You are on page 1of 8

Perajin Guci Nikmati Kenaikan USD

Erfanto Linangkung
Kamis, 26 Maret 2015 01:39 WIB

Kenaikan USD terhadap rupiah yang terjadi saat ini membuat omzet para
perajin guci mengalami peningkatan. Foto: ilustrasi/istimewa

JAKARTA - Ketua Koperasi Setyabawana Kasongan Timbul Raharja


mengatakan, kenaikan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah
yang terjadi saat ini membuat omzet paraperajin guci mengalami
peningkatan.
Menurutnya, jika pada hari biasa sebelum ada kenaikan USD, ekspor
mencapai 8.000 guci atau sekitar 20 kontainer dalam setiap bulannya.
Beberapa daerah yang selama ini menjadi pelanggan tetap dan pasar
terbesar adalah Australia, Eropa dan Amerika Serikat.
Adanya kenaikan USD ini, beberapa negara juga menunjukkan
peningkatan permintaan. "Seperti Amerika Latin, Korea dan Kepulauan

Karibia juga sudah ada peningkatan," katanya, Rabu (25/3/2015).


Meski belum mengetahui secara detil, namun Timbul memperkirakan
omzet para perajin di Kasongan mengalami kenaikan sekitar 20% usai ada
kenaikan USD. Hanya saja, peningkatan keuntungan imbas dari kenaikan
USD tersebut tidak akan berlangsung lama, sekitar sebulan atau dua
bulan.
Sebab, lanjut dia, setelah itu para buyer (pembeli) juga akan meminta
penyesuaian. Bagi eksportir yang bertransaksi menggunakan rupiah,
kenaikan USD tersebut tidak akan terlalu dirasakan. Namun bagi yang
menggunakan USD, kenaikan tersebut berimbas positif terhadap mereka.
Timbul mengatakan, di Kasongan hanya sedikit yang bertransaksi dengan
USD, sebagian besar masih menggunakan rupiah. "Ada sekitar 10
eksportir di sini," tandasnya.
(izz)
Sumber : http://ekbis.sindonews.com/read/981220/34/perajin-guci-nikmati-kenaikan-usd1427269772

Pos Ekspor Bidik Pelaku Usaha Mikro


Wednesday, 27 August 2014, 11:16 WIB
Komentar : 0

Logo PT Pos Indonesia


A+ | Reset | AREPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Demi membangun ekspor para pelaku usaha mikro,
PT.Pos menyiapkan layanan Pos Ekspor. Pada September mendatang, layanan ini akan mulai
dikenalkan pada masyarakat luas.
Layanan Pos Ekspor diperuntukkan khusus produk Usaha Kecil Menengah (UKM).
Tujuannya, untuk mempermudah para pelaku UKM yang akan melakukan ekspor.
"Banyak pelaku UKM yang kesulitan ketika akan melakukan ekspor, kita coba tangkap
peluang itu," ujar Budi Setiawan, Direktur Utama PT. Pos Indonesia, Selasa (26/8).
Melalui layanan ini, Budi Menjelaskan, pelanggan akan ditawarkan one stop service.
Eksportir akan menerima pelayanan dari mulai pengemasan, penghilangan jamur, hingga

pengurusan dokumen ekspor dan surat izin karantina. Eksportir juga akan mendapatkan
dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).
Tujuan pengirimannya sendiri sudah bisa mencapai ke 200 negara. Budi mengklaim
pelayanan PT.Pos akan bisa bersaing dengan jasa pengiriman lain.
Layanan ini ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dengan berat bisa melebihi 10
kilogram hingga 300 kg. Meski begitu pengiriman barang harus menempuh waktu 4 sampai 8
hari.
"Targetnya awal tahun depan sudah bisa lari kencang, sekarang sosialisasi dulu," kata Budi.
Budi menuturkan, bahwa layanan ini memang dimaksud untuk untuk menghadapi MEA 2015
mendatang. Harapannya dengan layanan ini, para pelaku usaha mikro akan bisa bersaing.
"Harapannya, masyarakat bisa lebih dekat dengan PT.Pos, dan supaya bisa tetap memakai
produk dan layanan kami," kata Budi.
Ia juga mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Disperindag di sejumlah daerah.
Pada 4 September mendatang, layanan ini akan coba diperkenalkan kepada para pelaku UKM
di Tasikmalaya. Pengenalan ini bersamaan dengan Pembukaan Post Mart di daerah itu.
Untuk saat ini, Pos Ekspor dapat dilayani di 21 Kantor Pos. Disebutkan Kantor Pos yang
sudah melayani Pos Ekspor, antara lain: KP Medan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta
Selatan, Jakarta Timur, Bandung, Garut, Cirebon, Tasikmalaya, Semarang, Pekalongan,
Jepara, Solo, dan Yogyakarta.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/mikro/14/08/27/nay5kq-pos-eksporbidik-pelaku-usaha-mikro

Cantiknya Bisnis Kosmetik Beromzet Rp40 Juta/Bulan


Disfiyant Glienmourinsie
Selasa, 31 Maret 2015 11:08 WIB

Produk kecantikan berbahan tradisional Sri Tanjung. Foto: Istimewa


KECANTIKAN tubuh dan wajah telah menjadi dambaan, terutama bagi
kaum hawa. Mereka rela mengeluarkan lembaran rupiah untuk menjaga
penampilannya tetap menawan.
Melihat peluang yang terus tumbuh itu, Sri Purwaningsih (43) memilih
menekuni bisnis kecantikan, dengan memproduksi kosmetik home
industry sejak tahun 2007, bernama Sri Tanjung.
Awalnya, ibu dua putri asal Pekanbaru, Riau ini hanya membuat produk
lulur dan massage oil untuk tubuh. Namun, pada akhirnya berkembang
dengan memproduksi kosmetik untuk wajah.

Dia menuturkan, produk kosmetik buatannya 100% menggunakan bahan


tradisional. Dia mengklaim, kosmetik tradisional miliknya merupakan yang
pertama di Pekanbaru.
"Kita yang pertama di Pekanbaru. Skalanya masih home industry. Dulu
saya bikin ini karena booming banget lulur-lulur dari Bali. Akhirnya saya
inisiatif bikin, ternyata masyarakat suka," ujarnya
kepada Sindonews belum lama ini.
Sri bercerita, modal awal memulai usahanya saat itu sebesar Rp250.000.
Untuk memasarkan produknya pun masih sangat sederhana, yakni dari
mulut ke mulut.
Produknya baru dipasarkan di Pekanbaru. Pasalnya, jika menjual ke luar
daerah harus melalui toko ke toko. Kendati demikian, omzet produk
kosmetik yang dikerjakan di rumah tersebut mengiurkan, mencapai Rp38
juta-40 juta tiap bulannya.
"Sederhana sih, tapi peminat kita alhamdulilah banyak. Tempat kita usaha
pun di rumah saya, di rumah bagian belakang," ujar dia.
Sri menuturkan, banyaknya peminat produk kosmetik buatannya lantaran
harganya lebih ramah dibanding produk sejenis. Namun, harga yang lebih
murah tersebut tak menjadikan kualitas produknya kalah dengan lainnya.
"Makannya saya pede (percaya diri) karena produk saya menjangkau ke
salon-salon yang kelas menengah ke bawah dan pelanggan mereka pada
suka," ujarnya
Untuk produknya sendiri, Sri Tanjung memiliki berbagai macam varian,
seperti lulur dan spa beraroma coklat, kopi, stroberi hingga green tea.
Selain itu, masker susu tubuh dan wajah, massage oil dengan lima aroma

berbeda.
Bahkan, dia juga memiliki produk perawatan spa untuk organ intim dan
ratus serta berbagai varian produk untuk mandi rempah, berendam dan
susu.
Adapun harga lulur dengan ukuran 320 gram dihargai Rp35.000, massage
oilRp60.000/liter, minyak zaitun Rp45.000/liter, Vista Spa Vagina dan
Puspa Spa Vagina Rp15.000/bungkus, rempah mandi, ratus rebus,
rendaman kaki masing-masing Rp15.000/bungkus. Sri Tanjung juga
menjual produknya dalam partai besar dan eceran untuk penggunaan
pribadi.
Ke depannya, dengan jumlah karyawan sebanyak lima orang, Sri
berencana mengembangkan produk dan memasarkannya lebih luas lagi.
"Rencananya kalau ada investor, kita mau tingkatkan dan kembangkan,
pemasarannya bisa lebih jauh lagi, pelanggannya tambah lagi," tandas
dia.
(rna)
Sumber : http://ekbis.sindonews.com/read/983453/36/cantiknya-bisnis-kosmetik-beromzetrp40-juta-bulan-1427774913