You are on page 1of 2

ANALISA JURNAL

EFORTS TO CONTROL HALLUCINATION BY GROUP ACTIVITY THERAPY OF


PERCEPTION STIMULATION IN SAKURA WARD BANYUMAS HOSPITAL

Disusun oleh:
1. Putu Gede Widiantoro
2. Resqi Timor Pria Lambang
3. Resti Sri Wahyuningsih
4. Restu Trikusuma Dewi
5. Ridwan Saputra
6. Siti Mutiarajuna
7. Slamet Nur Sodri
8. Slamet Uji Kurniawan

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
STIKes HARAPAN BANGSA
PURWOKERTO
TAHUN AJARAN 2014/2015

Jurnal yang kami analisis adalah jurnal dengan judul EFORTS TO CONTROL

HALLUCINATION BY GROUP ACTIVITY THERAPY OF PERCEPTION STIMULATION IN SAKURA


WARD BANYUMAS HOSPITAL ( lampiran 2 ). Setelah kami analisa jurnal tersebut, jurnal tersebut
meneliti tentang hasil atau manfaat terapi aktifitas kelompok terhadap pasien halusinasi, dan kami
dapatkan analisa sebagai berikut :
A. Jenis implementasi yang digunakan
Pada penelitian kali ini metode yang digunakan dalam menangani pasien
halusinasi adalah dengan metode Terapi Aktifitas Kelompok .Terapi kelompok
merupakan suatu psikoterapi yang dilakukan sekelompok pasien bersama-sama
dengan jalan berdiskusi satu sama lain yang dipimpin atau diarahkan oleh seorang
therapist atau petugas kesehatan jiwa yang telah terlatih (Pedoman Rehabilitasi
Pasien Mental Rumah Sakit Jiwa di Indonesia dalam Yosep, 2007). Terapi kelompok
adalah terapi psikologi yang dilakukan secara kelompok untuk memberikan stimulasi
bagi pasien dengan gangguan interpersonal (Yosep, 2008). Selanjutnya akan di
jelaskan pada lampiran 1.
B. Teori modalitas keperawatan Terapi Aktivitas Kelompok ( lampiran 1 )
C. Kelebihan dan kekurangan jurnal
Dari analisa yang kami lakukan, menurut kami isi dari jurnal tersebut sudah
sangat baik, hasil penelitian tersebut bisa dijadikan acuan para perawat jiwa untuk
melakukan implementasi keperawatan yang tepat pada pasien halusinasi, sehingga
dapat membantu pasien dengan gangguan jiwa halusinasi untuk mengurangi atau
bahkan menghilangkan gejala halusinasi yang sering terjadi pada pasien
Skhizofrenia. Dimana didapatkan hasil yang sangat positif terhadap dampak aktifitas
terapi aktifitas kelompok dengan perbaikan pada pasien halusinasi. Metode yang
digunakan juga sangat bagus, yaitu menggunakan metode pre test dan post test,
dimana dilakukan pengkajian sebelum melakukan Terapi Aktivitas Kelompok untuk
membandingkan hasil setelah dilakukan terapi. Sehingga didapatkan perbandingan
antara pasien sebelum melakukan terapi aktivitas kelompok dan sesudah melakukan
terapi aktivitas kelompok.
D. Kesesuaian penerapan imlpementasi terapi modalitas keperawatan pada jurnal
dengan kondisi di indonesia.
Terapi modalitas keperawatan ( Terapi Aktivitas Kelompok ) kami rasa sangat
sesuai untuk diterapkan di Indonesia, mengingat dalam jurnal yang kami analisa,
sampel yang digunakan adalah pasien gangguan jiwa Zkhizofrenia yang ada di
Indonesia ( RSJ Banyumas ). Sehingga hasil yang didapat dapat dijadikan acuan
untuk melakukan implementasi keperawatan pada pasien gangguan jiwa di
Indonesia secara umum.