You are on page 1of 7

JAWABAN PERTANYAAN

A. Diskusi
SOAL
1. Jelaskan perbedaan katak jantan dan katak betina, sehingga tidak terjadi
kekeliruan dalam penggunaan hewan percobaan!
2. Mengapa digunakan urine wanita yang hamil muda?
3. Apa makna hasil pemeriksaan positif atau negatif?
JAWABAN
1. Perbedaan Katak jantan dan Betina
Katak jantan :
Ukuran lingkaran gendang telinga dua kali lebih besar dari lingkaran mata.
Warna kulit di sekitar kerongkongan hijau kekuningan.
Ibu jari bagian depan relatip besar.
Ukuran badan relatip kecil.
Memiliki kantung suara yang terletak di antara selaput gendang dan pangkal
kaki depan.
Katak betina :
Ukuran lingkaran gendang telinga hampir sama dengan lingkar mata.
Warna kulit di sekitar kerongkongan putih dengan bintik-bintik kehitaman
Ukuran badan relatip besar.
Tidak memiliki kantung suara.
2. Karena kadar hCG mencapai maksimal yaitu pada hari ke 60-70 (1-3 bulan). Hormon
hCG digunakan sebagai indikator kehamilan. Hormon ini akan menurun selama sisa
kehamilan.
3. Hasil pemeriksaan positif wanita hamil
Hasil pemeriksaan negatif wanita tidak hamil
Uji Galli mainini positif jika terdapat sperma saat urin diamati di mikroskop
hasil, negatif : tidak ada sperma.
Uji imunologi positif jika urin mengandung Hcg sehingga akan nampak 2 strip
pada tes pack hamil, negatif : hanya 1 strip.
B. Tugas/Evaluasi :
SOAL
1. Buatlah hasil pemeriksaan saudara dalam bentuk tabel!
JAWABAN
Tes Imunologi
Urin wanita hamil
+ (2 Strip merah)

Urin wanita tidak hamil


-

(1 strip merah)

Urin ( bulan )

Aglutinasi

Urin ibu hamil 3 bulan

Tidak terjadi aglutinasi

Urin wanita tidak hamil

JAWABAN PERTANYAAN
1.

Diskusi
SOAL
1. Bagaimana cara menentukan tahapan siklus reproduksi mencit?
2. Bagaimanakah keadaan ovarium, oviduk, uterus, dan vagina jika tahap siklus
reproduksi mencit sudah diketahui, serta hormone yang dominan pada keadaan
tersebut?
JAWABAN
1. Siklus reproduksi pada mencit biasanya disebut siklus etrus. Siklus etrus ditandai dengan
timbulnya masa birahi atau etrus, periode antara satu tahap etrus dengan tahap estrus
berikutnya disebut siklus etrus. Lamanya siklus estrus pada mencit adalah 4-5 hari. Siklus
estrus dibagi menjadi empat tahap yaitu, proestrus, estrus, metestrus, dan diesrtrus

Proestrus, pada tahap ini di ovarium tampak adanya folikel-folikel yang sedang
tumbuh, sedang di uterus dinding endometri mulai menebal. Lama tahap ini adalah 12

jam
Estrus awal, pada tahap ini ovarium terjadi ovulasi ,sedangkan diuterus dinding
endometrium akan bergranular dan membengkak mencapai ketebalan maksimum.

Lama tahap 12 jam


Estrus akhir, tahap ini diovarium terjadi ovulasi, sedangkan di uterus dinding
endometrium akan bergranular dan membengkak mencapai ketebalan maksimum.

Lama tahap ini adalah 18 jam


Metestrus tahap ini di ovarium tampak adanya korpus luteum yang mulai
berdegenarasi dan dindinh uterus dinding endometrium meluruh. Lama tahap

iniadalah 6 jam
Diestrus, pada tahapi nidiovarium terlihat banyak folikel-folikel muda, sedangkan di
uterus dinding endometrium mempunyai lapisan yang paling tipis. Lamanyat ahap ini
adalah 2-2,5 jam

Dengan mengamati struktur epitelium permukaan vagina yang dilakukan dengan cara
membuat apusan vagina, dapat diketahui stadium estrus suatu hewan betina
2. Keadaan Organ Genitalia (Ovarium, Oviduk, Uterus, dan Vagina)
Keadaan ovarium
PROESTRUS
ESTRUS
METESTRUS
DIESTRUS
Tampak
adanya Ovarium terjadi Ovarium nampak Ovarium banyak,
folikel-foikel yang ovulasi

adanya

sedang

luteum yang mulai muda

tumbuh,

kemudian

korpus folikel-folikel

berdegenerasi

membesar
Keadaan Oviduk
PROESTRUS
ESTRUS
Sel-sel dan lapisan Menegang,

METESTRUS
Sekresi
cairan

bersilia

berkontraksi,

menurun,

pertumbuhannya

epitel

meningkat

silianya aktif dan


sekresi

matang, kurang aktif


cairan

bertambah. Ujung
oviduct
berfimbria

yang

silia

DIESTRUS

merapat ke folikel
de

graff

untuk

menangkap ovum
matang .
Keadaan Uterus
PROESTRUS
ESTRUS
Mukosa dari uteri Dinding

METESTRUS
Uterus

DIESTRUS
Dinding

mengalami

endometrium

mengadakan

endometrium

vaskularisasi,

bergranuler

banyak

terjadi membengkak

dan persiapan
menerima

untuk memilki

lapisan

ovum, yang paling tipis,

sekresi mukus di mencapai

epitelium

pada kelenjar

kelenjar

kuronkula

uterus membesar,

uterus, ketebalan

dinding

maksimal.

sangat

uterina
otot

hiperemis uterus

endometrium

dan

mulai menebal.

hemoragis kapiler peningkatan


sehingga

terjadi menunjukkan
terjadi perkembangan

perdarahan,

(Wildan.1990)

didnding
endometrium
meluruh.
Keadaan Vagina
PROESTRUS
ESTRUS
METESTRUS
DIESTRUS
Epital
vagina Mukosa
vagina Jaringan
vagina Mukosa
vagina
mengalami
penebalan

sangat

menebal, kering dan pusat, pucat,

dan sekresinya

bibir

terjadi

bertambah, epitel endenatous.

vaskularisasi

yang

vagina jarang

lendirnya
dan

lengket.

berkornifikasi
tunggal.
Tugas/Evaluasi:
SOAL
1. Jelaskan hubungan antara siklus, siklus estrus dan siklus ovarium dalam kaitannya
dengan siklus estrus!

2. Hormon-hormon apakah yang berperan dalam mengatur siklus reproduksi pada


manusia?
3. Apakah beda siklus menstruasi dan siklus estrus?
4. Jika kita hendak mengawinkan mencit, keberhasilan terbesar akan terjadi bila hewan
betina berada pada tahap apa dari siklus estrus? Jelaskan mengapa demikian?
JAWABAN
1. Hubungan antara siklus estrus dan siklus ovarium berkaitan dengan siklus estrus
yaitu pada saat siklus estrus terjadi maka vagina, uterus dan ovarium akan
mengalami perubahan-perubahan. Perubahan-perubahan itu antara lain: 1)
Vagina, perubahan-perubahan yang berlangsung pada vagina meliputi perubahan
histologi epitel yang tergambar pada saat dilakukan pengamatan apusan vagina.
Epitel vagina secara siklik dirusak dan dibentuk kembali selama siklus, bervariasi
dari bentuk skuama berlapis hingga kuboid rendah. 2) Uterus, Perubahan yang
sangat nyata terjadi di endometrium dan kelenjarnya. Selama fase folikuler dari
siklus estrus, kelenjar uterus sederhana dan lurus dengan sedikit cabang. Penampilan
kelenjar uterus ini menandakan untuk stimulasi esterogen. Selama fase luteal, yakni
saat progeteron beraksi terhadap uterus, endometrium bertambah tebal secara
mencolok. Diameter dan panjang kelenjar meningkat secara cepat, menjadi
bercabang-vabang dan berkelok-kelok. 3) Ovarium, Puncak peristiwa siklus estrus
2.

adalah pecahnya folikel dan terlepasnya ovum dari ovarium.


Fungsi hormon yang berperan dalam mengatur siklus reproduksi pada manusia:
a) Hormon GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormon) berfungsi menstimulasi
hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon
gonadotropin (FSH/LH).
b) Hormon FSH (Follicle
pematangan folikel

Stimullating

dalam

ovarium

Hormone) berfungsi
dan

menghasilkan

Merangsang
estrogen,

mengendalikan ciri seksual pria & wanita (penyebaran rambut, pembentukan


otot, tekstur & ketebalan kulit, suara dan bahkan mungkin sifat kepribadian)
c) Hormon LH (Lutinizing Homone)/ICSH (Interstitial Cell Stimulating
Hormon) erfungsi mempengaruhi pematangan folikel dalam ovarium dan
menghasilkan progestron, mengendalikan fungsi reproduksi (pembentukan
sperma & sementum, pematangan sel telur, siklus menstruasi.
d) Hormon Estrogen berfungsi mengendalikan perkembangan ciri seksual &
sistem reproduksi wanita, saat pembentukan kelamin sekunder wanita, seperti
bahu mulai berisi, tumbuhnya payudara, pinggul menjadi lebar, dan rambut
mulai tumbuh di ketiak dan kemaluan. Di samping itu, hormon enstrogen juga
membantu dalam pembentukan lapisan endometrium.

e) Progesteron berfungsi mempersiapkan lapisan rahim untuk penanaman sel


telur yang telah dibuahi, mempersiapkan kelenjar susu untuk menghasilkan
susu, menjaga penebalan endometrium, menghambat produksi hormon FSH,
dan memperlancar produksi laktogen (susu).
f) HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) Berfungsi meningkatkan dan
mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid
terutama pada masa-masa kehamilan awal.
g) LTH (Lactotrophic Hormon) / Prolactin berfungsi

untuk memicu

meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di


ovarium,

prolaktin

ikut

mempengaruhi

pematangan

sel

telur

dan

mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi pematangan sel telur


dan mempengaruhi fungsi korpus luteum.
3. Perbedaan siklus estrus dan msiklus menstruasi:
Hewan yang sedang estrus mengalami dorongan seksual yang sangat kuat
namun singkat selama pertengahan masa estrus, tetapi tidak reseptif secara
seksual di masa-masa lain; sementara reseptivitas seksual terjadi sepanjang
siklus menstruasi.
Secara fisik, estrus mempersiapkan saluran reproduksi betina bagi kopulasi,
sedangkan siklus menstruasi melibatkan persiapan yang amat rumit agar
endometrium siap bagi implantasi sel telur yang terfertilisasi. Sebagai
akibatnya, jika fertilisasi tidak terjadi, penebalan dinding uterus.
Apapun yang telah dipersiapkan pada hewan-hewan yang mengalami estrus
akan diserap kembali; pada hewan-hewan yang mengalami menstruasi,
pelapis-pelapis hipertrofik meluruh sebagai aliran darah menstruasi.
Peristiwa-peristiwa pada siklus estrus lebih mudah terpengaruh oleh
lingkungan daripada siklus menstruasi.
Waktu kawin, Pada hewan yang mengalami siklus estrue perkawinan hanya
terjadi pada fase estrus saja sedangkan pada primata dan manusia yang
mengalami siklus menstruasi perkawinan dapat terjadi kapan saja.
4. Pengaturan hewan jantan dan betina sebaiknya dilakukan pada estrus awal. Pada
fase estrus karena terjadi peningkatan estrogen sehingg aktifitas menjadi tinggi.
Pada saat estrus hewan betina akan reseflik sebab di dalam antrum sedan terjadi
ovulasi dan uterusnya berada pada fase yang tepat untuk fase ovulasi berikutnya.
Sumbatan vagina setelah penyatuan menandakan kopulasi telah berlangsung dari
hari itu sebagai kehamilan yang ke nol.