You are on page 1of 2

Bahasa Indonesia

Nama
Nim
Kelas
Tugas

: Asep Nasruloh
: 141211038
: 1MB
: B.Indonesia
Tugas 1
KEBUDAYAAN BATIK INDONESIA

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya
Indonesia (khususnya Jawa). Yang merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia sejak dahulu
kala. Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaanMajapahit dan kerajaan
sesudahnya. Dalam beberapa catatan perkembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan
Mataram, kemudian pada kerajaan Solo dan Yogyakarta.Tradisi membatik pada mulanya merupakan
tradisi turun menurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga
tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini beberapa
motif batik tradisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.Jenis dan corak
batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya
masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya bangsaIndonesia yang demikian kaya telah
mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisional dengan ciri kekhususannya
sendiri.Perempuan-perempuan Jawa dimasa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik
sebagai mata pencaharian sehingga dimasa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif
perempuan.Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi,
batik jenis baru muncul dikenal sebagai batik cap atau batik cetak sementara batik tradisional yang
diproduksi dengan tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis.Jadi menurut
teknik:
Batik tulis adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik menggunakan tangan.
Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
Batik cap adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik yang dibentuk dengan cap
(biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktukurang lebih 2-3
hari.Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat danselanjutnya
meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya rumah tangganya untuk mengisi waktu
senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian
rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.Sedangkan ragam corak dan warna batik dipengaruhi oleh
berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas dan beberapa
corak hanya boleh dipakaikalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar
seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah
dipopulerkan oleh Tionghoa dan juga mempopulerkan corak phoenix (burung api). Bangsa penjajah
Eropa juga berminat pada batik dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal
(seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah seperti gedung atau kereta kuda
termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Tetapi batik tradisional tetap

Bahasa Indonesia
mempertahankan coraknya dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat karena biasanya masingmasing corak memiliki perlambangan masing-masing.Pada awalnya baju batik kerap dikenakan pada
acara resmi untuk menggantikan jas. Tetapidalam perkembangannya pada masa Orde baru baju batik juga
dipakai sebagai pakaian resmi siswasekolah dan pegawai negeri (batik Korpri) yang menggunakan
seragam batik pada hari Jumat.Perkembangan selanjutnya batik mulai bergeser menjadi pakaian seharihari terutama digunakan olehkaum wanita. Sampai akhirnya setiap pegawai harus memakai batik pada
setiap hari Jumat.

Daftar pustaka
http://www.scribd.com/doc/58677219/Artikel-Kebudayaan-Asli-Batik-Indonesia#scribd