You are on page 1of 14

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul Teori Perdagangan Internasional tepat pada
waktunya. Makalah ini merupakan tugas mata kuliah Bisnis Internasional. Makalah ini
merupakan inovasi pembelajaran dan pengembangan wawasan tentang segala sesuatu yang
dapat berguna bagi masyarakat dan menghasilkan uang bagi Mahasiswa pada umumnya.
Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Dosen yang mengajar mata kuliah Bisnis
Internasional bimbingan dan pengarahannya selama penyusunan makalah. Serta saya ucapkan
terima kasih pada pihak-pihak yang membantu dalam hal fasilitas dalam pengerjaan makalah
ini. Saya juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya
sangat membutuhkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dan pada intinya untuk
memperbaiki kekurangan-kekurangan agar dimasa yang akan datang lebih baik lagi dan
berguna bagi semua pihak.

Banjarmasin, Februari 2015

PENULIS

DAFTAR ISI

Kata pengantar.....................................................................................................................1
Daftar isi...............................................................................................................................2
BAB I
Pendahuluan.........................................................................................................................4
A.Latar belakang..............................................................................................................4
B.Pembatasan masalah.....................................................................................................4
C.Rumusan masalah.........................................................................................................4
D.Tujuan penulisan..........................................................................................................5
E.Manfaat penulisan........................................................................................................5
BAB II
Teori Perdagangan Internasional.......................................................................................6
A.Pandangan Kaum Merkantilisme.................................................................................6
B.Teori Keunggulan Mutlak (Absolut Advantage) oleh Adam Smith.............................6
C.Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage) oleh David Ricardo...........8
D.Teori Endowment oleh Heckscher-Ohlin.....................................................................9
E.Beberapa Penjelasan Terbaru Mengenai Arah Perdagangan........................................10
F. Teori Linder Mengenai Permintaan Tumpang Tindih..................................................10
G. Teori Penggerak Pertama (First Movers Theory)........................................................11
Teori Investasi Internasional...............................................................................................12
A.Teori Keunggulan Monopolistik..................................................................................12
B. Ketidaksempurnaan Pasar Produk dan Faktor Produksi.............................................12
C. Daur Hidup Produk Internasional...............................................................................12
D. Teori-Teori Lain..........................................................................................................12
E. Teori Eklektik Produksi Internasional dari Dunning...................................................13
2

BAB III
Penutup.................................................................................................................................14
Daftar Pustaka.....................................................................................................................15

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Teori perdagangan internasional adalah teori yang menjelaskan arah dan
komposisi perdagangan antar negara serta bagaimana efeknya terhadap perekonomian
suatu negara. Disamping itu, teori perdagangan internasional juga dapat menunjukkan
adanya keuntungan yang timbul dari adanya keuntungan perdagangan (gain from trade).
Teori yang menjelaskan tentang perdagangan internasional pada dasarnya dibagi atas tiga
kelompok besar, yaitu: teori praklasik merkantilis, Teori Klasik, dan teori modern.
Negara-negara yang melakukan perdagangan internasional antara lain disebabkan
dua alasan berikut. Pertama, negara-negara yang berdagang karena berbeda satu sama
lain (berbeda dalam kepemilikan sumber daya, baik dalam jenis maupun kualitasnya),
setiap negara dapat memperoleh keuntungan dari perbedaan mereka melalui pengaturan
dimana setiap pihak melakukan sesuatu dengan relatif lebih baik. Kedua, negara-negara
berdagang satu sama lain dengan tujuan mencapai skala ekonomi (economies of scale)
dalam produksinya. Maksudnya, Jika setiap negara hanya menghasilkan sejumlah
barang tertentu maka mereka dapat menghasilkan barang-barang tersebut dengan skala
yang lebih besar dan karenanya lebih efisien dibandingkan mereka menghasilkan segala
jenis barang.
B. Pembatasan Masalah
Agar tidak terjadi kesalahpahaman maka pembahasan masalah, kami membatasi
dan menetapkan objeknya yaitu hanya mengenai tentang beberapa perkembangan teori
perdagangan internasional dan beberapa teori investasi internasional
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah diatas, kami merangkum beberapa rumusan
masalah yang diangkat antara lain :
1. Siapa sajakah yang mencetuskan beberapa teori mengenai perdagangan internasional
dan investasi internasonal?
2. Bagaimanakah perkembangan teori tersebut?
3. Bagaimanakah pendapat para ahli mengenai hal tersebut?
D. Tujuan Penulisan
Penulisan makalah yang mengenai tentang perkembangan teori perdagangan dan
investasi internasional memiliki beberapa tujuan diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Membekali mahasiswa dalam mengetahui teori-teori yang dicetuskan oleh beberapa
tokoh.
2. Untuk mengetahui perkembangan teori perdagangan dan investasi internasional.
4

3. Untuk

mengetahui

tokoh-tokoh

pencetus

teori

perdagangan

dan

investasi

internasional.
4. Untuk mengetahui aspek-aspek apa sajakah yang dibahas dalam setiap teori yang
dikemukakan oleh para ahli.
E. Manfaat Penulisan
1. Memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai perkembangan teoriperdagangan
dan invesatasi internasional.
2. Memberikan referensi tambahan bagi mahasiswa selain literature yang dipakai dalam
mengajar.
3. Memberikan pengkajian yang lebih signifikan mengenai teori perdagangan dan
investasi internasional.

BAB II
TEORI PERDAGANGAN INTERNASONAL
A. Pandangan Kaum Merkantilisme
Merkantilisme merupakan suatu kelompok yang mencerminkan cita-cita dan
ideologi kapitalisme komersial, serta pandangan tentang politik kemakmuran suatu negara
yang ditujukan untuk memperkuat posisi dan kemakmuran negara melebihi kemakmuran
perseorangan. Teori Perdagangan Internasional dari Kaum Merkantilisme berkembang
5

pesat sekitar abad ke-16 berdasar pemikiran mengembangkan ekonomi nasional dan
pembangunan ekonomi, dengan mengusahakan jumlah ekspor harus melebihi jumlah
impor.
Dalam sektor perdagangan luar negeri, kebijakan merkantilis berpusat pada dua
ide pokok, yaitu:
a. pemupukan logam mulia, tujuannya adalah pembentukan negara nasional yang kuat
dan pemupukan kemakmuran nasonal untuk mempertahankan dan mengembangkan
kekuatan negara tersebut;
b. setiap politik perdagangan ditujukan untuk menunjang kelebihan ekspor di atas impor
(neraca perdagangan yang aktif). Untuk memperoleh neraca perdagangan yang aktif,
maka ekspor harus didorong dan impor harus dibatasi. Hal ini dikarenakan tujuan
utama perdagangan luar negeri adalah memperoleh tambahan logam mulia.
Dengan demikian dalam perdagangan internasional atau perdagangan luar negeri,
titik berat politik merkantilisme ditujukan untuk memperbesar ekspor di atas impor, serta
kelebihan ekspor dapat dibayar dengan logam mulia. Kebijakan merkantilis lainnya
adalah kebijakan dalam usaha untuk monopoli perdagangan dan yang terkait lainnya,
dalam usahanya untuk memperoleh daerah-daerah jajahan guna memasarkan hasil
industri. Pelopor Teori Merkantilisme antara lain Sir Josiah Child, Thomas Mun, Jean
Bodin, Von Hornich dan Jean Baptiste Colbert.
B. Teori Keunggulan Mutlak (Absolut Advantage) oleh Adam Smith
Dalam teori keunggulan mutlak, Adam Smith mengemukakan ide-ide sebagai
berikut :
a. Adanya Division of Labour (Pembagian Kerja Internasional)
Dalam Menghasilkan Sejenis Barang Dengan adanya pembagian kerja, suatu negara
dapat memproduksi barang dengan biaya yang lebih murah dibanding negara lain,
sehingga dalam mengadakan perdagangan negara tersebut memperoleh keunggulan
mutlak.
b. Spesialisasi Internasional dan Efisiensi Produksi
Dengan spesialisasi, suatu negara akan mengkhususkan pada produksi barang yang
memiliki keuntungan. Suatu Negara akan mengimpor barang-barang yang bila
diproduksi sendiri (dalam negeri) tidak efisien atau kurang menguntungkan, sehingga
keunggulan mutlak diperoleh bila suatu Negara mengadakan spesialisasi dalam
memproduksi barang.
6

Keuntungan mutlak diartikan sebagai keuntungan yang dinyatakan dengan banyaknya


jam/hari kerja yang dibutuhkan untuk membuat barang-barang produksi. Suatu negara
akan mengekspor barang tertentu karena dapat menghasilkan barang tersebut dengan
biaya yang secara mutlak lebih murah daripada negara lain. Dengan kata lain, negara
tersebut memiliki keuntungan mutlak dalam produksi barang.
Jadi, keuntungan mutlak terjadi bila suatu negara lebih unggul terhadap satu macam
produk yang dihasilkan, dengan biaya produksi yang lebih murah jika dibandingkan
dengan biaya produksi di negara lain.

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui, bahwa Indonesia lebih unggul untuk memproduksi
rempah-rempah dan Jepang lebih unggul untuk produksi elektronik, sehingga negara
Indonesia sebaiknya berspesialisasi untuk produk rempah-rempah dan negara Jepang
berspesialisasi untuk produk elektronik. Dengan demikian, seandainya kedua negara tersebut
mengadakan perdagangan atau ekspor dan impor, maka keduanya akan memperoleh
keuntungan.
Besarnya keuntungan dapat dihitung sebagai berikut.
a. Untuk negara Indonesia, Dasar Tukar Dalam Negeri (DTD) 1 kg rempah-rempah akan
mendapatkan 1 unit elektronik, sedangkan Jepang 1 kg rempah-rempah akan
mendapatkan 4 unit elektronik. Dengan demikian, jika Indonesia menukarkan rempahrempahnya dengan elektronik Jepang akan memperoleh keuntungan sebesar 3 unit
elektronik, yang diperoleh dari (4 elektronik 1 elektronik).
b. Untuk negara Jepang Dasar Tukar Dalam Negerinya (DTD) 1 unit elektronik akan
mendapatkan 0,25 rempah-rempah, sedangkan di Indonesia 1 unit elektronik akan
mendapatkan 1 kg rempah-rempah. Dengan demikian, jika negara Jepang mengadakan
perdagangan atau menukarkan elektroniknya dengan Indonesia akan memperoleh
keuntungan sebesar 0,75 kg rempah-rempah, yang diperoleh dari ( 1 kg rempahrempah
0,25 elektronik).
7

C. Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage) oleh David Ricardo


David Ricardo menyampaikan bahwa teori keunggulan mutlak yang dikemukakan
oleh Adam Smith memiliki kelemahan, di antaranya sebagai berikut.
a. Bagaimana bila suatu negara lebih produktif dalam memproduksi dua jenis barang
dibanding dengan Negara lain?
Sebagai gambaran awal, di satu pihak suatu negara memiliki faktor produksi tenaga
kerja dan alam yang lebih menguntungkan dibanding dengan negara lain, sehingga
negara tersebut lebih unggul dan lebih produktif dalam menghasilkan barang daripada
negara lain. Sebaliknya, di lain pihak negara lain tertinggal dalam memproduksi
barang. Dari uraian di atas dapat disimpilkan, bahwa jika kondisi suatu negara lebih
produktif atas dua jenis barang, maka negara tersebut tidak dapat mengadakan
hubungan pertukaran atau perdagangan.
b. Apakah negara tersebut juga dapat mengadakan perdagangan internasional?
Pada konsep keunggulan komparatif (perbedaan biaya yang dapat dibandingkan) yang
digunakan sebagai dasar dalam perdagangan internasional adalah banyaknya tenaga
kerja yang digunakan untuk memproduksi suatu barang. Jadi, motif melakukan
perdagangan bukan sekadar mutlak lebih produktif (lebih menguntungkan) dalam
menghasilkan sejenis barang, tetapi menurut David Ricardo sekalipun suatu negara itu
tertinggal dalam segala rupa, ia tetap dapat ikut serta dalam perdagangan
internasional, asalkan Negara tersebut menghasilkan barang dengan biaya yang lebih
murah (tenaga kerja) dibanding dengan lainnya.
Jadi, keuntungan komparatif terjadi bila suatu negara lebih unggul terhadap kedua
macam produk yang dihasilkan, dengan biaya tenaga kerja yang lebih murah jika
diban-dingkan dengan biaya tenaga kerja di negara lain.

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui, bahwa negara Jepang unggul terhadap kedua jenis
produk, baik elektronik maupun rempah-rempah, akan tetapi keunggulan tertingginya pada
8

produksi elektronik. Sebaliknya, negara Indonesia lemah terhadap kedua jenis produk, baik
rempah-rempah maupun elektronik, akan tetapi kelemahan terkecilnya pada produksi
rempah-rempah.
Jadi,sebaiknya Negara Jepang berspesialisai pada produk elektronik dan Negara Indonesia
berspesialis pada produk rempah-rempah.Seandainya kedua Negara tersebut mengadakan
perdagangan maka keduanya akan mendapatkan keuntungan.Besarnya keuntungan dapat
dihitung sebagai berikut :
a) Di Jepang 1 unit elektronik = 0,625 kg rempah-rempah sedangkan di Indonesia 1 unit
elektronik = 1unit rempah-rempah maka akan mendapattkan keuntungan sebesar
0,375 (1-0,625)
b) Di Indonesia 1 kg rempah-rempah = 1 unit elektronik,sedangkan di Jepang 1 kg
rempah-rempah = 1,6 unit elektronik.Jika Negara Indonesia menukarkan rempahrempah dengan elektronik,maka Jepang akan mendapatkan keuntungan sebesar 0,6
(1,6-1)
D. Teori Endowment oleh Heckscher-Ohlin
Teori ini menyatakan bahwa perbedaan-perbedaan internasional dan interregional
dalam biaya produksi muncul karena perbedaan dalam pasokan faktor-faktor produksi.
Jadi, suatu Negara akan mengekspor barang-barang yang memerlukan sejumlah factor
produksi yang berlimpah, sedangkan akan mengimpor barang-barang yang memerlukan
faktor-faktor produksi yang langka.
Paradoks Leontief
Sebuah studi yang dilakukan oleh ahli ekonomi Wassily Leontief yang mempersoalkan
manfaat teori Hackscher-Ohlin sebagai peramal perdagangan. Studi ini menemukan fakta
lain dalam realita yang terjadi di Amerika Serikat.

Salah satu negara paling padat

penduduknya tetapi mengekspor barang-barang padat tenaga kerja.


Perbedaan selera
Hal yang tidak boleh diabaikan oleh para pelaku bisnis adalah masalah perbedaan selera.
Perbedaan selera memungkinkan perdagangan mengalir berlawanan arah dengan apa
yang diramalkan teori keunggulan komparatif.
Memperkenalkan uang
Untuk menentukan apakah terdapat keuntungan untuk membuat secara lokal atau
mengimpor, para pedagang perlu mengetahui harga mata uang negaranya sendiri.
Kurs
9

Kurs adalah harga sebuah mata uang yang dinilai dengan mata uang lainnya. Kurs
berpengaruh terhadap perdagangan internasional. Melemah dan menguatnya mata uang
terhadap mata uang negara lain menjdai penentu penting apakah suatu negara harus
mengimpor atau mengekspor.
E. Beberapa Penjelasan Terbaru Mengenai Arah Perdagangan
Teori perdagangan internasional yang telah kita bahas pada dasarnya merupakan satusatunya penjelasan teoritis perdagangan yang tersedia bagi kita sampai tengah abad kedua
dari abad 20.Meskipun demikian,sejak saat itu ,beberapa penjelasan lainnya untuk
perdagangan inter nasional mungkin telah dikembangkan.
F. Teori Linder Mengenai Permintaan Tumpang Tindih
Teori orientasi permintaannya menyatakan bahwa selera konsumen sangat ditentukan oleh
tingkat pendapatannya, dan oleh karenanya tingkat pendapatan suatu bangsa menentukan
jenis-jenis barang yang akan diproduksi. Sehingga jenis produksi barang mencerminkan
tingkat pendapatan suatu Negara. Barang-barang yang diproduksi untuk pasar domestic
akhirnya akan diekspor.
Teori Lindler berkesimpulan bahwa perdagangan internasional dalam produksi
manufaktur antar Negara dengan pendapatan perkapita yang sama besarnya akan lebih
besar, dibandingkan dengan Negara dengan pendapatan perkapita yang tidak sama besar.
G. Teori Penggerak Pertama (First Movers Theory)
Sebagian ahli teori manajemen menyatakan bahwas perusahaan yang pertama menerobos
pasar (penggerak pertama) akan segera mendominasinya. Sebuah studi menunjukkan
kisaran industry bahwa penggerak pertama menguasai 30% bagian pasar (market share)
dibandingkan dengan hanya 13% untuk pengikut seklanjutnya. Sebuah temuan lain yaitu
70% pemimpin pasar yang ada sekarang adalah penggerak pertama. Namun studi
terakhir menyimpulkan bahwa sukses awal telah beralih ke perusahaan yang menerobos
pasar rata-rata 13 tahun setelah penggerak pertama
Daur hidup produk internasional
Merupakan sebuah teori yang menjelaskan mengapa suatu produk yang mula-mula
sebagai ekspor sebuah negara akhirnya menjadi impornya.
Keempat tahap yang dilalui dalam IPLC di Amerika :
1. Ekspor AS : AS merupakan negara berpenduduk dengan penghasilan tinggi tebesar di
dunia. Persaingan mendorong para pelaku bisnis mencari cara untuk memuaskan
10

konsumennya. Adanya keberadaan laboratorium penelitian dan pengembangan yang


besar menyebabkan AS menjadi negara yang memimpin dalam memperkenalkan
produk baru. Untuk sementara AS menjadi satu-satunya pabrikan dan pelanggan dari
negara lain yang mengetahui produk tersebut harus membeli dari As, sehingga pasar
ekspor AS berkembang
2. Produksi luar negeri dimulai : para konsumen dari negar maju memiliki kebutuhan
dan kemampuan untuk membeli produk yang sama. Volume ekspor tumbuh dan
menjadi pendukung produk lokal. Adanya pengiriman anak perusahaan ke inovator
produk maupun adanya lisensi untuk memproduksi menyebabkan ekspor AS
berkurang.
3. Persaingan pasar luar negeri dalam ekspor : seiring dengan adanya pengalaman
dalam pemasaran dan produksi, pabrikan luar negriakan mampu menekan biaya atas
keunggulan biaya tenaga kerja dan bahan baku. Sedangkan pasar lokal yang jenuh
tentu akan melengkapi faktor pendorong parikan melakukan ekspor untuk mencari
pasar yang baru. Pada tahap ini pasar ekspor AS akan mengalami kemrosotan.
4. Persaingan impor di AS : pasar AS akan dilayani dengan impor saat produsen luar
negeri mampu bersaing dalam kualitas dan harga.

TEORI INVESTASI INTERNASIONAL


Teori-teori Investasi Langsung Luar Negeri Kontemporer
A. Teori Keunggulan Monopolistik
Teori ini berasal dari disertasi Stephen Hymer tahun 1960-an yang menunjukkan bahwa
investasi langsung luar negeri lebih banyak terjadi dalam industri-industri oligopolistik
daripada dalam industri-industri yang beroperasi dalam persaingan hampir sempurna. Ini
berarti perusahaan-perusahaan dalam industri ini harus memiliki keunggulan yang tidak
dapat diperoleh perusahaan-perusahaan lokal.
B. Ketidaksempurnaan Pasar Produk dan Faktor Produksi
Caves, seorang ahli ekonomi Harvard memperluas karya Hymer untuk menunjukkan
bahwa pengetahuan unggul memungkinkan perusahaan yang melakukan investasi untuk
memproduksi berbagai produk yang lebih disukai konsumen daripada barang-barang
yang sama buatan local, dan dengan demikian akan memberikan kepada perusahaan itu
beberapa kendali untuk harga jual dan keunggulan atas perusahaan-perusahaan pribumi.
C. Daur Hidup Produk Internasional
Konsep IPLC menjelaskan investasi langsung luar negeri sebagai tahap alamiah dalam
kehidupan suatu produk. Untuk menghindari kehilangan pasar yang dilayaninya melalui
11

ekspor, sebuah perusahaan dipaksa untuk menanamkan modal dalam sarana produksi di
luar negeri ketika perusahaan-perusahaan lain mulai menawarkan produk-produk yang
sama.
D. Teori-Teori Lain
a. Teori ikut sang pemimpin (follow-the-leader-theory)
Sebuah teori lain dikembangkan oleh Knickerbocker yang mengemukakan bahwa
apabila sebuah perusahaan khususnya yang memimpin dalam oligopolistik memasuki
sebuah pasar, maka perusahaan-perusahaan lain dalam industri itu mengikutinya.
Teori ini dianggap defensif karena para pesaing melakukan investasi untuk
menghindari kehilangan pasar yang dilayani dengan ekspor ketika investor pertama
memulai produksi lokal. Mereka juga mungkin takut pemrakarsa itu akan mencapai
beberapa keunggulan dengan melakukan diversifikasi risiko yang tidak ingin mereka
derita kecuali mereka juga memasuki pasar itu. Selain itu, dengan menduga
pemrakarsa itu mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui, mereka mungkin
merasa lebih baik menyelamatkan diri daripada menyesal nantinya.
b. Teori internalisasi
Teori internalisasi merupakan pengembangan teori ketidak-sempurnaan pasar. Sebuah
perusahaan memiliki pengetahuan unggul, tetapi ia dapat memperoleh harga yang
lebih tinggi untuk pengetahuan itu dengan cara menggunakannya daripada
menjualnya di pasar terbuka. Dengan melakukan investasi di anak perusahaan luar
negeri

ketimbang

memberikan

lisensi,

perusahaan

itu

mampu

mengirim

pengetahuannya melewati batas negara, sementara tetap mempertahankannya di


dalam perusahaan dengan harapan dapat mewujudkan hasil yang lebih baik atas
investasi yang dilakukan untuk memproduksinya.
c. Teori Aliber
Aliber percaya ketidaksempurnaan dalam pasar valuta asing munkin menyebabkan
investasi asing. Perusahaan-perusahaan di negara-negara dengan mata uang yang
nia\lainya terlalu tinggi (overvalued) tertarik untuk menanamkan modal di negaranegara yang mata uangnya nilainya terlalu rendah (undervalued).
d. Teori Porto folio
Teori ini menyatakan bahwa operasi-operasi internasional

memungkinkan

diversifikasi risiko dan karenanya cenderung memaksimalkan laba investasi yang


diharapkan.
E. Teori Eklektik Produksi Internasional dari Dunning
Teori ini menggabungkan unsur-unsur dari beberapa teori yang telah kita bahas. Dunning
menyatakan apabila sebuah perusahaan bermaksud melakukan investasi dalam sarana
produksi luar negeri, ia harus memiliki tiga jenis keunggulan:
12

a. Kepemilikan yang khas (ownership specific), yaitu sejauh mana sebuah perusahaan
memiliki atau dapat memperoleh aset-aset yang kelihatan (tangible) dan tidak
kelihatan (intangible) yang tidak dapat diperoleh perusahaan-perusahaan lain.
b. Internalisasi (internalization) adalah dalam kepentingan terbaik perusahaan untuk
menggunkana

keunggulan

kepemilikan

khas

(menginternalisasi)

ketimbang

melisensikannya kepada pemilik asing (mengeksternalisasi).


c. Kekhasan lokasi (location-spesific), perusahaan akan memperoleh keuntungan dengan
menempatkan sebagian fasilitas produksinya di luar negeri.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan paparan diatas,maka kami dapat menyimpulkan bahwa:
Dalam perjalanannya pemikiran Adam Smith maupun David Ricardo sedikit banyak
mempegaruhi teori perekonomian dunia. Teori Komparatif Ricardo bisa dikatakan
menjadi sebuah titik awal ekspansi perusahaan-perusahaan untuk melakukan transaksi
maupun perdagangan dengan dunia di luar negara asalnya. Jika dilihat dari perspektif
hubungan internasional, semakin maraknya Multinational Corporations (MNCs) maupun
Transnational Corporations (TNCs) berkembang di dunia ini, yang di dalam ilmu
hubungan internasional merupakan sebuah kajian dalam diskurus Transnasionalisme
sedikit banyak juga bisa dikatakan terpengaruh oleh pemikiran Ricardo maupun Smith.
B. Saran
Sebaiknya teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli diterapkan sebagai fundamen agar
ekonomi Indonesia bias membaik. Pengelolaan dan tata cara serta penerapannya harus di
aplikasikan kedalam system prekonomian Indonesia sehingga teori-teori ini tidak menjadi
sekedar teori, akan tetapi dapat dipahami dan diterapkan secara maksimal mengingat
ekonomi RI masih lemah.

13

DAFTAR PUSTAKA
Don A. Ball, J. Michael Geringer, Michael S. Minor, Jeanne M. McNett, 2013. Bisnis
Internasional (International Business) 1, E12. Jakarta: Penerbit Salemba.

14