You are on page 1of 10

MANAJEMEN

PENGERTIAN, KONSEP, FUNGSI, dan PROSES MANAJEMEN

Oleh Kelompok 2 :
Ida Bagus Oka Surya Wibawa

1115351084

Nyoman Adinda Adnyaswari

1115251089

A.A Ngr Bagus Dwiprayuda

1315351008

Ida Bagus Arik Indrayana

1406105014

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Udayana
Ekstensi

2015
I.

Pengertian Manajemen
Secara Etimologis, Manajemen adalah kosa kata yang berasal dari bahasa Perancis kuno,

yaitu menegement yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Sejauh ini memang belum ada
kata yang tepat dan diterima secara universal sehingga pengertiaanya untuk masing-masing para
ahli masih memiliki banyak perbedaan. Secara umum manajemen juga dipandang sebagai sebuah
disiplin ilmu yang mengajarkan tentang proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui
upaya bersama dengan sejumlah orang atau sumber milik organisasi. Dalam hal ini manajemen
dibedakan menjadi 3 bentuk karakteristik, diantaranya adalah:

Sebuah proses atau seri dari aktivitas yang berkelanjutan dan berhubungan.
Melibatkan dan berkonsentrasi untuk mendapatkan tujuan organisasi.
Mendapatkan hasil-hasil ini dengan berkerja sama dengan sejumlah orang dan
memanfaatkan sumber-sumber dimiliki oleh organisasi.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli


1. Menurut G. R. Terry
Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau
pengarahan suatu kelompok orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud yang
nyata.
2. Menurut Hilman
Manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan
mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
3. Menurut Ricky W. Griffin
Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan
pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif
berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti
bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
4. Menurut Drs. Oey Liang Lee
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan
dan pengawasan dari sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
5. Menurut William H. Newman

Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui
orang lain.
6. Menurut Renville Siagian
Manajemen adalah suatu bidang usaha yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan dan
dikelola oleh para tenaga ahli terlatih serta berpengalaman.
7. Menurut Prof. Eiji Ogawa
Manajemen adalah perencanaan, pengimplementasian dan pengendalian kegiatan-kegiatan
termasuk sistem pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha yang terlebih
dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai
dengan kondisi lingkungan yang berubah.
8. Menurut Federick Winslow Taylor
Manajemen adalah suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghadapi setiap
persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan atau setiap sistem kerjasama manusia
dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan dengan menggunakan alat-alat perumusan.
9. Menurut Henry Fayol
Manajemen mengandung gagasan lima fungsi utama yaitu, merancang, mengorganisasi,
memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan.
10. Menurut Lyndak F. Urwick
Manajemen adalah forecasting (meramalkan),

planning

organizing

(perencanaan

pengorganisiran), commanding (memerintahkan), coordinating (pengkoordinasian) dan


controlling (pengontrolan).
II.

Alasan Dibutuhkannya Manajemen


Manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi, karena tanpa manajemen semua usaha

akan sia-sia dan pencapaian tujuan akan lebih sulit.

Ada tiga alasan utama diperlukannya manajemen:


1. Untuk mencapai tujuan.
Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi dan juga tujuan individu yang
ada dalam organisasi tersebut.

2. Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang saling bertentangan.


Manajemen dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara tujuan, sasaran dan kegiatan
yang saling bertentangan dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan organisasi,
seperti pemilik, pimpinan, pegawai, pelanggan, serikat kerja, masyarakat, pemerintah,
kreditur, supplier, dan asosiasi pedagang.
3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas.
Suatu kerja organisasi dapat diukur dengan banyak cara yang berbeda. Salah satu cara
yang umum adalah efisiensi dan efektivitas. Efisiensi dan efektivitas adalah dua konsep
utama untuk mengukur prestasi kerja manajemen.
Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar. Dengan
kata lain, manajer yang dapat meminimumkan biaya penggunaan sumber daya untuk
mencapai keluaran yang telah ditentukan disebut manajer yang efisien. Atau sebaliknya,
manajer disebut efisien bila dapat memaksimumkan pengeluaran dengan jumlah
pemasukan yang terbatas.
Sedangkan efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan
yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, seorang
manajer efektif dapat memilih pekerjaan yang harus dilakukan atau metode yang tepat
untuk mencapai tujuan.

III.

Fungsi dan Proses Manajemen


A. Proses Manajemen
Proses manajemen adalah daur beberapa gugusan kegiatan dasar yang berhubungan
secara integral, yang dilaksanakan di dalam manajemen secara umum, yaitu proses
perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan dan proses pengendalian,
dalam rangka mencapai sesuatu tujuan secara efektif dan efisien. Sesungguhnya keempat
proses itu merupakan hasil ikhtisar dari berbagai pendapat praktisi dan ahli mengenai
manajemen.
1. Menurut Henri Fayol : Perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan
koordinasi.
2. Menurut Gulick dan Urwick: Perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan,
koordinasi, pelaporan, dan peranggaran.
3. Menurut William M. Fox: Perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian.
4. Menurut Ernest Dale: Perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan,
pengendalian, inovasi, dan representasi.

5. Menurut

Koontz

dan

O'Donnell:

Perencanaan,

pengorganisasian,

staffing,

pengarahan, dan pengendalian.


Semua gagasan itu didasarkan pada pra-anggapan yang menghendaki pembagian
proses kerja para manajer menjadi bagian-bagian yang dapat dilaksanakan. Proses-proses
itu berulangkali dinyatakan sebagai "langkah-langkah dasar manajemen", batu-batu
fondasi manajemen.
Proses perencanaan meliputi gagasan bahwa manajemen mengantisipasi berbagai
kondisi seperti peluang dan kendala di masa depan, dan berusaha menetapkan lebih dulu
apa yang harus mereka lakukan dan apa yang akan mereka capai.
Proses pengorganisasian berarti menempatkan orang dan prasarana serta sarana dan
sumber daya dalam suatu tata hubungan yang kondusif untuk bekerja sama menuju
sasaran bersama.
Proses pelaksanaan meliputi pemberian arahan, perintah kerja, dorongan dan
motivasi kerja, serta pemecahan masalah.
Proses pengendalian dilakukan dengan pengamatan, mencermati laporan, dan
melakukan inspeksi supaya pekerjaan di semua bagian sesuai dengan persyaratan kualitas
dan ketentuan rencana hasil, dan sesuai dengan anggaran biaya. Esensi pengendalian
adalah membandingkan apa yang seharusnya terjadi dengan apa yang telah terjadi.
Pemantauan kegiatan adalah membandingkan antara standar dari rencana dengan
hasil yang telah dicapai. Sehingga bila hasil pekerjaan tidak sesuai dengan rencana perlu
dilakukan tindakan perbaikan.
Pekerjaan manajemen dalam kenyataannya tidak sesederhana mengucapkan daftar
kata "perencanaan", "pengorganisasian", "pelaksanaan" dan "pengendalian" seperti
mantera. Tetapi keempat kata itu mewakili rumpun kegiatan yang kompleks menurut
bidang kegiatan lembaga yang dimanajemeni sebagai kategorisasi pemikiran. Proses
manajemen itu ditanamkan karena sederhana dan gampang dipahami pada para peserta
gugus-mutu dalam rangka memanajemeni pekerjaan mereka masing-masing.
B. Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat
di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam
melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali
diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad

ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu planning, organizing,
commanding, coordinating, dan controlling.
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan (planning) adalah perencanaan tujuan perusahaan dan bagaimana
strategi untuk mencapai tujuan tersebut dengan sumber daya yang tersedia.
Perencanaan terbagi menjadi perencanaan strategi dan perencanaan operasional.
2. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian (organizing) adalah pengorganisasian atau sinkronisasi sumber daya
manusia, sumber daya alam, sumber daya fisik, dan sumber daya modal dalam rangka
mencapai tujuan perusahaan.
3. Memerintahkan (Commanding)
Memerintahkan (commanding) sama dengan mengarahkan (actuating). Commanding
dilakukan dengan memberikan arahan kepada karyawan agar dapat menunaikan tugas
mereka masing-masing. Selain itu, commanding dilakukan agar tugas dapat
dilaksanakan dengan baik dan sesuai pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
4. Pengkoordinasian (Coordinating)
Pengkoordinasian (coordinating) adalah salah satu fungsi manajemen untuk
melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percecokan, kekosongan
kegiatan, dengan jalan menghubung-hubungkan, menyatupadukan dan menyelaraskan
pekerjaan-pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerjasama yang terarah dalam usaha
mencapai tujuan bersama atau tujuan organisasi.
5. Pengontrolan (Controlling)
Pengontrolan (controlling) adalah suatu kegiatan untuk memantau, membuktikan, dan
memastikan

seluruh

kegiatan

yang

telah

direncanakan,

diorganisasikan,

diperintahkan, dan dikondisikan sebelumnya dapat berjalan sesuai target atau tujuan
tertentu.
Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu:
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan (planning) adalah proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk
mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan dating dan penentuan strategi dan
taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
Kegiatan dalam fungsi perencanaan:
Menetapkan tujuan dan target bisnis
Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
Menetapkan standar keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis

2. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganiasasian (organizing) adalah proses yang menyangkut bagaimana strategi
dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur
organisasi yang tepat dan tangguh, system dan lingkungan organisasi yang kondusif,
dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara
efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi.
Kegiatan dalam fungsi pengorganisasian:
Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan

menetapkan prosedur yang diperlukan.


Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan

dan tanggung jawab.


Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan, dan pengembangan sumber

daya manusia.
Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat.
3. Pengarahan (Directing)
Pengarahan (directing) adalah proses implementasi program agar dapat dijalankan
oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak
tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan
produktifitas yang tinggi.
Kegiatan dalam fungsi pengarahan:
Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian
motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien
dalam pencapaian tujuan.
Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan.
Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan.
4. Pengawasan (Controlling)
Pengawasan (controlling) adalah proses yang menyangkut upaya yang dilakukan
untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan dating dan penentuan strategi
dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
Kegiatan dalam fungsi pengawasan:
Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian
motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien

dalam pencapaian tujuan.


Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan.
Menjelaskan kebijakan yang diterapkan.

IV.

Peran dan Keterampilan Manajemen


A. Peran manajemen
Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen mengemukakan bahwa ada
sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian
mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu:
1. Peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain yang bersifat
seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah,
pemimpin, dan penghubung.
2. Peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar
informasi, serta peran sebagai juru bicara.
3. Peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan,
pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.
Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan
oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.

B. Keterampilan Manajemen
Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer
membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:
1. Keterampilan Konseptual (Conceptional Skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat
konsep, ide, dan gagasan demi kemajuanorganisasi. Gagasan atau ide serta konsep
tersebut kemudian harus dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk
mewujudkan gagasan atau konsep itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu dalam
rencana

kerja

yang

kongkret

itu

biasanya

disebut

sebagai proses

perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga


meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
2. Keterampilan Berhubungan dengan Orang Lain (Humanity Skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan
berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga

keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh


manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif,
bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian
mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi
diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
3. Keterampilan Teknis (Technical Skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang
lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan
suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki
mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua
keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:
1. Keterampilan Manajemen Waktu
Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk
menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh
kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji
$2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu
dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam
sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang
akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji
yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun, waktu yang mereka miliki tetap
merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan
mengurangi produktivitas perusahaan.
2. Keterampilan Membuat Keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik
dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama
bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin
mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer
harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil

untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang


ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer
harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan
mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

Daftar Pustaka

Arthur G. Bedeian , Organizations: theory and Analysis, The Dryden press, Hinsdale, Illinois,
1980.
Fred Luthans, Organizations Behavior, McGraw-Hill, Inc., New York, 1977.
Charles H. Kepner & Benyamin B. Tregoe, Manager yang Rasional (II) (terjemahan), Penerbit
Erlangga Jakarta,1982.