan isoprena); seskuiterpena (tiga


satuan isoprena); diterpena (empat satuan isoprena); triterpena (enam
satuan isoprena); tetraterpena (delapan satuan isoprena) dan politerpena
(banyak satuan isoprena) (Sumardjo, 2006).
Terpenoid dibagi-bagi menjadi beberapa golongan berdasarkan jumlah satuan unit
C5 yang terdapat di dalam senyawa tersebut; dua (C10), tiga (C15), empat (C20), enam
(C30), atau delapan (C40) satuan. Terpenoid terdiri atas beberapa macam senyawa, mulai dari
komponen minyak atsiri, yaitu monoterpenoida dan seskuiterpenoida yang mudah menguap
(C10 dan C15), diterpen yang lebih suka mengupan (C20), sampai senyawa yang tidak
menguap, yaitu triterpenoid dan sterol (C30), serta pigmen karotenoida (C40). Secara umum
biosintesa dari terpenoid melalui 3 reaksi dasar yaitu (Harborne, 1990):
1. Pembentukan isoprene aktif berasalh dari asam asetat melalui asam mevalonat
2. Penggabungan kepala dan ekor unit isoprene akan membentuk mono-, seksui- di-,
sester-, dan politerpenoid
3. Penggabungan ekor dan ekor dari unit C15 dan C20 menghasilkan triterpenoid dan
steroid
Macam-macam terpenoid antara lain: monoterpene (C10), sesquiterpene (C15),
diterpene (C20), triterpen (C30), serta tetraterpenoid (C40) (Harborne, 1999):
a. Monoterpene
- Carvone: sebagai zat karminatif dan antiseptik

Citronellal: sebagai antiseptik, sedative, sabun, dan parfum.

b. Sesquiterpene
- Lubimin: sebagai antifungal

Solavetivone: sebagai antifungal

c. Diterpene
- Andrographolide: sebagai hapatoprotective, anticancer, dan immunomodulator

Gibberellin: sebagai hormone pertumbuhan tanaman

d. Triterpene
e. Tetraterpene

carotene:

digunakan

sebagai pewarna makanan, contohnya margarine

- Lycopene

Cara identifikasi terpenoid antara lain(Sumardjo, D, 2006):


1. Metode Lieberman-Burchard : beberapa tetes kloroform ditempatkan pada plat tetes.
Kemudian ditambahkan anhidrida asetat 5 tetes dan dibiarkan mongering.
Selanjutnya ditambahkan 3 tetes H2SO4 pekat. Timbulnya warna merah jingga atau
ungu menandakan uji positif terhadap triterpenoid.
2. Metode salkowski : larutan dalam kloroform digojok dengan asam sulfat bervolume
sama. Setelah lapisan kloroform yang berwarna kemerah-merahan memisah, lapisan
asam sulfat menunjukkan fluoresensi hijau.

Harborne, J.B., Baxter, H., dan Moss G.P., 1999, Phytochemical Dictionary: A Handbook of
Bioactive Compounds from Plants, London: Taylor and Francis.
Sumardjo, D., 2006, Pengantar Kimia: Buku Panduan Kuliah Mahasiswa dan Program
Strata I Fakultas Bioksakta, Jakarta: EGC.