You are on page 1of 4

Mengatasi Dampak Buruk

Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Pemanasan Global


Oleh : Florince
Ada banyak cara yang sebenarnya masih dapat kita pakai untuk mengatasi
pemanasan global yang semakin lama semakin memburuk. Hanya saja terkadang
kesadaran untuk bertindak bagi keselamatan bumi masih sulit ditumbuhkan.
Bukannya menghakimi, tetapi pada kenyataannya sulit menemukan manusia yang
masih peduli akan buminya.
Oleh sebab itu, cara pertama yang paling mudah dilakukan adalah menyadarkan
setiap pribadi mulai dari orang terdekat untuk lebih peduli terhadap bumi kita. Poster,
slogan dan berbagai pernak-pernik promosi lainnya dapat digunakan sebagai salah
satu alat menyebarkan isu pemanasan global. Seminar dan diskusi yang diadakan oleh
berbagai lembaga pecinta lingkungan juga cukup efektif untuk digunakan.
Bila hanya dengan kata-kata tanpa tindakan nyata, semuanya akan menjadi siasia. Oleh sebab itu, diperlukan juga tindakan nyata masing-masing pribadi dalam
usahanya mengatasi pemanasan global. Dimulai dari hal-hal sederhana seperti
membuang sampah pada tempatnya, memisahkan sampah anorganik dari organik,
mengurangi penggunaan barang-barang yang mengandung CFC berlebihan, atau
mrngurangi penggunaan bahan bakar fosil.
Selain itu, cara terampuh yang sering dilakukan adalah menanam pepohonan
dan melakukan penghutanan kembali terhadap tanah-tanah kritis. Dewasa ini, sudah
banyak lembaga yang menggalakkan penanaman ribuan bahkan milyaran pohon.
Langkah tersebut cukup efektif untuk menggerakkan banyak orang dalam upaya
mengatasi pemanasan global. Hanya saja terkadang langkah tersebut berhenti pada
proses penanaman saja. Pada mulanya, begitu banyak pohon yang ditanam. Tetapi
pada proses perawatannya, banyak pohon diabaikan sehingga tidak dapat tumbuh

dengan baik. Pohon-pohon ini akhirnya akan mati dan usaha yang pada awalnya
sudah direncanakan dengan baik menjadi sia-sia.
Di samping mengatasi dampak pemanasan global, kita juga perlu melakukan
tindakan-tindakan untuk mencegah bertambah parahnya dampak pemanasan global
itu sendiri. Hal-hal yang dapat kita lakukan misalnya menghemat penggunaan kertas
dengan memakainya secara bolak-balik, mengurangi penggunaan tisu dengan
menggantinya dengan sapu tangan, atau mengurangi penggunaan bahan bakar dengan
menggunakan kendaraan umum ketika bepergian.
Usaha-usaha mengurangi dampak pemanasan global tersebut terasa tak berguna
ketika

pada

kenyataannya

banyak

usaha-usaha

perindustrian

yang

dapat

menyebabkan bertambah parahnya resiko pemanasan global. Salah satunya adalah


perkebunan kelapa sawit yang merupakan bahan utama yang digunakan dalam
berbagai bidang industri.
Di bidang industri, industri kelapa sawit merupakan salah satu industri yang
menguntungkan. Pabrik-pabrik menjadikan kelapa sawit sebagai salah satu bahan
baku pembuatan berbagai kebutuhan penting seperti minyak makan, margarin, sabun,
dan kosmetik, serta dalam berbagai industri seperti industri baja, kawat, radio, kulit,
dan farmasi.
Kelapa-kelapa sawit yang digunakan dalam berbagai industri itu tentu saja
berasal dari perkebunan kelapa sawit. Namun pada kenyataannya, pembukaan lahan
untuk perkebunan kelapa sawit menimbulkan berbagai kerugian baik bagi lingkungan
sekitar maupun bagi tanah itu sendiri.
Berikut ini adalah berbagai kerugian yang ditimbulkan akibat pembukaan lahan
untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit.
a. Pada umumnya, lahan yang paling sering dibuka untuk dijadikan perkebunan
kelapa sawit adalah hutan. Dengan semakin banyaknya hutan yang dibuka untuk
perkebunan kelapa sawit, maka keberadaan hutan di Indonesia akan semakin
terancam.

b. Bila semua hutan dibuka untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit, maka
keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia sedikit demi sedikit akan
semakin berkurang.
c. Tanaman kelapa sawit merupakan jenis tanaman yang rakus unsur hara dan
air. Menurut penelitian T. Ariful Amri, MSc dari Universitas Riau, dalam satu hari
satu batang pohon kelapa sawit dapat menyerap hingga 12 liter air. Hal itu dapat
menyebabkan tanaman lain yang berada di sekitarnya tidak lagi mendapatkan air dan
unsur hara.
d. Pertumbuhan tanaman kelapa sawit harus dirangsang oleh berbagai zat
fertilizer seperti pestisida dan bahan kimia lainnya yang dapat merusak lingkungan.
e. Pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit biasanya dilakukan dengan
cara pembakaran atau tebang habis. Hal itu dapat menyebabkan pencemaran udara.
Hutan juga akan langsung menjadi gundul sebelum ada pohon penggantinya sehingga
dapat menimbulkan dampak-dampak lainnya bagi lingkungan.
f. Konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit biasanya sering
menyebabkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Bila pada kenyataannya keberadaan perkebunan kelapa sawit menimbulkan
banyak kerugian, lantas apakah semua perkebunan kelapa sawit harus ditutup? Tidak.
Karena sebenarnya kita masih dapat menemukan banyak manfaat dari tanaman
kelapa sawit.
Yang dapat kita lakukan adalah berusaha meminimalisir segala kerugian yang
ditimbulkan. Dengan begitu, kita dapat memperoleh manfaat dari tanaman kelapa
sawit tanpa harus merasakan kerugian yang ditimbulkan.
Masalah pertama terdapat dalam hal pembukaan lahan menjadi perkebunan
kelapa sawit. Cara pembukaan lahan dengan pembakaran dan pembabatan habis harus
diubah dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Kita bisa melakukan pembabatan
secara berkala.

Cara pembakaran sebaiknya dihindari karena dengan melakukan pembakaran,


semua flora dan fauna yang seharusnya masih bisa diselamatkan juga ikut terbakar.
Selain itu, pembakaran hutan juga dapat menyebabkan pencemaran udara.
Di samping itu, di dalam hal pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit,
kita tidak boleh 'rakus'. Maksudnya, jangan sampai semua lahan dibuka untuk
dijadikan perkebunan kelapa sawit lantaran besarnya manfaat yang dapat diperoleh
dari tanaman kelapa sawit. Selain persoalan tata ruang, hal itu juga dapat
menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh negara Indonesia.
Penggunaan bahan-bahan kimia dalam pertumbuhan tanaman kelapa sawit juga
sebaiknya dikurangi. Kita juga bisa menggantinya dengan bahan-bahan yang lebih
alami. Bila hal-hal tersebut sulit dilakukan, kita masih dapat bertindak untuk
menyelamatkan bumi kita. Yaitu dengan membayar hutang itu dalam berbagai
langkah penyelamatan bumi lainnya. Dengan begitu kita belajar untuk bertanggung
jawab terhadap apa yang kita perbuat.
Jadi, kesimpulannya, perkebunan kelapa sawit memang merugikan dalam
beberapa hal, tetapi kita sebagai masyarakat Indonesia yang menjadikan kelapa sawit
sebagai salah satu hasil perkebunan utama, kita harus mengupayakan langkahlangkah mengurangi dampak yang ditimbulkan dengan adanya perkebunan kelapa
sawit. Dengan begitu, kita dapat tetap mengusahakan sesuatu yang menguntungkan
tanpa harus merasakan kerugian yang ditimbulkannya.