Вы находитесь на странице: 1из 7

BAB 1

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pipa rectal (pipa rectum) sering digunakan sebagai alat dekompresi
rektosigmoid pada obstruksi fungsional "hindgut", misalnya pada Penyakit
Hirschsprung, spasme ani karena iritasi anus pada anak diare dengan heygiene
perineum yang buruk. Prosedur ini tampaknya mudah dan praktis digunakan,
tetapi memerlukan pengetahuan anatomis rektosigmoid disertai keterampilan
dan kesabaran, tidak boleh melakukannya dengan kasar. Akibat yang bisa
ditimbulkan karena pemasangan yang tidak hati-hati bisa fatal dengan
mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Misalnya perdarahan mukosa rektum
yang sulit dihentikan atau bahkan terjadi perforasi pada pangkal rektum,
dimana batas rektum dengan sigmoid ini membentuk lengkungan, sehingga
memungkinkan terjadinya salah jalan menembus usus.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud pemasangan pipa rectum?
2. Apa tujuan pemasangan pipa rectum?
3. Apa sajakah indikasi dari pemasangan pipa rectum?
4. Bagaimana pelaksanaan pemasangan pipa rectum?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian pemasangan pipa rectum
2. Untuk mengetahui tujuan pemasangan pipa rectum
3. Untuk mengetahui indikasi dari pemasangan pipa rectum
4. Untuk mengetahui bagaimana cara pelaksanaan pemasangan pipa rectum

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Rektum
Rektum (Bahasa Latin: regere, meluruskan, mengatur) adalah sebuah
ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan
berakhir di anus. Biasanya rectum ini kosong karena tinja disimpan ditempat
yang lebih toinggi yaitu pada kolon desendens. Jika kolon desendens penuh
dan tinja masuk ke dalam rectum, maka timbul keinginan untuk BAB. Orang
dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi bayi dan
anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang
penting untuk menunda BAB.
B. Letak Rektum
Rektum terbentang dari vertebre sakrum k e - 3 sampai garis anorektal.
Letaknya dalam rongga pelvis di depan os sakrum dan os koksigius.
C. Struktur Rektum
Sruktur

rektum

serupa dengan yang ada


pada

kolon,

tetapi

yang

berotot

dinding

lebih tebal dan membran


mukosanya

memuat

lipatan lipatan membujur


yang disebut kolumna
morgagni.

Semua

ini

menyambung ke dalam
saluran

anus.

Struktur

rectum. Bagian sepertiga atas dari rectum, sisi samping dan depannya
diselubungi peritoneum. Di bagian tengah, Hanya sisi depannya yang
2

diselubungi peritoneum. Di bagian bawah, tidak diselubungi peritoneum sama


sekali. Terbagi menjadi dua bagian: sfingter dan ampula Memiliki panjang 1015 cm Ampula pada rectum memiliki bentuk seperti balon atau buah pir
Dikelilingi oleh visceral pelvic fascia Memiliki empat lapisan: Mukosa,
Submukosa, Muskular, dan Serosa Kolumnalrektal membantu dalam kontraksi
dan dilatasi pada saluran anal dan otot sfingter rectum terdiri atas sel-sel otot
bermukosa yang cukup padat, dan mengandung lebih banyak pembuluh limfa,
pembuluh darah, dan jaringan saraf daripada sel-sel penyusun dinding rectum
di sekitarnya.

BAB III
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pemasangan Pipa Rectum


Memasukan pipa rectum ke dalam usus besar melalui anus.
B. Tujuan Pemasangan Pipa Rectum
Mengeluarkan BAB dan menghilangkannya tanpa adanya rasa tegang.
C. Indikasi Pemasangan Pipa Rectum
Pada anak yang kembung, karena gangguan faal atau penyakit saluran
pencernaan, misalnya kelainan usus besar, Hirschprung pasca bedah.
D. Persiapan alat
1. Baki berisi pipa rectal bersih sesuai ukuran:
a. vaselin
b. spatel
c. perlak
d. pita ukur
e. bengkok
f. handscoon
2. Perlengkapan lain:
a. pot/urinal
b. bengkok berisi desinfektan

E. Pelaksanaan Pemasangan Pipa Rectum


a. Baringkan anak dalam posisi yang menyenangkan pasang pot atau urinal,
anak buang air kecil
b. Ukur lingkar abdomen, anak dibaringkan

c.
d.
e.
f.

Ujung pipa rectal sepanjang 5-7,5 cm


Pasang perlak dan pengalas
Buka anus dengan tangan kiri
Tangan kanan memasukan pipa rectum sepanjang 5-7,5 cm sesuai dengan

besarnya anak
g. Pangkal pipa rectum dimasukan ke dalam bengkok atau kantong plastic
yang berisi air, kemudian di viksasi ke paha, biarkan selama 20 menit
h. Pelaksanaan atau perawat harus melihat udara keluar, atau udara pada
i.
j.
k.
l.

bengkok atau kantong plastic yang berisi air


Bila masih terasa kembung lakukan perkusi
Kemudian anak dirapihkan
Alat-alat dibersihkan dibereskan dikembalikan ke tempat semula
Catat tindakan yang dilakukan dan reaksinya dalam catatan.

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Rektum (Bahasa Latin: regere, meluruskan, mengatur) adalah sebuah
ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan
berakhir di anus. Pemasangan pipa rectum berarti memasukan pipa rectum ke
dalam usus besar melalui anus. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan BAB
dan menghilangkannya tanpa adanya rasa tegang. Indikasinya untuk anak yang
kembung, karena gangguan faal atau penyakit saluran pencernaan, misalnya
kelainan usus besar, Hirschprung pasca bedah. Pemasangan pipa rectum
diawali dengan anak supaya kencing terlebih dahulu, kemudian ukur lingkar
abdomen dengan anak dibaringkan, ukur pipa rectal sepanjang 5-7,5 cm.
Kemudian masukan pipa rectum sesuai besarnya si anak.
B. Saran
Sebaiknya dalam pemasangan pipa rectum harus hati-hati karena bisa
terjadinya perdarahan mukosa rektum yang sulit dihentikan atau bahkan terjadi
perforasi pada pangkal rektum, dimana batas rektum dengan sigmoid ini
membentuk lengkungan, sehingga memungkinkan terjadinya salah jalan
menembus usus. Dan sebaiknya dilakukan oleh perawat yang sudah mahir atau
sudah berpengalaman. Pemasangan pipa rectum disesuaikan juga dengan
besarnya si anak.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/124522260/Sajikami-Wash-Out (Diakses tanggal 11


Agustus 2014)
http://bedahanak-rsudaws.blogspot.com/2010/03/komplikasi-pemasangan-piparektal-untuk.html (Diakses tanggal 11 Agustus 2014)