You are on page 1of 7

Kritik

Sistematik

Suatu norma penyusunan elemen-elemen yang saling


berkaitan untuk satu tujuan.
Munculnya kritik sistemik berawal dari pemikiran
bahwa bergantung pada suatu prinsip atau doktrin
sangat berisiko untuk mendukung satu keputusan
desain.
Kritik sistemik dipandang lebih baik daripada doktrin
yang tunggal untuk dihadapkan pada kompleksitas
kebutuhan dan pengalaman manusia.
Kritik sistemik ini melahirkan sebuah konsep massa,
ruang dan permukaan yang merupakan sebuah
penyelesaian terhadap problem arsitektur

Beberapa Variasi
Sistem

Albert Bush-Brown (1959) :


Beberapa sistem untuk mengevaluasi lingkungan
fisik adalah commodity (komoditas), firmness
(kekokohan) dan delight (kesenangan)
Sistem harus didasarkan pada tiga elemen
Asumsinya bahwa arsitektur yang baik tidak
sekadar
kokoh.
Kekokohan
(firmness)
akan
bermakna jika dihubungkan dengan kelayakan
fungsinya (commodiousness) dan kapasitasnya
untuk
meningkatkan
kualitas
aktifitas
dan
penglaaman manusia (delight).

Viruvius, The Ten Books of


Architecture (1900):
Sistem Bangunan :
Firmitas ( Kekokohan)
Utilitas ( Kegunaan )
Venustas ( Keindahan )

John Ruskin (1851) :


Beberapa
sistem
yang
dibutuhkan
bangunan (masih dapat diidentifikasi dari
konsepnya Vitruvius) :
Bahwa bangunan harus bertindak baik,
dan memperlakukan segala sesuatunya
untuk meningkatkan cara yang paling
baik
Bahwa bangunan harus berbicara yang
baik. Dan mengatakan pada bagianbagiannya untuk berbicara dengan
kata-kata yang baik
Bahwa bangunan harus tampak baik,
dan
mempersilahkan
kita
melalui

Beberapa Variasi
Sistem
Hillier, Musgrove, OSullivan (1972):
Berbeda
dengan
Vitruvius,
bahwa
bangunan harus bertindak :
Climate Modifier (Pengatur Iklim)
Container of Activities
(Pewadah
aktifitas)
Symbolic and Cultural Object
(Objek
Simbol dan Budaya)
Addition of Value to Raw Materials
(Memberi nilai terhadap material yang
kasar)

Geofrey Broadbent
Menambahkan :
Having Environment Impact
(Memiliki dampak lingkungan)

Christian Norberg Schulz (1965) :


Mengembangkan Tripartiete system :
Building Task ( Tugas Bangunan)
Form (Bentuk )
Technics (Teknik Membangun)

Kesimpulan Kritik
Sistematik
Kritik sistematik dikembangkan dari satu analisis :
Bahwa Problem arsitek adalah membangun sistem dalam kategori-kategori
formal
yang
tidak
memungkinkan
kita
untuk
melukiskannya
dan
membandingkannya dalam struktur yang formal. Ketika kita mengatakan bahwa
analisis formal mengandung indikasi elements and relations.
Elements (bagian bentuk arsitektur ), bermakna bahwa kita harus
memperlakukan objek sebagai dimensi kesebandingan.
Melahirkan konsep :
Mass (massa), Bentuk wujud tiga dimensi yang terpisah dari lingkungan
Space (ruang), Volume batas-batas permukaan di sekeliling massa
Surface (permukaan), batas massa dan ruang
Relations , bahwa kita menterjemahkan saling keterhubungan ini diantara
dimensi-dimensi
Capacity of the structure, kelayakan untuk mendukung tugas bangunan
Valuable, nilai yang dikandung yang mengantarkan kepada rasa manusia untuk
mengalami ruang.

Hasil dan
Pembahsan
Pada bagian tangga juga

Pertimbangan
Sistem
bangunan
Firmitas, utilitas, dan
Venustas
Pada bangunan bagian entrance
SLB YPAC ini terlihat kokoh akan
penggunaan struktur kolom dan
balok beton yang besar-besar,
Namun di balik kekokohan itu
jarak antar kolom terlihat
berdekatan sehingga jika di lihat
dari luar bangunan serasa sesak
akan struktur. Sistem struktur
yang digunakan pada selasar ini
seperti struktur yang ada pada
rumah kayu sejenis sistem
tumpah tindih knock down yang
saling mengikat. Model struktur
itu menambah keindahan dari
bangunan SLB YPAC Manado ini.

terdapat struktur yang yang


berfungsi sebagai penahan atau
struktur yang menopang berat
beban tangga. Namun struktur
tersebut terlalu besar jika hanya
berfungsi sebagai penahan
beban dari tangga.
Terdapat Kolom-kolom bangunan
disetiap antara bukaan jendela.
Selain sebagai penahan beban
dari bangunan kolom ini juga
berfungsi sebagai pemisah jarak
antar jendela sehingga pada
saat angin menerpa jendela,
bingkai jendela tidak akan saling
bertabrakan.

Pertimbangan
Lingkungan

Hasil dan
Pembahsan
Bangunan merupakan

Pada

Tirisan atap pada bangunan ini


seharusnya mempertimbangkan
ilkim hujan, karena belakang
sekolah ini adalah pantai,
kadang hujan beserta dengan
angin kencang menerpa selasar
antar ruang yang
mengakibatkan sesorang
terkena pancaran air hujan saat
melewati selasar saat hujan.

fasilitas

sarana

pendidikan
Bangunan ini tak berfungsi selayaknya sekolah
untuk ABK. Jika dilihat dari bentuk massanya,
bangunan
ini
terlihat
seperti
kantor
pemerintah.
Seharusnya
sekolah
ini
mencerminkan karakteristik pengguna. Dari
segi kebutuhan ruang untuk anak ABK,
terdapat sebagian kelas yang mengalami
pemborosan ruang dan ada juga yang
mendapat ruang sempit sehingga anak ABK
yang belajar sering merasa terganggu atau
tidak
nyaman
akan
ruang
belajarnya.
Seharusnya ruang belajar ini di rancang
khusus untuk memenuhi kebutuhan ABK dan
tidak disamakan dengan anak sekolah regular
lainnya.
Karena letak sekolah ini berada didekat pantai,
seharusnya sekolah ini memiliki benteng atau
pagar sebagai penahan arus ombak yang
kencang.

Hasil dan
Pembahsan
Pertimbangan
Lingkungan

Pada

Jika pada area luar sekolah


seharusnya terdapat tanda
peringatan dijalan agar mobil
diluar tidak mengendarai terlalu
cepat. Sehingga akan
memberikan keamanan pada
ABK yang ingin menyeberang
Bangunan
memiliki
dampak
jalan. harus
lingkungan
Dampak bangunan ini terlihat dari aktivitas di
jalan raya tempat kendaraan lewat, karena
bangunan berada di samping kanan (dari arah
boulevard) sehingga kadang menimbulkan
kemacetan bagi kendaraan yang lewat karena
mobil harus berbelok ke arah kanan.