You are on page 1of 5

Elektroplating

1. Apa itu Electro Plating?? Secara sederhana, electroplating dapat diartikan sebagai
proses pelapisan logam, dengan menggunakan bantuan arus listrik dan senyawa kimia tertentu
guna memindahkan partikel logam pelapis ke material yang hendak dilapis.

Reaksi: Krom (III) Oksida, katalis, air Cr2O3 + H2O2. <=> H2CrO4 <=> CrO42- +
2H+Larutan pekat 2H2CrO4 <=> H2Cr2O7 <=> reaksi pelapisan benda : Cr2O72- + 14H++12e
--Cr2O72- + 2H+ > 2Cr(s) + 7H2O

Pelapisan krom menggunakan bahan dasar asam kromat, dan asam sulfat sebagai
bahan pemicu arus, dengan perbandingan campuran yang tertentu. Perbandingan yang umum
bisa 100:1 sampai 400:1. Pelapisan dengan krom dapat dilakukan pada berbagai jenis logam
seperti besi, baja, atau tembaga. suatu perlakuan akhir menggunakan elektroplating oleh
kromium. 3.

4. 1) Temperatur cairan Temperatur pelapisan bervariasi antara 35 C sampai 60 C. 2)


Besar arus listrik perbandingan besar arus 18 A/dm2 sampai 27 A/dm2.

Reaksi: Krom (III) Oksida, katalis, air Cr2O3 + H2O Cr2O3 (krom (III) oksida)
dilarutkan dalam air sedikit dan ditambah katalis (katalis yang digunakan asam sulfat, H2SO4)
sehingga terbentuk larutan pekat H2CrO4 (asam kromat) dan bereaksi lanjut membentuk
H2Cr2O7 (Asam dikromat). 5. Larutan elektrolit atau larutan penyepuh yang digunakan <=>
H2CrO4 <=> CrO42- + 2H+Larutan pekat 2H2CrO4 <=> H2Cr2O7 <=> Cr2O72- + 2H+

Katoda (kutub negatif) : Sebagai katoda digunakan benda yang akan dilapis/ disepuh
dengan krom, terjadi: reaksi pelapisan benda : Cr2O72- + 14H++12e --6. Elektroda yang
digunakan > 2Cr(s) + 7H2O pembentukan gas H2 : 2H+ +2e --> H2 pembentukan Cr3+ :
Cr2O72- + 14H++ 6e --> 2Cr3+ + 7H2O

Anoda (kutub positif) : Anoda ini hanya sebagai penghantar listrik yang terbuat dari
paduan timah (Sn) dengan Pb (timbal) atau paduan Antimon (Sb) denga Pb, terjadi: reaksi
pembentukan gas oksigen : 4OH- + 4e --7. > H2 + O2 reaksi pembentukan timbal (IV) oksida :
Pb + 4OH- + 4e --> PbO2 + H2O reaksi oksidasi ion kromat : Cr3+ + 3O2 + 6e --> 2Cr2O3(s)

8. Anoda: kuning (anoda bagus) abu-abu (anoda jelek) Sebelum penyepuhan anoda Pb
berwarna kuning, setelah proses penyepuhan selesai anoda Pb ini berwarna abu-abu karena
tertutupi endapan Cr2O3.

Oleh karena itu pelapisan jenis ini sering digunakan pada pelek roda kendaraan
bermotor, starter, kursi besi, perkakas rumah tangga, peralatan untuk membuat roti, peralatan
teknik dan lain sebagainya. Dalam industri pembuat sepeda motor, alat elektroplating ini
digunakan untuk melapisi logam krom pada knalpot, pelek roda, kick starter, stir, reflektor lampu,
pedal porseling (persenalan), pedal rem dan lain sebagainya. Penggunaan yang lebih luas
adalah untuk melapisi alat-alat seperti kunci pas, kunci sok, kunci ring, kunci busi, kunci inggris,
dan lain-lain. Elektroplating dimaksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk
memperbaiki penampilan. Hasil elektroplating sangat keras dan tahan terhadap goresan atau

tumbukan. Lapisan krom pada logam Fe atau baja dapat mengurangi terjadinya korosi dan juga
dapat memperindah penampilan benda. 9. Tujuan electroplating

1. Audi Rizki, Daniel Pardomuan, Rakhmanda, Sherly Novaria, Wahyu Geger Kimia
Anorganik Krom XIII-1/Kelompok 1/2012

2. Kromium (Cr) Ditemukan pada tahun 1797 oleh Vauquelin, yang membuat logam
khrom pada tahun berikutnya. Kromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang
memiliki lambang Cr dan nomor atom 24.

3. Kromium (Cr) Nomor atom : 24 Nomor massa : 52 Konfigurasi elektron: [Ar] 4s1
3d5 Isotop: 50Cr (4,35%) 52Cr (83,79%) 53Cr (9,50%) 54Cr (2,37%)

4. Keberadaan di Alam Kelimpahannya di kulit bumi sebesar 0,0122% Sumber Cr adalah


mineral Chromit atau Chromeisentein Cr2O3.FeO Chromite

5. Sifat Fisika berwarna abu-abu, Berkilau logam keras dan memiliki titik lebur yang
tinggi (19070C) Logam krom tahan korosi sehingga digunakan untuk plating logam-logam
lainnya.

6. Sifat Kimia Membentuk 3 macam persenyawaan yang masing-masing dapat ditangkap


terbentuk dari CrO (chromooksida) val=2 Cr2O3 (chromioksida) val=3 CrO3 (chromtrioksida)
val=6

7. Pembuatan Dibuat melalui proses Goldshmidt Menggunakan bijih chromite


(Cr2O3.FeO). Direduksi oleh C. 4 FeCr2O4 + 8 Na2CO3 + 7 O2 8 Na2CrO4 + 2 Fe2O3 + 8
CO2 2 Na2CrO4 + H2SO4 Na2Cr2O7 + Na2SO4 + H2O Na2Cr2O7 + 2 C Cr2O3 +
Na2CO3 + CO Cr2O3 + 2 Al Al2O3 + 2 Cr

8. Kegunaan Pelapis logam Pewarna Pelapis kayu

9. Cr2O3 dan Cr(OH)3 Garam krom bervalensi 2 ditambahkan NaOH atau KOH
menghasilkan Cr(OH)3 yang berwarna hijau Cr2(SO4)3+ 6 KOH 2 Cr(OH)3 + 3 K2SO4 2
Cr(OH)3 2 HCrO2 + 2 H2O 2 HCrO2 + 2 KOH 2 KCrO2 + 2 H2O Cr2(SO4)3 + 8 KOH 2
KCrO2 + 3 K2SO4 + 2 H2O

10. Chromat dan Bichromat Cr2(SO4)3+ 3 K2CO3 3 K2SO4 + 3 CO2 + Cr2O3 3


KNO3 3 KNO2 + 3 On 2 Cr2O3 + 3 On 2 CrO3 2 Cr2O3 + 2 K2CO3 2 K2CrO4 + CO2
Cr2(SO4)3+ 5 K2CO3 3 KNO3 3 K2SO4 + 3 KNO2 +2 K2CrO4 + 5 CO2 (suatu garam
chromi, basa seperti KOH atau K2CO3, dan oksidator seperti KNO3 atau KClO3 dipanaskan
hingga mencair)

11. Chromat dan Bichromat 2 CrO4 2- + H2O Cr2O7 2- + 2OH- +asam + basa+ basa +
oksidator dipanaskan + asam + reduktor

1. Senyawa Kromium terdapat di dalam lingkungan, karena erosidari batuan yang


mengandung kromium dan dapat didistribusikan olehletusan gunung berapi. Krom merupakan
logam yang keras, tahankarat, serta memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi.
SepuhanKromium banyak digunakan peralatan sehari-hari karena lapisanKromium ini sangat
indah, keras, dan melindungi logam lain dari korosi.Kromium juga penting dalam paduan logam
dan digunakan dalampembuatan stainless steel. Senyawa Kromium mempunyai warna
yangsangat menarik dan digunakan sebagai pigmen seperti kuningkrom(timbal(II) kromat) dan
hijau krom(kromium(III) hidroksida). Bijih utama khrom adalah khromit, yang ditemukan di
Zimbabwe,Rusia, Selandia Baru, Turki, Iran, Albania, Finlandia, RepublikDemokrasi Madagaskar,
dan Filipina. Logam ini biasanya dihasilkandengan mereduksi khrom oksida dengan aluminium. 2
Cr + 3 O2 2 CrO3

2. Proses PembuatanLogam krom dapat di buat menurut prosesGoldschmidt, yaitu


mereduksi Cr2O3 denganAluminium ( proses aluminothermy )Persamaan reaksinya: Cr2O3(S) +
2Al(S) Al2O3(S)+ 2Cr(S)Pada proses ini menghasilkan Kromiumdengan kemurnian 97-99%.

3. Sifat Konfigurasi Elektron 24Cr :[Ar] 3d5 4s1 Bilangan oksidasi : 0,+2,+3,+6 Energi
ionisasi (kJ/mol) : Antara 1872 2705 (sukar melepaskan elektron terluarnya) Jumlah elektron
tunggal : Enam Cr2O7 (aq) (jingga) Cr3+(aq) (hijau/ungu) Cr2+(aq) (biru langit)

4. Kompleks Warna [Cr(NH3)6]3+ Kuning [Cr(NH3)5Cl]2+ Merah lembayung


[Cr(NH3)4Cl2]+ Hijau [Cr(NH3)3Cl3] Ungu [Cr(NH3)2Cl4]- Jingga merah

5. Kegunaan Krom Khrom digunakan untuk mengeraskan baja, pembuatan baja tahan
karat dan membentuk banyak alloy (logam campuran) yang berguna. Kebanyakan digunakan
dalam proses pelapisan logam untuk menghasilkan permukaan logam yang keras dan indah dan
juga dapat mencegah korosi. Khrom memberikan warna hijau emeral pada kaca. Industri
refraktori menggunakan khromit untuk membentuk batu bata, karena khromit memiliki titik cair
yang tinggi, pemuaian yang relatif rendah dan kestabilan struktur kristal. Larutan K2Cr2O7atau

CrO3 dalam asam sulfat pekat (disebut asam krom) adalah oksidator kuat yang biasanya
digunakan untuk mencuci peralatan laboratorium

6. Kromium merupakan logam tahan korosi dan dapat dipoles menjadi mengkilat.
Dengan sifat ini, kromium (krom) banyak digunakan sebagai pelapis pada ornamen-ornamen
bangunan, komponen kendaraan, seperti knalpot pada sepeda motor, maupun sebagai pelapis
perhiasan seperti emas, emas yang dilapisi oleh kromium ini lebih dikenal dengan sebutan emas
putih. Perpaduan Kromium dengan besi dan nikel menghasilkan baja tahan karat. Kromium (VI)
oksida digunakan untuk pembuatan pita magnetik digunakan dalam performa tinggi dan standar
kaset audio.

7. Bahaya Kromium Logam krom biasanya berada dalam keadaan sebagai ion Cr3+.
Krom dapat menyebabkan kanker paru-paru, kerusakan hati (liver) dan ginjal. Jika kontak
dengan kulit menyebabkan iritasi dan jika tertelan dapat menyebabkan sakit perut dan muntah.
Tapi terlalu banyak penyerapan kromium (III) dapat menyebabkan efek kesehatan juga, misalnya
ruam kulit.

8. Kromium (VI) bahaya bagi kesehatan manusia, terutama bagi orang-orang yang
bekerja di industri baja dan tekstil. Orang yang merokok tembakau juga memiliki kesempatan
yang lebih tinggi terpapar kromium. Masalah kesehatan lainnya yang disebabkan oleh kromium
(VI) adalah: - sakit perut dan bisul - Masalah pernapasan - Sistem kekebalan yang lemah - Ginjal
dan kerusakan hati - Kanker paru-paru - Kematian Bahaya kesehatan yang berkaitan dengan
kromium bergantung pada keadaan oksidasi

Masif
masif a 1 utuh dan padat, di dalamnya tidak berongga (tt batu dsb); 2 kuat; kukuh: gedung itu tampak sangat
--; 3 murni (tt logam mulia): ia memakai cincin emas -- di jari manisnya

Ekstraksinya
Kromium dihasilkan dalam dua bentuk: ferrokromium dan kromium murni, tergantung untuk apa
kromium itu digunakan. Ferokromium merupakan sebuah paduan yang mengandung Fe, Cr, dan C.
Cara memperolehnya adalah kromit direduksi oleh C menjadi aliasi (paduan) ferrokromium yang
mengandung karbon. Ferrokromium banyak digunakan dalam pembuatan stainless steel.
Kromium murni berada dalam bentuk persenyawaan kromit. Apabila diperlukan, ada beberapa
cara untuk mendapatkannya. Pertama, kromit direaksikan dengan lelehan NaOH dan O 2untuk
mengubah CrIII menjadi CrO42-. Selanjutnya lelehan dilarutkan dalam air dan natrium bikromat
kemudian diendapkan lalu direduksi. Reaksi yang terjadi adalah:
Fe2O3 tidak larut akan tetapi natrium kromat larut, oleh karena itu natrium kromat dihilangkan dengan
cara dilarutkan dalam air kemudian diasamkan untuk menghasilkan natrium dikromat. Natrium
dikromat kurang larut dan dapat diendapkan. Natrium dikromat direduksi terhadap Cr 2O3 dengan

dipanaskan menggunakan C. Langkah terakhir yakni Cr 2O3 direduksi terhadap logam menggunakan
Al.
Oleh karena itu logam tersebut rapuh, maka logam (murni) tersebut jarang digunakan. Logam itu
digunakan untuk membentuk paduan bukan besi. Dengan demikian, Cr 2O3 dilarutkan dalam
H2SO4dan diletakkan secara elektrolitik pada permukaan logam. Keduanya melindungi logam dari
korosi dan memberikan tampilan yang mengkilat.
Cara yang kedua tidak jauh berbeda dengan cara yang di atas, yaitu dengan mereduksi Cr 2O3dengan
silikon. Tahapan-tahapan ekstraksinya adalah: tahap pertama, bijih kromit dalam lelehan alkali
karbonat dioksidasi dengan udara untuk memperoleh natrium kromat, Na 2CrO4. Tahap kedua,
peluluhan dan pelarutan Na2CrO4 dalam air yang dilanjutkan dengan pengendapan sebagai dikromat,
Na2CrO7. Tahap ketiga adalah reduksi dikromat yang diperoleh dengan karbon menjadi oksidanya,
Cr2O3. Tahap terakhir, adalah reduksi Cr2O3 dengan silikon. Persamaan reaksinya adalah:
Kromium oksida, seperti halnya kromium(III) oksida, Cr2O3, dapat diperoleh dari dekomposisi
termal amonium dikromat menurut persamaan berikut:
Kromium(III) oksida merupakan oksida kromium yang paling stabil mengadopsi struktur corundum,
dan digunakan untuk pigmen hijau. Oksida ini menunjukkan sifat semikonduktor dan antiferomagnetik
pada temperatur di bawah 35 oC (Sugiyarto dan Suyanti, 2010).
Kromium(IV) oksida, CrO2, dapat diperoleh dari reduksi CrO 3 secara hidrotermal menurut
persamaan reaksi berikut:
Kromium(VI) oksida, CrO3, dapat diperoleh dari penambahan asam sulfat pada larutan pekat alkali
dikromat