Вы находитесь на странице: 1из 19

DNA VACCINE

BY LINAYATI,SPi,MSc

DNA VACCINE

Vaksinasi
Suatu tindakan dengan memasukan satu anti gen
ke dalam tubuh untuk memicu pertahanan tubuh
dalam menghadapi satu penyakit
Beberapa jenis vaksin menurut Maksum Radji,
2009)
1. Vaksin yang berasal dari mikroba patogen yang
dilemahkan
2. Vaksin yang berasal dari mikroba patogen yang
dimatikan

DNA Vaccine

3. Vaksin recombinan : berasal dari protein yang


dimurnikan
4.Vaksin DNA : berasal dari plasmid DNA
mengandung satu gen vaksin dari microba
pathogen
Kelemahan vaksin generasi 1 sampai ke 3
1. Vaksin generasi pertama sering bermutasi kembali
menjadi virulen sehingga vaksin yang berasal dari
mikroba dilemahkan sebaiknya tidak diberikan kepada
penderita imunokompromais (Maksum Radji, 2009)

2. Vaksin generasi kedua : biasanya


mengandung zat kimia seperti fenol dalam
pemanfaatanya ternyata terdapat kegagalan
memberikan respon imun tubuh
3. Vaksin recombinant
Vaksin berasal dari antigent yang diambil pada
protein terselubung pada virus hepatitis b.
Hanya merangsang munculnya respon imune
humoral dan bukan respon seluler
(Source : Maksum Radji, 2009)

Respon imun seluler : respon yang muncul terhadap anti


gen, yang diperankan oleh limfosit t tanpa bantuan
komponen imun lainnya
Respon humoral : sistem pertahanan yang muncul pada
tubuh, dimana pada respon ini mengikutsertakan
antibody dalam reaksinya terhadap anti gen

http//allergycliniconline.com/widodo judarwanto

Vaksin DNA
Pertama kali dilakukan pada mencit dengan menyuntikan
DNA plasmid dengan sequence tertentu sehingga
memproduksi protein tertentu untuk kekebalan
secara invivo
Imunisasi dengan DNA vaksin: dapat menghasilkan
protein yang mampu menstimulasirespon imun sehingga
mampu bertahan dari serangan mikroba patogen
Perkembangan saat ini : Virus Ebola, Mycobacterium
tubercolusis, influenza, SARS, Hepatitis B dll
Pada perikanan : vaksin DNA Streptococcus iniae ,
Vaksin DNA KHV (Koi Herpes Virus) dan DNA anti VNN (
Viral Nervous Necrosis)
Source : Maksum Radji, 2009

http://www.biology-online.org/

Mode of action DNA vaksin


Plasmid masuk ke dalam jaringan tubuh
Bereplikasi secara otonom
Memproduksi antigen yang dikode oleh gen vaksin
Sel antigen melalui jalur tertentu baik melalui jalur major
histocompatibility complex (MHC)I pada sel CD8+T atau
MHC II pada sel CD4+T, namun juga dapat melalui jalur
lain. Protein asing tersebut memlaui sel dentritik
sehingga merangsang imun humoral

Struktur vaksin
DNA (Maksum
Radji, 2009)

Struktur DNA vaksin terbagi menjadi dua bagian, (Maksum


Radji, 2009):
1. Unit Propagasi yang berfungsi untuk mengontrol replikasi
dan marka seleksi
2. Unit Sintesis yang terdiri dari promotor, intron, sekuen
DNA signal, gen vaksin, Terminator Poly A dan ISS
(imune stimulatory sequence)
ISS adalah nukleotide heksamer yang dapat berinteraksi
dengan reseptor dan meningkatakn sifat imunogenisitas
dari vaksin tersebut
Unit sintesis bekerja setelah berada dalam tubuh
Unit propagasi bekerja saat dimulainya proses pembuatan
vaksin DNA

Studi : (Ayi santika et al . 2014), Uji lapang vaksin DNA untuk


pengendalian Koi Herpes Virus pada ikan Mas

Koi Herpes Virus (KHV)


Penyakit viral yang ganas dan meyebabkan kematian lebih
dari 80 % dari jumlah populasi ( Hedrikc et al. 2000)
Kendala untuk budidaya koi dan telah mengalami
penyebaran ke daerah lainnya
Dipicu oleh penurunan suhu ke suhu 23-27 C dan adanya
ikan mas pembawa carrier
Pemberian obat obatan kimia secara medis tidak effektif
Vaksin konvensinal belum mampu memberi perlindungan
maksimal
Dikendalikan dengan meningkatkan sistem imunitas pada
tubuh baik non specifik atau specifik (vaksinasi)

Pengembangan vaksin KHV dilaksanakan di BBAT oleh


Sri Nuryati, SPi,MSi (2009)
1. Sequen gen virus yang bersifat imugenik disisiipkan
kedalam kontruksi plasmid
2. Plasmid di transformasi ke dalam E coli
3. Dicultur ke dalam media tertentu 2XYT
4. Dilakukan pelleting : pemisahan dengan centrifuge :
5000 rpm selama 10 menit
5. Disimpan dalam suhu 80 C
6. Isolasi plasmid dengan kit specifik akan diperoleh DNA
vaksin
7. Vaksin dihitung konsentrasinya dan diencerkan
dengan PBS sebelum digunakan

Source : (Ayi Santika et al, 2014)

Source : Ayi santika et al, Uji lapang vaksin DNA untuk Koi Herpes Virus Pada ikan mas

Vaksin disuntikan dengan dosis12 ug/0.5ml/ekor melalui intramuscular


pada benih usia 2 bulan
Masa inkubasi vaksin selama 3-4 minggu (Pirelberg et al, 2005)
Uji tantang dengan virus KHV
Parameter penilai: Hematokrit (jumlah sel darah merah) dan total
leukosit
Terdapat peningkatan Hematokrit dan leukosit pada ikan yang diberi
vaksin DNA dibandingkan kontrol
Terjadi peningkatan fagositisis ( mekanisme pertahan pertama cellular
yang dilakukan oleh monocit dan granulasit)

Source : Ayi santika, et al (2014)

Vaksin DNA yang lain Streptococcus iniae based on :


Laporan akhir :
PENGEMBANGAN PRODUKSI VAKSIN DNA Streptococcus iniae UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT STREPTOCOCCOSIS PADA IKAN

(Irvan Faizal, M.Eng , 2010)


Dikembangkan oleh BPPT untuk penyakit streptococcosis ( memiliki
kekebalan terhadap antibiotik ampicilin dan oksitetrasiklin)
Vaksin DNA ini dibuat dari DNA (gen) virulen dari bakteri Streptococcus
iniae. Memberi kode membentuk protein imunogenik dari potagen.
Dikloning ke dalam plasmid yang mengandung promoter -Actin (brasal
dari hasil isolasi ikan)
Vaksinasi pada benih tidak maksimal karena sistem pertahanan yang
masih lemah dan belum berkembang ( tidak ada respon imunitas)
Solusi : vaksin maternal (vaksin yang diberikan melaui induk untuk
merangsang imunitas pada benih)
Vaksin maternal : imunitas pasif
Vaksin maternal dengan injeksi intraperitonial dan melalui pakan
NILA

Contoh yang lain adalah :


Vaksin DNA VNN (Viral Nervous Necrosis) pada Kerapu tikus
(Cromileptes altivelis)
Pada benih dengan jumalh banyak akan sangat mudah untuk stress
sehingga injeksi hanya dilakukan pada usia yang cukup dewasa
Aplikasi vaksin DNA VNN dapat melaui injeksi, pakan maupun
immersion (perendaman)
Kombinasi dengan penambahan hormon pertumbuhan ( untuk kerapu
yang pertumbuhannya lamabat)

Penghantar vaksin DNA :


Injeksi, perendaman dan pemberian pakan
Teknik elekroporasi, menggunakan arus listrik dengan
beberapa voltase tertentu. Elektroporasi bertujuan untuk
meningkatkan permiabilitas membran atau jaringan sel
sehingga diharapkan DNA akan lebih mudah masuk ke
dalam sel. Dilaksanakan setelah penyuntikan vaksin
DNA (Maksum Radji,2009)
Teknik bioejector ( needle free injection) : Permukaan alat
akan langsung bersentuhan dengan kulit hospes

www.medgadget.com/2008/05/biojector

Keuntungan :
1. Vaksin DNA mampu meningkatkan respon imun humoral melalui pembentukan
antibody dan selular melalui T cell
2. Vaksin DNA dapat di produksi dengan plasmid dalam jumlah besar dan waktu
yang relatif lebih cepat
3. Vaksin DNA sangat stabil sehingga tahan terhadap suhu
4. Mudah disimpan dan didistribusikan
5. Sekuen DNA dapat dengan mudah diubah sesuai perubahan pada microba
patogen
6. Terbukti mampu memberikan perlindungan terhadap bakteri maupun virus dalam
jangka cukup lama
7. Dapat dikombinasikan dengan beberapa plasmid untuk spektrum yang lebih luas
Source : (Maksum, 2009) Vaksin Generasi Keempat, FMIPA-UI

Kelemahan
Belum dapat diberikan pada manusia karena kekhawatiran
terjadi insersi DNA asing pada kromosom manusia
Masih dalam tahap pengujian klinis
Contoh: pada ujiklinik vaksin untuk virus H5N1 pada
manusia ternyata menunjukan adanya pembentukan
antibody H5 (Smith L, 2008)