You are on page 1of 5

Berapa Ohm Hambatan Resistor Untuk Lampu LED?

Posted on 01/20/2015 by yudiweb


Source : https://yudiweb.wordpress.com/2015/01/20/berapa-ohm-hambatan-resistor-untuklampu-led/
Cara Menghitung Nilai Resistor Pada LED
LED atau Light Emitting Diode, adalah salah satu jenis dioda maka LED memiliki dua kutub yaitu
anoda dan katoda. Dalam hal ini LED akan menyala bila ada arus listrik mengalir dari anoda
menuju katoda.
Pemasangan kutub LED tidak boleh terbalik karena apabila terbalik kutubnya maka LED tersebut
tidak akan menyala. LED memiliki karakteristik berbeda-beda menurut warna yang dihasilkan.
Semakin tinggi arus yang mengalir pada LED maka semakin terang pula cahaya yang dihasilkan,
namun perlu diperhatikan bahwa besarnya arus yang diperbolehkan adalah 10mA-20mA dan pada
tegangan 1,6V 3,5 V dan tergantung karakter warna yang dihasilkan.
Apabila arus yang mengalir lebih dari 20mA maka LED akan terbakar. Untuk menjaga agar LED
tidak terbakar, maka perlu kita gunakan resistor yang berguna sebagai penghambat arus.
Tegangan kerja atau volt atau voltage yang jatuh pada sebuah LED berbeda-beda, menurut
warna yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
Infra merah : 1,6 V
Merah : 1,8 V 2,1 V
Oranye : 2,2 V
Kuning : 2,4 V
Hijau : 2,6 V
Biru : 3,0 V 3,5 V
Putih : 3,0 3,6 V
Ultraviolet : 3,5 V
Mengacu data di atas, maka Apabila kita ingin mencari nilai resistor pada LED dapat anda
gunakan rumus berikut:

Vsumber Vdiode
I

Keterangan rumus:
R = Resistor
I = Arus LED
Vs = Tegangan sumber( bisa battery 12V, atau sumber tegangan lainnya).
Vd = Tegangan kerja LED
A. Contoh Rangkaian LED dari sumber catu daya 12 Volt
Contoh 1.
Misal kita mempunyai sebuah LED berwarna merah (tegangan kerja 1,8 Volt) yang akan
dinyalakan menggunakan sumber tegangan 12 Volt DC, maka kita harus mencari nilai resistor
yang akan dihubungkan secara seri dengan LED.
Sebelumnya kita mengetahui bahwa arus maksimal yang diperbolehkan melalui LED adalah
20mA. Jadi dari contoh ini dapat diketahui bahwa:

Tegangan
yang
digunakan
(Vs)
:
12V

Tegangan
kerja
LED
(Vd):
1,8V,
dan
Arus LED (I): 20 mili Ampere = 0,02 Ampere (karena 1000 mili Ampere = 1 Ampere).
Maka hambatan pada resistor atau R warna merah adalah sebesar:

R merah untuk 12 volt:


=
(Vs-Vd)
/
I
=
(12
volt

1,8
volt)
/
0,02
=
10,2
/
0.02
= 510 ohm
Contoh 2. Dengan cara yang sama jika LED yang digunakan berwarna biru dan sumber catu daya
12 Volt, maka:
R
biru
untuk
12
volt:
=
(Vs-Vd)
/
I
=
(12
volt

3
volt)
/
0,02
=
9
/
0.02
= 450 ohm
B. Contoh Rangkaian LED dari sumber catu daya 5 Volt
Misal kita mempunyai sebuah LED berwarna merah (tegangan kerja 1,8 Volt) yang akan
dinyalakan menggunakan sumber tegangan 5 Volt DC, maka kita harus mencari nilai resistor
yang akan dihubungkan secara seri dengan LED.
Sebelumnya kita mengetahui bahwa arus maksimal yang diperbolehkan melalui LED adalah
20mA. Jadi dari contoh ini dapat diketahui bahwa:

Tegangan
yang
digunakan
(Vs)
:

Tegangan
kerja
LED
(Vd):
1,8V,
Arus LED (I): 20 mili Ampere = 0,02 Ampere (karena 1000 mili Ampere = 1 Ampere).
Maka hambatan pada resistor atau R adalah sebesar:
R = (Vs-Vd) / I
= (5-1,8) / 0,02
= 160 ohm
R merah untuk 5 volt:
= (Vs-Vd) / I
= (5 volt 1,8 volt) / 0,02
= 3,2 / 0.02
= 160 ohm

5V
dan

Pemasangan LED paralel pada tegangan 12 Volt


Menghitung resistor secara seri :
Jika LED di pasang secara seri maka tegangan kerja LED adalah penjumlahan dari keseluruhan
LED yang dipasang seri tersebut, dalam contoh berikut diperlihatkan tiga buah LED warna kuning
yang di pasang seri, jika tegangan sumber masih sama 12V maka maka:
3
buah
=
(12V
=
(12V
= 120 ohm

kuning
(2,4V+2,4V+2,4V))
9.6
V)

untuk
/
/

12
0.02
0.02

volt:
A
A

Pemasangan LED serie pada tegangan 12 Volt


Demikianlah,
semoga
info
skemarangkaian@blogspot.com)

ini

dapat

berguna

bagi

anda,

salam.

(sumber:

Rangkaian lampu LED flip-flop (berkedip bergantian) dengan catu daya hanya sebesar 5 volt.
Sangat cocok digunakan dari catu daya dari adaptor ukuran kecil atau charger cellphone bahkan
catu daya dari baterai cellphone.