You are on page 1of 5

Tanggal : 26 Februari 2015

Metodologi Penelitian

Nama Mahasiswa : Muhammad Faisal

Lokasi Penelitian : Rumah Sakit Shahid

Affandi

Beheshti di Kashan, Iran


Informasi Citasi

Pengarang : Mohsen Adib-Hajbaghery, Ali


Abasi, Rahman Rajabi-Beheshtabad, &
Ismail Azizi-Fini
Tahun : 2012
Judul Artikel : The Effcts of Massage
Therapy by the Patients Relative on Vital
Signs of Males Admitted in Critical Care
Unit
Volume : 1
Issue/No :
Halaman : 16-21

Karakteristik Responden : Diagnosa medis,


tingkat pendidikan, status marital, dan
riwayat perawatan
Jumlah Responden : 60 responden (30
responden kelompok kontrol dan 30
responden kelompok intervensi)
Teknik Sampling :
Kriteria inklusi adalah : laki-laki,
dirawat di CCU, memiliki diagnosis medis
ACS atau AMI, tidak buta huruf, lama
perawatan lebih dari dua hari, bersedia
untuk berpartisipasi dalam penelitian ini,
dan tidak
memiliki dyspnea berat, demam, jantung,
nadi kurang dari 60/menit, tidak mengalami
gangguan mental, tidak ada masalah dengan
kulit, didiagnosis deep vein thrombosis,
dialisis fitula dan riwayat patah tulang
dalam 2 bulan terakhir dan riwayat terapi
pijat. Kriteria eksklusi adalah : hilangnya
kesadaran, menerima warfarin dan memiliki
serangan jantung selama 72 jam terakhir.
Variable yang diukur/diteliti : Tekanan
darah sistole dan diastole, Nadi, Suhu, dan
Respiratory rate.
Metode Pengumpulan Data :
Penelitian secara acak dialokasikan ke
dalam

kelompok-kelompok

dengan

melempar koin.
Alat pengumpulan data terdiri dari dua
bagian

1) data

demografi

perkawinan,
pasien,

(umur,

pekerjaan,

pendidikan

status

pendidikan

kerabat

pasien,

diagnosis medis pasien dan riwayat


rawat inap).
2) Bagian kedua meliputi tanda-tanda vital
(tekanan darah diastolik pasien, tekanan
sistolik, denyut nadi, suhu, dan respirasi
rate).

Tekanan

diastolik

yang

darah

sistolik

diukur

dan

dengan

sphygmomanometer merkuri dari lengan


kiri, setelah beristirahat selama 15
menit. Juga, denyut nadi dari tangan kiri
diukur dan dicatat. Suhu tubuh diukur
dengan termometer mulut selama 5
menit. Pernafasan diukur selama satu
menit tanpa pemberitahuan pasien.
Prosedur Penelitian :
Pada kelompok intervensi, terapi pijat
dilakukan dengan salah satu kerabat lakilaki pasien atau keluarga. Pada hari ketiga
pasien masuk RS, setelah izin dokter dan
setelah

mendapat

persetujuan

pasien.

Seorang keluarga pasien dipilih untuk


dilatih mengenai metode memijat. Lalu diuji
dan setelah melewati tes diizinkan untuk
memijat pasien. Sesi pelatihan dilakukan
secara individual selama dua jam.
Semua pelatihan yang dilakukan oleh kedua
peneliti

yang

sebelumnya

menerima

sertifikat dalam terapi pijat. Untuk setiap


peserta dalam kelompok intervensi, satu sesi
terapi pijat (untuk 60 menit) dilakukan oleh
kerabat pasien. Minyak yang digunakan

dalam terapi pijat ini adalah minyak


almond. Punggung, bahu, otot deltoid,
bagian kaki, lengan, bagian paha, telapak
tangan dan jari, telapak tangan, kaki dan jari
kaki, perut
dan dada, dan otot leher pasien yang dipijat.
Teknik pijat yang digunakan termasuk
dalam pijat statis, pijat peregangan, teknik
gesekan melintang, dan teknik myofacial.
Semua Sesi pijat dilakukan di shift malam.
Daerah dengan inflamasi, petekie, ekimosis,
perdarahan subkutan, luka dan edema tidak
dilakukan pemijatan. Setengah jam sebelum
dan 15 menit setelah berakhirnya terapi pijat
(dalam kondisi dimana pasien beristirahat
setidaknya selama 15 menit) tanda-tanda
vital diukur. Selama terapi pijat, irama
jantung pasien dipantau.
Untuk

kelompok

kontrol

tidak

ada

pengobatan dan pasien hanya menerima


perawatan secara rutin. Pada kelompok
kontrol, yang paling penting tanda-tanda
vital diukur dan dicatat kemudian pasien
beristirahat di tempat tidur selama 75 menit,
kemudian tanda-tanda vital diperiksa ulang.
Uji statistik yang digunakan : qui-square, uji
Fischer exact test, t-test independent, uji-t
berpasangan dan statistik deskriptif
Hasil Penelitian/Studi

Latar Belakang
Perubahan

tanda-tanda

vital

mungkin Usia rata-rata peserta adalah 58.9 15,63.

berpengaruh terhadap kebutuhan oksigen Status marital, 90% pasien menikah, 65%
miokard.
Terapi

pijat

bekerja,
telah

digunakan

di

35%

sudah

pensiun

atau

unit menganggur, 60% memiliki pendidikan

perawatan intensif untuk menghidupkan sekolah dasar dan tidak satupun dari

kembali

masalah

fisik

dan

psikologis responden pernah mendapatkan terapi pijat

pasien. Dalam semua studi memijat telah sebelumnya. Jumlah terbesar kerabat pasien
dilakukan oleh seorang perawat dan pasien

(76%) adalah anak pasien dan kebanyakan

Keluarga tidak memiliki peran apa pun.

(60%) memiliki pendidikan sekolah tinggi.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Pre intervensi tekanan darah sistolik dan
menguji effcts terapi pijat dengan relatif diastolik pada kelompok intervensi adalah
pasien pada tanda-tanda vital pasien dengan 126,36 16,80 dan 77,76 9,43 masingsindrom koroner akut dan infark miokard masing yang berubah menjadi 121,70
akut.

13,31 dan 76,23 8.61 masing-masing,


setelah sesi terapi pijat (P = 0.021 dan P =
0,164

masing-masing).

Rerata

tekanan

darah sistolik dan diastolik pada kelompok


kontrol tidak berubah pada akhir penelitian.
Rata-rata

denyut

nadi

dari

kelompok

intervensi adalah 79,46 10,41 sebelum


memijat dan mencapai 69,30 9,47 setelah
intervensi (P = 0,001). Rata-rata dari denyut
nadi dari kelompok kontrol pada awal dan
akhir penelitian tidak berubah.
Rata-rata suhu tubuh kelompok intervensi
adalah 36,99 0,51 sebelum memijat yang
berubah menjadi 36,97 0,44 setelah pijat
(P = 0,565). Suhu tubuh rata-rata kelompok
kontrol tidak berubah secara nyata pada
akhir penelitian. Tak Ada perbedaan yang
signifikan antara rata-rata suhu tubuh dalam
dua kelompok, baik sebelum dan setelah
intervensi.
Tingkat respirasi dari kelompok intervensi
adalah 23,03 3,86 sebelum intervensi
yang mencapai 20,43 3,59 setelah pijat (P
= 0,001). Rata-rata tingkat respirasi tidak
berubah secara signifikan pada kelompok
kontrol di akhir penelitian. Tak ada beda

signifikan yang diamati antara rata-rata laju


respirasi dalam dua kelompok, baik sebelum
dan sesudah intervensi.
Implikasi Hasil Penelitian

Tujuan Penelitian/Studi

Penelitian ini bertujuan untuk menguji Terapi pijat oleh kerabat pasien dapat
pengaruh terapi pijat dengan pasien pada menstabilkan tanda-tanda vital pasien yang
tanda-tanda vital pasien dengan ACS (acute dirawat di CCU. Perawat dan pihak rumah
coronary

syndrome)

dan

AMI

(acute sakit dianjurkan untuk melibatkan anggota

myocardial infarction).

keluarga dalam proses terapi pijat dan


menyeimbangkan tanda-tanda vital pasien.
Kekuatan Penelitian/Studi

Pertanyaan Penelitian

Apakah ada pengaruh perubahan tanda- Dalam penelitian ini pelibatan keluarga
tanda vital pasien ACS (acute coronary sangat ditekankan dalam proses terapi pijat.
syndrome) dan AMI (acute myocardial Sehingga tidak hanya peneliti maupun
infarction) sebelum dan sesudah intervensi perawat yang menjalankan perawatan di
terapi pijat?
Desain Penelitian/Studi
uji coba terkontrol secara acak dilakukan
pada 60 pasien laki-laki dirawat di unit
perawatan

koroner.

Pada

critical care unit melainkan keluarga pasien


juga bisa menunjang dalam perawatan.
sekaligus sebagai bekal bagi keluarga untuk
merawat pasca rawat inap di rumah sakit.

kelompok

intervensi, terapi pijat dilakukan oleh salah


satu kerabat laki-laki pasien pada hari ketiga
masuk. Kelompok kontrol hanya menerima
perawatan rutin. Tanda-tanda vital dicatat
sebelum dan sesudah sesi terapi pijat.
KESIMPULAN
Terapi pijat pada pasien dapat menurunkan tekanan darah sistolik, denyut nadi dan
pernapasan pasien yang dirawat di perawatan kritis Unite (CCU). Karena perubahan efek
yang berguna tersebut, dapat direkomendasikan bahwa terapi pijat oleh seorang anggota
keluarga pasien dapat menyeimbangkan tanda-tanda vital pasien yang berada di critical
care unite.