You are on page 1of 7

KEUNGGULAN INDUSTRI MANIFAKTUR BERBASIS

SYARIAH – IMBAS

1.Motivasi kerja yang tinggi.

IMBAS, yang memiliki dasar pemikiran bahwa seluruh manusia


adalah khalifatullah fil ard, maka hubungan kerja yang mutlak
sifatnya adalah kemitraan. Oleh sebab itu hubungan antara pemilik
dan karyawan dalam suatu institusi usaha harus berbentuk sinergis,
tidak terpisah sebagai pemilik dan pekerja atau atasan dan
bawahan, tetapi kesetaraan dan kebersamaan dalam mensukseskan
usaha yang hasilnya akan dibagi sesuai persetujuan.
Bentuk sinergis ini adalah sebagai pilihan lain dari hubungan kerja
yang antagonistis yang berlaku umum pada industri kapitalis di
dunia sekarang. Disebut antagonistis karena dalam sebuah institusi
kerja terdapat dua kepentingan yang saling bertentangan, dimana
pihak pengusaha menginginkan biaya produksi yang serendah
mungkin untuk mencapai keuntungan sebesar mungkin. Biaya
produksi yang mudah ditekan termasuk gaji buruh karena mudah
melaksanakan. Di lain pihak, para pekerja menghendaki
pendapatan setinggi mungkin. Situasi antagonistis ini mewarnai
Hubungan Buruh Majikan yang selalu ribut yang sudah tentu
menguras energi, materi dan wktu, dari institusi itu secara
keseluruhan, berupa pemogokan dan pengrusakan oleh buruh.
Pertentangan kepentingan ini mengakibatkan demotivasi kerja.
Dalam hubungan industrial yang sinergis, motivasi kerja lebih
tinggi dari pada hubungan yang antagonistis, dengan hilangnya
unsur pertentangan dan timbulnya solidaritas sesama khalifah.
Motivasi yang tinggi ini, akan menjadi lebih tinggi lagi apabila
melaksanakan IMBAS diyakini sebagai ibadah untuk mencari
ridha Allah, yang dapat dilakukan dengan semangat jihad,
melawan kezaliman dan ketidakadilan yang sudah
menyengsarakan dunia seperti yang kita rasakan saat ini.
2

2. Pendekatan industri moderen.

Industri manufaktur adalah pendekatan baru dalam melakukan


proses produksi pada revolusi industri karena diintroduksikannya
pemakaian mesin untuk menggantikan tenaga manusia dalam
proses produksi. Industri manufaktur adalah industri moderen.
IMBAS adalah pendekatan industri manufaktur yang dibangun
dengan paradigma ekonomi Islam yang mengatakan bahwa
ekonomi Islam adalah pelaksanaan ibadah dari pelaksanaan
amanah Allah kepada manusia sebagai khalifatullah fil ard, tentang
pemeliharaan harta Allah yang ada di bumi dan yang ada di langit,
dan dimanfaatkan hanya untuk pelestarian itu.

Pada pendekatan lama yang kita sebut industri kerajinan yang kita
anut sekarang ini, barang dibuat oleh manusia dengan tangannya
sendiri, dengan urutan yang baku sampai pada hasil akhir, dari a
sampai z.. Prosses ini memerlukan ketrampilan dan talenta khusus
untuk setiap barang yang akan diproduksi, sehingga tidak setiap
orang dapat memproduksi barang tertentu. Karena itu produksi
barang tidak mampu memasok dalam jumlah besar, karena
terbatasnya kapasitas dan jumlah manusia sebagai pembuat
Hasil produksinya juga sulit laku di pasar, karena dibuat bukan
untuk memenuhi kebutuhan pasar yang nyata tetapi atas dasar
tersedianya talenta pembuat dan tersedianya bahan baku. Ketidak
seragaman produk juga menghalangi pembentukan harga yang
rasional.

Sebaliknya industri manufaktur, barang yang akan diproduksi


adalah barang yang betul betul dibutuhkan pasar. Ini dapat
diwujudkan karena industri manufaktur mampu membuat barang
baru dengan bentuk apa saja, dengan bahan baku apa saja fisika
atau kimia, dalam jumlah berapa saja sesuai dengan harga yang
ditentukan pasar, dari jarum sampai pesawat ruang angkasa.
3

Dengan menggunakan falsafah Islam yang rahmatan lil alamin,


IMBAS merupakan cara baru yang paling mutakhir yang akan
digemari banyak orang karena peduli lingkungan, melayani untuk
mencapai kesejahteraan bersama, ada pemerataan untuk mencapai
keadilan, dan produktivitas yang tinggi karena adanya motivasi
kerja yang tinggi.

3. Peningkatan efisiensi secara berkelanjutan.

Efisiensi adalah usaha untuk menghilangkan yang merugikan dan


sekaligus menigkatkan usaha yang menguntungkan.
Rasulullah bersabda bahwa orang yang boros itu temannya setan,
agar tidak jadi temannya setan, maka pemborosan itu harus
ditiadakan secara terus menerus, bebas dari godaan setan.
Karena pendekatan industri manufaktur diawali dengan rekayasa
yang menguraikan produk dalam komponen pembentuk produk
(kpp), maka dengan mudah pula melanjutkan rekayasa untuk
mengubah kpp, baik dalam bentuk, jumlah, material dan fungsi
untuk mendapatkan peluang penurunan biaya produksi, namun
masih tetap dalam kegunaan dan kehandalan semula, dan kalau
mungkin ditingkatkan.
Kalau produk sudah berada ditangan konsumen, dan masih
ditemukan barang afkir, maka perusahaan minta dilapori soal itu
dan mengusahakan hal tersebut untuk tidak terulang lagi. Dari
kerjasama ini akan menghasilkan perang terhadap afkir sehingga
untuk mencapai zero defect, bukan hal yang mustahil. Afkir adalah
kesalahan yang dapat mengurangi keuntungan malah kalau tidak
hati hati dapat membunuh usaha.
Penekanan biaya produksi juga merupakan upaya peningkatan
efesiensi yang harus dilakukan.
Penurunan biaya produksi dapat diadakan dengan mencari harga
material yang lebih murah, penghematan pemakaian energi, waktu
4

kerja yang tersia sia dan peningkatan prestasi secara berkelanjutan,


meminimalkan waktu menunggu, memperpendek transportasi.
Penurunan biaya produksi juga dapat dengan memamnfaatkan
perbedaan overhead cost antara perusahaan besar dan yang kecil.
Memberikan pekerjaan kepada perusahaan yang skalanya lebih
kecil dapat menurunkan biaya produksi karena perbedaan overhead
cost itu, cara ini dikenal dengan skim sub kontraktor. Bagi usaha
industri moderen skim sub kontraktor menjadi mutlak dilakiukam
karena memiliki manfaat ganda yaitu penurunan biaya produksi
juga berupa pemerataan berusaha menuju keadilan.
Upaya peningkatan efisiensi ini dikerjakan tanpa henti karena
pesaing juga melakukan hal yang sama, sehingga terjadi
perlombaan berbuat baik terhadap pelanggan yang juga tidak ada
hentinya

4. Situasi kerja yang nyaman.

Kegiatan IMBAS yang bertumpu pada tiga pondasi agama Islam,


tauhid, kekhalifaan manusia dan keadilan ini, dan melandasi
kegiatannya pada amanah Allah kepada khalifatullah fil ard, untuk
memelihara dan melestarikan harta Allah yang ada di bumi dan
yang ada di langit untuk mensejahterakan alam semesta, termasuk
manusia di dalamnya.
Landasan fundamental ini bila diterjerjemahkan kedalam skim
skim yang jelas dalam pelaksanaan, akan menghasilkan situasi
yang subur untuk menumbuhkan secara tiada hentinya hal hal yang
baik, seperti kreativitas dan inovasi, solidaritas mempekokoh
persaudaraan, saling asah dan asuh, akhlak yang baik, yang pada
ujungnya akan menghasilkan suasana kerja yang sejuk tetapi penuh
energi.
Situasi ini akan mengokohkan posisi perusahaan dalam
menghadapi persaingan kelak.
5

5. IMBAS yang netral dan mudah dilaksanakan.

IMBAS yang berpangkal pada rahmat buat alam semesta memiliki


sifat universal, dan bukan doktrin agama tetapi murni sebagai salah
satu pilihan dalam menjalankan kegiatan ekonomi yang handal.
Sama juga dengan penerimaan sistim perbankan syariah oleh
kelompok non muslim, yang oleh Paus malah dianjurkan untuk
dikembangkan, karena keberhasilannya dan kenetralannya.
Karena sifat netral dan universalnya ini, maka IMBAS
diperkirakan akan mengikuti perjalanan perbankan syariah yang
insya Allah akan cepat menjalar ke seluruh dunia, bila orang sudah
merasakan manfaatnya.

IMBAS sebagai alat produksi moderen berbentuk sebuah sistem.


Sistem ini terdiri dari rangkaian modul modul dan jumlah modul
ini tergantung dari jumlah kpp yang akan dibuat yang terdapat
dalam produk yang akan diproduksi
Bagaimana bekerjanya sebuah modul kita ambil sebuah contoh
yang sangat aktual sekarang ini.
Kita tidak sadari bahwa hanya dalam waktu kurang dari lima
tahun, seratus lima puluh juta rakyat Indonesia menjadi mampu
berkarya, yaitu berkirim sms tanpa harus disekolahkan atau
ditatar.
Ini berkat adanya sebuah modul yang dalam hal ini berbentuk
sebuah telepon celuler yang populer dikenal dengan sebutan hape.
Modul ini kita kenal dengan nama mesin.
Modul ini terdiri dari tiga unsur yaitu pertama, unsur perangkat
keras berupa teleponnya, kedua, perangkat lunak, berupa
kemampuan yang sudah ditanamkan kedalam perangkat keras
antara lain kemampuan mengirim berita, dan ketiga, unsur
program berupa petunjuk pengoperasian modul ini, langkah demi
langkah yang baku.
6

Bagi pengguna modul ini, menjalankan instruksi secara benar


dalam program, bisa menghasilkan kinerja yang diharapkan.
Mengingat kewajiban menuruti instruksi dalam program ini sangat
mudah, menjadikan modul ini dengan mudah menyebarkan
kemampuan berkarya.
Dalam industri manufaktur, komponen pembangun produk (kpp)
dihasilkan oleh modul modul yang ada dalam rangkaian sistem
produksi yang k umum kita kenal dengan nama pabrik. Karena
mudahnya menggunakan modul, maka secara keseluruhan proses
manufaktur juga menjadi mudah.
Sebagai contoh, pada waktu sebuah pabrik pembuatan alat
perekam video untuk ekspor, dipindahkan ke Indonesia, cukup
membawa perangkat keras berupa modul modul minus bangunan
pabrik.
Karyawan yang direkrut hanya memerlukan waktu sangat singkat
untuk mempelajari program menjalankan modul, dan setelah bahan
baku siap, produksipun segera dijalankan, menghasilkan, dan
kegiatan ekspor dapat segera dilakukan.

6. Industri yang ramah lingkungan.

Dengan dasar penugasan Allah kepada khalifatullah fil ard untuk


melestarikan harta Allah dan memanfaatkannya untuk pelestarian
itu sendiri, maka kegiatan IMBAS ini tidak akan mengarah
terhadap pengrusakan lingkungan yang sangat dimurkai Allah.
Dengan meluasnya pelaksanaan IMBAS, berupa pelestarian
sekaligus melakukan pencegahan kerusakan lingkungan, akan
memberikan sumbangan yang pasti dan nyata terhadap usaha dunia
dalam penganggulangan perubahan iklim yang mulai mengancam
kita sekarang ini.

Eddy Boekoesoe
0812 8767 939