You are on page 1of 6

LAPORAN PRAKTIKUM

MEKANIKA FLUIDA I TL2101


MODUL 4
KEHILANGAN ENERGI PADA SISTEM PERPIPAAN

Nama Praktikan

: Widya Ikhsania (15313098)

Kelompok

: 10 Y Shift 10.00-11.00

Tanggal Praktikum

: Kamis, 13 Oktober 2014

PJ Modul

: Rahmi Deswita
Ni Made Dwi Sastriani

Asisten yang bertugas : Ni Md Dwi Sastriani.

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2014

I. TUJUAN
1. Menghitung headloss pada sistem perpipaan

2. Menghitung Q aktual
3. Menghitung nilai k
4. Menghitung nilai C
5. Menghitung besar f (friksi)

II. PRINSIP DASAR


Prinsip dasar praktikum modul ini yaitu air dialirkan pada sistem perpipaan melalui
hydraulich bench, sesaat setelah air dialirkan pada sistem perpipaan dalam variasi debit,
dapat terlihat pada u-tube mano meter bahwa terjadi perbedaan tinggi tekan pada gate
valve dan globe valve, sedangkan pada pipa lurus, penyempitan tiba-tiba, pelebaran tibatiba dan pipa dengan aksesoris dapat terlihat perbedaan tinggi tekan pada piezometer. Dari
perbedaan tinggi tekan akan didapat tinggi tekan yang hilang (headloss) saat air mengalir
pada pipa. HL pada gate valve dan globe valve dapat dicari dengan

H L 12.6 H

. HL

pada pipa lurus dapat dicari dengan mengurangi perbedaan tinggi tekan yang didapat. H L
pada pipa dengan aksesoris dapat dicari dengan mencari headloss minor pada pipa dengan

Zaksesoris

Hpipalurus
Lpipalurus

H L aksesoris Haksesoris
aksesoris
III. TEORI DASAR
A. Headloss

Headloss adalah kerugian energi per satuan berat fluida dalam pengaliran
cairan dalam sistem perpipaan. Atau headloss dapat didefinisikan sebagai kehilangan
energi mekanik persatuan massa fluida. Sehingga satuan Head loss adalah satuan
panjang yang setara dengan satu satuan energi yang dibutuhkan untuk memindahkan
satu satuan massa fluida setinggi satu satuan panjang yang bersesuaian. Headloss terdiri
dari :
- Mayor Headloss (mayor losses)
Major Losses adalah kerugian pada aliran dalam pipa yang disebabkan oleh friction
yang terjadi disepanjang aliran fluida yang mengalir terhadap dinding pipa.
Besarnya major losses ditentukan oleh fungsi f (Friction factor), V (rata-rata
kecepatan fluida), l (panjang pipa), D (diameter pipa), e (nilai kekasaran pipa), miu
(viskositas fluida), rho (densitas fluida).

hlp=f .

L V
.
D 2g

Minor Headloss (minor losses)


Merupakan kerugian head pada fitting dan valve yang terdapat sepanjang sistem
perpipaan. Dapat dicari dengan menggunakan rumus :
2

V
h lf =k .
2g
Dalam sistem perpipaan pun dikenal dengan kehilangan tekanan akibat aksesoris
pipa. Perlengkapan pipa secara umum terdiri dari sambungan (fitting) pipa seperti
penyempitan, belokan (elbow), saringan (strainer), losses pada bagian entrance,
losses pada bagian exit, pembesaran pipa (expansion), pengecilan pipa (contraction)
percabangan (T joint; V joint), percabangan (tee) dan katup (valve). Dalam jaringan
perpipaan kehilangan tekanan ini jauh lebih kecildaripada kehilangan akibat
gesekkan di dalam pipa.
Jenis-jenis fitting diantaranya :
a. Contraction yaitu pipa yang mengalami pengurangan cross sectional area secara
mendadak dari saluran dengan membentuk pinggiran yang tajam. Tekanan yang
melewatinya akan bertambah besar.
b. Enlargement, pipa yang mengalami penambahan cross sectional area secara mendadak dari
saluran. Tekanan yang melewatinya akan semakin kecil.c.
c. Long bend, belokan panjang pada pipa dengan sudut yang melingkar dan cross sectional area yang
besar sehingga tekanannya kecil
d. Short bend, belokan pipa seperti long bend tetapi lebih pendek dan cross sectional
area yang lebih kecil sehingga tekanannya lebih besar.
e. Elbow bend, merupakan belokan pada pipa yang membentuk sudu tsiku-siku (90o) dengan
cross sectional area yang sangat kecil sehingga akan menimbulkan tekanan yang sangat
besar. Sesuai standar yang ada di pasaran, elbow tersedia dalam ukuran sudut 45o dan
90o dengan flangedserta ulir sesuai dengan kebutuhan yang akan digunakan

Flanged elbow 90o

f. Percabangan
Penggunaan (Tee) dilakukan untuk mengalirkan aliran fluida dua arah yang berbeda
dalam satu siklus tertentu yang dipasang secara parallel

Threaded tee
g. Entrance dan Exit
Entrance seringkali timbul pada saat perpindahan dari pipa menuju suatu reservoir.
Berdasarkan jenisnya, entrance dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu reestrant,
square-edge, dan well rounded.

Macam-macam entrance
Exit merupakan kebalikan dari entrance. Exit timbul karena adanya perpindahan dari
reservoir menuju ke suatu pipa, sama halnya denga entrance, exit dibedakan menjadi
3 macam, diantaranya projecting, Sharp edge, dan rounded.

Projecting

Rounded

Sharp edge

Macam-macam exit
h. Pembesaran
Pembesaran (Ekspansion) dalam suatu perpipaan dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu pembesaran mendadak atau terjadi secara tiba-tiba yang seringkali
disebut dengan sudden ekspansion, ataupun pembesaran / gradual ekspansion.

Sudden ekspansion

Gradual ekspansion

i. Pengecilan
Pengecilan (Contraction) Sama halnya dengan ekspansion, contraction juga dapat
dibedakan menjadi dua macam, yaitu sudden contraction (pengecilan secara tiba-tiba),
dan gradual contraction (pengecilan secara bertahap).

Sudden
contraction

Globe Valve dan Gate Valve

Gradual contraction

Globe Valve adalah salah satu jenis dari valve yang digunakan untuk mengatur aliran
di dalam pipa, yang terdiri dari elemen berbentuk disk yang bisa digerakkan dan ring
stasioner yang tergabung di suatu benda yang berbentuk sphere Globe Valve digunakan
untuk aplikasi yang membutuhkan throttling dan operasi yang berulang-ulang.
Contohnya dapat digunakan untuk mengambil sampel, dimana normal nya tertutup
kecuali ketika sampel sedang diambil.

Gate valve salah satu jenis dari valve yang digunakan untuk membuka dan menutup aliran
(on-off). Posisi gate valve harus benar-benar terbuka atau benar-benar tertutup agar tidak
terjadi turbulensi pada aliran sehingga pengaturan laju aliran fluida tidak dapat dilakukan
pada gate valve.